cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 85 Documents
Sintesis Plastik Biodegradable dari Kulit Ubi Jalar dengan Penambahan Gliserol dan TiO2 Euis Uswatun Hasanah; Tiur Elysabeth; Aprilana Dwijayanti; Ardian Hilal Ramadhan; Rendy Chanahuda Fatar
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 5 No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v5i1.1354

Abstract

Sintesis plastik biodegradable berbasis pati dari kulit ubi jalar telah berhasil dilakukan dengan memanfaatkan gliserol sebagai plasticizer dan titanium dioksida (TiO₂) sebagai penguat struktur. Kulit ubi jalar dipilih karena kandungan patinya yang tinggi, mencapai sekitar 30%, serta adanya amilosa dan protein yang berkontribusi terhadap sifat biodegradasi. Pada penelitian ini digunakan variasi konsentrasi TiO₂ sebesar 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8;, sedangkan konsentrasi gliserol dijaga tetap sebesar 8%. Hasil sintesis menunjukkan bahwa plastik yang dihasilkan tidak rapuh, melainkan fleksibel dan elastis berkat peran gliserol. Uji biodegradasi memperlihatkan bahwa seluruh sampel mampu terurai secara signifikan dalam 12 hari, dengan persentase kehilangan massa antara 92,5% hingga 100%. Penambahan TiO₂ terbukti memperlambat laju biodegradasi, namun meningkatkan ketahanan terhadap penyerapan air. Selain itu, Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan gliserol dan TiO2 berpengaruh terhadap karakteristik plastik yang dihasilkan. Nilai kuat tarik maksimal diperoleh sebesar 3,85 MPa, dan penurunan kelenturan  (elongation) sebesar  92,4%. Dengan demikian, kulit ubi jalar berpotensi menjadi bahan baku plastik biodegradable dengan karakteristik yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan aplikasi.
Adsorpsi ion Zn (II) dari Larutan Artifisial menggunakan Karbon Magnetik Berbasis Tempurung Kelapa Heni Sugesti; Yogi Chandra; Wahyu Triaji Rahadianto
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 5 No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v5i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan adsorben karbon-magnetik Fe3O4 dari limbah tempurung kelapa. Proses pembuatan adsorben melibatkan tiga langkah sistematis utama. Pertama, arang tempurung kelapa dikarbonisasi pada suhu 650°C. Kedua, aktivasi kimia menggunakan 12% H3PO4 secara efektif meningkatkan porositas dan memperluas luas permukaan material. Ketiga, sintesis komposit dilakukan melalui kopresipitasi, menghasilkan padatan komposit magnetik berwarna hitam. Karakterisasi morfologi permukaan dengan SEM menunjukkan struktur kasar dan berpori, yang mengkonfirmasi ketersediaan situs aktif yang tinggi untuk pengikatan polutan. Spektrum EDS menunjukkan keberadaan tiga unsur utama dalam material: 54,8% karbon (C), 29,3% oksigen (O), dan 15,9% besi (Fe). Pengujian kinerja dilakukan pada ion Zn(II) dengan berbagai konsentrasi awal (10, 20, dan 30 mg/L) dan waktu kontak hingga 75 menit. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kapasitas adsorpsi ion Zn(II) dan kemudahan pemisahan material menggunakan medan magnet eksternal. Hasil penelitian menunjukkan kinerja adsorpsi yang signifikan dengan efisiensi penghilangan tertinggi mencapai 90,1% pada konsentrasi awal 30 mg/L. Secara kinetik, proses adsorpsi sangat responsif pada fase awal antara 0 dan 25 menit, sebelum mencapai kesetimbangan dalam total waktu 75 menit. Kombinasi aktivasi kimia konsentrasi rendah dan penambatan magnetik ini telah terbukti menghasilkan adsorben yang tidak hanya efektif secara kuantitatif dalam menghilangkan polutan logam berat tetapi juga efisien dalam pemulihan material pasca-penggunaan.
Perbandingan Hasil Delignifikasi Jerami Padi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent dengan Variasi Penambahan Air Maria Assumpta Nogo Ole; Dian Ranggina; Harun Pampang; Muhammad Arham Yunus; Zakiyah Darajat; Mimin Septiani; Andina Sari Maharani; Andi Ahmad Maulana Senna Cincing; Sherlina Zalfa Pertiwi; Dwi Ferel Imanuel Bala
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 5 No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v5i1.1329

Abstract

Jerami padi, sebagai hasil samping pertanian yang melimpah di Indonesia, memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi energi terbarukan seperti biohidrogen dan bioetanol. Kandungan lignin dalam biomassa menghambat hidrolisis sehingga perlu dikurangi; untuk itu penelitian ini mengembangkan metode delignifikasi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent (NATDES) yang tersusun dari kolin klorida, asam laktat, dan asam sitrat pada rasio molar 0,1:0,6:0,3 dengan variasi penambahan air 0–20% (v/v). Perlakuan dilakukan pada rasio padatan:pelarut 1:10 (w/v) dalam reaktor pada 121 °C. Analisis FTIR pada residu padatan menunjukkan kadar lignin terendah (0,72%) pada perlakuan dengan 20% air, yang mengindikasikan bahwa penambahan air menurunkan viskositas NATDES dan meningkatkan efisiensi delignifikasi. Analisis gula pereduksi menggunakan metode dinitrosalisilat (DNS) menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi terlarut tidak maksimal pada perlakuan 20% air akibat adanya fenolik bebas hasil degradasi lignin; oleh karena itu perlakuan pra‑analitik untuk assay DNS perlu dioptimalkan untuk menghilangkan interferensi fenolik, furfural, dan kekeruhan serta memastikan kuantifikasi gula pereduksi yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya optimasi kandungan air dalam formulasi NATDES untuk meningkatkan potensi NATDES sebagai pelarut hijau untuk mendukung konversi jerami padi yang lebih bersih dan efisien.
Perbandingan Efektivitas Perlakuan Termal dan Aktivasi Asam dan Basa pada Fly Ash dalam Penyerapan Ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺ Mulki Malik; A. Sry Iryani
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 5 No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v5i1.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan termal serta kombinasi perlakuan termal dengan aktivasi kimia asam dan basa terhadap karakteristik dan kinerja adsorpsi fly ash dalam menyerap ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui perlakuan termal pada berbagai suhu yang diikuti aktivasi kimia pada kondisi terpilih. Karakterisasi material meliputi loss on ignition (LOI), daya adsorpsi methylene blue, dan point of zero charge (pHₚzc), sedangkan kinerja adsorpsi dievaluasi menggunakan parameter efisiensi penghilangan dan kapasitas adsorpsi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan termal secara signifikan meningkatkan kinerja adsorpsi melalui perbaikan sifat permukaan material, dengan suhu 500 °C memberikan keseimbangan kinerja terbaik untuk sistem multi-ion. Aktivasi asam 1 M meningkatkan adsorpsi secara selektif terhadap Pb²⁺, sedangkan aktivasi basa tidak memberikan peningkatan yang berarti. Pengujian pada air lindi dan limbah industri yang ditambahkan ion logam secara terkendali menunjukkan kestabilan kinerja pada sistem yang lebih kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui perbandingan sistematis antara perlakuan termal dan modifikasi termokimia dalam satu desain penelitian, serta menunjukkan bahwa optimasi perlakuan termal dapat menjadi strategi yang efisien dan aplikatif dalam pengembangan adsorben berbasis fly ash.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Paradiaca L) Sebagai Koagulan Alami Dalam Proses Koagulasi- Flokulasi Untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu Nopri Wahyudi; Akbar Ismi Aziz Pramito; Erika Dwi Oktaviani
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 5 No 1 (2026): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v5i1.1373

Abstract

Limbah cair industri tahu merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan yang mengandung bahan organik dan padatan tersuspensi tinggi sehingga berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi waktu maserasi dan dosis koagulan alami berbahan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap kinerja proses koagulasi–flokulasi dalam pengolahan limbah cair industri tahu. Koagulan alami disiapkan melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan variasi waktu 60, 72, dan 84 jam. Proses koagulasi–flokulasi dilakukan dengan variasi dosis koagulan sebesar 3, 4, 5, dan 6 mL pada volume limbah 250 mL. Parameter yang dianalisis meliputi pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) pada kondisi pasca perlakuan, serta kandungan tanin sebagai indikator senyawa aktif koagulan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu maserasi meningkatkan kandungan tanin dari 6,456 mg/L pada 60 jam menjadi 8,557 mg/L pada 84 jam. Kondisi optimum diperoleh pada waktu maserasi 84 jam dengan dosis koagulan 6 mL, yang mampu menurunkan COD sebesar 87,87% hingga mencapai 250 mg/L, TSS sebesar 45,00% menjadi 165 mg/L, serta kekeruhan hingga 17,4 NTU. Nilai pH limbah setelah pengolahan meningkat menjadi 6,23 dan telah memenuhi baku mutu lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit pisang kepok berpotensi sebagai koagulan alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair industri tahu.