cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 78 Documents
STUDI ISOTHERM ADSORPSI CU(II) DALAM LARUTAN MENGGUNAKAN ZEOLIT TERAKTIVASI Afandy, Moh. Azhar; Sawali, Fikrah Dian Indrawari
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.755

Abstract

Proses penghilangan logam berat khususnya Cu(II) menjadi salah satu solusi dari permasalahan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat dari kegiatan industri. Adsorpsi menjadi salah satu metode yang efisien dan efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut karena mudah untuk dioperasikan dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan zeolit alam sebagai adsorben dengan proses aktivasi secara fisika dengan suhu 105 oC selama 4 Jam untuk tahap pengeringan dan tahap kalsinasi menggunakan tanur dengan suhu 550 oC selama 2 Jam.  Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari mekanisme adsorpsi yang terjadi antara molekul Cu(II) dengan adsorben zeolit berdasarkan parameter dari beberapa model isotherm antara lain: Langmuir, Freundlich, Temkin, Jovanovic, dan Harkin-Jura. Hasil menunjukkan bahwa model isotherm Langmuir cocok untuk mendeskripsikan proses adsorpsi yang terjadi dengan nilai koefisien korelasi (R2) = 0,9542, qmax= 1,0375 mg.g-1, KL = 0,5463 L.mg-1, dan RL = 0,3210-0,9959. Berdasarkan model isotherm Langmuir, dapat disimpulkan bahwa proses adsorpsi Cu(II) oleh zeolit terjadi secara monolayer pada permukaan adsorben yang homogen.
PENINGKATAN NILAI KALORI BATUBARA LIGNIT MENGGUNAKAN METODE UBC DENGAN MEDIA MINYAK JELANTAH Shafira, Nadya; Arninda, Andi; Diana, Sri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.766

Abstract

Batubara golongan lignit merupakan batu bara yang permintaannya sedikit di pasaran karena termasuk batu bara golongan terendah yaitu batu bara karena nilai kalorinya yang rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai kalori dari suatu batu bara. Salah satu metodenya adalah upgrading brown coal (UBC). Pelapis yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak jelantah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan minyak jelantah terhadap kenaikan nilai kalori batu bara. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengendalian Proses, Jurusan Teknik Kimia Mineral, Politeknik ATI Makassar pada tanggal 20 Juli 2022 sampai dengan 15 Agustus 2022. Metode UBC dilakukan dengan beberapa tahap, yakni penghalusan batu bara hingga under 70 mesh, kemudian mencampurkan batu bara dengan minyak jelantah pada suhu 150 , lalu pengeringan, setelah itu tahap analisis proksimat dan penentuan nilai kalori batubara. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yakni calorific value, moisture content, ash content, dan volatile matter berturut-turut untuk perbandingan (1:1,5) adalah 7144 kcal/kg, 2.61%, 7.39%, dan 56.59%, kemudian untuk perbandingan (1:1,67) adalah 7060 kcal/kg, 2.82%, 7.44%, dan 55.41%, dan untuk perbandingan (1:2) adalah 7087 kcal/kg, 2.35%, 7.25%, dan 56.63%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak jelantah berpengaruh terhadap peningkatan nilai kalori batu bara dengan perbandingan batu bara kualitas terbaik  berdasarkan nilai kalori pada sampel adalah (1:1,5) dengan nilai kalori sebesar 7144 kcal/kg.
PENGOLAHAN URANIUM DALAM BENTUK YELLOW CAKE COGEMA MENJADI SERBUK UO2 SEBAGAI BAHAN BAKAR REAKTOR NUKLIR DI FASILITAS NUKLIR SERPONG Oktavianto, Putra; Saputra, Ade; Saputra, Andri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.768

Abstract

Indonesia mempunyai cadangan Uranium yang cukup besar saat ini. Kelompok riset Teknologi Galian Nuklir dari Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) – ORTN BRIN telah melakukan pemetaan cadangan Uranium di Indonesia sekitar 81.090 ton dalam bentuk yellow cake yang akan mampu memenuhi kebutuhan 7 unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan kapasitas masing-masing 1.000 MWe untuk beroperasi 40 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar PLTN dalam Negeri, Indonesia harus mampu untuk mengolah yellow cake tersebut menjadi bahan bakar yang dapat digunakan untuk PLTN sehingga kita tidak perlu untuk melakukan impor bahan bakar untuk PLTN. Pengolahan yellow cake menjadi bahan bakar nuklir salah satunya dilakukan pada fasilitas pemurnian dan konversi milik DPFK-BRIN yang dinamakan Pilot Conversion Plant (PCP). PCP mempunyai kapasitas produksi 100 Kg/hari serbuk UO2 nuclear grade. Serbuk UO2 yang dihasilkan PCP kemudian difabrikasi sampai menjadi elemen bahan bakar nuklir (EBN) di Fuel Fabrication Laboratory (FFL). PCP saat ini telah berhasil menghasilkan sekitar ± 15,5 Kg serbuk UO2 yang sudah nuclear grade dari pemprosesan yellow cake yang berasal dari cogema. Saat ini PCP masih digunakan sebagai instalasi penelitian terkait optimalisasi parameter untuk setiap tahapan prosesnya sehingga dapat diperoleh parameter proses yang efektif dan efisien dengan mengutamakan kualitas produk serbuk UO2. Hal ini tentunya akan sangat penting dalam penyiapan kemandirian bangsa terhadap pengadaan energi dengan mengandalkan bahan bakar dari PLTN bisa diproduksi oleh Indonesia sendiri.
STUDI PENINGKATAN KADAR BIJIH MANGAN MENGGUNAKAN SHAKING TABLE PADA DAERAH PALUDDA KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN Bakri, Suriyanto; Fitria, Ade Nurul; Wakila, Muhammad Hardin; Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Arifin, Mubdiana
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.769

Abstract

Bijih mangan kadar rendah di Indonesia sampai saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama raw material hasil penambangan. Shaking table atau meja goyang merupakan pemisahan material dengan cara mengalirkan air yang tipis pada suatu meja bergoyang dengan menggunakan media aliran tipis dari air. Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik dan kemiringan deck yang optimum meningkatkan kadar dan recovery bijih mangan. Pada pelaksanaannya, penelitian dimulai pada tahap pengambilan sampel, preparasi, karakterisasi sampel umpan, percobaan dengan shaking table, karakterisasi sampel produk, analisis dan perhitungan kadar dan recovery bijih mangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa sampel bijih mangan asal daerah Palludda didominasi oleh mineral hematit, mangan, silika dan disusul oleh mineral-mineral minor dengan persentase di bawah 1%. Hasil pemisahan mineral MnO didapatkan Recovery optimum diperoleh pada kemiringan deck 9° sebesar 50,33%, persentase kadar MnO sebesar 35,68%.
POTENSI PENGOLAHAN MINERAL LUMPUR SIDOARJO: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Kristianto, Fesa Putra; Setyorini, Dwi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.775

Abstract

Bencana lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 2006 merupakan salah satu pencemaran lingkungan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Akan tetapi dibalik pencemaran lingkungan tersebut, terdapat potensi pengolahan lumpur panas Sidoarjo dan aplikasi pemanfaatan di Industri. Salah satu hasil dari pengujian x-ray flourescence (XRF) dan x-ray diffraction (XRD) menunjukkan bahwa kandungan yang tinggi untuk Fe2O3, SiO2, Al2O3, dan CaO. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengevaluasi potensi pengolahan mineral lumpur Sidoarjo dengan mengkaji artikel-artikel dari dua sumber berbeda, yaitu database Scopus dan Google Scholar. Potensi pengolahan mineral lumpur Sidoarjo saat ini dapat digunakan untuk bahan baku industri metalurgi, produksi silicon, pembuatan bahan bangunan dan produk kimia lainnya. Study SLR ini memberikan dasar pengembangan lebih lanjut dalam pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai sumber mineral bernilai tinggi untuk berbagai aplikasi Industri.
POTENSI ESKTRAK ETANOL AKAR LANDEP (BARLERIA PRIONITIS L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Sari, Nurmala
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.778

Abstract

Tanaman landep (Barleria Prionitis L.) merupakan tanaman yang digunakan masyarakat Indonesia sebagai bahan obat. Selain daunnya, akar tanaman landep sering dimanfaatkan sebagai obat-obat herbal di Cina. Tanaman landep memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase kandungan antioksidan pada akar landep  (Barleria prionitis L.) menggunakan metode yaitu metode DPPH (1,1 Diphenyl-2-Picrylhydrayl). Penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% (perbandingan 1:5). Uji antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH  yang diukur dengan Spektrofotometri Uv-Vis. Ekstrak akar landep dibuat dengan 3 perbandingan konsentrasi pada metode DPPH digunakan 3 replikasi sampel ekstrak. Pada metode DPPH diperoleh nilai IC50  10,7150 ppm dengan kategori kuat, vitamin C diperolah nilai IC50 1,4583 ppm dengan kategori sangat kuat.
PEMBUATAN BIODEGRADABLE FILM DARI BIJI ALPUKAT (PERSIA AMERICANA): OPTIMASI DENGAN BOX-BEHNKEN DESIGN Ansori, Ansori; Rachmah, Alif Nur Laili; Sekaringgalih, Ratri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i1.833

Abstract

Biji buah alpukat (Persea americana) mengandung pati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biodegradable film. Biodegradable film merupakan plastik yang terbuat dari bahan polimer organik yang cenderung rapuh. Tahapan proses pembuatan biodegradable film dari biji buah alpukat adalah pemisahan pati dari biji buah alpukat, proses gelatinisasi dan uji degradasi metode soil burial test. Pembuatan edible film menggunakan proses gelatinisasi pada suhu 80oC, dengan penambahan gliserol (2;2,5;3)%v/v sebagai plasticizer, Carboxy methyl Cellulose (CMC) (2;2,5;3)%b/v sebagai filler, dan chitosan (1;1,5;2)%b/v sebagi pengental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, pengaruh gliserol, Carboxy methyl Cellulose (CMC) dan kitosan terhadap biodegradable film melalui uji degradasi. Hasil pemisahan pati dari biji buah alpukad di peroleh 20,56%, sedangkan karakteristik dari edible film paling baik diperoleh pada penambahan Carboxy methyl Cellulose CMC 2,5% (b/v), chitosan 1,5% (b/v) dan Gliserol 2,5% (v/v) yaitu plastik memiliki karakteristik lentur namun tidak mudah robek, mempunyai ketebalan 0.02 in dan kemampuan degradasi sebesar 52,8532%. Kondisi optimum untuk mendapatkan biodegradable film dari pati biji alpukat menggunakan metode ekstraksi dengan Box-Behnken design (BBD) adalah konsentrasi penambahan gliserol sebanyak 2,964%v/v, konsentrasi chitosan sebanyak 1,560%b/v, dan konsentrasi Carboxy Methyl Cellulose (CMC) sebanyak 2,849%b/v. Dimana pada kondisi optimum tersebut, diprediksi %biodegradable film maksimum yang diperoleh sebesar 53,113%.
PENGARUH PENAMBAHAN KOAGULAN BIJI ASAM JAWA DAN BIJI PEPAYA TERHADAP NILAI CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD), DISSOLVED OXIGEN (DO) DAN PH LIMBAH KOMUNAL PT.KIMA Sariwahyuni; Setyorini, Dwi; Jaelani, Kaerunnisa Nur
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.854

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kima Makassar bertanggung jawab dalam pengolahan air limbah kawasan industri yang dikelola PT. Kima. Tingginya volume limbah yang diolah dengan nilai COD, DO dan pH yang tidak sesuai dengan baku mutu lingkungan memerlukan alternatif pengolahan yang dapat mengurangi beban kinerja IPAL. Penggunaan koagulan alami dalam proses pengolahan air limbah merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan. Koagulan alami memiliki sifat yang biodegradable, ramah lingkungan, aman terhadap kesehatan manusia dan ekonomis. Alternatif koagulan alami yang dapat digunakan adalah biji asam jawa dan biji pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya terhadap nilai COD, DO dan pH limbah komunal PT. KIMA.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan koagulan biji asam jawa dan biji pepaya berpengaruh terhadap penurunan nilai COD dan pH serta peningkatan nilai DO. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis koagulan 1:3, dimana nilai COD sebesar 21.04 mg/L dan nilai DO sebesar 3.84 mg/L. Sedangkan untuk pH, hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan 1 vs 4 dengan pH 7,01. Nilai BOD, DO dan pH ini  telah memenuhi baku mutu air berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2020 dan kebijakan yang diprasyaratkan oleh PT. KIMA.
OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI ULTRASONIKASI DAUN BINAHONG MENGGUNAKAN CENTRAL COMPOSITE DESIGN Nury, Dennis Farina; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Nugroho, Muhammad Erwin Cahyo; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.935

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia) telah lama dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam pengobatan tradisional. Daun ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai anti mikroba, antioksidan, dan antiinflamasi. Ekstraksi adalah langkah penting yang harus dilakukan untuk memaksimalkan manfaat senyawa bioaktif yang terkandung dalam daun binahong. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi ultrasonikasi daun binahong menggunakan metode central composite design (CCD) pada response surface methodology (RSM). Faktor yang diuji meliputi daya ultrasonikasi (350–832,84 W) dan waktu ekstraksi (5–35,17 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi daya 750 W dan waktu ekstraksi 30 menit menghasilkan yield tertinggi sebesar 7,6%. Analisis varians (ANOVA) mengungkapkan bahwa daya dan waktu ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap yield ekstrak dengan nilai p < 0,05, serta interaksi antara kedua faktor ini juga signifikan. Model regresi polinomial yang dihasilkan memiliki koefisien determinasi R2 sebesar 0,97, menunjukkan kecocokan yang sangat baik antara prediksi dan data eksperimen. Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, aplikasi skala industri memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengatasi potensi degradasi bahan dan faktor teknis lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan proses ekstraksi ultrasonikasi yang efisien dalam meningkatkan yield bioaktif dari daun binahong.
PENGARUH PENAMBAHAN KCL TERHADAP KUALITAS KARAGENAN EUCHEUMA COTTONII Leying, Fahrilla Trisya; Arninda, Andi; Prameswara, Gyan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penambahan kalium klorida (KCl) dalam proses ekstraksi karagenan dari rumput laut Eucheuma cottonii untuk meningkatkan viskositas dan kekuatan gel karagenan. Penambahan KCl digunakan untuk memperkuat jaringan gel polisakarida, yang mempengaruhi kualitas karagenan dalam berbagai aplikasi industri. Pada penelitian ini, rumput laut Eucheuma cottonii diperlakukan dengan variasi konsentrasi KCl (4%, 6%, dan 8%) dalam larutan alkali yang terdiri dari NaOH, KCl, dan air. Proses perendaman dilakukan pada suhu 65°C selama 2 jam, diikuti dengan pengeringan dan penghancuran sampel untuk kemudian dianalisis viskositas dan kekuatan gelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan KCl 4% menghasilkan viskositas rata-rata 844,6 cP, sementara KCl 6% dan 8% menghasilkan viskositas yang lebih rendah, masing-masing 789,6 cP dan 623,6 cP. Untuk kekuatan gel, penambahan KCl 4% menghasilkan kekuatan rata-rata 311,08 g/cm², sementara pada KCl 6% dan 8%, kekuatan gel meningkat menjadi 479,3 g/cm² dan 530,5 g/cm², secara berturut-turut. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan KCl 8% terbukti optimal dalam meningkatkan kualitas karagenan, dengan viskositas 623,6 cP dan kekuatan gel 141,3 g/cm². Penelitian ini menyimpulkan bahwa KCl memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas karagenan yang diekstrak dari Eucheuma cottonii.