cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 78 Documents
PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN BATUBARA DAN CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET Arninda, Andi; Saqina, Nur Aflan Farah; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.939

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa dan dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Komposisi cangkang kelapa sawit yang dianalisis menunjukkan nilai energi yang tinggi dibandingkan limbah kelapa sawit lainnya. Cangkangnya mengandung komponen organik yang dapat diubah menjadi bahan bakar melalui proses pengarangan. Namun tingginya kandungan abu dan mineral pada cangkang kelapa sawit dapat mempengaruhi kualitas biobriket. Untuk meningkatkan kualitasnya, batu bara dicampur dengan cangkang kelapa sawit selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan batubara dan cangkang kelapa sawit terhadap kualitas biobriket. Percobaan yang dilakukan meliputi pembuatan arang cangkang kelapa sawit, penggilingan menjadi arang, pencampuran dengan batubara dengan arang cangkang kelapa sawit, penambahan larutan sagu 2% sebagai bahan pengikat, dan pencetakan biobriket. Biobriket diuji kualitasnya, meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi terdapat pada biobriket batubara 100%:0%, sedangkan kadar air terendah terdapat pada biobriket cangkang sawit 100%. Namun, tidak ada satu pun biobriket yang memenuhi persyaratan kadar abu standar. Studi tersebut menyimpulkan bahwa perbandingan batu bara dan cangkang kelapa sawit mempengaruhi kualitas biobriket, dengan pengaruh yang bervariasi terhadap kadar air, kadar abu, bahan mudah menguap, dan nilai kalor, dimana nilai kalor tertinggi pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 5894,28 kal/g,. nilai kadar air terendah pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 2,69%, nilai kadar abu yang terendah pada variasi perbandingan 60%:40% sebesar 8,96%, dan nilai zat terbang terendah pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 20,18%.
ANALISA PENURUNAN KADAR AMONIA DENGAN ARANG AKTIF AMPAS TEBU PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MENGGUNAKAN APLIKASI PYTHON Prasetia, Frabowo; Bangun, Andi Putra; Hasanuddin, M.; Mubarak, Andi Syahrul
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.951

Abstract

Ampas tebu dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif dengan harapan mampu menurunkan jumlah kadar amonia yang terkandung pada limbah cair. Visualisasi dengan aplikasi python akan dapat membantu dalam proses analisa penurunan kadar yang terkandung pada limbah cair industri. Penelitian ini bertujuan agar dalam penentuan kualitas arang aktif dari ampas tebu dengan melakukan pengujian terhadap kadar air, kadar abu, dan kadar zat terbang. Kemudian menentukan variasi massa arang aktif dari ampas tebu untuk menurunkan kadar amonia. Jenis penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimental dengan variasi massa arang aktif 1 gram, 3 gram, 5gram, dan 7 gram. Berdasarkan hasil penelitian analisa menggunakan aplikasi python arang aktif dapat diperoleh dari ampas tebu dengan kadar air yang diperoleh 9.03%, kadar abu 7.4%, kadar zat terbang 16.91%, dan kadar karbon aktif murni 66,66%. Untuk perolehan variasi massa arang aktif mempengaruhi efisiensi penurunan kadar amonia pada limbah cair industri dengan massa 1.021 gram atau sekitar 98.2% yang merupakan titik optimum arang aktif untuk menyerap amonia pada limbah cair industri.
COOKIES TEPUNG SAGU (METROXYLON SP) DENGAN PENAMBAHAN BUBUR KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) Jannah, Raodatul; Laga, Suriana; Abriana, Andi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.957

Abstract

Cookies adalah salah satu jenis camilan atau kue kering yang terbuat dari campuran margarin, gula, telur, dan berbahan dasar tepung terigu. Produksi tepung terigu di Indonesia masih minim sehingga masih harus diimpor. Oleh karena itu untuk mengurangi produk impor, maka perlu dilakukan upaya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tepung sagu yang dapat menggantikan peran tepung terigu dalam pembuatan cookies. Sedangkan untuk menambah daya tarik cookies, dapat digunakan kulit buah naga merah sebagai pewarna alami yang memiliki banyak khasiat serta dapat mengurangi limbah pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubur kulit buah naga merah terhadap kadar air, kadar abu, serta hasil uji organoleptik seperti warna, aroma, rasa, dan tekstur pada cookies sagu. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini ialah penambahan bubur kulit buah naga merah 5%, 10%, 15%, dan 20%. Parameter pengujiannya adalah kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur cookies sagu. Data dianalisis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan dan uji lanjutan adalah uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan bubur kulit buah naga merah berpengaruh nyata terhadap kadar air, warna, aroma, rasa, dan tekstur cookies, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu cookies. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan bubur kulit buah naga merah 20% ditinjau dari kadar abu 0,77%, warna 4,47 (suka), aroma 4,05 (suka), dan rasa 4,48 (suka) cookies sagu.
PENGARUH VARIASI KOAGULAN KULIT JERUK UNTUK MENURUNKAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA LIMBAH AIR TAHU Risdayanti; Arninda, Andi; Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.958

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh berbagai industri sering kali dibuang tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Banyak industri yang langsung membuang limbah cairnya ke sungai, sehingga mengurangi daya dukung lingkungan. Limbah cair dari industri tahu mengandung kadar polutan organik yang tinggi, serta total suspended solid (TSS) yang signifikan. Tingginya TSS dapat menghambat penetrasi sinar matahari ke dalam udara, mengganggu proses fotosintesis, menurunkan kadar oksigen terlarut yang dihasilkan tanaman udara, dan merusak keseimbangan ekosistem akuatik. Kulit jeruk memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena mengandung senyawa bioaktif seperti pektin, limonen, flavonoid, dan asam askorbat, yang memiliki kemampuan menggumpalkan partikel tersuspensi dalam air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan berbagai jenis kulit jeruk serta menentukan jenis kulit jeruk yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS pada limbah cair tahu. Pertama, kulit jeruk dikeringkan dalam oven pada suhu 105 °C selama 2 jam. Setelah itu, kulit jeruk yang telah kering dihaluskan menggunakan blender dan disaring menggunakan anyaman. Serbuk kulit jeruk yang dihasilkan kemudian siap dimanfaatkan sebagai koagulan dengan parameter uji yang digunakan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variasi koagulan baik itu kulit jeruk nipis, kulit jeruk purut, dan kulit jeruk sunkist dengan penurunan kadar TSS dengan masing-masing koagulan 2 g diperoleh hasil terbaik didapatkan pada koagulan kulit jeruk sunkist yaitu 26,96%.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF DARI AMPAS KOPI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI Zn (SENG) PADA LIMBAH CAIR TPA ANTANG MAKASSAR Al Adawiyah, Syardah Ugra; Amin, Idi; Tawakkal, Muhammad
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.960

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari tempat pembuangan akhir (TPA) sering kali mengandung logam berat seperti seng (Zn), yang menimbulkan risiko signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Berdasarkan hasil analisis AAS terhadap konsentrasi Zn di TPA Antang, didapatkan konsentrasi Zn sebesar 0,1015 mg/L. Nilai tersebut tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Baku Mutu Air Nasional, khususnya mengenai baku mutu air limbah Zn sebesar 0,05 mg/L. Salah satu metode alternatif untuk menurunkan konsentrasi Zn tersebut adalah melalui proses adsorpsi dengan arang aktif ampas kopi. Aktivasi secara kimia menggunakan HCI untuk meningkatkan sifat adsorpsi. Ampas kopi dapat diubah menjadi arang aktif karena kandungan karbon yang dapat menyerap logam. Variasi yang digunakan waktu kontak selama 90 menit, 120 menit, 150 menit, dan 180 menit. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa arang aktif dapat menurunkan konsentrasi Zn pada limbah cair TPA Antang. Pada waktu kontak 90 menit konsentrasi logam Zn sebesar 0,0170 mg/L pada waktu kontak 120-150 menit kandungan logam Zn sebanyak 0,0146 mg/L, dan waktu kontak 180 menit sebanyak 0,0135 mg/L.
PENGARUH VARIASI JENIS PEREKAT TERHADAP KUALITAS BRIKET DARI KULIT RAMBUTAN Tyassena, Flaviana Yohanala Prista; Pertiwi, Siti; Prasetia, Frabowo
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i1.946

Abstract

Permasalahan menurunnya ketersediaan bahan bakar fosil mendorong pengembangan energi alternatif berbasis biomassa, salah satunya melalui pemanfaatan limbah kulit buah rambutan sebagai bahan baku briket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis perekat terhadap kualitas briket yang dihasilkan dari kulit rambutan, serta mengidentifikasi perekat terbaik yang menghasilkan karakteristik fisik dan nilai kalor paling optimal. Tiga jenis perekat organik yang digunakan adalah tepung kanji, tepung sagu, dan tepung terigu, dengan rasio campuran arang kulit rambutan dan perekat sebesar 20:1. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon, dan nilai kalor, berdasarkan standar SNI 01-6235-2000.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis perekat berpengaruh signifikan terhadap semua parameter yang diuji. Briket dengan perekat kanji menunjukkan performa terbaik, dengan kadar air 4,03%, kadar abu 4,90%, volatile matter 14,87%, fixed carbon  80,23%, dan nilai kalor tertinggi sebesar 5317 kal/g. Perekat kanji terbukti menghasilkan briket dengan kualitas. Oleh karena itu, tepung kanji direkomendasikan sebagai perekat paling efektif untuk produksi briket dari kulit buah rambutan.
PENGARUH KOMPOSISI LIMBAH PREPARASI BATUBARA, CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC), DAN MINYAK JELANTAH TERHADAP STABILITAS COAL OIL MIXTURE (COM) Ganing, Melani; Amin, Idi; Khatimah, Nurul Khusnul
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i1.949

Abstract

Limbah preparasi batu bara dan minyak jelantah merupakan limbah yang dapat menimbulkan masalah penyimpanan dan pencemaran di lingkungan. Limbah preparasi batu bara yang terdiri dari partikel batu bara halus, sering kali dianggap tidak bernilai. Sebaliknya, minyak goreng bekas adalah limbah dari penggunaan minyak goreng yang, jika tidak ditangani dengan benar, dapat berkontribusi terhadap polusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan stabilitas campuran komponen COM. Desain penelitian eksperimental laboratorium digunakan dalam pekerjaan ini. Uji laboratorium, khususnya pengujian sampel langsung dan pengamatan, digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian pembuatan COM dilakukan dengan mencampurkan batu bara dengan minyak jelantah dengan variasi komposisi yaitu  Limbah batu bara , minyak jelantah dan, CMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zat aditif dan minyak jelantah mempengaruhi stabilitas COM agar tetap terdispersi dengan baik. Stabilitas terbaik dari penelitian ini yaitu sampel dengan limbah batu bara 36%, minyak jelantah 63,1%, CMC 0,9% (E), karena menunjukkan stabilitas dan homogenitas yang optimal dimana nilai densitasnya 1,0434 g/cm³, suhu 29  dan lama nyala apinya selama 239 detik.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DAN FORMULASI SABUN PADAT RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PENAMBAHAN ECO ENZYME Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Sultan, St. Rofiah; Diana, Sri
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i1.956

Abstract

Minyak jelantah sering kali menjadi masalah bagi masyarakat bukan hanya karena berpotensi mencemari lingkungan, melainkan juga membahayakan kesehatan jika terus digunakan. Minyak ini dapat diolah menjadi sabun padat yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan. Pada penelitian ini, proses pemurnian minyak jelantah melibatkan filtrasi, netralisasi dengan larutan NaOH 15%, dan pemucatan dengan karbon aktif. Setelah itu, minyak hasil pemurnian diuji kadar air, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas dibandingkan dengan SNI 3741:2013. Pembuatan sabun padat dilakukan dengan mencampurkan minyak hasil pengolahan (160, 165 dan 170 mL) dengan eco enzyme (60 dan 65 mL), selanjutnya campuran dicetak dan dibiarkan kering. Dari beberapa formulasi, hasil terbaik didapatkan dengan 165 mL minyak dan 60 mL eco enzyme. Sabun yang dihasilkan memiliki pH 10, kadar air 23%, 72,72%, kadar asam lemak bebas 1,84%, dan alkali bebas 0,06%. Sabun padat tersebut memenuhi standar SNI 06-3532-2021 sehingga aman digunakan dan ramah lingkungan.
EVALUASI KARAKTERISTIK COKING COAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP NILAI KALOR DI PT. GEOSERVICES LAMPUNUT KALIMANTAN TENGAH Triantoro, Krisna; Pratama, Irhan
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batubara masih menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan di berbagai sektor, terutama pada industri pembangkit listrik dan peleburan baja. Coking coal merupakan jenis batubara yang banyak digunakan dalam industri peleburan baja karena kemampuannya menghasilkan kokas berkualitas tinggi. Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas batubara adalah nilai kalor (Calorific value), yang mencerminkan efisiensi energi dari batubara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa parameter fisik dan kimia batubara terhadap nilai kalor coking coal, yaitu total moisture, kadar abu (ash content), total sulfur, crucible swelling number (CSN), dan maximum fluidity. Data diperoleh melalui pengujian laboratorium di PT. Geoservices Lampunut, Kalimantan Tengah, dengan pendekatan analisis korelasi antar variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif antara nilai kalor dengan total moisture, kadar abu, maximum fluidity dengan nilai koefisien secara berurutan (-180,315, -119,677 dan -0,15139). Sedangkan CSN korelasi positif dengan koefisien yang didapatkan sebesar 133,3657. Sementara itu, parameter total sulfur menunjukkan pengaruh negatif dengan koefisien sebesar -283,279 namun bervariasi tergantung pada interaksi dengan parameter lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimasi parameter kualitas batubara sangat penting dalam meningkatkan efisiensi pembakaran dan nilai ekonomis coking coal. Khususnya, pengaruh sulfur perlu dianalisis lebih lanjut dalam konteks efisiensi penggunaan batubara secara menyeluruh.
KAJIAN SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROGEL SELULOSA/CMC TERIKAT SILANG SITRAT Nainggolan, Fernando; Afandi, Trisno
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i1.1075

Abstract

Pemanfaatan selulosa dari limbah serat kelapa sawit dapat diaplikasikan menjadi hidrogel. Dalam tulisan ini, selulosa dari serat kelapa sawit diperoleh melalui proses hidrolisis dengan NaOH kemudian dipucatkan dengan H2O2 3%. Hidrogel yang terbentuk diperoleh dari sintesis asam sitrat sebagai agen pengikat silang dengan CMC dan selulosa serat kelapa sawit dengan perbandingan rasio massa 0,1:1:0,25 g. Karakteristik hidrogel yang dihasilkan bersifat amorf dan memiliki morfologi permukaan rata dan halus dengan persentase swelling 300%. Hasil menunjukkan bahwa hidrogel ini berpotensi diaplikasikan sebagai solusi pemanfaatan limbah serat kelapa sawit di industri.