cover
Contact Name
Gyan Prameswara
Contact Email
gyan@atim.ac.id
Phone
+6287791553221
Journal Mail Official
jtkm@atim.ac.id
Editorial Address
UPPM Politeknik ATI Makassar Gedung UPPM Politeknik ATI Makassar, Jl. Sunu No. 220, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Mineral
ISSN : 2829923X     EISSN : 2829923X     DOI : -
Ruang lingkup jurnal ini berupa hasil penelitian, pemikiran, ide, gagasan dengan cakupan dengan lingkup sebagai berikut: Kimia Proses: -Kinetika reaksi -Katalis -Teknik reaksi kimia -Modelling dan optimasi proses -Proses kimia industri -Teknik pengolahan lingkungan -Bioproses Pengolahan Mineral: -Benefisiasi mineral -Metalurgi ekstraktif (hidrometalurgi, pirometalurgi dan elektrometalurgi) -Proses purifikasi mineral -Karakterisasi mineral -Material maju
Articles 78 Documents
ISOLASI BAKTERI TANAH TERCEMAR MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI Bariyyah, Dinda Almasah; Fairuz, Jilan; Roviati, Evi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1134

Abstract

Min Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan limbah rumah tangga yang umum dihasilkan akibat penggunaan berulang dalam proses penggorengan. Pembuangannya secara langsung ke lingkungan, terutama ke tanah, dapat menyebabkan pencemaran yang mengganggu struktur tanah dan keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalam media garam mineral (MSM) yang mengandung minyak sebagai sumber karbon tunggal. Metode yang digunakan meliputi isolasi bakteri dengan teknik pengenceran bertingkat, identifikasi morfologi koloni dan karakteristik mikroskopis melalui pewarnaan gram, serta uji biodegradasi berdasarkan indikator visual seperti kekeruhan media dan penyebaran minyak selama 14 hari inkubasi. Hasil menunjukkan dua isolat bakteri Gram positif dengan morfologi sel basil (Isolat A) dan coccus (Isolat B), yang keduanya mampu tumbuh dalam media MSM. Isolat A menunjukkan aktivitas degradasi yang lebih tinggi dibandingkan Isolat B, ditunjukkan oleh media yang lebih keruh dan fragmentasi minyak yang lebih merata. Hasil ini mengindikasikan bahwa bakteri lokal dari tanah tercemar minyak memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang ramah lingkungan dalam penanganan limbah minyak goreng bekas secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SEMANGKA DAN RAMBUTAN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA Al Adawiyah, Syardah Ugra; Sariwahyuni, Sariwahyuni; Amin, Idi; Junianti, Fitri; Ratnasari, Ratnasari
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1223

Abstract

Korosi pada logam dapat menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur maupun mesin industri, sehingga berdampak pada kerugian ekonomi. Salah satu upaya yang banyak digunakan untuk menekan laju korosi adalah pemakaian inhibitor. Inhibitor anorganik memang efektif, namun berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ramah lingkungan berupa inhibitor organik, misalnya yang berasal dari limbah kulit semangka dan kulit rambutan. Kedua bahan ini memiliki kandungan antioksidan yang mampu menghambat proses korosi sehingga berpotensi besar digunakan sebagai inhibitor alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit semangka dan kulit rambutan sebagai inhibitor korosi serta menganalisis pengaruh variasi komposisi ekstraknya terhadap laju korosi baja. Variasi Komposisi yang digunakan adalah  (100% kulit semngka), (25%:75%), (50%:50%), (75%:25%), (100%: kulit rambutan). Metode gravimetri digunakan  untuk proses ekstraksi maupun pengukuran laju korosi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit semangka dan kulit rambutan mampu menghambat korosi dengan baik. Komposisi 75% kulit rambutan dan 25% kulit semangka (sampel D) memberikan hasil paling optimal, dengan efisiensi inhibisi sebesar 81,84% dan laju korosi terendah sebesar 0,1595 mmpy.
PENGARUH KONSENTRASI BATU BARA DAN ZAT ADITIF CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) TERHADAP STABILITAS COAL WATER FUEL (CWF) BERDASARKAN SEDIMENTAS DAN DENSITAS Aisyah Cantika, Syafirna; Marzuki, Ismail
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Water Fuel (CWF) merupakan pemanfaatan limbah batu bara dengan mencampurkannya dengan zat aditif untuk menghasilkan sumber energi berupa bahan bakar yang ramah lingkungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan CWF yaitu stabilitas, yang sangat penting untuk menjaga kualitas bahan bakar selama penyimpanan dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi batu bara sebesar 30%, 40%, dan 50% serta variasi zat aditif Carboxymethyl Cellulose (CMC) sebanyak 0,5%, 0,7%, dan 1% terhadap kestabilan CWF berdasarkan uji sedimentasi dan densitas. Campuran CWF disiapkan dengan mencampurkan batu bara, air, dan CMC sesuai variasi, kemudian diuji menggunakan metode sedimentasi selama 8 jam dan pengukuran densitas dengan piknometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi batu bara berbanding lurus dengan kenaikan densitas. Nilai densitas optimal menurut literatur berada pada kisaran 1,05-1,15 g/mL, dan sampel yang memenuhi kriteria ini adalah B1C3, B2C1, B2C2, B2C3, dan B3C1. Uji sedimentasi memperlihatkan bahwa formulasi dengan konsentrasi batu bara lebih tinggi cenderung lebih stabil. Dari seluruh variasi, komposisi B2C2 (40% batu bara + 0,7% CMC) merupakan yang paling optimal karena densitasnya berada di tengah rentang ideal dan stabil tanpa endapan signifikan. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi CWF yang stabil, efisien, serta ramah lingkungan, sekaligus mendukung penerapan Clean Coal Technologies (CCT) di sektor energi industri.
PIROLISIS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIOCHAR Ganing, Melani; Sariwahyuni, Sariwahyuni; Kartika, Amelia Ayu; Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Amin, Idi; Masnawati, Masnawati
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1228

Abstract

Salah satu produk sampingan yang belum dimanfaatkan dari proses ekstraksi minyak sawit adalah tandan buah kelapa sawit kosong (TKKS). Pirolisis merupakan salah satu teknik konversi termokimia yang dapat digunakan untuk memanfaatkan limbah TKKS sehingga dapat menghasilkan biochar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah TKKS menjadi produk yang bernilai melalui proses pirolisis sederhana serta membandingkan karakteristik biochar dari TKKS kering dan segar. Parameter yang diuji meliputi pH, kadar air, kadar abu, dan nilai N, P, K. Diharapkan bahwa penelitian ini akan membantu dalam pengembangan sumber energi terbarukan dan memberikan solusi untuk pengolahan limbah kelapa sawit yang efisien. Selain perbedaan antara sampel TKKS segar dan kering, suhu pirolisis yang digunakan adalah antara 300 - 400°C selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKKS dapat di pirolisis untuk menghasilkan biochar yang dapat dimanfaatkan. Dibandingkan dengan TKKS kering (31,29%), TKKS segar menghasilkan biochar lebih sedikit (14,43%). Dibandingkan dengan TKKS segar, biochar yang terbuat dari TKKS kering mengandung lebih banyak N (0,78%), P (0,09%), dan K (0,72%). Hal ini menunjukkan bahwa TKKS memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produk terbarukan dan energi alternatif.
ANALISIS LAJU KOROSI DALAM BERBAGAI VARIASI MEDIA: LARUTAN ASAM CUKA, KOH, AIR LAUT, DAN AQUADEST Aurellia, Chalista Balqis; Prayoga, Nayaka Sandi; Hardiansyah, Andi; Nury, Dennis Farina; Jerry, Jerry; Luthfi, Muhammad Zulfikar; Ardian, Adna Ivan; Agustina, Amelia Naomi; Putra, Muhamad Iqbal
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu masalah utama dalam aplikasi industri yang melibatkan material logam, termasuk seng. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju korosi plat seng dalam empat media berbeda, yaitu asam cuka 25%, kalium hidroksida (KOH) 0,1 N, air laut, dan aquadest. Metode yang digunakan adalah kehilangan massa (weight loss method) dengan interval pengamatan 24, 48, dan 72 jam. Sampel plat seng berukuran 5 × 3 × 0,025 cm direndam dalam masing-masing media dan ditimbang untuk menghitung laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi tertinggi terjadi pada asam cuka sebesar 24,712 mpy, diikuti KOH 0,1 N sebesar 6,234 mpy, air laut sebesar 2,894 mpy, dan terendah pada aquadest sebesar 0 mpy. Tingginya konsentrasi ion H⁺ dalam asam cuka mempercepat reaksi oksidasi seng sehingga meningkatkan laju korosi, sedangkan KOH masih menimbulkan korosi melalui pembentukan endapan Zn(OH)₂. Ion Cl⁻ pada air laut memicu korosi lokal ringan, sementara aquadest yang bersifat netral hampir tidak menimbulkan korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan asam memiliki efek korosif yang lebih besar pada logam seng dibandingkan lingkungan basa maupun netral. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemilihan jenis logam yang tahan terhadap korosi dan menjadi dasar untuk mengurangi potensi korosi di industri.
PENGARUH PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM FOSFAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL Sugesti, Heni; Prabowo, Agung; Hendri, Yola Berlistya; Wiranata, Arya; Chandra, Yogi
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1236

Abstract

Minyak nyamplung memiliki potensi besar sebagai bahan baku biodiesel karena kandungan trigliserida yang tinggi. Namun, tingginya kadar gum, fosfatida, air, dan asam lemak bebas (ALB) dapat menurunkan kualitas biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh proses degumming menggunakan asam fosfat terhadap parameter fisiko-kimia minyak nyamplung. Degumming dilakukan dengan variasi konsentrasi asam fosfat (0,1%, 0,3%, 0,5%) dan suhu pemanasan (60 °C dan 70 °C). Parameter yang diuji meliputi densitas, viskositas, kadar air, dan kadar ALB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan degumming optimal pada konsentrasi asam fosfat 0,3% dan suhu 70 °C menghasilkan penurunan kadar ALB sebesar 66,7% dari 10,5% menjadi 3,1%, penurunan viskositas dari 52,4 cSt menjadi 42,3 cSt, dan pengurangan kadar air dari 0,47% menjadi 0,19%. Dengan demikian, proses degumming secara signifikan meningkatkan kualitas minyak nyamplung sebagai bahan baku biodiesel.
EKSTRAKSI SENYAWA FLAVONOID PADA DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) Syafaatullah, Achmad Qodim; Setyorini, Dwi; Satria, Muh. Nova; Panjaitan , Renova; Variyana, Yeni
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1268

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung senyawa fitokimia, terutama flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan dan anti kanker. Senyawa flavonoid dapat diperoleh melalui proses pemisahan seperti ekstraksi dengan memanfaatkan gelombang mikro yang mampu mempercepat proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum ekstraksi flavonoid dari daun sirsak menggunakan metode microwave-assisted extraction (MAE). Proses ekstraksi dilakukan pada daya 264 W dan 440 W dengan variasi waktu 30, 45, 60, 75, dan 90 menit. Hasil ekstraksi dianalisis berdasarkan rendemen, kadar flavonoid total, dan identifikasi gugus fungsi melalui FTIR. Kondisi optimum nilai rendemen diperoleh pada daya 440 W selama 30 menit dengan rendemen 20,35 %, sedangkan kadar flavonoid tertinggi mencapai 303,642 ppm pada daya 440 W selama 90 menit. Analisis FTIR menunjukkan adanya pita serapan pada 300–3200 cm⁻¹ yang mengindikasikan gugus hidroksil (–OH) khas senyawa flavonoid.
PENGARUH WAKTU SONIFIKASI TERHADAP NILAI FFA DAN DENSITAS MINYAK BEKATUL Arninda, Andi; Taufiq, Muh. Akmal; Rahim, Herlina; Taufiq, Nuramaniyah; Irawati, Leny
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu sonikasi terhadap kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dan densitas minyak bekatul. Sampel bekatul diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol food grade, kemudian minyak hasil ekstraksi disonikasi pada frekuensi 42 kHz dengan variasi waktu 40, 50, dan 60 menit. Percobaan dilakukan sebanyak dua kali pengulangan pada pengujian kadar FFA dan nilai densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar FFA minyak bekatul meningkat signifikan pada sonikasi 40 menit (15,82%), namun menurun pada 50 menit (6,21%) dan 60 menit (1,13%). Penurunan nilai FFA tersebut disebabkan oleh efek panas dari kavitasi ultrasonik yang dapat menyebabkan inaktivasi enzim lipase penyebab hidrolisis trigliserida. Nilai densitas minyak bekatul juga mengalami kenaikan bertahap dari 0,50 g/mL pada 40 dan 50 menit hingga 0,56 g/mL pada 60 menit, meskipun masih berada di bawah standar mutu minyak pangan (SNI 0,89 g/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa waktu sonikasi berpengaruh terhadap nilai FFA dan densitas minyak bekatul.