cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id
Editorial Address
Jalan Tengku Syech Abdur Rauf No. 7 Darussalam, Banda Aceh, Aceh, 23111 INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan
ISSN : 26551586     EISSN : 26551586     DOI : 10.24815/jimap.v7i2.19596
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan (JIMAP) is a peer-reviewed academic journal published by the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents design, research and development in the field of architecture and planning. Authors must register to this journal before submitting their work and they must follow the Author Guidelines of the journal. Submissions that do not adhere to the guidelines provided will be REJECTED. Please submit your article through the online submission of this journal. You may address further inquiries to the Editor at jurnal.ilmiah.ars@usk.ac.id. JIMAP Journal published four times a year, in February, May, August and November
Articles 268 Documents
Perancangan Perpustakaan Umum Banda Aceh dengan Pendekatan Biophilic Design Khairina Saputri; Cut Dewi; Muhammad Heru Arie Edytia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 3 (2022): Volume 6, No.3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.537 KB)

Abstract

Banda Aceh merupakan Ibu Kota Provinsi Aceh dan sebagai pusat dari berbagai kegiatan baik pendidikan, pusat informasi dan ilmu pengetahuan, seni, budaya maupun teknologi. Dengan demikian, kehadiran perpustakaan umum menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pendidikan di Aceh serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun minat baca dan ketertarikan masyarakat untuk datang ke perpustakaan masih tergolong rendah. Untuk menumbuhkembangkan minat baca di tengah masyarakat maka dibutuhkan perpustakaan yang lebih memadai dengan suatu konsep desain dimana dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk datang ke perpustakaan.Konsep pendekatan pada perancangan perpustakaan umum ini menggunakan pendekatan biophilic design. Konsep biophilic design bertujuan dalam menciptakan suatu interaksi positif antara manusia dengan alam serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penerapan biophilic design pada perpustakaan umum mampu meningkatkan kenyamanan dan ketenangan yang lebih di setiap ruangnya. Hal ini tidak terlepas dari peran perpustakaan sebagai tempat membaca buku, belajar, dan mencari informasi. Konsep ini menjadi sangat tepat diterapkan dalam menciptakan ketertarikan bagi masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat Aceh.
Perancangan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Musik Tradisional Aceh di Banda Aceh Asri Mulia; Muhammad Haiqal; Khairul Huda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 2 (2021): Volume 5, No.2, Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.198 KB)

Abstract

Dewasa ini, musik modern lebih banyak diminati dibandingkan dengan musik tradisional. Padahal pada hakikatnya, musik tradisional yang memiliki peranan penting dalam suatu kelestarian budaya. Dan juga hampir semua kegiatan sosial pada budaya masyarakat, khususnya masyarakat Aceh menggunakan musik. Di samping itu terdapat banyak seniman dan juga minat pelajar terhadap musik tradisional yang tidak sebanding dengan fasilitas pelatihan musik yang sudah ada di Aceh. Oleh karena itu, perancangan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Musik Tradisional Aceh menjadi salah satu wadah penunjang utama bagi seniman dan para peminat musik tradisional. Di samping itu perancangan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Musik Tradisional Aceh diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi para wisatawan di bidang seni. Pendekatan tema pada Perancangan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Musik Tradisional Aceh  di Banda Aceh melalui Arsitektur Vernakular. Arsitektur Vernakular mengambil konsep perancangan yang konsep perancangan yang mengacu pada jenis arsitektur murni yang menyebutkan unsur budaya masyarakat setempat.
Analisis Jalur Pedestrian Melalui Konsep Walkability (Studi Kasus : Jalan Diponegoro, Pasar Aceh) Varagita Rizvina; Laina Hilma Sari; Masdar Djamaluddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, No.1, Februari 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.98 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v7i1.22507

Abstract

Keberadaan pedestrian pada suatu kawasan adalah untuk memenuhi fasilitas bagi pejalan kaki yang mengutamakan kenyamanan keamanan, dan memudahkan dalam berinteraksi bagi pengguna dengan memberikan visual di sepanjang jalur pedestrian seperti konsep Walkability. Ekonomi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan sebuah kota termasuk Banda Aceh. Salah satu kawasan terletak di Pasar Aceh yang menjadi penyebab aksesibilitas yang tinggi. Pedestrian yang ada pada suatu kawasan memberikan aspek aksesibilitas yang baik, keamanan, kenyamanan dan estetika yang menjadi pertimbangan bagi masyarakat menggunakan pedestrian sebagai fasilitas untuk berjalan kaki dan menjadi dasar dalam penelitian ini. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana kondisi aksesibilitas jalur pedestrian terhadap konsep Walkability yang berada di Jl. Diponegoro, Pasar Aceh dan bagaimanan tanggapan masyarakat terhadap konsep Walkability di Jl. Diponegoro Pasar Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode (kualitatif dan kuantitatif). Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan program microsoft excel dengan skala Guttman yaitu penyebaran kuesioner berdasarkan indikator penelitian dan membandingkan informasi primer yang diperoleh dengan studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pedestrian dibutuhkan dengan fungsi yang seharusnya tanpa mengganggu pejalan kaki. Memperbaiki kenyamanan aksesibilitas, keamanan, kenyamanan dan estetika pedestrian, seperti letak parkir, fasilitas pedestrian, serta vegetasi yang menjadi prioritas bagi pejalan kaki.
Penerapan Tema Arsitektur Modern Tropis pada Perancangan Rumah Sakit Mata di Kota Banda Aceh Vita Sari Putry Marosa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 1, No 1 (2017): Volume 1, Nomor 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.654 KB)

Abstract

AbstrakIndera penglihatan merupakan salah satu indera yang sangat penting bagi manusia, namun seiring munculnya berbagai permasalahan, kesehatan indera penglihatan masyarakat semakin menurun, semakin banyak khalayak yang menggunakan kacamata menderita low-vision, mengalami katarak [1], serta munculnya kebutaan, untuk menurunkan jumlah penderita gangguan mata dibutuhkan suatu tempat pelayanan kegiatan pemeriksaan, pencegahan, dan penyembuhan menyangkut kesehatan mata, fasilitas pelayanan kesehatan mata di Indonesia terutama di wilayah Aceh sangat kurang atau bahkan tidak tersedia. Berdasarkan hal tersebut maka sangat dibutuhkan sebuah rancangan Rumah Sakit Mata di Kota Banda Aceh. Perancangan Rumah Sakit Mata di Kota Banda Aceh ini dirancang dengan menggunakan tema “Arsitektur Modern Tropis” dengan mempertimbangkan lokasi tapak yang berada di wilayah iklim tropis, serta hubungan erat dengan ruang fungsional pada Rumah Sakit Mata. Bangunan ini menggunakan konsep bentuk mengikuti fungsi. Bangunan Rumah Sakit Mata ini direncanakan berlokasi di Jl. Dr. T. Syarief Thayeb, Lampriet, Banda Aceh. Perancangan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan mata di Kota Banda Aceh. Kata kunci : Indera Penglihatan, Rumah Sakit Mata, Pelayanan Kesehatan, Arsitektur Modern Tropis, Banda Aceh
Perancangan Stadion Utama Di Kuta Malaka dengan Tema Structure as Aesthetics muhammad daris mubarak; nizarli nizarli; teuku ivan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, No.1, Februari 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.724 KB)

Abstract

Persepakbolaan Indonesia saat ini terus mengalami peningkatan dari berbagai unsur mulai dari pemain, stadion dan sarana prasarana penunjang lainnya. Indonesia setiap tahunnya mengadakan kompetisi nasional, seperti Liga dan Pekan Olahraga Nasional dan juga ikut andil sebagai tuan rumah pada kompetisi internasional. Provinsi Aceh dan Sumatera Utara diputuskan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang di selenggarakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat. Maka perlu adanya sebuah perencanaan stadion yang mampu memenuhi persyaratan sebuah stadion yang memiliki standar FIFA. Perancangan Stadion dengan pendekatan tema structure as aesthetics. Harapannya hasil rancangan ini dapat menjadi bangunan iconic dengan keindahan dari struktur bangunannya.
Front Matter Mei 2020 Riza Aulia Putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 4, No 2 (2020): Volume 4, No.2, Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.941 KB)

Abstract

Konsep Arsitektur Modern Pada Perancangan City Hotel Bintang 5 Di Kota Banda Aceh Rafi Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 4 (2019): Volume 3, No.4, November 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.668 KB)

Abstract

Banda Aceh City is a city of Islamic Tourism Destinations in the World. This makes the city of Banda Aceh one of the tourist destinations in Indonesia for domestic and foreign tourists. So that the impact on increasing the number of tourists visiting the city of Banda Aceh in the last five years. The increasing number of tourists visiting the city of Banda Aceh is not comparable with the number of starred hotel accommodations that are able to serve tourists with good hotel facilities. Currently Banda Aceh City does not yet have a five-star hotel. Judging from the Room Occupancy Rate (TPK) of star hotels in 2016 to 2017, it increased by 2.38%, which was 46.08% to 48.46%. [1]. This makes enthusiasts who sleep in star hotels increasingly. From these problems, it is necessary to design a 5-star City Hotel and hotel facilities that are able to provide maximum service. The design of this City Hotel uses the theme of Modern Architecture. From the theme of Modern Architecture, there are several principles that will be used in the design so that the shape of the building matches the principles of the existing theme.AbstractBanda Aceh City is a city of Islamic Tourism Destinations in the World. This makes the city of Banda Aceh one of the tourist destinations in Indonesia for domestic and foreign tourists. So that the impact on increasing the number of tourists visiting the city of Banda Aceh in the last five years. The increasing number of tourists visiting the city of Banda Aceh is not comparable with the number of starred hotel accommodations that are able to serve tourists with good hotel facilities. Currently Banda Aceh City does not yet have a five-star hotel. Judging from the Room Occupancy Rate (TPK) of star hotels in 2016 to 2017, it increased by 2.38%, which was 46.08% to 48.46%. [1]. This makes enthusiasts who sleep in star hotels increasingly. From these problems, it is necessary to design a 5-star City Hotel and hotel facilities that are able to provide maximum service. The design of this City Hotel uses the theme of Modern Architecture. From the theme of Modern Architecture, there are several principles that will be used in the design so that the shape of the building matches the principles of the existing theme. Keywords: city hotel, modern architecture
Penerapan Konsep Arsitektur Perilaku pada Perancangan Sekolah Luar Biasa di Banda Aceh Ridha Maulana; Cut Nursaniah; Ardian Ariatsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 6, No 4 (2022): Volume 6, No.4, November 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.752 KB) | DOI: 10.24815/jimap.v6i4.21602

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam pengembangan diri dan kelangsungan hidup manusia, pendidikan dapat membantu manusia menuju kedewasaan, demikian juga bagi penyandang disabilitas, Pendidikan bagi penyandang disabilitas dapat membantu mengasah kecerdasan, keterampilan serta kemandirian dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan sekolah luar biasa merupakan salah satu sarana Pendidikan untuk anak-anak disabilitas. Menurut profil anak kebutuhan khusus di Provinsi Aceh, pada tahun 2016 terdapat 484 anak disabilitas dan 7 sekolah luar biasa di Banda Aceh yang masih kekurangan dari segi sarana dan prasarana. Oleh karena itu, perlunya perancangan sekolah luar biasa biasa di Banda Aceh sebagai sarana Pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak penyandang disabilitas. Untuk mencapai kenyamanan dan keamanan bagi anak-anak penyandang disabilitas, Penerapan pendekatan  arsitektur perilaku pada rancangan sekolah luar biasa sebagai respon desain dari perilaku khusus anak-anak penyandang disabilitas, yang pada dasarnya memiliki perilaku berbeda dari perilaku masyarakat pada umumnya. Penerapan pendekatan arsitektur perilaku meliputi penataan massa bangunan, sirkulasi, ruang, texture, warna, suara, perabotan dan penataannya.
Perancangan Gedung Saman Center di Kabupaten Gayo Lues, Aceh Fiska Mira Adiniati; Laila Qadri; Sarvina Fitri Rizky
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 5, No 3 (2021): Volume 5, No.3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.564 KB)

Abstract

Gayo Lues merupakan daerah pegunungan yang menyimpan banyak kesenian dan kebudayaan aceh, salah satunya adalah Saman. Menurut H. Ibnu Hasyim, S.Sos , M.M. (mantan bupati Gayo Lues tahun 2007-2017) wilayah Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah pariwasata kesenian yang sedang marak di kunjungi pada saat ini. Mengingat Visi dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Gayo Lues 2019-2024 yaitu “Branding Destinasi Gayo Lues: STUNNING GAYO LUES” pembangunan Gedung Saman Center berperan penting. (Rencana Pengembangan Pariwisata Gayo Lues, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab.Gayo Lues 2019). Gedung Saman Center berfungsi sebagai tempat pengembangan, pembinaan, dan pembudayaan seluruh kegiatan kesenian yang ada di Kabupaten Gayo Lues. Tujuan dari perancangan ini adalah menjadikan Saman Center sebagai Pembudayaan, pengenalan, pembinaan, pelestarian dan pengembangan serta penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatifitas seni di Gayo Lues dengan membangun sebuah pusat kesenian dan kebudayaan untuk menampung segala aktivitas  Kata Kunci: Saman Center, Pengembangan, Pusat Seni dan Budaya.
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL HANA CAFE DARUSSALAM, BANDA ACEH Harisah Sujannah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan Vol 3, No 2 (2019): Volume 3, No.2, Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.715 KB)

Abstract

AbstrakPemanasan suhu udara perkotaan membuat kenyamanan termal di ruang luar menurun termasuk pada ruang semi-outdoor. Ruang semi-outdoor merupakan ruang luar yang ternaungi oleh suatu bangunan yang digunakan untuk melakukan aktivitas dan interaksi sosial, seperti pada cafe, halte, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal para pengguna ruang semi-outdoor. Data yang diambil data termal lingkungan yang meliputi temperatur udara, temperatur radiasi, kelembaban udara, kecepatan angin, dan data psikologis (sensasi termal responden), serta data personal responden. Pengukuran temperatur dan kelembaban udara menggunakan alat Heat Stress WBGT Meter dan kecepatan angin menggunakan Anemometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi nyaman yang dirasakan responden berdasarkan suhu operatif berada pada rentang suhu 27,6°C-31,2°C dan suhu nyaman yang dirasakan responden berada pada suhu 29,6°C. Analisa model PMV (Predicted Mean Vote) memprediksi kondisi nyaman berada pada suhu 21,2°C. Perbedaan tersebut menunjukkan penyimpangan yang terjadi pada model PMV ketika diterapkan pada ruang semi-outdoor. Berdasarkan suhu efektif, rentang suhu nyaman optimal berada pada rentang suhu 26,4°C-28,0°C, sedangkan pada SNI berada pada rentang suhu 22,8°C-25,8°C. Hal tersebut menunjukkan bahwa suhu kondisi nyaman yang ditetapkan SNI lebih rendah dibandingkan rentang suhu hasil penelitian ini sebesar 4°C.Kata Kunci: Kenyamanan Termal, Suhu, Kondisi Nyaman, Ruang Semi Outdoor, PMV (Predicted Mean Vote)