NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, emergency nursing, critical nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. NURSCOPE has collaborated with Nurses Professional Organizations (AIPNI Jawa Tengah) in journal management since October 2020
Articles
148 Documents
Hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga PMO pasien TB paru
Nutrisia Nu'im Haiya;
Iskim Luthfa;
Mochammad Aspihan;
Iwan Ardian;
Syaiful Nanda Pratama
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.15-20
Pendahuluan: Pengawas Menelan Obat (PMO) penderita TB Paru merupakan ujung tombak keberhasilan penurunan angka Penderita TB. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kepuasan hidup dan berdampak pada kualitas hidup keluarga sebagai PMO. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga sebagai PMO Penderita TB Paru. Metode: Studi ini menggunakan desain crosssectional dengan analisa uji spearman rank, sampel yang digunakan dalam studi berjumlah 117 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil: Hasil penelitian responden 117 orang, dengan karakteristik responden umur terbanyak 26-35 tahun dan 36-45 tahun, masing-masing 31,6% dan jenis kelamin terbanyak perempuan 60,7% serta hubungan dengan penderita TB terbanyak Ibu 35,9%. Hubungan kepuasan hidup dengan kualitas hidup keluarga sebagai PMO sangat signifikan, p value 0,001. Simpulan: Studi ini dapat diarik garis simpul bahwa mayoritas responden PMO penderita TB Paru adalah perempuan usia produktif dengan usia 26 – 45 tahun dan memiliki hubungan keluarga yang erat , dan antara kepuasan hidup PMO penderita TB Paru memiliki kaitan dengan kualitas hidup keluarga, walaupun arah hubungan yang dimiliki tidak erat.
Hubungan distress dan self efficacy pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2
Tati Hardiyani;
Marta Tania Gabriel Ching Cing
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.51-58
Pendahuluan: Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan sehingga pasien harus mempertahankan perilaku manajemen diri seumur hidup, termasuk perawatan diri yang terkait dengan perawatan kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Mempertahankan perilaku yang konsisten didukung oleh adanya self efficacy. Pasien diabetes dengan adanya distress kemungkinan memiliki self efficacy yang buruk sehingga keyakinan dan kemampuan dalam manajemen diabetes menjadi buruk. Namun hubungan tersebut perlu dibuktikan dengan adanya penelitian. Metode: Deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel 106 pasien DM tipe 2 diambil dari Puskesmas Purwokerto Utara I dan II dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah DDS17 Bahasa Indonesia dan Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES). Hasil: Sebagian besar pasien DM mengalami distress tingkat sedang sebesar 77,3% dengan sebagian besar memiliki self efficacy baik sebesar 60,37%. Nilai r = -0,179 (0,05). Sehingga dinyatakan memiliki hubungan yang lemah dengan arah korelasi berlawanan. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan distress dan self efficacy pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
Penerapan teori headache impact test (HIT) dengan terapi acupressure menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi
Risma Ayu;
Edy Soesanto
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.21-25
Pendahuluan: Gangguan nyeri kepala, adalah salah satu gangguan yang paling umum dari sistem saraf. Nyeri kepala atau headache adalah suatu rasa nyeri atau rasa tidak enak pada daerah kepala termasuk meliputi daerah wajah dan tengkuk leher. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan tindakan farmakologi ataupun non faramakologi. Penatalaksanaan farmakologi dengan analgesik merupakan pilihan pertama untuk penananganan nyeri, namun memiliki efek samping. Sehingga observer menerapkan terapi non farmakologik dengan tindakan terapi akupresure dengan menggunakan tool teori Headache Impact Test (HIT). Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure terhadap perubahan nyeri kepala di Ruang Ayyub 2 RS Roemani Mhammadiyah Semarang dan meningkatkan indikator kualitas pelayanan terhadap penurunan nyeri kepala di Rumah Sakit. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah pasien Hipertensi. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure dapat menurunkan nyeri kepala. Simpulan: Teori Headache Impact Test (HIT) merupakan model teori yang dapat digunakan dengan mudah dalam menurunkan nyeri kepala di ruang perawatan dewasa dengan Tindakan non farmakologi seperti terapi akupresure. Teori Headache Impact Test (HIT) dengan terapi akupresure dapat menjadi salah satu implementasi keperawatan dalam menurunkan nyeri kepala di Ruang Ayyub 2 RS Roemani Muhammadiyah Semarang.
Efek penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus Sp) pada penyembuhan luka: Tinjauan sistematis
Erwin Purwanto;
Takdir Tahir;
Yuliana Syam
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.59-69
Pendahuluan:Luka membutuhkan rangkaian proses perawatan yang bertujuaan mempercepat proses penyembuhan. Buah naga (Hylocereus sp) memiliki kandungan fitokimia yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Tujuan literatur review ini adalah merangkum hasil penelitian sebelumnya terkait efek penggunaan ekstrak buah naga pada proses penyembuhan luka. Metode:Literatur review ini memberikan ringkasan dari hasil penelitian sebelumnya dalam bentuk naratif. Pencarian artikel menggunakan enam databased : Wiley Online Library, Science Direct, ProQuest, EBSCO, Garuda, dan Google Scholar. Hasil:Dari 483 artikel, diambil 8 artikel yang memaparkan efek dari penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) seperti mengontrol tahapan penyembuhan luka sehingga berlangsung lebih cepat dan tidak memanjang, memodulasi biomarker, dan mempercepat penutupan luka sehingga meningkatkan proses penyembuhan luka. Simpulan:Penggunaan ekstrak buah naga (Hylocereus sp) memberikan manfaat yang positif dengan mempercepat proses penyembuhan luka.
Metode role play sebagai media edukasi meningkatkan ketrampilan ibu untuk mencegah kekerasan seksual pada anak usia pra sekolah
Erna Handayani;
Meidiana Dwidiyanti;
Artika Nurrahima
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.26-30
Pendahuluan: Penyimpangan Kekerasan seksual pada anak tersebut dapat menyebabkan dampak fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi menggunakan metode role play terhadap ibu yang mempunyai anak usia pra sekolah. Metode: Desain penelitian ini yaitu pre experimental (pretest and post test design). Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 38 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi “Child sexual abuse prevention pratices”. Hasil: penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap ketrampilan ibu dengan nilai signifikan pada Uji Wilcoxon yaitu <0,05. Nilai rata-rata ibu sebelum mendapat edukasi sekitar 0-3 tapi nilai ibu meningkat menjadi 6 setelah mendapat edukasi. Simpulan: Perawat komunitas dapat menggunakan metode role play sebagai media edukasi pencegahan kekerasan seksual dalam promosi kesehatan pada ibu dengan usia anak pra sekolah.
Pengaruh pendidikan pendewasaan usia perkawinan terhadap pernikahan dini pada remaja: Tinjuan sistematis
Patricia Mega Sri Yulianti Tae;
Retno Indarwanti;
Ni Ketut Alit Armini
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.70-76
Pendahuluan:Pernikahan dini diakui oleh sebagian besar negara sebagai pelanggaran hak asasi manusia danmerupakan hambatan serius bagi pertumbuhan dan stabilitas di negara-negara di mana pernikahan dinidilakukan. Pernikahan dini merupakan masalah global, terutama terjadi di negara-negara berkembangMetode: Pencarian sistematis untuk studi diidentifikasi sistematis dengan pencarian database dengan kata kunci “Pendidikan DAN Pernikahan Dini DAN Pendewasaan Usia”.Dalam menilai bias dan kualitas metodologis penelitian ini menggunakan alat penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil: Pendidikan dan tempat tinggal merupakan faktor penentu pernikahan dini yang paling banyak dipelajari. Beberapa dari mereka melaporkan hasil mengenai perbedaan usia antara pasangan, akses ke informasi media dan efisiensi diri. Hal-hal yang mempengaruhi pengambilan keputusan pada usia remaja adalah awal dari keberadaan diri sendiri, orang tua, dan lingkungan.Simpulan: Tinjauan ini merangkum bukti terbaik yang tersedia untuk petugas kesehatan masyarakat dan pembuat kebijakan di negara berkembang untuk menyediakan bahan yang dapat dimasukkan ke dalam pengembangan protokol intervensi untuk pencegahan pernikahan dini.
Pengaruh Modern Wound Irrigation Device (MWID) terhadap penyembuhan ulkus diabetik
Retno Setyawati
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.1.31-36
Pendahuluan:Penderitadiabetes melitusmemilikikomplikasimakrovaskulerdanmikrovaskuler, salahsatunya adalah ulkusdiabetikum.Salahsatutujuanperawatanulkus kaki diabetik adalah mengurangi infeksi dengan melakukancleansingkhususnyatehnikirigasi yang bertujuanmengurangijumlahbakteripadalukasehinggadiharapkanproses inflamasi lebihcepatteratasi.Masih jarang penelitianmengenaipenggunaan alat irigasipadaulkusdiabetikum.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipenggunaanmodernwoundirrigationdevice(MWID)terhadappenyembuhanulkus diabetik.Metode:Penelitian ini adalah quasieksperimentanpakelompok kontrol.Respondendilakukanperawatanlukadiabetikdengan menggunakanalatMWID sebagai alat irigasi.Sampel dalam penelitian ini yaitu 10 orang, sebelumperawatanluka,kondisilukadinilai kemudian dilakukan perawatanlukamenggunakanMWIDselama 3hari.Penilaiankembali kondisi lukadilakukan hari terakhirperawatanluka. Instrumen untukmengetahuikondisi lukamenggunakanlembar observasiWagnerulkus diabetikumscale.Hasil:didapatkan p value lebih dari 0,05. Simpulan: disimpulkan tidak ada perbedaan perkembangan luka sebelum dan setelah dilakukan MWID. Perlu adanya penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan lama hari perawatan luka dikaitkan dengan perkembangan penyembuhan luka.
Self care management dan kualitas hidup pasien hemodialisis
Sulistyaningsih, Dwi Retno;
Noor, Moh Arifin;
Rokhayati, Ida
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.2.1-10
Pendahuluan:Hemodialisis (HD) merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang paling umum dilakukan dengan akses yang luas serta dapat menyelamatkan hidup pasien penyakit ginjal tahap akhir. Pasien hemodialisis dapat mengalami berbagai permasalahan akibat penyakit ataupun terapinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Self care managementmerupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai kondisi kesehatan optimal dan mencegah komplikasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care managementdengan kualitas hidup pasien hemodialisis.Jumlah responden 92 pasien hemodialisis diperoleh dengan tehnik total sampel.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self care managementdan kuesioner kualitas hidup KDQOL. Analisis data dilakukan menggunakan menggunakan Gamma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara self care managementdan kualitas hidup pasien hemodialisis (p 0,001) dengan nilai r sebesar 0, 960 yang menunjukkan hubungan yang sangat erat. Simpulan:Ada hubungan antara self care managementdan kualitas hidup pasien hemodialisis.Dengan demikian diperlukan perencanaan berbagai tindakan keperawatan untuk meningkatkan atau memperbaiki self care managementsehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis.
Implementasi terapi continuous peritoneal dialysis (CAPD) untuk pasien penyakit ginjal stadium akhir: Tinjauan Sistematis
Adhi, M. Hanif Prasetya
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.2.60-67
Pendahuluan: ESRD adalah diagnosis akhir yang membutuhkan terapi pengganti ginjal seumur hidup seperti HD, CAPD atau transplantasi ginjal. Di Indonesia, hanya 3% pasien dengan CAPD dari seluruh pasien baru. Temuan tersebut menunjukkan bahwa CAPD dapat menjadi sumber daya dan pilihan yang kurang dimanfaatkan. Tujuan dari review ini adalah untuk menganalisis implementasi terapi CAPD pada pasien ESRD.Metode:Pencarian terbatas pada database elektronik seperti Pubmed, Science Direct, dan Google Scholar, dengan kata kunci “ESRD†AND “Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis†AND Lived experience†yang disusun berdasarkan MeSH Database dari NCBI. Strategiuntuk review artikelmenggunakan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses). Hasil:Berdasarkan 6 artikel, didapatkan didapatkan bahwa CAPD memiliki banyak sisi positif yang dapat dirasakan oleh pasien. Pasien yang menjalani terapi CAPD merasa lebih sehat, dapat beraktivitas, lebih memiliki banyak waktu untuk bepergian kemanapun dan waktunya lebih fleksibel. Simpulan:Berpindah terapi modalitas pada pasien ESRD dari HD ke PD efektif untuk mengembalikan kehidupan normal pasien layaknya sebelum mengalami ESRD dan meningkatkan kualitas hidup.
Kualitas tidur berhubungan dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis
Ainunnajib, Ilham;
Widyawati, Ika Yuni
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/nurscope.8.2.11-17
Pendahuluan:Penurunan aktivitas fisik dialami oleh 60-70% pasien yang menjalani hemodialisis dan berdampak pada penurunan kebugaran tubuh dan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hubungan kualitas tidur dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis di waktu senggang.Metode:Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan 103 pasien hemodialisis di RSUD Dr. Soedirman Kab. Kebumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuisioner Pittsburgh Quality Sleep Index (PSQI)dan International Physical Activity Questionnare (IPAQ). Variabel independen dalam penelitian yaitu kualitas tidur, variabel dependen yaitu aktivitas fisik.Hasil:Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan aktivitas fisik pasien yang menjalani hemodialisis di waktu senggang. Analisis menggunakan uji statistik Spearman rho menunjukkan nilai r=pengetahuan dengan aktivitas fisik pasien sebesar -0,664 dengan p value sebesar 0,000. Simpulan:Kualitas tidur pada pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis dapat mempengaruhi aktivitas keseharian individu. Intervensi yang tepat dalam meningkatkan kualitas tidur perlu dilakukan agar pasien yang mejalani hemodialisis memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas fisik.