cover
Contact Name
suyanto
Contact Email
suyanto@unissula.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nurscope@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung, Jalan Raya Kaligawe Km 4, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Kode Pos 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 24768987     DOI : 10.30659/nurscope
Core Subject : Health,
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, emergency nursing, critical nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education. Types of articles received by the editors are the results of research. NURSCOPE has collaborated with Nurses Professional Organizations (AIPNI Jawa Tengah) in journal management since October 2020
Articles 146 Documents
Different Pain Level Of Diabetes Mellitus Patients With Peripheral Neuropathy Who Have Been Given Tens And Deep Breathing Interventions In Diabetic Foot Ulcer Treatment In Yogyakarta General Hospital SATRIYA PRANATA
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.3.2.11-19

Abstract

Introduction : Regular intervention of diabetic  foot ulcers is wound care. Patients often complain of pain when nurse performs wound care. If the pain is not resolved it will result in anxiety feeling. A routine intervention conducted so far is intra-breath in intervention to reduce pain, as it is expected by reducing the pain it will be followed by a decrease of patients’ anxiety. Intra-breath intervention has not been able to reduce pain quickly on a moderate scale, especially high-scale so it is necessary to find out other alternative interventions. The available comparative intervention is TENS. The purpose of this study is to know the difference between intra-breath and TENS intervention in the level of anxiety in diabetic patients with peripheral neuropathy in diabetic foot ulcer treatment. Method : This study used RCT method on 28 respondents divided into 14 intervention groups and 14 control groups. The anxiety of respondents was assessed using Hamilton Scale of Anxiety tools before and after conductin TENS intervention and intra-breath. TENS intervention was given for 15 minutes at a frequency of 100 Hz and intra-breath was given until the wound care intervention was completed. Result : The results showed that there was significant average difference of anxiety level between the use of TENS intervention and the use of intra-breath intervention in intervention group and the control group with value of P <0.05. TENS can reduce the level of anxiety with the value of P 0.000, while intra -breath is able to lower the level of anxiety with the value of P 0.006. Discussion : The respondents admitted the difficulty of experience maximum relaxation when wound care is done, this condition is related to the comfortable position of respondents. When wound care is done, the respondents can not relax maximaly because many of the foot that has ulcers should be padded with a pillow to maximize the treatment. Provision of TENS with a frecuency of 100 Hz is corresponding to the body’s bioelectricity, the patients that receive TENS intervention may become more rrelaxed with endorphine hormone release and decreasing of pain because the electricity blocks pain implans in the neural tube.
DESCRIPTION OF ELDERLY DEPRESSION LEVELS Livana PH; Yulia Susanti; Lestari Eko Darwanti; Rina Anggraeni
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2018): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.4.2.80-93

Abstract

Introduction: Increased life expectancy has an impact on the number of elderly people, thus changing health problems and social maps due to a decrease in the productivity of the elderly to organs. Methodology: Research with quantitative methods using descriptive study design. The sample size is 143 elderly. The technique of taking samples using purposive sampling, research has been conducted in the Village "B" Kendal Regency. The instrument used was a questionnaire to identify the characteristics of the elderly, including age, education, gender, marital status, family type, employment, income. Depression levels were measured using a Geriatric Depression Scale (GDS) questionnaire with 30 question items. Data were analyzed using frequency distribution. Results: the majority of the elderly aged 60-74 years, male sex, still have a partner, do not go to school, do not work, no income and type of extended family. The level of Depression in the Elderly is mostly normal as many as 53 people (46.9% ) Discussion: Nurses are expected to provide understanding in the form of counseling or counseling for the elderly and their families, so that further research is expected to identify factors that influence the occurrence of depression in the elderly.
Lingkar pinggang: Penentu arus puncak ekspirasi Kristiana Prasetya Handayani; Bernadette Cristie Binardia Ayu Puspitawati; Maria Elisabeth Wati Windayani
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.6.1.15-21

Abstract

Pendahuluan: Lingkar pinggang berlebih dialami 28,9% penduduk Indonesia, dimana berpotensi menyebabkan penurunan arus puncak ekspirasi (APE). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dengan arus puncak ekspirasi. Metode: Penelitian ini berjenis analisis kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada Juni 2019, dengan sampel sejumlah 32 orang mahasiswi keperawatan di Semarang, dan dipilih dengan tehnik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji pearson dengan α 0,05. Hasil: terdapat korelasi antara lingkar pinggang dengan arus puncak ekspirasi pada mahasiswi. Simpulan: semakin tinggi lingkar pinggang, maka semakin rendah nilai arus puncak ekspirasi.
Efektivitas konseling dan tes HIV berbasis rumah untuk deteksi dini HIV/AIDS di rumah tangga: Tinjauan sistematis Yuni Damayanti; Yosin Herloheti Pella; Hasanudin Hasanudin; Nursalam Nursalam
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.78-85

Abstract

Pendahuluan:HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Homebased HIV terhadap Deteksi Dini HIV/AIDS pada rumah tangga yang kurang pengetahuan dan penularan dari pasangannya.Metode:Review ini menggunakan pendekatan PRISMA dan sumber jurnal dari beberapa database, antara lain CINAHL/EBSCO, PubMed, SAGE, Science Direct, dan Scopus. Kombinasi kata kunci diantaranya adalah “Konseling dan Tes Berbasis Rumah”, “HIV/AIDS” dan “Rumah Tangga”. Hasil:Sebanyak 416 artikel diambil, dan sembilan publikasi dimasukkan untuk analisis teks lengkap. Delapan artikel menggunakan metode uji coba acak (RCT) dan 1 artikel Studi Intervensi Prospektif. Simpulan:Intervensi Konseling dan Tes HIV Berbasis Rumah Tangga efektif dalam deteksi dini HIV / AIDS di rumah tangga dan telah terbukti mengurangi stigma yang terkait dengan HIV / AIDS.
Implementasi Telehealth pada pasien Diabetes melitus saat pandemi Covid-19: Tinjauan sistematis Vidi Ahmad Raafi; Saryono Saryono; Yunita Sari
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.53-60

Abstract

Pendahuluan:Banyak pasien Diabetes Mellitus (DM) yang tidak mendapatkan perawatan akibat dari kebijakan rumah sakit yang melakukan pengurangan kunjungan dan konsultasi untuk menghindari penularan Covid-19. ImplementasiTelehealth sudah banyak dilakukan.  Review ini bertujuan untuk mengetahui model implementasiTelehealthpada pasien Diabetes Melitus saat pandemi Covid-19. Metode:Pencarian artikel menggunakan databaseelektronik seperti Pubmed, Science direct, dan Google Scholar.Pencarian artikel yang digunakan yaitu 5 tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan diantaranya, “Telehealth” AND “Diabetes Mellitus” AND “Pandemic Era” OR “Covid-19”. Hasil:Berdasarkan 6 artikel yang didapatkan bahwa Telehealthmerupakan implementasi yang dapat diterapkan pada masa Pandemi Covid-19 khususnya pada penderita Diabetes Melitus. Telehealth mampu menggantikan metode konsultasi tatap muka dengan mengurangi ketidakhadiran pasien (dari 21% menjadi 4%), dibandingkan sebelum pandemi, dan mampu memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis. Selama pandemi Covid-19, estimasi waktu pelayanan kesehatan yang diberikan 75 menit berbeda saat sebelum pandemi (pasien membutuhkan waktu 175 menit. Simpulan:sistem Telehealth sebagai solusi terbaik untuk merawat pasien DM dalam mencegah tertularnya covid-19.
Tomboro: Praktik mandi uap untuk ibu nifas berdasarkan budaya Suku Muna Diah Indriastuti; Tahiruddin Tahiruddin
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.6-12

Abstract

Pendahuluan:perawatan kesehatan pada ibu nifas penting untuk dijaga dengan tujuan mencegah masalah kesehatan. Permasalahan kesehatan yang sering dialami pada ibu nifas adalah mengenai kebersihan diri dan keseimbangan cairan yang memicu kejadian infeksi saluran kencing bahkan infeksi post partum. Metode:Penelitian ini adalah penelitian kualitiatif dengan pendekatan ethnografi.Hasil:penelitian ini digambarkan dalam 2 tema yaitu perawatan dan perlengkapan. Simpulan:perawatan kesehatan ibu nifas secara budaya telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Suku Muna yang sampai saat ini masih dilakukan. Penerapan perawatan budaya atau etnocaring pada praktik tomboro memiliki prinsip yang sama dengan Ilmu kesehatan modern dengan proses mandi uap dan aromatheraphy dari rempah daun yang digunakan
Cervical Cancer Self Management Education (CSME) meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker serviks Apriliani Yulianti Wuriningsih; Hernandia Distinarista; Anna Jumatul Laely
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.5.1.45-51

Abstract

Kanker serviks merupakan salahsatu penyakit kronis dengan berbagai gejala penyerta selama sepanjang hidup pada penderita. Pasien dengan kanker serviks dapat melakukan manajemen diri terhadap gejala. Beberapa memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap gejala yang muncul, namun ada juga yang mengungkapkan ketidaksiapan dalam mengelola gejala. Informasi kesehatan sangat penting untuk pasien, berupa mempromosikan rasa kontrol, menurunkan tekanan emosional, mendukung manajemen diri yang efektif, dan menghilangkan gangguan dari aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cervical cancer self management education(CSME) terhadap kualitas hidup pasien dengan kanker serviks. Desain penelitian yang digunakan, yaitu eksperimen semu dengan pendekatan pre dan post test pada kelompok kontrol dan intervensi. Besar sampel minimal ditentukan berdasarkan tujuan menguji hipotesis beda dua proporsi kelompok independen dan nilai proporsi efek terapi standar (P1) dengan metode pengambilan sampel menggunakan simple random samplingsejumlah 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSME berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien dengan kanker serviks dengan nilai p= 0,000. 
Karakteristik dan kualitas hidup pasien Penyakit Paru Obstruksi Konik (PPOK) Ahmad Asyrofy; Triana Arisdiani; Moch Aspihan
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.13-21

Abstract

Pendahuluan: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, prevalensi internasioanl dari Global Initiative Fot Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) stage II dan lebih tinggi diperkirakan sekitar 10 % dimana angka ini terus meningkat secara bertahap. PPOK berpotensi menimbulkan ketidakcukupan oksigen karena adanya kerusakan pada alveolar serta perubahan fisiologi pernapasan sehingga terjadi keterbatasan saluran nafas. Pasien PPOK cenderung mengalami dispnea dan kelemahan fisik yang berdampak buruk terhadap kualitas hidupnya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan karakteristik dan kualitas hidup pasien penyakit paru obstruksi kronik (PPOK).Metode:Desain penelitian adalahdeskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasienPPOK dengan sampel sebanyak 51yang diambil secara conviniencedi RSUD dr H Soewondo Kendal. Alat ukur penelitian berupaCOPD Assesment Test (CAT).Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan korelasi Pearsondan atau alternatifnya yaituKendall-tau.Hasil: Pasien PPOK sebagian besar adalah laki-laki (57,1%), umur median 45 tahun, paling banyak berpendidikan SMP (30,4%), paling banyak memiliki pekerjaan swasta (42,9%), lama menderita PPOK median 1 tahun, frekuensi napas rerata 23,6 permenit, komorbiditas terbanyak adalah jantung dan hipertensi (37,5%), bentuk torak terbanyak normal (82,1%), dan sebagian besar merokok (57,1%). Skor Chronic Obstructive Pulmonary Disease Assesment Test (CAT) rerata 22,6. Kategori kualitas hidup pasien PPOK sebagian besar adalah buruk (60,7%). Simpulan:Tidak ada perbedaan kualitas hidup pada jenis kelamin, umur, lama menderita, dan merokok pada pasien PPOK.
Peran kader peduli stunting meningkatkan optimalisasi penurunan risiko stunting Dyah Wiji Puspita Sari; Apriliani Yulianti Wuriningsih; Nopi Nur Khasanah; Naila Najihah
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.45-52

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah nasional yang saat ini mendapatkan perhatian khusus. Hasil Pemantauan Status Gizi pada tahun 2016 oleh Kemenkes RI menyebutkan bahwa Balita pendek dan sangat pendek jumlahnya masih banyak. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada anak berusia bawah dua tahun (baduta) di RW 1 Kelurahan Penggaron Lor Kota Semarang. Instrumen yang digunakan adalah grafik KMS dengan alat ukur Tinggi Badan dan Berat Badan yang telah dikalibrasi sebelumnya untuk mendapatkan data angka kejadian stunting yang akurat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,002 (< 0,005), sehingga RS AS efektif dalam optimalisasi penurunan risiko stunting. Simpulan: RS AS efektif menurunkan risiko stunting. Kerjasama lintas sectoral dan dukungan langsung dari masyarakat sangat diperlukan untuk kesinambungan program dan pendampingan ibu terutama yang memiliki baduta
Aktivitas antibakteri ekstrak bawang merah mixture pasta gula pada Staphylococcuc aureus Tahiruddin Tahiruddin; Diah Indriastuti
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.1.22-27

Abstract

Pendahuluan:Terdapat berbagai produk alami yang secara empiris telah digunakan sebagai obat tradisional dalam penyembuhan luka. Bawang merah (Allium cepa) dan gula merupakan bahan alami dalam penyembuhan luka. Tujuan: mengetahui daya hambat ekstrak bawang merah mix pasta gula terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Metode: menggunakan desain eksperimental dengan tiga kali pengulangan. Sampel pada penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus, bawang merah, icing sugar, dan castor sugar. Hasil:zona hambat lebih besar pada konsentrasi 100% ulangan ke-1, yaitu 22,87 mm. Simpulan:Sebagai antibakteri pada penyembuhan luka, bawang merah efektif  menghambat mikroba dan gula bekerja secara osmotik, sehingga perlu dikembangkan menjadi topikal dalam penyembuhan luka.

Page 8 of 15 | Total Record : 146