cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilhampba1@gmail.com
Phone
+6285331244040
Journal Mail Official
smartlawjournal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Binjai No. 99 Kelurahan Pekan Tanjung Pura Kec. Tanjung Pura Kab. Langkat, Sumatera Utara
Location
Kab. langkat,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Smart Law
ISSN : -     EISSN : 29630991     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Smart Law Journal (JSL) Is a journal for types of scientific publications in the field of sharia science and Islamic law. The field of sharia in question is more about the development of sharia muamalah between Muslims which is related to the development of the use of sharia law and etiquette in Indonesia. The submitted manuscript is the result of original research, literature study, and related legal issues being studied/experienced. This journal is published twice a year (March and September).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): Maret" : 12 Documents clear
Eksistensi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Dalam Memberikan Pendampingan Hukum Kepada Masyarakat Di Pengadilan Agama Lubuk Pakam Nia; Muhammad Saleh; Alang Sidek
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the existence of the Legal Aid Post (Posbakum) at the Lubuk Pakam Religious Court in providing legal assistance to the underprivileged. As an effort to address this issue, the state has enacted regulations guaranteeing legal assistance, including Law Number 16 of 2011 concerning Legal Aid and Supreme Court Regulation Number 1 of 2014 concerning Legal Services for the Underprivileged. The background of the study is based on the public's low understanding of legalprocedures and limited access to legal services. The purpose of the study is to analyze the Posbakum service mechanism, the perceptions of service recipients, and supporting and inhibiting factors in its implementation. The method used is qualitative research with a descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews with service recipients and Posbakum officers, and documentation from the Religious Court. Analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Posbakum plays an important role in preparing lawsuits, legal consultations, and providing legal information. The community considers the existence of Posbakum very helpful, despite obstacles such as lack of socialization, limited facilities, and minimal legal understanding. The main supporting factors are the existence of regulations, state budget, and cooperation with legal aid institutions
Peran Ibu Single Parent Sebagai Kepala Keluarga Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat) Rawinda Rani; Azhar
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of single mothers as heads of families in Pantai Cermin Village, Tanjung Pura District, Langkat Regency, including the obstacles they face and the Islamic legal perspective on this role. The study used a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation studies with five informants from two single-parent families. Theresults show that single mothers carry out dual roles as breadwinners, decision-makers, household managers, and educators. The obstacles they face include economic constraints, time management difficulties, physical and mental exhaustion, and low social support. From an Islamic legal perspective, the role of mothers as heads of families in emergencies is permissible as long as it iscarried out responsibly and aimed at meeting the family's needs. Therefore, this study concludes that despite facing various challenges, single mothers can still carry out their roles effectively through perseverance, adaptability, and support from Islamic values that emphasize family welfare.
Implementasi Hak-Hak Anak Tentang Pengakuan Dan Perlindungannya Dalam Perspektif Fiqih Syafi’iyah (Studi Kasus Pengadilan Agama Binjai) Muammar Hafiz Tanjung; Ahmad Akbar
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the implementation of children's rights concerning their recognition and protection from the perspective of Shafi'i Fiqh (Fiqih Syafi’iyah), with a case study at the Binjai Religious Court (Pengadilan Agama Binjai). The research is motivated by legal issues regarding the status of children, particularly children born out of wedlock, which creates a dilemma in applyingclassical Islamic law and positive law in Indonesia.The objective of this research is to determine th concept of a child in Shafi'i Fiqh, the corresponding children's rights, and their relevance and implementation in the practice of the Binjai Religious Court. The research method uses a qualitative approach with juridical-normative and juridical-empirical methods. Data was obtained throughliterature review, documentation, and interviews with judges at the Binjai Religious Court. The analysis was conducted by correlating Shafi'i Fiqh norms with legal practice in the court.The results show that the concept of a child in Shafi'i Fiqh emphasizes the importance of lineage (nasab), the right to maintenance (nafkah), custody (hadhanah), and child protection from birth. The implementation at the Binjai Religious Court is essentially aligned with Shafi'i Fiqh principles, especially regarding theright to maintenance, care, and education. However, challenges persist in cases of children born out of wedlock, as Shafi'i Fiqh limits lineage only to the mother, while Indonesian positive law grants broader protection. This indicates both relevance and difference, which can be understood through the objectives of Sharia (maqasid al-syari’ah), namely hifz al-nasl (protection of progeny) and hifz al-nafs (protection of life).
Pandangan Mui Kabupaten Langkat Pada Praktik Hibah Orang Tua Kepada Anak (Studi Kasus Di Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat) Silvia Damayanti; Sudianto; Diyan Yusri
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik hibah orang tua kepada anak di Desa SerapuhAsli, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, serta pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)mengenai hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif denganpendekatan empiris (field research), yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Subjek penelitian melibatkan ulama MUI Kabupaten Langkat dan masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik hibah di desa tersebut bertujuan untuk menjagakeharmonisan keluarga dan menghindari potensi konflik terkait pembagian warisan. Hibah dilakukansaat orang tua masih hidup untuk memastikan kesejahteraan anak-anak serta keadilan dalampembagian harta, sehingga dapat diselesaikan dengan transparansi. 2) Hibah di Desa Serapuh Aslitelah menjadi tradisi sebagai alternatif pembagian warisan, dengan penekanan pada perlakuan adilantara anak laki-laki dan perempuan, serta pemberian aset seperti tanah dan rumah untuk manfaatjangka panjang. 3) Pandangan MUI Kabupaten Langkat menyatakan bahwa praktik hibah sesuaidengan ajaran Islam selama dilakukan dengan prinsip keadilan. Keadilan tidak selalu berartipembagian yang sama rata, namun lebih kepada pemenuhan hak dan kebutuhan setiap anak secaraproporsional. Ketidakadilan dalam hibah dapat menyebabkan konflik, sehingga penting untukmelaksanakannya dengan bijaksana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahamipentingnya prinsip keadilan dalam pemberian hibah dalam konteks sosial dan agama, sertadampaknya terhadap keharmonisan keluarga
Implementasi Hukum Waris Terhadap Rumah Berdasarkan As-Sulhu Perspektif Fiqih Syafi’iyah: Studi Kasus Di Desa Paluh Pakih Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat Imam Al-Farisi Siregar; Kamaliah R
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Hukum Waris Rumah Berdasarkan As-Sulhu Perspektif Fiqih Syafi’iyah: Studi Kasus di Desa Paluh Pakih, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.” Fokus penelitian ini adalah pada praktik pembagian rumah sebagai bagian dari harta warisan, yang dalam tradisi masyarakat setempat lebih sering diberikan kepada anak bungsu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, serta analisis literatur fikih Syafi’iyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum faraidh dalam Islam telah mengatur pembagian harta warisan secara pasti, praktik pemberian rumah kepada anak bungsu dapat dibenarkan apabila diselesaikan dengan mekanisme as-sulhu (perdamaian) yang dilandasi kerelaan dan kesepakatan seluruh ahli waris. Dengan demikian, praktik tersebut tidak bertentangan dengan prinsip dan syariat, karena mengandung nilai keadilan, kemaslahatan, dan menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini
Analisis Hilangnya Hak Asuh Anak Terhadap Ibu Kandung Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Di Indonesia Studi Kasus Pengadilan Agama Stabat (Nomor 1762/Pdt.G/2024/Pa.Stb) M. Junaidi
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas hilangnya hak asuh anak terhadap ibu kandung dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia dengan studi kasus pada Putusan Pengadilan Agama Stabat Nomor 1762/Pdt.G/2024/PA.Stb. Permasalahan ini menarik karena secara normatif Pasal 105 huruf (a) Kompilasi Hukum Islam (KHI) menegaskan bahwa hak asuh anak yang belum mumayyiz berada pada ibu, namun dalam kasus ini majelis hakim justru menetapkan hak asuh kepada ayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam mencabut hak asuh dari ibu kandung dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip keadilan, kesetaraan, dan perlindungan anak dalam perspektif hukum Islam serta hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan Kompilasi Hukum Islam, serta bahan hukum sekunder seperti literatur akademik dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan teori maslahah mursalah dan prinsip best interest of the child (kepentingan terbaik anak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim mempertimbangkan aspek psikologis anak sebagai faktor utama penentuan hak asuh, karena ibu dianggap lalai dan kehadirannya menimbulkan trauma bagi anak. Hakim menggunakan pendekatan maslahat untuk menjaga kepentingan anak, meskipun menyimpangi norma tertulis dalam KHI. Putusan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam hukum keluarga Islam dari pendekatan tekstual menuju pendekatan kontekstual yang lebih berorientasi pada perlindungan anak. Kesimpulannya, putusan tersebut sejalan dengan prinsip keadilan substantif dan perlindungan anak, namun perlu diikuti dengan pembaruan regulasi hukum keluarga di Indonesia agar lebih adaptif terhadap realitas sosial dan psikologis anak pasca perceraian.
Pengaruh Childfree Terhadap Keluarga Dan Masyarakat Dalam Perspektif Hukum Islam Muhammad Miftah Sani
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena childfree sebagai keputusan sadar pasangan untuk tidak memiliki anak semakin berkembang dalam masyarakat modern, termasuk di Indonesia. Pilihan ini menimbulkan perdebatan, terutama dalam konteks masyarakat Muslim yang memandang keturunan sebagai bagian penting dari tujuan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena childfree dalam perspektif hukum Islam, meliputi pandangan normatif Al-Qur’an dan hadis, pendapat ulama klasik dan kontemporer, serta dampaknya terhadap keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Fokus utama dari metode ini adalah mengkaji teks dan konteks secara mendalam, baik dari sumber hukum Islam maupun dari realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat Muslim. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam dan interpretatif terhadap fenomena childfree, terutama dalam kaitannya dengan pandangan normatif hukum Islam dan dinamika sosial yang menyertainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena childfree di Indonesia merupakan bagian dari dinamika sosial yang muncul akibat masuknya nilai modern, globalisasi, dan meningkatnya orientasi individualistik dalam keluarga. Childfree dipahami sebagai keputusan sadar pasangan untuk tidak memiliki anak bukan karena kendala biologis, tetapi karena pertimbangan nilai, karier, kesehatan, ekonomi, maupun kenyamanan hidup. Fenomena ini semakin terlihat pada kelompok masyarakat urban, kelas menengah, dan generasi muda yang memiliki akses terhadap pendidikan, wacana psikologi, serta narasi hak reproduksi.
Urgensitas Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati) Sebagai Upaya Ketahanan Keluarga Perspektif Maqasid Syariah M. Fadhil hafizh; Syarul Affan
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fatherless merupakan permasalahan serius dalam kehidupan keluarga medern yang berdampak pada tumbuh kembang anak dalam melemahnya ketahanan keluarga. Ketidakhadiran peran ayah, baik secara fisik maupu psikologis, mwnyebabkan pengasuhan tidak optimal dan berpotensi mengganggu terwujudnya keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi urgensitas Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya penguatan ketahanan keluarga dalam perspektif maqasid syriah. Metode penelitian yang di gunakan adalan kualitatif dengan pendekatan yurudis- normatif melalui studi keputusan serta analisi konten terhadap kebijakan dan konsep program GATI. Hasil penelitian menunjukan bahwa program GATI sejalan dengan tujuan maqasid syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al- nafs) dan keturunan (hifz al- nasl). Progaram ini berperan strategis dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, meminimalisasi fenomena fatherless, serta memperkuat ketahanan keluarga islam. Dengan demikian, GATI merupakan program yang relevan dan aplikatif dalm mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul.
Kewajiban Nafkah Ayah Sambung Dalam Masyarakat Desa Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak Sarulla Adhitama Putra
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kewajiban nafkah ayah sambung terhadap anak tiri dalam perspektif hukumIslam dan praktik sosial di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak. Permasalahanpenelitian berangkat dari belum adanya kejelasan hukum mengenai tanggung jawab nafkah ayahsambung, sehingga menimbulkan perbedaan praktik dan potensi ketidakadilan dalam keluarga tiri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan hukum Islam terkait kewajiban nafkah ayahsambung serta mengkaji praktik pemenuhannya di masyarakat. Metode yang digunakan adalahpenelitian kualitatif dengan pendekatan normatif dan empiris. Data diperoleh melalui kajian pustakaterhadap Al-Qur’an, hadis, pendapat ulama, Kompilasi Hukum Islam, serta wawancara dengankeluarga tiri dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara hukum Islamkewajiban nafkah tetap berada pada ayah kandung, sementara ayah sambung tidak memilikikewajiban hukum yang mengikat. Namun, dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, pemberian nafkaholeh ayah sambung memiliki nilai tanggung jawab moral dan sosial demi kemaslahatan anak dankeharmonisan keluarga.
Analisa Ketidakharmonisan Rumah Tangga Karena Pengaruh Pelet Dalam Pandangan Islam Studi Kasus Di Kelurahan Pelawi Utara Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Nadhratun Nur Hardifa; Abdullah Sani; Suaib Lubis
Journal Smart Law Vol. 3 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap praktik pellet atau ilmu pengasihan yang diyakini mampu mempengaruhi perasaan seseorang dan berdampak pada keretakan rumah tangga. Dalam perspektif islam, pelet termasuk perbuatan sihir yang dilarang karena berpotensi merusak akidah dan keharmonisan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelet terhadap ketidakharmonisan rumah tangga serta pandangan majelis ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus MUI dan masyarakat di Kelurahan Pelawi Utara. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktik pelet masih ditemukan di masyarakat dan sering dianggap sebagai solusi masalah hubungan, namun justru menimbulkan konflik berkepanjangan, hilangnya kasih saying, dan perceraian. MUI Kabupaten Langkat menegaskan bahwa pelet hukumnya haram karena termasuk perbuatan sihir dan syirik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pemahaman keagamaan dan peran aktif lembaga keulamaan memiliki implikasi penting dalam mencegah praktik pelet dan menjaga keharmonisan rumah tangga sesuai nilai-nilai islamKata Kunci: Ketidakharmonisan Rumah

Page 1 of 2 | Total Record : 12