cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Jl. Kaligawe Raya km 4, Genuk, Semarang, Jawa Tengah, 50112
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proyeksi: Jurnal Psikologi
ISSN : 19078455     EISSN : 26564173     DOI : 10.30659
Core Subject : Social,
Proyeksi: Jurnal Psikologi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung. Jurnal ini memuat hasil pemikiran dan studi empiris bidang psikologi atau bidang lain yang terkait dengan disiplin ilmu psikologi. Terbit setahun dua kali tiap April dan Oktober. Redaksi mengundang para penulis untuk mengirimkan artikel hasil penelitian maupun pemikiran dibidang psikologi maupun bidang lain yang terkait. Redaksi berhak mengedit naskah sepanjang tidak mengubah substansi tulisan
Articles 214 Documents
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN RASA EMPATI PADA MAHASISWI PENDAKI GUNUNG DI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Dita Nurlitasari; Rohmatun Rohmatun
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Proyeksi VOL. 12 No. 1 April 2017
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.12.1.57-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara rasa empati dengan kematangan emosi pada mahasiswi pendaki gunung di Universitas Islam Sultan Agung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi populasi sebagai pengambilan subjek, yaitu sebanyak 53 mahasiswi pendaki gunung. pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu skala rasa empati dan skala kematanganemosi. Skala rasa empati terdiridari 36 item dan skala kematangan emosi terdiri dari 39 aitem. Uji daya beda skala  rasa empati berkisar antara 0,305 sampai dengan 0,570 dengan estimasi 0,883. Uji daya beda skala kematangan emosi berkisar antara 0,308 sampai 0,713 dengan estimasi 0,930.  Metode analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil uji hipotesis koefisien korelasi rxy = 0,785 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01).  Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima dan ada hubungan positif yang sangat signifikanantara rasa empati dengan kematangan emosi pada mahasiswi pendaki gunung di Universitas Islam Sultan Agung. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar  0,617 yang berarti, kematangan emosi member sumbangan efektif sebesar 61,7% terhadap rasa empati.
PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA LUAR JAWA DITINJAU DARI PERSEPSI LINGKUNGAN DAN JENIS KELAMIN Usbi; Agustin Raula; Handayani
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2015): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 10 NO. 1 April 2015
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.10.1.10-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris penyesuaian diri mahasiswa luar jawa ditinjau dari persepsi lingkungan dan jenis kelamin di Fakultas Psikologi UNISSULA. Hipotesis pertama yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara persepsi lingkungan terhadap penyesuaian diri mahasiswa luar jawa, dan hipotesis kedua dalam penelitian ini yaitu ada perbedaan antara penyesuaian diri laki-laki dan perempuan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa luar jawa di Fakultas Psikologi UNISSULA. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi dengan jumlah sampel 86 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik korelasi spearman dan uji T (Mann-Whitney). Hasil analisis data untuk hipotesis pertama diperoleh nilai korelasi rxy = 0,529 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi lingkungan dengan penyesuaian diri mahasiswa luar jawa. Hubungan positif ini menunjukkan bahwa makin tinggi persepsi lingkungan makan makin tinggi pula penyesuaian diri mahasiswa luar jawa, begitu sebaliknya makin rendah persepsi lingkungan maka makin rendah pula penyesuaian diri mahasiswa luar jawa. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukkan bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Hasil analisis data untuk hipotesis kedua diperoleh nilai p = 0,083(p > 0,05). Hasil tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan antara  penyesuaian diri laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak. Sumbangan efektif persepsi lingkungan terhadap penyesuaian diri sebesar 26,3 persen.Kata kunci : Penyesuaian diri, persepsi lingkungan, jenis kelamin
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMERINTAH DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI RENCANA PEMBANGUNAN JALUR GANDA KERETA API Budi Cakra Buana; Udi Rosida Hijrianti
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.14.2.94-104

Abstract

The perception of the public toward the government is a view of each community will be given by the government policy either positive or negative perceptions. The negative perception trigger feelings of tension, heart palpitations, sweaty body, and anxiety. Thus, the purpose of this study is to investigate the correlation between the public perception of government with anxiety encounter the development plan of double track railway toward Pulosari citizens, Blimbing Malang city. The method that used in this study was quantitative correlation method, by using purposive sampling technique.  The subjects in this study were 77 Pulosari citizens who reside in the railroad. The scale that used in this study was perception and anxiety scale. The results of the data analysis that used pearson product moment was (r = -0,74 p = 0,01). It is mean that there was a negative correlation between the public perception of government with anxiety encounter the development plan of double track railway.  Thus, more positive their perception toward the government, then it did not cause anxiety.  
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEBERSYUKURAN MAHASISWA MUSLIM Halimatussa&#039;diah Halimatussa’diah; Satriani Satriani; Muthia Muslimah Almi; Yang Dini Azkarisa; Milya Zakiyah
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.15.1.45-57

Abstract

the moslim gratitude scale for college students was developed based on aspects devided into items that were tested on 132 Moeslim College students (35 men and 97 women) with an age range beetwen 18 - 30 years old by testing the validity and reliability of the scale. Factor analysis used is exploratory factor analysis (EFA), which was extracted by looking at the value of the Barlett Test of Sphericity = 455.929 with a significance level of 0.000 which means there is a significant correlation between variables. The KMO calculation result of 0.830 shows that the adequacy of the sample is in the upper category. The reliability if the item based on Chronbach Alpha value obtained is 0.851 with the corrected item-total correlation moving value from 0.413 - 0.608, where the gratitude measurement tool is reliable.
RESILIENSI SINGLE MOTHER PASCA PERCERAIAN Vera Sissilia; Falasifatul Falah
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.13.1.68-77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiliensi single mother pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.  Subjek penelitian ada tiga orang wanita single mother. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah metode wawancara. Keabsahan data menggunakan uji transferabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian diketahui bahwa perceraian yang dialami subjek merupakan jalan terbaik bagi subjek, menjadi seorang single mother bukanlah hal yang mudah dikarenakan adanya permasalahan yang harus dihadapi seperti dampak pada anak, keluarga dan sosial. Resiliensi pada single mother dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi. Dukungan anak-anak, keluarga serta hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat mempengaruhi proses resiliensi subjek. Gambaran resiliensi para subjek sangat baik karena mencapai pada tahap yang sesuai dengan aspek resiliensi. Penemuan yang tidak ada dalam teori resiliensi menyatakan bahwa religiusitas tinggi dapat mendukung dan mengembangkan resiliensi dengan optimal
PERBEDAAN ASERTIVITAS REMAJA MINANG DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA Suci Asysyura; Gumi Langerya Rizal
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.15.2.120-130

Abstract

Pada kondisi saat sekarang ini ditemukan banyak remaja yang sulit untuk asertif. Hal ini akan menimbulkan dampak yang cukup serius seperti, kecemasan sosial, ketakutan, dan kekhawatiran bahkan mengganggu kesehatan psikologis maupun fisik remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi asertivitas ialah pola asuh orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan asertivitas remaja Minang ditinjau dari pola asuh orang tua. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif komparatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 153 orang remaja keturunan Minang yang berada di Sumatera Barat. Subjek dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji Kruskall-Wallis dan uji post-hoct Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam asertivitas remaja ditinjau dari Pola Asuh Orang tua (p=0,000, p<0,05), subjek dengan pola asuh authoritative ditemukan lebih asertif daripada subjek dengan pola asuh permissive, neglectful, dan authoritarian.
DEVELOPMENT OF CAREER GUIDANCE MODUL FOR INCREASING YOUTH ENTERPRENEURSHIP Tri Na&#039;imah; Pambudi Rahardjo
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Proyeksi VOL. 7 No. 1 April 2012
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.7.1.55-66

Abstract

This study aimed to analyse career guidance model that had been applied by career guidance teachers;to analyse the weaknesses and strengths of the career guidance model; and to arrange career guidancemodel to increase youth enterpreneurship. This study used developmental research approach. First stepwas survey research with qualitative approach. Research location was determined purposively inPurwokerto. Data collecting employed interview and focus group discussion (FGD). Data analysis usedinteractive analysis model through stages of data reduction, data presentation, and verification.The results are: first, the model used for career guidance consists of: 1) material preparation of careerguidance in the form of practical work, about the preparation of the future relating to the continuation of students both study and career plans and information about entering the workforce. 2) Method ofgiving guidance to the lectures, discussions, and assignments. 3) Media using the guidance in the form ofdrawings and graphic media liflet and film media. 4) Evaluation carried on by non-test techniques andtest the process and the guidance. Second, the model has practical advantages because the material isso easily accepted by students, using the method of assignment, so memandirikan students, using avariety of media to improve the quality of service, the evaluation was conducted in an integratedmanner between the test and the non-test techniques. However, the model also has a weakness formore career guidance materials to prepare students as workers, not entrepreneurs. The method has notbeen a comprehensive career guidance and less participatory. Comprehensive evaluation of theguidance is also less, because there is no evaluation of the program. There has been no follow-upactivities of guidance activities, the career counseling. Third, the design of career guidance modules thatcan enhance students' entrepreneurial spirit contains material about self awareness, HARRY JOEWINDOW,career decisions with SWOT analysis, self-employment psychological characteristics, selfmotivation,creativity development. The method used discussion, reflection, succes story, theassignment independently.
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KETRAMPILAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DAAR AL FURQON KUDUS Elly Ghofiniyah; Erni Agustina Setiowati
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Proyeksi VOL. 12 No. 1 April 2017
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.12.1.1-16

Abstract

Penyesuaian diri adalah interaksi seseorang secara kontinyu dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan disekitarnya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri adalah kematangan intelektual, moral, emosi dan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Daar Al Furqon Kudus. Subjek penelitian berjumlah 70 santri, dipilih melalui metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala penyesuaian diri yang terdiri dari 33 aitem, skala kematangan emosi ada 49 aitem dan skala keterampilan social ada 33 aitem. Reliabilitas yang dihasilkan pada skala penyesuaian diri 0,879, kematangan emosi 0,903 dan keterampilan sosial 0,898. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi berganda dan uji korelasi parsial. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Daar Al Furqon Kudus Ry(1,2) 0,723, Fhitung 36,607, pada p= 0,000 (p<0,01). Ada hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri rx1y = 0,504, p = 0,000 (p<0,01). Ada hubungan antara keterampilan sosial dengan penyesuaian diri, rx2y = 0,254, p = 0,035 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri santri dapat dipengaruhi oleh faktor kematangan emosi dan keterampilan sosial.   Kata kunci: penyesuaian diri, kematangan emosi, keterampilan sosial.
KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PEMBIMBING AKADEMIK Titin Suprihatin
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2016): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 11 NO. 1 April 2016
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.11.1.36-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan mahasiswa terhadap bimbingan akademik yang diterima. Bimbingan akademik mencakup dua model layanan, model perkembangan (developmental) dan model preskriptif atau bersifat menentukan. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 373 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau skala bimbingan akademik (academic advising inventory) yang diadaptasi dari Winston & Sador (2002). Skala persepsi mahasiswa terhadap bimbingan akademik terdiri dari 14 aitem. Skor rendah pada skala (14-56) mengindikasikan bimbingan model prescriptive yang diterima oleh mahasiswa, sedangkan skor tinggi (57-112) mengindikasikan bimbingan model developmental. Uji reliabilitas terhadap skala 1 diperoleh alpha Cronbach = 0,684. Skala kepuasan terhadap bimbingan akademik terdiri dari 5 aitem. Uji reliabilitas terhadap skala ini diperoleh alpha Cronbach = 0,742. Hasil uji beda menggunakan t-test diperoleh nilai t=5.411 dengan signifikansi α =0.000 (p<0,001) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepuasan terhadap bimbingan akademik antara model developmental dan prescriptive. Kata Kunci: Bimbingan Akademik, Model perkembangan, Model Preskriptif, Kepuasan Mahasiswa
Peran Pemaafan dan rasa syukur terhadap kesejahteraan spiritual pada santri remaja pondok pesantren Rohma Nur Nashriyati; Ruseno Arjanggi
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2016): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 11 NO. 1 April 2016
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.11.1.77-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemaafan dan syukur dengan kesejahteraan spiritual pada santri remaja pondok pesantren. Penelitian ini melibatkan 74 santri remaja. Pengambilan data menggunakan tiga skala yaitu skala kesejahteraan spiritual, skala pemaafan dan skala syukur. Skala kesejahteraan spiritual terdiri dari 22 aitem. Skala pemaafan terdiri dari 28 aitem dan skala syukur terdiri dari 17 aitem. Uji hipotesis menggunakan teknis analisis regresi dua prediktor. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan antara pemaafan dan syukur dengan kesejahteraan spiritual pada santri remaja pondok pesantren Ry(1,2) 0,805, F hitung  65,263 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Uji hipotesis kedua menunjukkan hubungan yang signifikan antara pemaafan dengan kesejahteraan spiritual ryx1-x2 = 0,363 dengan taraf signifikansi p = 0,002 (p< 0,05). Uji hipotesis ketiga menunjukkan hubungan yang signifikan antara syukur dengan kesejahteraan spiritual ryx2-x1 = 0,736 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Pemaafan dan syukur memberikan kontribusi sebesar 64,80%, sedangkan 35,20% dipengaruhi oleh faktor lain.  Kata kunci : pemaafan, syukur, kesejahteraan spiritual

Page 6 of 22 | Total Record : 214