cover
Contact Name
syamsir
Contact Email
ancyagri@gmail.com
Phone
+6282290398899
Journal Mail Official
ancyagri@gmail.com
Editorial Address
jalan ahmad nadjamuddin no 17 kota gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Agricultural Review
ISSN : 29859115     EISSN : 29859115     DOI : https://doi.org/10.37195/arview.v2i1.354
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal ARVIEW (Agricultural Review) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Ichsan Gorontalo yang ditandai dengan SK Dekan Fakultas Pertanian nomor: 203/FP-UIG/XII/2022 Jurnal ARVIEW mengakomodir hasil pemikiran - pemikiran original maupun hasil penelitian pada bidang pertanian, dengan fokus kajian sosiologi pertanian, penyuluhan pertanian, agribisnis, teknologi hasil pertanian dan agroteknologi. ARVIEW terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan November, dalam satu No/issue ARVIEW hanya menerbitkan 10 maksimal naskah dan demi menjaga kualitas naskah yang diterbitkan, maka naskah yang akan dilanjutkan kepada Reviewer hanya yang mengikuti aturan penulisan Jurnal ARVIEW.
Articles 34 Documents
Identifikasi Penyakit Secara Morfologi pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frustescens L): Identification Dsease by Morphology In Chili Plants (Capsicum Frustescens L) Nur, Muh. Jabal
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i1.1315

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Cabai rawit banyak digunakan sebagai bumbu dapur seperti bumbu  penyedap masakan dalam industri makanan, ekstrak bubuk cabai rawit digunakan sebagai pengganti lada untuk membangkitkan selera makan bagi kebanyakan orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui gejala serangan pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L. dan  untuk mengetahui jenis mikroorganisme yang menyerang tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Survei dilakukan pada lahan pertanian yang menanam tanaman cabai rawit dikecamatan Alla. pada tanaman yang bergejala seperti: serangan bakteri, virus, cendawan dan nematoda. Hasil perhitungan insidensi serangan Gemini virus pada tanaman cabai rawit sebanyak 100 %, Karena penyakit Gemini virus ditularkan oleh kutu kebul. Penyebaran gemini virus dipengaruhi oleh jumluh populasi serangga vektor (Bemisia T). Hasil perhitungan insidensi serangan yang diakibatkan oleh Cercospora capsici pada tanaman cabai rawit sebanyak 98%. Karena Penyakit bercak daun akan bertambah jika tanaman cabai rawit dibudidayakan pada musim hujan, dan di lahan yang mempunyai drainase tidak baik, dan gulmanya tidak terkendali dengan baik dan Pola jarak tanam juga mempengaruhi proses perkembangbiakan penyakit bercak daun cabai rawit.
Menakar Persepsi Risiko Usahatani Bawang Merah: Peran Sumber Informasi dan Pengalaman Petani: Assessing Risk Perception in Shallot Farming: The Role of Information Sources and Farming Experience Lisanty, Nina; Nurrohman, Aji; Firnanda , Arya Bagus; Kurniawan, Heru; Mayda, Trika
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1623

Abstract

Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) merupakan komoditas hortikultura strategis dengan nilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun usahataninya memiliki tingkat risiko yang signifikan baik dari aspek produksi maupun pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap risiko usahatani bawang merah berdasarkan sumber informasi yang digunakan serta pengalaman bertani. Studi dilakukan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk yang merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 47 petani aktif yang telah menjalankan usahatani bawang merah minimal tiga musim tanam. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan persepsi berdasarkan sumber informasi (penyuluh, kelompok tani, dan media sosial), serta uji korelasi Spearman untuk menganalisis hubungan antara pengalaman bertani dengan persepsi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi risiko berdasarkan sumber informasi, dan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengalaman bertani dengan persepsi risiko. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi risiko petani tidak dipengaruhi oleh lamanya pengalaman bertani maupun jenis sumber informasi yang digunakan. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan lain yang lebih kontekstual dalam mengedukasi petani, termasuk peningkatan kapasitas melalui pelatihan, penyuluhan berbasis digital, serta penguatan kelembagaan lokal dalam mitigasi risiko usahatani hortikultura.
Komparasi Profitabilitas Pisang Tanduk Dan Pisang Raja Nangka Di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes: Comparison Of Profitability Of Tanduk Bananas And Raja Nangka Bananas In Losari District, Brebes Regency Bayu, Faizal Bayu; Khotimah, Khusnul; Listyanto, M. Erwin Dwi; Utami, Suci Nur; Adita, Dini
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat profitabilitas antara budidaya pisang tanduk dan pisang raja nangka di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Penelitian dilakukan di tiga desa yaitu Desa Kedungneng, Kalibuntu, dan Babakan yang dipilih secara purposive karena merupakan sentra produksi pisang di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, dan data diperoleh melalui wawancara serta observasi terhadap petani yang membudidayakan kedua jenis pisang Analisis data yang digunakan meliputi biaya produksi, pendapatan dan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total rata-rata biaya produksi pisang tanduk dalam satu kali periode panen mencapai Rp34.720.000, sedangkan biaya produksi pisang raja nangka sebesar Rp29.713.333. Pendapatan dari budidaya pisang tanduk pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp72.366.667, sementara pendapatan dari pisang raja nangka sebesar Rp64.300.000. Berdasarkan hasil analisis, tingkat profitabilitas budidaya pisang tanduk mencapai 108,43%, sedangkan pisang raja nangka mencapai 116,39%. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya pisang raja nangka memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pisang tanduk di lokasi penelitian. Namun, hasil uji t memperlihatkan bahwa rata-rata pendapatan pisang tanduk sebesar Rp78.433.333,47 lebih tinggi dibandingkan pisang raja nangka sebesar Rp72.222.222,13, dengan selisih Rp6.211.111,33. Meskipun demikian, nilai signifikansi sebesar 0,192 (> 0,05) menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, secara deskriptif pisang tanduk menghasilkan pendapatan yang lebih besar, tetapi perbedaannya belum cukup kuat untuk dinyatakan berbeda nyata pada taraf kepercayaan 95%. Dengan demikian, secara ekonomi, budidaya pisang raja nangka dinilai lebih menguntungkan dan layak untuk dikembangkan di Kecamatan Losari.
Pengaruh Faktor Eksternal dan Internal dalam Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Tanaman Hias di Cv Gading Agritama Kota Padang: The Influence of External and Internal Factors in the Decision-Making Process of Consumer Ornamental Plants at Cv Gading Agritama, Padang City Maharani, Sintia; Annisa, Indah Febri
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1677

Abstract

Tanaman hias (ornamental plant) merupakan tanaman hortikultura nonpangan, yang dibudidayakan untuk dinikmati nilai estetika atau keindahannya. Tanaman hias termasuk dalam ilmu Florikultura, yaitu ilmu yang mempelajari tentang budidaya tanaman hias seperti bunga potong (cut flower), tanaman pot dan tanaman penghias taman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal dan faktor internal terhadap keputusan pembelian tanaman hias di CV Gading Agritama.Menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal dan internal memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Hal ini dibuktikan oleh uji T, di mana nilai T hitung faktor eksternal (4,736) dan faktor internal (2,423) lebih besar dari T tabel (1,988). Secara simultan, hasil uji F menunjukkan nilai F hitung (23,579) lebih besar dari F tabel (3,104), atau nilai signifikansi (0,000) kurang dari 0,05. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,692 menunjukkan bahwa 69,2% variasi keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh kedua faktor tersebut.

Page 4 of 4 | Total Record : 34