cover
Contact Name
putri khairina masta
Contact Email
putrikhairinamasta@gmail.com
Phone
+6281270247587
Journal Mail Official
fotografi.isipadangpanjang@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bahder Johan no 35 , Guguak Malintang, Padangpanjang Timur
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Matalensa Journal of Photography and Media
ISSN : -     EISSN : 28095812     DOI : 10.26887/matalensa.v2i1
Matalensa: Journal of Photography and Media (ISSN- 2809-5812) is a peer-reviewed journal dedicated to the promotion and dissemination of scholarly research on photography and media. Particular attention is paid to works dealing with photography and media studies using an interdisciplinary perspective, especially within photography and media. The journal is published biannually, in February and August, by the Department of Photography, Faculty of Arts and Design, Institut Seni Indonesia Padang Panjang.
Articles 87 Documents
Kehidupan Jurnalis Dalam Fotografi Konseptual Jastin, Muhammad Febrianputra; Kurniadi, Benny
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 5, No 2 (2025): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v5i2.5942

Abstract

Penciptaan karya berjudul “Kehidupan Jurnalis Dalam Fotografi Konseptual” adalah penciptaan karya yang bertujuan memvisualkan kehidupan pekerjaan jurnalis yang terkadang tidak terlihat dari masyarakat melalui media fotografi konseptual. Objek penciptaan seorang jurnalis digunakan oleh penulis setelah melalui berbagai proses wawancara dan melihat langsung kondisi di lapangan. Penulis menciptakan karya ini melalui metode penciptaan dengan tahapan persiapan, perancangan, perwujudan, penyajian karya. Penulis menggunakan landasan teori fotografi jurnalistik, fotografi konseptual, semiotika, tata cahaya, teori psikologis warna dan digital imaging. Hasil dari penciptaan adalah karya foto yang dicetak Photopapper Laminating. sebagai bentuk kreativitas dalam berkarya. Kesimpulan dari pembuatan karya tugas akhir ini adalah hendaknya lebih diperluas terhadap ide agar maksimal dalam pembuatan karya. Pembuatan karya tugas akhir ini melatih kreativitas mahasiswa agar bisa lebih baik kedepannya. Saran dalam pembuatan karya tugas akhir ini hendaknya dalam proses pembuatan karya hendaknya manajemen waktu lebih dikontrol antara jam mulai pembuatan, talent, properti sehingga bisa memaksimalkan waktu dan hasil karya
INEFFABLE JEWELLERY DALAM FOTOGRAFI PRODUK Iqbal, T Muhammad; Kurniai, Benny; emas, cindi adelia puri
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.5208

Abstract

Ineffable is a brand located in the city of Padang which was founded by Nisrina Qurrata Aini and started in 2020 which still uses an online sales system, and then in 2022 ineffable started selling offline in shops in the city of Padang, its products presented by ineffable are various kinds of accessory products including; bracelets, necklaces, rings, hairpins, headbands and so on, the sales process uses a by order system. The aim of creating this work is to visualize and present Ineffable products in product photography. The creation of this work also uses theoretical foundations, namely, commercial photography, product photography, lighting and composition. The concept used in the creation of this work is using the summer concept. The creation method used is through a preparation process consisting of observation, literature study and interviews as well as design, namely a storyboard and finally embodiment. There are 20 works created in this final project which have the titles Boho Bracelet, Joy Neklace, Harmony of Rings and Natural Textures, Sand Beads, Ceria Necklace, Three Rings, Shell Bracelet, Sell Tie Braclece, Treasure Of the Sea, Sea Jewels, Mystic eye Breaclet, Crystals Bracelet, Cottagecore Necklace, Shoes Charm, Fir Bracelet, Sholace Charm, Wave Ribbon, Rona Ribbon, Ribbon Backrest.
EKSOTIKA BUAH BUAHAN TROPIS INDONESIA DALAM FOTOGRAFI FINE ART adri, abdul kadir jaelani; Kurniadi, Benny; Saputra, Nefri Anra
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.4628

Abstract

ABSTRAKEKSOTIKA BUAH BUAHAN TROPIS adalah jenis buah-buahan yang berasal dari daerah tropis yang memiliki iklim panas dan tropis namun tidak dapat tumbuh baik pada suhu yang dingin. Contoh buah tropis adalah: Nanas, Papaya, Duku, Sawo, Salak, Durian, Melon, Mangga, Nangka, Pisang, Matoa, Markisa, Manggis, Alpukat, Semangka, Lengkeng, Belimbing, Jambu Biji, Buah Naga, Jeruk Bali, Jeruk Keprok. Berdasarkan hal ini, muncul ide gagasan untuk menciptakan karya fotografi fine art tentang eksotika buah buahan tropis Indonesia yang dikemas dengan teknik anaglyph. Anaglyph adalah teknik yang manggabungkan dua gambar yang berwarna yang diatas satu sama lain untuk menghasilkan gambar 3D (anaglyph). Informasi yang dikumpulkan berdasarkan observasi akan ditampilkan secara visual dengan medium fotografi dan menggunakan buah-buahan tropis sebagai objek, serta penambahan media streoskopik/kacamata anaglif yang dicapai mengodekan citra masing-masing mata menggunakan filter warna yang berbeda (biasanya berwalanan kromatis), seperti merah dan cyan. Citra anaglif/3D berisi dua citra berwarna yang difilter secara berbeda, dan satu untuk masing-masing mata. Ketika melihat dengan “kacamata anaglif” yang “berkode warna” masing-masing kedua citra tersebut mencapai mata yang dijtuju, sehingga memperlihatkan kedalam perspektif yang berbeda atau tiga dimensi. Penciptaan ini menghasilkan 20 karya fotografi  yang menampilkan visual dari perkembangan foto tiga dimensi yaitu anaglyph, yang memperilihatkan bagian luar buah dan bagian dalam buah yang dikemas dengan anaglyph. Kata kunci: Fotografi Fine Art, Eksotika, Buah-Buahan, Tropis, Indonesia, Anaglyph
XIII Koto Kampar dalam Fotografi Perjalanan Ramadhan, Danu; Rahmat, Aziz Fauzi
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.6251

Abstract

Artikel ilmiah berjudul “XIII Koto Kampar dalam Fotografi Perjalanan” menyajikan eksplorasi visual terhadap potensi alam, tradisi, dan kuliner di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Karya ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan pengkarya terhadap kekayaan lokal yang memiliki nilai estetika dan budaya tinggi, namun masih belum terekspos secara optimal melalui media visual. Pendekatan fotografi perjalanan diterapkan dengan memadukan aliran landscape, human interest, arsitektur, dan food photography untuk membangun narasi visual yang utuh dan informatif. Setiap aliran fotografi dimanfaatkan untuk merepresentasikan karakter wilayah, mulai dari keindahan lanskap alam, aktivitas masyarakat, arsitektur bernilai sejarah, hingga kuliner khas sebagai identitas daerah. Proses penciptaan karya dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan konsep, eksplorasi lapangan, pemotretan, seleksi karya, pengeditan, dan penyajian akhir dalam bentuk pameran fotografi. Karya ini diharapkan dapat berfungsi sebagai media promosi pariwisata lokal sekaligus sarana pengembangan kemampuan teknis pengkarya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya dan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.
Dampak Pengguna Pinjol Dalam Fotografi Ekspresi Yusuf, Rahma Danil; Emas, Cindi Adelia Putri
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.6283

Abstract

Penciptaan karya artikel ilmiah yang berjudul “dampak pengguna pinjol dalam fotografi ekspresi” bertujuan untuk menghadirkan visual foto tentang remaja laki-laki. Artikel ilmiah ini berangkat dari pengalaman pribadi pengkarya sebagai korban pinjol, serta keresahan terhadap dampak psikologi yang ditimbulkan. Melalui karya fotografi ekspresi pengkarya menyampaikan ketakutan, pengalaman, dan pesan mendalam mengenai dampak-dampak negative dan positif pada karya-karya yang diciptakan diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang dampak pinjol. Metode penciptaan karya meliputi observasi, wawancara, studi literatur, serta pendekatan teori semiotika Charles Sanders Peirce sebagai landasan dalam merumuskan makna tanda visual pada karya. Proses penciptaan dilakukan menggunakan model remaja laki-laki dengan objek pendukung seperti smartphone, cermin, rantai, dan elemen simbolik lainnya. Hasil karya menampilkan berbagai tindakan, dampak pinjol seperti ketakutan, stress, hingga gangguan kesehatan mental. Pencahayaan yang terarah, karya ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baru kepada audiens, menyuarakan pengalaman korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pinjaman online di zaman sekarang ini.Kata kunci: Dampak pinjol, Fotografi Ekspresi, Semiotika.
RETRIEVAL TIGA BENUA DALAM PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI SENI Muis, Muhammad Ul Haq; Emas, Cindi Adelia Putri
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.6267

Abstract

Artikel ilmiah ini berjudul Retrieval Tiga Benua dalam Penciptaan Karya Fotografi Seni, yang berangkat dari pengalaman personal pengkarya yang tumbuh dan berpindah dalam tiga keluarga berbeda, dianalogikan sebagai tiga benua: Asia, Afrika, dan Amerika. Setiap benua merepresentasikan fase kehidupan, pola pengasuhan, serta ingatan emosional yang membentuk identitas pengkarya. Alur cerita karya disusun sebagai perjalanan ingatan yang menghadirkan pengalaman kehilangan, pencarian jati diri, harapan, hingga penerimaan terhadap takdir hidup. Pendekatan semiotika Roland Barthes digunakan untuk membaca dan membangun makna visual melalui tanda-tanda denotatif dan konotatif, baik pada objek utama maupun elemen pendukung seperti benang, cat, warna, dan material non-fotografis lainnya. Tujuan penciptaan ini adalah menerjemahkan fragmen ingatan personal ke dalam bahasa visual fotografi seni yang reflektif serta membuka ruang dialog emosional antara karya dan audiens. Metode penciptaan meliputi studi literatur, wawancara, elaborasi ide, sintesis konsep, perancangan visual, eksplorasi media, hingga perwujudan karya dengan teknik fotografi seni, reprofoto, digital imaging, dan mixed media. Hasil penciptaan berupa karya fotografi seni yang merepresentasikan perjalanan hidup pengkarya secara simbolik, personal, dan komunikatif, serta berfungsi sebagai medium ekspresi artistik dan refleksi psikologis atas makna ingatan, identitas, dan keluarga
Keselarasan dan Kekacauan Tata Ruang Kota Padang Dalam Street Photography Saputra, Aldy; Richardvans, Richardvans
Matalensa: Journal of Photography and Media Vol 6, No 1 (2026): Matalensa: Journal Of Photography and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/matalensa.v6i1.6250

Abstract

Perkembangan Kota Padang sebagai ruang urban menunjukkan dinamika tata ruang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, intensitas mobilitas, dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut melahirkan dua realitas ruang yang berjalan secara bersamaan, yaitu keselarasan ruang yang berfungsi sesuai peruntukannya dan kekacauan ruang akibat penyimpangan fungsi serta kurangnya pengendalian tata kota. Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk merepresentasikan fenomena tersebut melalui medium fotografi dengan pendekatan street fotografi sebagai bentuk praktik artistik berbasis realitas sosial. Metode penciptaan karya yang digunakan adalah metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time) yang memungkinkan fotografer mengamati dan merekam ruang kota secara sistematis, kontekstual, dan berlapis.Subjek visual dalam karya meliputi ruang publik, infrastruktur transportasi, kawasan pemukiman, serta ruang perlintasan yang memperlihatkan keteraturan maupun disfungsi tata ruang. Karya yang dihasilkan menampilkan relasi antara manusia dan ruang kota yang tercermin melalui komposisi visual, ritme aktivitas, serta elemen lingkungan yang saling berkontradiksi. Penciptaan karya fotografi ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai wacana visual kritis terhadap praktik tata ruang perkotaan, sekaligus memperkuat peran fotografi sebagai media refleksi, dokumentasi, dan kritik sosial.