cover
Contact Name
Mira Lestira Hariani
Contact Email
mira.hariani0103@gmail.com
Phone
+6287718070807
Journal Mail Official
tekniksipil.jki@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati Jln. Pemuda No. 32, Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan
ISSN : 28283759     EISSN : 2828156X     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/jki.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur (JKI) merupakan kelanjutan dari Jurnal Konstruksi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon, Indonesia dengan p-issn 2085-8744. Tujuan penerbitan Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur (JKI) adalah: (1) untuk menjadi wadah publikasi artikel ilmiah nasional di bidang teknik sipil serta (2) menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian civitas akademika di bidang teknik sipil ke level nasional. Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur (JKI) mengakomodasi pemaparan informasi ilmiah dalam bentuk artikel penelitian, artikel teknis, artikel konseptual, ataupun artikel laporan studi kasus yang sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal ini. Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur (JKI) menerbitkan dua edisi per-tahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur (JKI) memuat artikel terkait: ilmu rekayasa struktur dan material, ilmu pondasi dan tanah pendukung, ilmu rekayasa hydro dan bangunan air, ilmu rekayasa transportasi dan perancangan jalan, ilmu manajemen konstruksi, serta ilmu pengukuran dan pemetaan.
Articles 232 Documents
Analisis Hidrologi Bendung Cibogo Kabupaten Kuningan Fahmi Arif Rahman; Saihul Anwar
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3800

Abstract

ABSTRAKDaerah tangkapan air Bendung Cibogo mempunyai luas 33,16 km2, panjang sungai 15 km dengan kemiringan rata-rata sungai sebesar 0,04513 dan curah hujan tahunan di lokasi bervariasi antara 3000 mm – 1100 mm.Berdasarkan analisis bahwa kebutuhan air di Desa Cimara sebesar 1.03 m3/dtk, ketersediaan air sebesar 1.18 m3/dtk dengan surplus air sebesar 0.15 m3/dtk sedangkan di Desa Sukarapih kebutuhan air irigasi sebesar 2.06 m3/dtk, ketersediaan air sebesar 2.08 m3/dtk dengan dengan surplus air sebesar 0.02 m3/dtk. Peranan saluran irigasi membantu dalam memenuhi kebutuhan air untuk tanaman padi maupun kebutuhan air untuk petak sawah di Daerah Irigasi Cijangkelok Kabupaten Kuningan. Hal ini terbukti dengan adanya saluran irigasi sehingga kebutuhan air untuk tanaman padi tercukupi dengan baik.Jadi peranan saluran irigasi sangat membantu dalam mencukupi kebutuhan air bagi tanaman padi. Sehingga Bendung Cibogo sangat membantu dalam pengelolaan dan penyediaan air ke saluran yang ada di Daerah Irigasi Cijangkelok Kabupaten Kuningan.Kata Kunci     :  Daerah Aliran Sungai, Saluran Irigasi, Analisi Hidrologi  ABSTRACTThe catchment area has a wide weir Cibogo 33.16 km2, the river 15 km long with an average slope of the river at 0.04513 and the annual rainfall at the site varies between 3000 mm - 1100 mm.Based on the analysis that the water needs in the village Cimara at 1:03 m3 / sec, the availability of water at 1:18 m3 / sec with a surplus of water 0.15 m3 / sec, while in the village Sukarapih irrigation needs of 2:06 m3 / sec, the availability of water at 2:08 m3 / sec with with the surplus water of 0:02 m3 / sec. The role of irrigation channels assist in meeting water requirements for rice and water requirements for rice fields in irrigation area Cijangkelok District Brass. This is proven by the irrigation channels so that the water requirements for rice crops properly fulfilled.So the role of irrigation channels are very helpful in sufficient water for the rice plant. Cibogo weir so very helpful in the management and provision of water to the channels of the irrigation area Cijangkelok Kuningan District.Keywords         : Watershed , Irrigation , Hydrology Analysis
Analisis Hidrologi Bendung Salamdarma Kabupaten Indramayu Firdan Agustiarsyah; Saihul Anwar
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3801

Abstract

ABSTRAKBendung mempunyai fungsi untuk mendukung produktifitas lahan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang diwujukan dengan mempertahankan keberlanjutan system irigasi melalui kegiatan pengelolaan system irigasi yang efektif dan efisien.Bendung Salamdarma dibangun pada jaman belanda pada tahun 1923 berlokasi. Desa Bugis Tua Kec. Anjatan di Kabupaten Indramayu. Analisis ini bertujuan untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi dari kinerja daerah Bendung Salamdarma dengan cara menganalisis debit dari Bendung Salamdarma, menganalisis pola tanam Bendung Salamdarma, Berdasarkan analisis Dari hasilanalisis rata – rata curah hujan efektif ½ bulanan didapat hasil terbesar pada bulan Januari II yaitu = 326260000  m3. Dan dari grafik debit bisa disimpulkan bahwa debit setiap tahunnya mengalami perbedaan, oleh karna itu bendung salamdarma sangat berperan untuk mengatur secara optimal bagi kebutuhan masyarakat kabupaten Indramayu.Kata Kunci      : Analisis, Hidrologi, Debit dan Pola tanam ABSTRACTBarricade has a function to support agricultural productivity in order to increase agricultural production, food security, and welfare of the people, especially farmers who diwujukan to maintain the sustainability of the irrigation system through the irrigation system management activities are effective and efficient.Salamdarma weir was built in the days of the Dutch in 1923 located. Old Bugis Village district. Anjatan in Indramayu. This analysis is intended to serve as a reference for the evaluation of regional performance weir Salamdarma by analyzing the discharge of the weir Salamdarma, analyzing cropping patterns weir Salamdarma,Based on the analysis From hasilanalisis average - average monthly effective rainfall ½ The results obtained in January II ie = 326260000 m3. And discharge of the graph can be concluded that the discharge annually experience a difference, by the weir salamdarma because it was instrumental to adjust optimally to the needs of society Indramayu.Keywords         : Analysis, Hydrology, Debit and cropping patterns
Analisis Pengembangan Pasar Celancang Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon Jepry Jepry; Saihul Anwar
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3802

Abstract

ABSTRAK Pasar Celancang merupakan Pasar Tradisional yang berada di Desa Purwawinangun Kecamatan Suranenggala. Kondisi Pasar Celancang saat ini Kurang tertata dengan baik, mulai dari area dalam pasar  yang kumuh, area parkir yang belum mampu menampung kendaraan yang datang dan area bongkar muat yang menggunakan badan jalan, serta pedagang yang masih menggunakan area jalan.Dari permasalahan diatas sehingga diperlukan suatu penelitian untuk mencari solusinya, tahap pertama untuk solusi masalah eksisting pasar ialah penentuan strategi pengembangan pasar dengan analisis Strenght Weakness Opportunities Threats (SWOT), tahapan kedua untuk analisis jumlah pedagang pasar dilakukan dengan cara proyeksi jumlah pedagang tahun 2020. serta dilakukannya perencanaan gedung baru berupa bangunan 2 (dua) lantai yang didesain dengan Autocad dan SketchUp serta dihitung dengan hitungan manual yang berdasarkan SNI 2013 dan aplikasi ETABS sebagai perbandingan. Untuk masalah perparkiran disediakan area bongkar muat, parkir mobil dan motor.Hasil penelitiannya yaitu mengembangkan bangunan Pasar Celancang dengan memanfaatkan lahan yang ada. Untuk bangunan utama pasar dibuat secara vertikal 2 lantai beserta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya Kata Kunci        : Pengembangan Pasar Tradisional, Analisis SWOT, Analisis Struktur. ABSTRACT Celancang market is a traditional market in the village of the District Purwawinangun Suranenggala. Market Conditions Celancang currently less well ordered, ranging from slum area in the market, a parking area that has not been able to accommodate the vehicles coming and loading area who use the road, and traders are still using the road area.From the above problems so we need a research to find a solution, the first step to the solution of the existing problems is determining the market with a market development strategy analysis Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT), the second stage of the analysis of the number of market traders conducted by the projected number of merchants in 2020. and does the planning of new buildings such as building two (2) floors are designed with AutoCAD and SketchUp and calculated with manual count is based on ISO 2013 and ETABS application for comparison. For reserved parking problems loading area, parked cars and motorcycles.The results of his research is to develop Celancang Market building by utilizing the existing land. For the main building market made vertically 2 storeys and other supporting facilities Keywords    : Development of Traditional Markets, SWOT Analysis, Analysis  Structure.
Model Penanggulangan Banjir Sungai (Studi Kasus Sungai Pekik di Kabupaten Cirebon) Mohamad Azhari; Saihul Anwar
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3803

Abstract

ABSTRAKFenomena banjir telah menjadi permasalahan yang urgen untuk di tangani di Indonesia. Terutama karena kecenderungan terjadi peningkatan intensitas hujan yang menyebabkan bencana banjir. Di daerah dataran rendah Cirebon bagian barat terdapat suatu daerah yang selalu menjadi langganan banjir tahunan yang terletak di daerah aliran Sungai Pekik bagian hilir.Tujuan dari penelitian ini adalah Menghitung debit maksimum dan curah hujan maksimum pada sungai yang menyebabkan debit banjir pada bagian hilir sungai Pekik, Menganalisis data serta merencanakan alternatif pemecahan masalah banjir di sungai Pekik. Dari  hasil  penelitian  dapat  disimpulkan  dengankapasitas sungai yang didapat yaitu Q = 179,28 m3/dt   dan   Q25  = 227,51m3/dt   maka dapat disimpulkan bahwa Sungai Pekik tidak dapat menampung dan berpotensi banjir, daya tampung hujan dapat ditampung oleh pembuatan tanggul setinggi 0,93 meter dan untuk tinggi jagaan atau Free Board 1 meter sehingga total tinggi tanggul adalah 1,93 meter.Kata Kunci    : bencana Banjir; kapasitas sungai; daya tampung air hujan ABSTRACTThe phenomenon of flooding have become urgent issues to be addressed in Indonesia. Mainly because of the tendency of an increase in the intensity of the rain that caused the flood. In the lowlands Cirebon western part there is an area that has always subscribed to the annual flood which is located in River basin downstream scream.The purpose of this study was to Calculate the maximum discharge and maximum rainfall in the river caused the flood discharge at downstream section of the river scream, analyze the data and to plan alternative solutions to problems of flooding in the river Pekik. From the research results can be concluded with a capacity of river obtained is Q = 179.28 m3 / sec and Q25 = 227,51m3 / dt it can be concluded that the river can not accommodate scream and potentially flooding, rain capacity can be accommodated by the manufacture embankment 0 , 93 meters high and for surveillance or Free Board 1 meter so that the total embankment is 1.93 meters high.Keyword          :  flood disaster, capacity of the water, capacity rainwater
Perencanaan Underpass Untuk Mengatasi Konflik di Jalan Pemuda – Jalan Terusan Pemuda Kota Cirebon Panangian Situmorang; Saihul Anwar
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3804

Abstract

ABSTRAK Perencanaan ini menggunakan 2 Duble box culvert dengan panjang lengkung vertikal 109,1 m dan kelandaian yang digunakan 8%. Struktur box culvert dipakai dengan tebal plat lantai atap 900 mm, tebal dinding 500 mm, dan tebal plat pondasi 1000 mm. Bahan struktur yang digunakan adalah untuk plat lantai atap dan plat dinding menggunakan mutu beton fc’ = 55 MPa, untuk plat pondasi menggunakan mutu beton fc’ = 55 MPa, dan mutu baja yang digunakan adalah fy = 400 MPa. Dalam skripsi ini, untuk analisis struktur menggunakan software sap2000 agar mendapatkan hasil perhitungan momen ultimit untuk mendapatkan tulangan yang digunakan. Pada plat lantai atap menggunakan tulangan lapangan 2D36-100 dan tulangan tumpuan 2D40-90, plat dinding menggunakan tulangan lapangan D16-100 dan tulangan tumpuan D19-120, dan plat pondasi menggunakan tulangan 2D40-140. Setelah menghitung struktur box culvert perencanaan underpass juga harus memperhatikan drainase. Perencanaan drainase menggunakan 2 pompa, dengan panjang saluran drainase109,1 m, lebar saluran  16 m, tinggi saluran 6 m, dan tinggi jagaan 9 m.Drainase juga menggunakan sistem penampungan air dibawah plat pondasi dengan dimensi kolam 3 x 3 x 1,2 m. Dinding penahan tanah dibagi dalam 2 bidang, bidang 1 dan bidang 2 dengan tinggi 8,1 m dan lebar 7 m. Penulangan di bidang 1 menggunakan tulangan utama D25-120 dan tulangan sengkang D19-130, untuk bidang 2 menggunakan tulangan utama D25-100 dan tulangan sengkang D16-100. Kata Kunci       : Underpass, Box Culvert, Penulangan, Drainase, Dinding Penahan Tanah  ABSTRACT Using a Duble box culvert underpasses with a length of 10.5 m, width 16  m, and a height of 6.9 m. Planning uses 2 Duble box culvert with a long curved vertical 109,1 m and gradient used 8%. Box culvert structure worn with thick top plate of 900 mm, wall thickness of 500 mm, and thick foundation plate 1000 mm. Materials structure is used for top plate and wall plate using concrete quality fc' = 55  MPa, for the quality of the concrete foundation plate using fc' = 55 MPa, and the quality of steel used is fy = 400 MPa. In the thesis, for analysis of structures using sap2000 software in order to get the results of calculation of ultimate moment to get reinforcement is used. On the top plate using reinforcement field 2D36-100 and reinforcement object 2D40-90, wall plate using reinforcement of field D16-100 and reinforcement object D19-120, and the Foundation plate uses reinforcement 2D40-140. After calculating the structure of box culvert underpasses planning should also pay attention to drainage. Drainage using 2 pumps, drainage channels with a length of 109,1 m, the width of the channel is 16  m, channel height is 6  m and height protection of 9  m. Drainage system also using the shelter some water under the foundation plate with dimensions of the pool 3 x 3 x 1.2 m. Retaining wall is divided in 2 fields, field 1 and field 2 with a height of 8.1 m wide and 7 m for the reinforcement in the areas of 1 using main reinforcement D25-120 and support reinforcement for D19-130 , for the field of 2 using main reinforcement D25-100 and support reinforcement for D16-100. Keywords         : Underpasses, Box Culvert, Reinforcement, Drainage, Retaining Wall
Pengembangan Pasar Dan Terminal Cikijing Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka Ryan Ryan; Sumarman Sumarman
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3805

Abstract

ABSTRAKPasar dan Terminal Cikijing terletak bersebelahan yang menyebabkan kedua sarana tersebut sangat ramai pengunjung dan berpotensi menyebabkan kemacetan. Kondisi Pasar Cikijing yang tidak tertata menyebabkan meluapnya aktivitas pasar ke area sekitar pasar dan terminal. Kurangnya fasilitas parkir menyebabkan sebagian pengunjung pasar memarkirkan kendaraan di bahu jalan dan di area terminal. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan sistem perparkiran di Terminal Cikijing tidak tertata dan sering kali menghambat lalu lintas sekitar pasar dan terminal. Penelitian ini menganalisis kondisi eksisting, aktifitas, dan perparkiran di Terminal Cikijing maupun Pasar Cikijing. Hasil analisis digunakan untuk merencanakan konsep pengembangan Pasar dan Terminal Cikijing.Pasar dan Terminal Cikijing dapat dikembangkan dengan tidak memperluas lahannya, area terminal seluas 1944 m2 dan area pasar seluas 11681 m2 dari kondisi eksisting. Terminal Cikijing memiliki lahan seluas 2466 m2, dan fasilitas penunjang lainnya. Pasar Cikijing dikembangkan menjadi 2 (dua) lantai dengan daya tampung 147 kios, 917 los dan 221 kaki lima dan sebanyak 47 unit diubah menjadi kios. Hasil perhitungan struktur beton dari desain Pasar Cikijing sudah memenuhi persyaratan SNI 03-2847-2013 Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung.Kata Kunci    : Pengembangan, Pasar, Terminal  ABSTRACTMarket and Terminal located adjacent Cikijing that caused both of these facilities are very crowded and potentially causing congestion . Market Conditions Cikijing Badly cause overflow of market activity to the area around the market and terminal . Lack of parking facilities causing some market visitors park their vehicles on the shoulder of the road and in the terminal area . The impact of these conditions led to the parking system in Terminal Cikijing disorganized and often impede traffic around the market and Terminal. This study analyzed the existing conditions , activities , and parking in the Terminal and Market Cikijing. The results of the analysis are used to plan the development of the concept Terminal Market and Cikijing .Cikijing Terminal Market and can be developed by not expanding the land, an area covering an area of 1944 m2 terminal and market area covering an area of 11681 m2 of existing conditions . Cikijing terminal has an area of 2466 m2 , and other supporting facilities . Cikijing market developed into two (2 ) floors with a capacity of 147 stalls , 917 stalls and 221 foot -five and as many as 47 units converted into stalls. The result of the calculation of the concrete structure design Cikijing market already meet the requirements of SNI 03-2847-2013 Requirements for Structural Concrete Building.Keywords        : Development, Market, Terminal
Analisis Kinerja Sistem Daerah Irigasi Bendung Karet Winong Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Whisnu Wardana; Nurdiyanto Nurdiyanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3806

Abstract

ABSTRAKIrigasi mempunyai fungsi untuk mendukung produktifitas lahan pertanian dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang diwujukan dengan mempertahankan keberlanjutan sistem irigasi melalui kegiatan pengelolaan sistem irigasi yang efektif dan efisien.Pengelolaan sistem irigasi bertujuan untuk mewujudkan pemanfaatan air dalam bidang pertanian, yang diselenggarakan secara partisipatif, terpadu, berwawasan lingkungan, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengelolaan sistem irigasi secara transparan dan akuntabel mengandung pengertian bahwa pengelolaan sistem irigasi dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan pengelolaan sistem irigasi yang berkeadilan mengandung pengertian bahwa pengelolaan sistem irigasi dilakukan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan masyarakat pemakai air irigasi dari bagian hulu, tengah sampai ke hilir.Berdasarkan data eksisting, areal layanan D.I. Bendung Karet Winong  adalah 1000 Ha. Tetapi karena adanya alih fungsi lahan dan adanya pengembangan areal, maka terdapat luasan areal yang berkurang dan tentunya penambahan areal sawah. Bendung Karet Winong mempunyai 1 saluran induk dan 4 saluran bagi sekunder.Kata Kunci     : Analisis, Kebutuhan Air Irigasi, Debit dan AknopABSTRACTIrrigation has a function to support the productivity of agricultural land in order to increase agricultural production, food security, and welfare of the people, especially farmers are realized by maintaining the sustainability of the irrigation system through effective management of irrigation systems and efficient.Irrigation system aims to realize the use of water in agriculture, which was held in a participatory, integrated, environmentally sound, transparent, accountable and equitable. Management of irrigation systems in a transparent and accountable implies that the management of irrigation systems be open and accountable. While the management of irrigation systems are equitable implies that the management of irrigation systems is done in proportion to the needs of the users of irrigation water from the upstream, midstream and downstream.Based on existing data, D.I.Bendung Karet Winong service area is 1000 hectares. But due to land conversion and the development of the area, so there is a reduced areal extents and of course the addition of rice acreage. Bendung Karet Winong weir has two trunks and five secondary channels.Keywords         : Analysis, Irrigation Water Requirement, Debit and Aknop
Analisis Manajemen Proyek Pembangunan Kantor PT. Prima Multi Usaha Indonesia Yudi Sutomo; Saihul Anwar; Arief Firmanto
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i4.3807

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang perkembangan dan kemajuan semua bidang di kota Cirebon, baik itu dari segi Bidang Pendidikan, Ekonomi, Budaya, Pariwisata, dan Telekomunikasi. Sehingga dalam Pembangunan Gedung  harus ada pengeloaan yang baik dalam proses pelaksaaan pembangunannya, seperti manajemen Proyek Pembangunan gedung.Manajemen proyek adalah ilmu  yang berkaitan dengan memimpin dan kengkoordinir sumber daya yang terdiri dari manusia dan material dengan menggunakan tehnik pengelolaan yang modern untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, yaitu lingkup, mutu, jadwal, dan biaya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan menekankan pada data sekunder, Analisa Perhitungan Volume, Analisa Metode Pekerjaan, Analisa Alat Pekerjaan, Analisa Bahan, Metode Bar Chart, S Curve dan Critical Path Method / Cpm.Kesimpulan dari hasil Analisis Manajemen Proyek Pembangunan Kantor PT. Prima Multi Usaha Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu cara yang efisien dan terarah untuk mencapai tujuan dalam Pembangunan Gedung di Kota Cirebon yang sedang mengalami perkembangan yg cukup pesat.    Kata kunci       : Bangunan Gedung,Kota Cirebon,Manajemen Proyek, Metode Bar Chart, S Curve dan Critical Path Method / Cpm,Efisien.ABSTRACTThe building has a very important role in supporting the development and progress of all areas in the city of Cirebon, both in terms of Education, Economy, Culture, Tourism, and Telecommunications. Thus, in the Building should be a good pengeloaan in the implementing process of development, such as building construction project management.Project management is the science related to lead and coordinate the resources that consists of human and material using management techniques, modern to achieve predetermined objectives, the scope, quality, schedule, and cost.The method used in this research is using quantitative methods with emphasis on secondary data, Calculation of Volume Analysis, Analysis Work Methods, Analysis Tool Works, Materials Analysis, Methods Bar Chart, S Curve and the Critical Path Method / Cpm.Conclusions from the Analysis of Construction Project Management Office PT. Prima Multi Usaha Indonesia is expected to be one of the efficient and targeted manner to achieve the objectives in the City Building in Cirebon that is experiencing growth is relatively rapid.Keywords         : Building, Cirebon, Project Management, Methods Bar Chart, S Curve and the Critical Path Method / Cpm, Efficient.
ANALISIS MANAJEMEN PROYEK PELAKSANAAN REHABILITASI BENDUNG CIBOGO SUNGAI CIJANGKELOK Kiki Hardian Nurcahya; Sulistijo Edhy Purnomo
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3808

Abstract

ABSTRAKManajemen Proyek  adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi  suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirnya proyek untuk menjamin pelaksanaan proyek secara tepat waktu, biaya, dan mutu. Pemilihan metode penjadwalan pada proyek juga merupakan salah satu kebijakan yang sangat diperhatikan agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan rencana awal.Skripsi ini secara khusus memaparkan tentang kondisi manajemen pelaksanaan pekerjaan dan analisis biaya akhir pada rehabilitasi bendung cibogo sungai cijangkelok, namun pada pelaksanaan pekerjaan dilapangan terjadi keterlambatan pekerjaan pada minggu ke-24 s.d 28.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis) untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu, sedangkan metode CPM (Critical Path Method) sebagai tindakan koreksi untuk menganalisis jaringan kerja untuk mengetahui jaringan kerja pada saat pelaksanaan pekerjaan, dan membuat ulang jaringan kerja agar pelaksanaan proyek menjadi ideal..Hasil analisis Metode Nilai Hasil menunjukan pada progress minggu ke-24, nilai hasil SPI adalah 0.8976 (<1) menunjukan kinerja proyek tidak sesuai dengan yang diharapkan (mengalami keterlambatan) dan nilai CPI adalah 1 (=1) menunjukan biaya yang dikeluarkan sama dengan yang dianggarkan. Sedangkan pada  minggu ke-30, nilai SPI adalah 1.0026 (>) yang berarti kinerja proyek mengalami percepatan. Perkiraan biaya akhir yang didapat pada analisis minggu ke-30 sebesar Rp. 7,939,763,000.00- dan waktu penyelesaian proyek selama 200 hari. Hasil analisis CPM menunjukan penyelesaian proyek bisa lebih cepat dan biaya pelaksanaan lebih kecil jika pelaksanaan proyek dilaksanakan secara langsung.Kata Kunci : Keterlambatan, Kinerja Biaya dan Waktu, Earned Value Analysis, Critical Path Method.ABSTRACTProject management is all the planning, execution, control and coordination of a project from the beginning (the idea) to the end of the project to ensure the timely implementation of the project, cost, and quality. The selection of methods of scheduling on the project is also one of the very policy attention in order to get results that correspond to the initial plans.This thesis is specifically explained about the conditions of work execution management and the final cost analysis on dam rehabilitation Cibogo cijangkelok river, but the execution of work in the field there is a delay work at week 24 s.d 28.The method used in this research is the method of Value Yield (Earned Value Analysis) to analyze the performance costs and time, while the method of CPM (Critical Path Method) as a prompt corrective action to analyze the network to determine the network at the time of execution of the work, and re-create the network work for the implementation of the project to be ideal..The results of the analysis method Value Results show the progress week 24, the value of the SPI is 0.8976 (<1) shows the performance of the project is not in accordance with the expected (delayed) and the CPI is 1 (= 1) indicates the cost is equal to the budgeted. While in the 30th week, the SPI value is 1.0026 (>) which means to accelerate project performance. Estimates of the final cost is obtained on the analysis of the 30th week of Rp. 7,939,763,000.00- and project completion time for 200 days. CPM analysis results indicate completion of the project can be faster and lower implementation costs if the project is held directly.Keywords : Delays , Cost and Time Performance , Earned Value Analysis , Critical Path Method
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BENDUNG WALAHAR KABUPATEN CIREBON Pratiwi Pratiwi; Hadi Sudarsono
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v5i5.3809

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan fungsi jaringan irigasi yang dapat berfungsi, mengetahui intensitas tanam (IT), keadaan debit, dan kinerja kelembagaan pengelolaan daerah irigasi Walahar.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif-induktif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Jenis data dibedakan menjadi dua yaitu, data primer dan data sekunder.Penelitian ini dilakukan di daerah irigasi Walahar Desa Walahar Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon. Berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi diketahui bahwa kondisi dan fungsi jaringan irigasi dari tahun 2006 sampai 2015 mengalami kerusakan dengan prosentasi Saluran Irigasi 91,749% dan Bangunan 50,84%. Intensitas Tanam (IT) dari tahun 2006-2015 rata-rata adalah 243,45%. Debit tersedia (1.428 l/detik), debit andalan (1.233 l/detik) lebih kecil dari debit kebutuhan (1.419 l/detik). Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondisi dan fungsi saluran irigasi ada pada kondisi tidak optimal dengan keadaan rata-rata dibawah 55% (berfungsi kurang baik) sehingga tidak dapat melaksanakan pengaturan air/pelayanan air yang ada. Oleh sebab itu, diperlukan upaya  normalisasi (Peningkatan, Rehabilitasi, Pemeliharaan dan Perawatan) terhadap jaringan irigasi  (Saluran dan bangunan irigasi ).Guna mencapai Intensitas Tanam Maximal (300%) disamping pemenuhan tersediaan debit maka perlu diupayakan inovasi-inovasi / pembaharuan rencana tata tanam dengan pola tata tanam sesuai dengan  kondisi  kemampuan dari Daerah Irigasi Bendung Walahar. Untuk mengatasi kekurangan air perlu adanya koordinasi dengan daerah-daerah tangkapan air yang ada di Bendung Walahar, atau mencari sumber-sumber air permukaan lainya atau air tanah yang bisa di eksploitasi untuk menambah kebutuhan/ kekurangan air irigasi sehingga berdampak pada intensitas tanam meningkat.Kata Kunci :Evaluasi Kinerja, Irigasi, Intensitas Tanam, dan Debit . ABSTRACTThis research aims to know about the condition and function of irrigation network that can be used, to know about cropping intensity (IT), the state of discharge, and institutional performance management Walahar irrigation area. The method used is qualitative descriptive-inductive. The data collection is done by observation, interviews, and documentation. This type of data is divided into two, namely, primary data and secondary data. This research was conducted in irrigated areas Walahar Walahar Village Gempol District of Cirebon. Based on the results of Performance Evaluation of Irrigation known that the condition and function of irrigation networks from 2006 to 2015 were damaged by the percentage Irrigation 91.749% and Building 50.84% . Cropping intensity (IT) from 2006-2015 average was 243.45%. Debit provided (1,428 l / sec), debit mainstay (1,233 l / sec) is smaller than the discharge requirements (1,419 l / sec). Based on analysis of these data we can conclude that the performance and function of irrigation channels exist in conditions not optimal with the state average below 55% (to work less well) so it can not carry out regulation of water / water services exist. Therefore, the necessary efforts to normalize (Improvement, Rehabilitation, Care and Maintenance) of the irrigation network (Channel and irrigation).To achieve Planting Maximal intensity (300%) in addition to the fulfillment of the availability of discharge should be pursued innovations / renewal planting layout plan with the pattern of planting in accordance with the conditions of the ability of the Weirs Walahar Irrigation Area. To overcome the shortage of water is need for coordination with the catchment areas in Walahar weir, or find sources of other surface water or groundwater which could be exploited to increase the need / shortage of irrigation water so the impact on increased cropping intensity.Keywords: Performance Evaluation, Irrigation, Cropping Intensity and Debit

Page 7 of 24 | Total Record : 232


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 13 No.2 : Oktober 2025 Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 13 No.1 : April 2025 Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 12 No.2 : Oktober 2024 Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 12 No.1 : April 2024 Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol XI No.2 : Oktober 2023 Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol XI No.1 : April 2023 Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Volume X No 2 : Oktober 2022 Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Volume X No 1 : April 2022 Vol 9 No 2 (2020): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2020) Vol 9 No 1 (2020): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2020) Vol 8 No 3 (2019): JURNAL KONSTRUKSI (SEPTEMBER 2019) Vol 8 No 2 (2019): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2019) Vol 8 No 1 (2019): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2019) Vol 7 No 5 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (SEPTEMBER 2018) Vol 7 No 4 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2018) Vol 7 No 3 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2018) Vol 7 No 2 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2018) Vol 7 No 1 (2018): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2018) Vol 6 No 7 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2017) Vol 6 No 6 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2017) Vol 6 No 5 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2017) Vol 6 No 4 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2017) Vol 6 No 3 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017) Vol 6 No 2 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017) Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017) Vol 5 No 6 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016) Vol 5 No 5 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (AGUSTUS 2016) Vol 5 No 4 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016) Vol 5 No 3 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (APRIL 2016) Vol 5 No 2 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016) Vol 5 No 1 (2016): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2016) Vol 4 No 4 (2015): JURNAL KONSTRUKSI More Issue