cover
Contact Name
Fatimatuz Zuhro
Contact Email
bundafatim@gmail.com
Phone
+6285231961569
Journal Mail Official
biologikonservasibiocons@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Argopuro Jl. Jawa No. 10, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
ISSN : 26203510     EISSN : 26203529     DOI : https://doi.org/10.31537/biocons.v5i1
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi, receiving and publishing article in the form of research (scientific article) in the field of biology and conservation education, also utilization of biological research in learning. Moreover, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and opinion, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. Special emphasize are as follow: Research on Learning Biology and Conservation (Biology Learning Materials at All Education Levels). Pure Research of Biology Developed or Studied to the Sources, Materials, or Instructional Media Biology (Biology Learning Materials at All Education Levels and Application in Society). Curriculum of Biology Education at all Education Levels. Class Action Research (CAR) and Lesson Study in Biology. Other Qualitative Research of Biology Education and Conservation. The School Management and Biology/Science Laboratory Management. Biology Learning Evaluation. Teacher Professional Issues/Trends in Biology Education. Another Study for the Scope of Biology Education and Enviromental Conservation. Research on Environmental Education.
Articles 212 Documents
Estimasi Beban Pencemaran dari Kegiatan Pertanian terhadap Sungai Citarum Segmen Kota Karawang Mustika, Adi
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.2117

Abstract

Sungai Citarum, yang mengalir sepanjang 297 km di Provinsi Jawa Barat, adalah sungai terbesar dan terpanjang di wilayah tersebut. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum meliputi 12 kabupaten/kota dengan luas 6.614 km². Status air Citarum tercemar sedang berdasarkan Indeks Kualitas Air (IKA). Salah satu sumber pencemarannya adalah limbah pertanian, yang dapat mencemari sungai melalui aliran permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi beban pencemaran dari kegiatan pertanian di segmen Citarum Hilir, dengan fokus pada parameter BOD (Biochemical Oxygen Demand), Total Nitrogen (TN), dan Total Phosphorus (TP). Penelitian ini dilakukan di segmen Bendung Walahar-Kota Karawang sepanjang 17,54 km. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menghitung potensi beban pencemaran berdasarkan luas lahan, faktor emisi, dan jumlah musim tanam. Penelitian ini mencakup 14 desa di 5 kecamatan, dengan total luas lahan pertanian yang diteliti mencapai 120,6 km². Berdasarkan perhitungan, potensi beban pencemaran untuk parameter BOD adalah 38,681 kg/hari. Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya BOD termasuk penggunaan pupuk dan pestisida serta sisa tanaman yang terurai. Untuk parameter Total-N, potensi beban pencemaran mencapai 3,439 kg/hari, dengan sumber utama dari penggunaan pupuk nitrogen. Sedangkan untuk Total-P, potensi beban pencemaran adalah 1,719 kg/hari, yang disebabkan oleh penggunaan pupuk fosfor dan penguraian bahan organik dari tanaman. Peningkatan kadar nitrogen dan fosfor dapat menyebabkan eutrofikasi, yang mengurangi oksigen terlarut dan membahayakan ekosistem perairan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti dampak limbah pertanian terhadap kualitas air di Sungai Citarum, yang berpotensi merusak ekosistem akuatik dan mengurangi kemampuan sungai untuk melakukan pemulihan alami (self-purification).
Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka (Citrullus lanatus) sebagai Face Toner Alternatif untuk Menjaga Kelembapan Kulit Wajah Qur'anie, Nayla Syariefah; Afif, Dafan Alifah; Ulum, Moh. Isbtul; Sulfa, Sulfa
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 2 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i2.2118

Abstract

Kulit kering dan dehidrasi menjadi permasalahan umum masyarakat saat ini. Perawatan kulit menggunakan produk bahan kimia sintesis seringkali memberikan efek samping seperti alergi dan iritasi. Hal ini menyebabkan pencarian alternatif produk perawatan kulit alami semakin diminati. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan face toner alternatif dari limbah kulit semangka (Citrullus lanatus) untuk menjaga kelembapan kulit wajah. Kulit semangka (Citrullus lanatus) memiliki potensi sebagai bahan baku produk kosmetik alami dengan kandungan vitamin C dan antioksidan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstraksi dari bahan baku kulit semangka (Citrullus lanatus), jenis daging buah merah tanpa biji. Ekstraksi kulit semangka (Citrullus lanatus) dilakukan dengan mengambil bagian kulit daging buah berwarna putih dan dihancurkan dengan menggunakan blender dalam pelarut air dengan perbandingan 1:1 dari bahan baku serta penyaringan. Penyaringan dilakukan untuk mendapatkan ekstrak kulit semangka (Citrullus lanatus) sebagai bahan uji. Pengujian dilakukan dengan organoletik pada kulit wajah siswi XII MIPA-2 SMA Al-Falah Silo, Jember sebanyak 25 orang yang memiliki variasi jenis kulit normal, kering, dan berminyak selama tiga hari dengan dua kali pemakaian dalam sehari. Instrumen hasil uji menggunakan indikator pada kulit wajah (normal segar, gatal dan reaksi merah pada wajah). Hasil penelitian menunjukkan 92% peserta uji tidak mengalami reaksi gatal dan merah pada kulit wajah. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak limbah kulit semangka (Citrullus lanatus) dapat dijadikan sebagai face toner alternatif untuk melembabkan kulit wajah.
Profil Senyawa Bioaktif dan Potensi Antimikroba Ekstrak Tanaman Jati (Tectona grandis L.F) terhadap Jamur Pityrosporum ovale Diningrat, Diky Setya; Sipayung, Gratia Anggita
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2120

Abstract

Ketombe disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale. Saat ini masyarakat banyak menggunakan tanaman herbal untuk mengatasi ketombe. Tanaman Jati (Tectona grandis L.f) merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Pityrosporum ovale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol daun muda, daun tua, bunga, dan buah jati. Ekstraksi dilakukan dengan metode sokletasi menggunakan pelarut metanol 96%. Data kualitatif identifikasi skrining fitokimia ekstrak daun muda, daun tua, bunga, dan buah jati dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil skrining fitokimia ekstrak metanol daun muda, daun tua, dan bunga, dan buah jati memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antijamur, namun tidak mengandung senyawa saponin, steroid dan terpenoid. Uji aktivitas antijamur keempat sampel dilakukan dengan mengukur zona hambat melalui metode difusi cakram menggunakan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis SPSS menggunakan uji one-way anova. Diameter zona hambat ekstrak metanol daun muda, daun tua, bunga, dan buah jati terhadap Pityrosporum ovale pada konsentrasi 5% berturut-turut adalah 10,25 mm, 8,95 mm, 9,13 mm, dan 9,15 mm; pada konsentrasi 10% berturut-turut adalah 18,49 mm, 12,02 mm, 14,13 mm, dan 13,9 mm; dan pada konsentrasi 15% berturut-turut adalah 23,40 mm, 41,14 mm, 19,89 mm, dan 21,72 mm. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun muda, daun tua, bunga, dan buah jati memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Pityrosporum ovale.
Studi Pemanfaatan Limbah Bunga Pinus sebagai Bahan Briket pada Ekosistem Hutan Pinus di Wisata Seloondo Hati, Cicik Cahaya; Agnafia, Desi Nuzul Agnafia; Cahaya, Hestik Dwi Putri; Kurniawati, Ela
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2124

Abstract

Kawasan wisata hutan pinus Seloondo di Kabupaten Ngawi menghasilkan limbah bunga pinus dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah bunga pinus menjadi produk bernilai guna berupa briket biomassa, serta menganalisis dampak teknis, sosial, dan ekologis dari pemanfaatan limbah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur terhadap masyarakat dan pengelola wisata. Prosedur pembuatan briket meliputi pengumpulan bunga pinus, pengeringan, pembakaran menjadi arang, penghancuran, pencampuran dengan larutan kanji, pencetakan manual, dan pengeringan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket bunga pinus memiliki pembakaran yang stabil, tahan lama, menghasilkan residu dan asap yang minim, serta mudah dibuat dengan alat sederhana. Masyarakat menyambut positif inovasi ini dan menilai briket sebagai peluang usaha rumah tangga berbasis limbah lokal. Temuan ini mendukung hasil penelitian terdahulu seperti Sallolo dan Sampelawang (2017), Gazali dan Tang (2017), serta Hantono (2016), yang menunjukkan bahwa biomassa pinus memiliki nilai kalor dan efisiensi termal tinggi. Oleh karena itu, pengolahan limbah bunga pinus menjadi briket tidak hanya berkontribusi pada penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal dan konservasi kawasan hutan secara berkelanjutan.
Pengembangan Bahan Ajar Sub Konsep Sistem Pencernaan pada Manusia di SMA Berbentuk Majalah Edukasi Elektronik Amalia, Nur; Noorhidayati, Noorhidayati; Hardiansyah, Hardiansyah
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2178

Abstract

Sub konsep sistem pencernaan manusia memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi. bahan ajar yang mudah dimengerti, lebih menarik dan menyenangkan dapat mendukung pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran. Bahan ajar berbasis elektronik merupakan salah satu alternatif yang sesuai untuk membantu saat belajar secara mandiri karena pembelajaran di SMA dilakukan secara daring maupun blended (campuran). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan isi berdasarkan respon guru dan kepraktisan isi berdasarkan respon peserta didik terhadap bahan ajar sub konsep sistem pencernaan manusia di SMA berbentuk majalah edukasi elektronik. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan pelaksanaan sampai tahap pengembangan (Implementation) secara terbatas hanya pada uji kepraktisan isi berdasarkan respon guru. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sub konsep sistem pencernaan manusia di SMA berbentuk majalah edukasi elektronik memperoleh nilai kevalidan oleh ahli media sebesar 4,06 yang tergolong “valid”, nilai kelavalidan oleh ahli materi sebesar 4,65 yang tergolong “sangat valid”, nilai kepraktisan hasil respon guru pada uji respon guru sebesar 4,0 yang tergolong “baik”, nilai kepraktisan isi hasil respon peserta didik pada uji perorangan sebesar 4,3 yang tergolong “baik” , nilai kepraktisan isi hasil respon peserta didik pada uji kelompok kecil sebesar 4,2 yang tergolong baik dan nilai kepraktisan isi hasil respon peserta didik pada uji coba terbatas sebesar 3,82 yang tergolong “baik”. Hal ini menunjukkan bahan ajar tersebut layak digunakan dalam pembelajaran.
Uji Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Etanol Daun Ketul (Bidens pilosa L.) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Alkohol Situmorang, Rany; Silitonga, Melva
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak etanol daun ketul (EEDK) Bidens pilosa L yang diukur berdasarkan berat relatif organ, peradangan, dilatasi sinusoid dan vena sentralis hati tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi alkohol. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing diberi 5 ulangan. K0 diberi CMC 0,5%, K1 diberi alkohol 30% 10 ml/kgbb, P1,P2 dan P3 adalah kelompok tikus yang diberi alkohol 30% sebanyak 10ml/kgbb dan satu jam setelah pemberian alkohol diberi EEDK 250,500 dan 750 mg/kgbb. Alkohol dan EEDK diberikan secara oral menggunakan sonde lambung selama 43 hari. Pada hari ke 44 tikus ditimbang lalu dibedah, organ hati diangkat perlahan kemudian ditimbang berat organnya. Parameter histologi hati dibuat dengan metode HE (Hematoxylin Eosin) yang diamati pada preparat yaitu peradangan, dilatasi sinusoid dan vena sentralis. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEDK memiliki aktivitas hepatoprotektif dengan menurunkan berat relatif organ hati yang induksi alkohol secara tidak signifikan (p?0,05). Pengamatan histopatologi hati menunjukkan adanya peradangan pada semua perlakuan kecuali kontrol negatif serta menurunkan jumlah kerusakan secara signifikan (p?0,05) pada dilatasi sinusoid dan diameter vena sentralis.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes Spp) di Taman Nasional Batang Gadis Lestari, Rizki; Lazuardi, Lazuardi
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2194

Abstract

Taman Nasional Batang Gadis termasuk kawasan hutan lindung dengan berbagai keanekaragaman flora dan fauna yang belum belum sepenuhnya tereksplore dan teridentifikasi, salah satunya adalah kantong semar (Nepenthes spp). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, indeks keanekaragaman dan spesies Nepenthes spp. yang paling mendominasi di Taman Nasional Batang Gadis. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga lokasi sebagai perwakilan setiap seksi di Taman Nasional Batang Gadis menggunakan pemetaan plot berukuran 5m × 5m sebanyak 10 plot dalam 2 transek pada setiap stasiun. Setiap transek terdapat 5 plot yang diletakkan secara zig-zag dengan jarak 5 meter antar plot. Hasil penelitian terdapat 7 jenis Nepenthes spp. di Taman Nasional Batang Gadis, yaitu Nepenthes gymnamphora Nees, Nepethes tobaica x spectabilis, Nepenthes rhombicaulis Sh. Kurata, Nepenthes rafflesiana Jack, Nepenthes tobaica x rhombicaulis, Nepenthes naga, dan Nepenthes tobaica Danser. Keanekaragaman jenis Nepenthes spp. di kawasan tergolong sedang, dengan H’ = 1,259. Stasiun I tergolong rendah, dengan H’ = 0,682, stasiun II tergolong sedang, dengan H’ = 1,042 dan stasiun III tergolong rendah dengan nilai H’ 0. Didominasi oleh Nepenthes gymnamphora dengan indeks dominansi stabil pada stasiun I dan II, dan labil pada stasiun III.  
Pengaruh Model Pembelajaran Probem Based Learning terhadap Hasil dan Aktivitas Belajar IPA Siswa di SMP RK Makmur Medan Sinaga, Angelia Tiolina Bernadetta; Yulinda D., Adriana; Gaol, Lumban
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil dan aktivitas belajar IPA siswa pada materi Pengenalan Sel. Jenis penelitan yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian menggunakan desain pretest-posttest control group. Penelitian ini dilakukan di SMP RK Makmur Medan dengan populasi seluruh siswa kelas VIII yaitu VIII-1 sampai VIII-2 yang setiap kelas terdiri dari 32 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu jumlah populasi dan sampel dalam penelitian sama, yang menjadi kelas kontrol yaitu kelas VIII-2 dan kelas eksperimen yaitu kelas VIII-1. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian pengaruh model PBL terhadap hasil dan aktivitas belajar IPA siswa di SMP RK Makmur Medan berpengaruh signifikan pada hasil belajar kognitif siswa dengan terjadinya peningkatan nilai posttest lebih tinggi di kelas eksperimen dibanding kelas kontrol yaitu 86,71 > 63,69 dengan uji-t yang menunjukkan 0,000 < 0,05, disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Model PBLberpengaruh signifikan terhadap aktivitas siswa dari kategori aktif menjadi sangat aktif, disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.  
Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit pada Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dengan Potensi Antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Siregar, Santa Gracia; Pulungan, Ahmad Shafwan S.
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2196

Abstract

Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) merupakan tanaman yang sering digunakan oleh masyarakat karena dapat mengobati berbagai macam penyakit, di antaranya sebagai antikanker, mengobati gangguan pencernaan, antioksidan hingga berpotensi sebagai antibakteri. Daun sirih merah berpotensi sebagai antibakteri karena adanya kandungan senyawa metabolit sekunder aktif. Pemanfaatan jamur endofit termasuk salah satu mencegah kelangkaan. Jamur endofit mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang sama dengan tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofit pada daun sirih merah dan mengetahui potensi yang dihasilkan jamur endofit sebagai antibakteri. Metode yang digunakan adalah isolasi jamur endofit, pemurnian jamur endofit, karakteristik jamur endofit, serta uji aktivitas antibakteri jamur endofit. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 5 isolat jamur endofit dan masing-masing isolat memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escheria Coli dan Stapyhloccocus aureus ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Diameter zona hambat yang terbentuk pada bakteri Escherichia coli yang paling besar yaitu isolat JSM 4 dengan diameter zona hambat 18,9 mm dan yang paling kecil yaitu isolat JSM 2 dengan diameter zona hambat 10,8, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus yang paling besar isolat JSM 5 dengan diameter zona hambat 24,9 mm dan yang paling kecil yaitu isolat JSM 2 dengan diameter zona hambat 10,8 mm.
Analisis Vegetasi Pohon Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelli) di Resort Cinta Raja, Taman Nasional Gunung Leuser, Provinsi Sumatera Utara Banjarnahor, Freentika Agnesia; Sidabutar, Hudson
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis Pohon Pakan, Nilai Kerapatan, Frekuensi, Dominansi, Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman di hutan primer Resort Cinta Raja TNGL pada 20 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Belt transect. Pengambilan data dan pengamatan dilakukan dengan menjelajahi hutan sepanjang transek dengan kuadran 20 m × 20 m sebanyak 5 belt transect dimana setiap transek memiliki jarak 250 m dan diambil data pohon pakan orangutan yang merupakan pohon inti yaitu yang memiliki diameter ? 20 cm. Hasil yang diperoleh setelah penelitian yang dilakukan di ke 5 transek tersebut adalah terdapat 98 individu, 21 spesies dari 15 famili pohon yang merupakan pakan orangutan. Diketahui bahwa pohon pakan orangutan sumatera di ke 5 transek memiliki tingkat keanekaragaman spesies tergolong sedang yaitu 2,770. Indeks Nilai Penting pohon pakan di lokasi penelitian ini secara keseluruhan yang paling tinggi yaitu Pohon Pakan Geseng (Lithocarpus hysrix) INP dari pohon ini adalah 36,084.