cover
Contact Name
Fatimatuz Zuhro
Contact Email
bundafatim@gmail.com
Phone
+6285231961569
Journal Mail Official
biologikonservasibiocons@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas PGRI Argopuro Jl. Jawa No. 10, Jember, Jawa Timur
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
ISSN : 26203510     EISSN : 26203529     DOI : https://doi.org/10.31537/biocons.v5i1
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi, receiving and publishing article in the form of research (scientific article) in the field of biology and conservation education, also utilization of biological research in learning. Moreover, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and opinion, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. Special emphasize are as follow: Research on Learning Biology and Conservation (Biology Learning Materials at All Education Levels). Pure Research of Biology Developed or Studied to the Sources, Materials, or Instructional Media Biology (Biology Learning Materials at All Education Levels and Application in Society). Curriculum of Biology Education at all Education Levels. Class Action Research (CAR) and Lesson Study in Biology. Other Qualitative Research of Biology Education and Conservation. The School Management and Biology/Science Laboratory Management. Biology Learning Evaluation. Teacher Professional Issues/Trends in Biology Education. Another Study for the Scope of Biology Education and Enviromental Conservation. Research on Environmental Education.
Articles 212 Documents
Analisis Vegetasi Tumbuhan Bawah di Kawasan Hutan Sibayak II Kabupaten Karo Sumatera Utara Sutriani, Iin; Hutasuhut, Melfa Aisyah; Rahmadina, Rahmadiana
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2258

Abstract

Tumbuhan bawah merupakan tumbuhan berupa herba dan semak serta tanaman rendah yang menutupi bagian bawah suatu kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis, pemanfaatan, dan keanakeragaman tumbuhan bawah yang terdapat di Kawasan Hutan Sibayak II Kabupaten Karo Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat survey eksploratif dengan menggunakan metode kuadrat. Peletakan plot secara purposive sampling sebanyak 30 plot yang berukuran 5m x 5m. Terdapat 40 jenis tumbuhan bawah dengan 1686 individu. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemukan yaitu Argostemma parvifolium Benn. Indeks nilai penting tertinggi pada Argostemma parvifolium Benn. (INP 14,05%). Potensi pemanfaatan tumbuhan bawah di antaranya adalah tumbuhan obat, tanaman hias, penghasil sayuran, dan pakan ternak. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di kawasan hutan Sibayak II Kabupaten Karo Sumatera Utara dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) adalah 3,410 dan masuk kategorikan tinggi.  
Isolasi dan Identifikasi Jamur Endofit pada Bunga Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presi) Berpotensi sebagai Antibakteri Anggraini, Atika Puspita; Nasution, Yusuf
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2272

Abstract

Salah satu sumber bahan baku antibakteri berasal dari jamur endofit. Jamur endofit merupakan mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan yang mampu menghasilkan senyawa metabolit sekunder dan berpotensi bersifat antibakteri. Salah satu tanaman yang menghasilkan senyawa metabolit senkunder sebagai antibakteri adalah tanaman kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presi). Tanaman kitolod banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk mengobati mata katarak, mata minus, sakit gigi, bronchitis, sifilis, obat kanker, dan sakit gigi. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan analisis data deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah isolasi jamur endofit dari bunga tanaman kitolod, identifikasi karakteristik morfologi jamur, seleksi  jamur endofit dari bunga kitolod yang berpotensi sebagai antibakteri dan identifkasi jamur secara molekuler. Isolasi jamur endofit dilakukan dengan cara memotong kelopak bunga sepanjang 0,5cm x 0,5cm dan diinokulasi diatas permukaan media.  Uji antagonis dilakukan dengan metode cakram untuk mengetahui kemampuan menghambat bakteri uji. Bakteri Uji yang digunakan Bacilus cereus ATCC 11778 dan Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat jamur endofit BE 5 memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan dua bakteri uji, yaitu bakteri Bacilus cereus ATCC 11778 dengan besar daya hambat 24,6mm dan bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dengan besar daya hambat 22,15mm dengan kategori hambatan sangat kuat. Analisis filogenik menunjukkan bahwa isolat BE 5 memiliki kekerabatan dekat dengan Ectophoma multirostrata.
Keanekaragaman Zooplankton di Muara Sungai Belumai Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Sahaya, Alfa; Lubis, Khairiza
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman, nilai kelimpahan dan indeks dominansi zooplankton di Muara Sungai Belumai Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang serta hubungan dengan sifat fisika-kimia perairan. Penelitian berlangsung pada bulan Juli-September 2024 di 5 stasiun menggunakan metode purposive sampling dengan 3 kali ulangan dan dianalisis di Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.  Hasil penelitian menunjukkan zooplankton terdiri dari 26 taksa. Indeks keanekaragaman (H’) berkisar 2,227-2,945 dan tergolong tercemar sedang. Nilai Kelimpahan (N) berkisar 5,5-10,916 Ind/L dan tergolong mesotrofik dengan tingkat kesuburan sedang. Indeks Dominansi (D) berkisar 0,083-0,158 dan menunjukkan struktur komunitas dalam keadaan stabil. Parameter fisika-kimia perairan menunjukkan suhu perairan 28-30oC, kecerahan perairan 41-45 cm, kecepatan arus perairan  0,063-0,156 m/s, pH perairan 6,86-7,02, DO perairan 0,8-1,52 mg/L dan BOD perairan 1,5-5,9 mg/L.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Argumentasi Peserta Didik pada Materi Ekologi di SMP IT Ad Durrah Medan Zahra, Laila Thursina; Amrizal, Amrizal
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan argumentasi peserta didik beserta peningkatan kemampuan argumentasi peserta didik setelah diajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre test-pos test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP IT Ad Durrah Medan yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian diambil secara random sampling terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning dan kelas kontrol yang dibelajarkan dengan model konvensional. Penelitian ini menggunakan instrumen tes uraian yang terdiri dari 3 soal yang telah divalidasi. Data yang diperoleh hasil penelitian ini dianalisis dengan uji t. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan yaitu: 1). Terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model Problem Based Learning terhadap kemampuan argumentasi peserta didik pada materi ekologi di kelas VII SMP IT Ad Durrah Medan; 2). Terdapat peningkatan yang signifikan dari penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan argumentasi peserta didik di kelas VII SMP IT Ad Durrah Medan.
Profil Pertumbuhan dan Produksi Mutan Bawang Putih (Allium sativum L.) Kultivar Doulu Generasi MV5 Marbun, Jumita Sari; Gultom, Endang Sulistyarini
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2291

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan produksi dari tanaman bawang putih (Allium sativum L.) kultivar Doulu pada generasi Mutasi Vegetatif ke 5. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari tanggal 3 September 2022 - 2 Januari 2023. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sionggang Utara, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara menggunakan 240 sampel siung bawang putih (Allium sativum L.) kultivar Doulu generasi MV4. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK), menggunakan uji AVONA dan memakai uji lanjut BNJ 5%. Dosis perlakuan dari sinar gamma ini adalah G0 (kontrol), G1 (2 Gy), G2 (4 Gy), G3 (6 Gy), G4 (8 Gy), dan G5 (10 Gy). Parameter yang diamati yaitu umur tumbuh, jumlah daun, diameter umbi, berat umbi, jumlah siung, berat siung, dan diameter siung. Susunan daun pada tanaman bawang putih sama yaitu rendah atau low. Struktur umbi bawang putih nya regular two-fan groups, regular multi-cloved radial, regular multi-fan groups, dan irregular. Pertumbuhan bawang putih pada dosis 4 Gy yang lebih baik untuk digunakan. Sedangkan untuk umur tumbuh (4 Gy), jumlah daun (10 Gy), diameter umbi (4 Gy), berat umbi (4 Gy), jumlah siung (8 Gy), berat siung (4 Gy), dan diameter siung (4 Gy). 
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar pada Materi Struktur Bumi dan Perkembangannya di Kelas VIII SMP Negeri 24 Medan Zein, Mufliha Hanna; Derlina, Derlina
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperati Tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar fisika siswa SMP pada materi Struktur Bumi dan Perkembangannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain two group pretes postes design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP Negeri 24 Medan yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal dan aktivitas siswa dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai ratarata pretest dan postest di kelas eksperimen adalah 43,75 dan 80,93 sedangkan di kelas kontrol adalah 41,25 dan 74,37. Rata – rata aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen pada pertemuan I sebesar 60,39 (cukup aktif), pada pertemuan II, dan pertemuan III sebesar 74,19 (aktif) dengan rata- rata sebesar 67,56 dengan kategori aktif. Analisis data menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray hasil belajar fisika siswa SMP.
Karakteristik dan Kerapatan Sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii) pada Habitat Terisolasi di Kecamatan Batang Serangan, Langkat, Sumatera Utara Simanihuruk, Ribka Marisi Sonia
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2293

Abstract

Orangutan sumatera (Pongo abelii) memiliki kemampuan bertahan hidup di wilayah terisolasi di Kecamatan Batang Serangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang, pohon sarang, kerapatan sarang dan jejak pakan orangutan pada habitat terisolasi. Metode jelajah (cruise methods) digunakan untuk menemukan sarang orangutan pada lokasi penelitian. Pohon sarang yang diperoleh terdiri dari 14 jenis tumbuhan, Elaeis guineensis memiliki diameter terbesar berukuran 55,10 ± 2,3 cm dan Streblus elongatus memiliki diameter terkecil berukuran 19,10 ± 0,0 cm. Pohon sarang tertinggi berukuran 10±0 m dan pohon sarang terendah berukuran 4 ± 0 m. Posisi sarang terbanyak berada pada posisi 3 (pucuk) dan kelas sarang terbanyak adalah sarang kelas C. Diameter sarang terbesar 84,0 ± 9,8 cm dan diameter sarang terkecil adalah 62,0 ± 0,0 cm. Sarang tertinggi berada pada ketinggian 9,5 ± 0,7 m dan sarang terendah adalah 3,0 ± 0,0 m. Kerapatan sarang orangutan pada habitat terisolasi adalah 27,6 sarang/km2. Terdapat 13 jenis pohon yang memiliki jejak pakan berupa kulit pohon dan tunas untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi orangutan di wilayah terisolasi.
Analisis Analisis Cemaran Bakteri Coliform pada Air Limbah Domestik dengan Metode MPN Sebayang, Agnes Amelia; Aritonang, Christina; Silaban, Maria Olivia; Arwita, Widya
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2294

Abstract

Pencemaran air limbah domestik oleh bakteri coliform menjadi salah satu permasalahan utama yang berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan tingkat kontaminasi bakteri coliform dalam air limbah domestik menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Pengujian dilakukan terhadap lima sampel air limbah domestik melalui dua tahap utama, yaitu uji perkiraan menggunakan Lauryl Tryptose Broth (LTB) dan uji penegasan dengan Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji positif mengandung bakteri coliform, dengan nilai MPN berkisar antara 1.700 hingga 16.000 MPN/100 mL. Empat dari lima sampel memiliki kadar coliform yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh PERMENLHK No. P.68 Tahun 2016, yaitu >3000 koloni/100 mL, yang mengindikasikan potensi pencemaran biologis yang serius. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, pH, kandungan bahan organik, dan salinitas berkontribusi terhadap variasi tingkat pencemaran coliform dalam air limbah domestik. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengolahan limbah domestik yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengolahan limbah yang lebih efektif serta pemantauan berkala terhadap kualitas air limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
Identifikasi Escherichia coli dan Coliform pada Sampel Air Bersih menggunakan Metode Membran Filter Yuliana, Ayu; Sitohang, Devintra Sari; Hutasoit, Kezia Romora; Arwita, Widya
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2295

Abstract

Keamanan air bersih merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat, terutama terkait potensi kontaminasi bakteri Escherichia coli dan Coliform yang dapat menyebabkan penyakit bawaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengkuantifikasi bakteri tersebut dalam sampel air bersih serta membandingkannya dengan standar PERMENKES No. 02/2023. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan laboratorium menggunakan metode Membran Filter (MF) pada media Chromocult Coliform Agar (CCA). Pengujian dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BLKM) Medan pada tanggal 25-26 Februari 2025. Dari enam sampel yang diuji, dua sampel memenuhi standar kualitas air bersih, sementara empat lainnya mengandung Coliform (20-54 CFU/100 ml) dan Escherichia coli (1-2 CFU/100 ml). Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian sumber air masih terkontaminasi, sehingga diperlukan pemantauan berkala dan peningkatan sistem sanitasi untuk memastikan kualitas air yang aman dikonsumsi.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Sifat Kuantitatif pada Tanaman Jagung (Zea mays) Zuhro, Fatimatuz; Yanik, Carri Noer Fida
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 1 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i1.2353

Abstract

Artikel ini merupakan hasil review dari beberapa artikel penelitian terdahulu. Tulisan ini bertujuan untuk memetakkan beberapa sifat kuantitatif berupa keragaman genetik, keragaman fenotipe, hereditas, dan tingkat kemajuan genetik berdasarkan beberapa hasil penelitian sebelumnya. Artikel ini dibuat melalui studi referensi, dengan menganalisis dan membandingkan beberapa hasil penelitian jagung dengan varietas yang berbeda dan ditanam di beberapa lokasi yang berbeda. Hasil studi ini memberikan informasi, yaitu pada sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keragaman fenotipe tanaman jagung lebih besar daripada keragaman genotipenya. Beberapa karakter yang seringkali memiliki heritabilitas tinggi, antara lain: tinggi tanaman, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat  biji,  bobot tongkol, dan hasil biji per hektar. Faktor lingkungan memiliki pengaruh terhadap semua karakter atau variabel pengamatan, namun kisaran nilainya berbeda-beda antar karakter.