cover
Contact Name
Nurul Azizah
Contact Email
socio.historica@uinjkt.ac.id
Phone
+6282343993508
Journal Mail Official
socio.historica@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Socio Historica: Journal of Islamic Social History
ISSN : 29622239     EISSN : 29622255     DOI : -
FOCUS Socio Historica: Journal of Social History is to provide readers with a better understanding of Islamic Social History through the publication of articles and book reviews SCOPE Socio Historica: Journal of Social History specializes in disseminating the results of studies on the socio-cultural history of Islam from various places and times. More attention is paid to writing the history of religious practices, expressions, and experiences of both individuals and Muslim communities in their daily lives.
Articles 65 Documents
Reformasi Arab Saudi di Masa Kepemimpinan Faisal bin Abdul Aziz (1964-1975) Ikhsan, Daffa Agussandy; Putri, Ida; Darojat, Zakiya
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.29703

Abstract

This research examines the reforms that took place in Saudi Arabia after Faisal bin Abdul Aziz ascended to the throne as the king. The aim of this study is to explain the policies implemented by King Faisal bin Abdul Aziz during his reign as the King of the Kingdom of Saudi Arabia (1964 - 1975). The research method employed is historical research, which involves source collection, source criticism, interpretation, and writing.The findings of this research indicate that Faisal bin Abdul Aziz officially ascended to the throne as the King of Saudi Arabia in 1964. During his reign, Faisal bin Abdul Aziz implemented various policies that brought about significant changes in the Kingdom of Saudi Arabia. Faisal initiated reform efforts to modernize Saudi society and transform various aspects of the country. Furthermore, the policies implemented by King Faisal bin Abdul Aziz played a role in triggering changes in various sectors of the Saudi Arabian Kingdom, including education, foreign policy, and law.            Abstrak :Penelitian ini membahas mengenai Reformasi yang terjadi di Arab Saudi setelah Faisal bin Abdul Aziz naik tahta sebagai raja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Raja Faishal bin Abdul Aziz selama masa beliau menjabat sebagai raja Kerajaan Arab Saudi (1964 – 1975). Metode penelitian menggunakan metode sejarah, yang dimulai dari pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi, dan penulisan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Faisal bin Abdul Aziz secara resmi naik tahta sebagai raja Arab Saudi pada tahun 1964. Dalam masa kekuasaannya, Faisal bin Abdul Aziz melakukan berbagai kebijakan yang berdampak pada perubahan dalam Kerajaan Arab Saudi. Faisal menjalankan usaha reformasi untuk mulai membawa masyarakat Arab Saudi ke arah kehidupan modern dan mengubah berbagai aspek yang ada di dalam negara. Lebih lanjut, kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Raja Faisal bin Abdul Aziz berperan dalam memicu perubahan Kerajaan Arab Saudi di berbagai sektor termasuk pendidikan, politik luar negeri, hukum. 
Peran KH. Muhsin Salim dalam Mentransmisikan Qira’at Sab’ah di Jakarta Selatan 1986-2012 Fasya, Ali
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.29844

Abstract

This research discusses how Kiai Muhsin Salim transmits the knowledge of Qira'at Sab'ah in South Jakarta using the agency theory introduced by Anthony Giddens. The issue addressed is the role of Kiai Muhsin Salim in the transmission of Qira'at Sab'ah in South Jakarta. The sources used include books, photographs, and interviews. This research employs a descriptive historical method and a social-intellectual approach. The results obtained reveal the significant role of Kiai Muhsin Salim in the development of Qira'at knowledge in Jakarta. First, he taught at his own house and in various forums and gatherings in Jakarta, as well as at institutions such as PTIQ and LBIQ. Second, he authored books on Qira'at Sab'ah to facilitate understanding. Third, he nurtured and trained his students, who are now spread across South Jakarta, West Jakarta, and South Tangerang, and have established their own Quranic institutions.  Abstrak :Penelitian ini membahas bagaimana kiai Muhsin Salim dapat mentransmisikan  Ilmu Qira’ah Sab’ah di Jakarta Selatan dengan menggunakan teori agensi yang diperkenalkan oleh Anthony Giddens. Permasalahan yang dibahas adalah mengenai peran kiai Muhsin Salim dalam transmisi ilmu qira’ah sab’ah di Jakarta Selatan. Sumber yang digunakan adalah buku-buku, foto, dan wawancara dengan narasumber. Penelitian ini menggunakan metode sejarah deskriptif dan pendekatan sosial-intelektual dalam melihat fenomena pengembangan langgam bacaan al-Quran tersebut. Hasil yang didapatkan adalah peran kiai Muhsin Salim dalam perkembangan ilmu qira’at di Jakarta sangat besar pertama, mulai dari mengajar di rumahnya, majelis-majelis yang ada di Jakarta dan di tempat mengajarnya, seperti PTIQ dan LBIQ. Kedua, Ia juga membuat buku tentang qira’ah sab’ah untuk mempermudah dalam segi pemahaman. Ketiga, mengkaderisasi murid-muridnya yang sekarang ini ada yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Tangerang Selatan, yang mempunyai lembaga Al-Qur’annya sendiri. 
Analisis Framing Surat Kabar Sinar Hindia, Sin Po dan Java Bode terhadap Protes Sosial Petani di Tangerang 1924 Utama, Saka Tri; Hasan, Muhammad Wildan
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.30846

Abstract

This study discusses the framing of Sinar Hindia, Sin Po, and Java Bode in reporting a peasant social protest in Tangerang in 1924. By using framing and mass sociology approach, this study tries to answer how the ideology of the newspapers Sinar Hindia, Sin Po, and Java Bode is manifested in reporting the social protests of farmers in Tangerang. The Sinar Hindia newspaper, which has an affiliation with socialist movement figures, framed the Tangerang incident by putting forward a narrative about the economic and social milieus of the indigenous population. The Sin Po newspaper, which was represent the voice of peranakan Tionghoa in the Dutch East Indies, adhered to the values of Tionghoa nationalism as its ideology in framing the events in Tangerang caused by religious doctrine carried out by the Kaiin Bapa Kayah group. The Java Bode newspaper, was represent with the wave of liberalism in the Dutch East Indies along with an editor who had a liberal-moderate understanding and judged that the events in Tangerang occurred based on the religious doctrine of the farmers.Abstrak: Penelitian ini membahas framing surat kabar Sinar Hindia, Sin Po dan Java Bode dalam memberitakan protes sosial petani di Tangerang pada tahun 1924. Dengan menggunakan teori analisis framing dan pendekatan sosiologi massa, penelitian ini berusaha menjawab bagaimana pengejahwantahan ideologi surat kabar Sinar Hindia, Sin Po dan Java Bode dalam mewartakan protes sosial petani di Tangerang. Surat kabar Sinar Hindia yang memiliki afiliasi dengan tokoh pergerakan sosialis memframing peristiwa Tangerang dengan mengedepankan narasi tentang kehidupan ekonomi dan sosial penduduk pribumi yang sangat memprihatinkan hingga membuat mereka harus melakukan protes tersebut. Surat kabar Sin Po yang hadir sebagai suara dari peranakan Tionghoa di Hindia Belanda, memegang teguh nilai-nilai nasionalisme Tionghoa sebagai ideologinya dalam memframing bahwa peristiwa di Tangerang diakibatkan oleh doktrin keagamaan yang dilakukan oleh kelompok Kaiin Bapa Kayah. Surat kabar Java Bode hadir bersama gelombang liberalisme di Hindia Belanda beserta redaktur yang berpemahaman liberal-moderat dan menilai bila peristiwa di Tangerang terjadi berdasarkan doktrin keagamaan para petani.
Perkembangan Masyarakat Transmigran Desa Jangga Baru Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi (1983-1998) Simatupang, Novia Roza
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.31558

Abstract

This research aims to analyze the development of the transmigration community in Jangga Baru Village, Batin XXIV District, Batang Hari Regency, Jambi Province. This research uses historical methods and social anthropology approaches to achieve this goal. The data for this writing was obtained through interviews and literature studies related to transmigration and rural area development. This research indicates that ninety percent of the population in Jangga Baru Village are transmigrants originating from various regions in Java Island. They underwent transmigration in 1983 with the aim of attaining a better life. Through the transmigration program known as PIR (Perkebunan Inti Rakyat), the initial settlement and development of the transmigration community in Jangga Baru Village were facilitated by the Ministry of Transmigration in terms of social welfare, and economically supported by PT. Perkebunan Nusantara VI Durian Luncuk. In 1993, Unit I transformed into a definitive village. This was marked by the transition of Unit I's supervision from the Ministry of Transmigration to Jangga Baru Village under the auspices of the Provincial Government of Jambi. It is also known that various religious rituals, which serve as cultural instruments there, function as social cohesion factors that can create unity within a diverse society in terms of ethnicity and place of origin from an anthropological perspective.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan masyarakat transmigrasi Desa Jangga Baru Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode sejarah dan pendekatan antropologi sosial. Data dalam penulisan ini didapatkan melalui wawancara dan studi pustaka terkait literatur yang berkaitan dengan transmigrasi dan pengembangan kawasan pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sembilan puluh persen masyarakat Desa Jangga Baru merupakan masyarakat transmigran yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Mereka melakukan transmigrasi pada tahun 1983 untuk dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik. Melalui transmigrasi pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat), kehidupan awal masyarakat transmigrasi desa Jangga Baru dimotori oleh Kementerian Transmigrasi dalam hal sosial kemasyarakatan dan dibina oleh PT. Perkebunan Nusantara VI Durian Luncuk dalam hal sosial ekonomi. Pada tahun 1993 unit I bertransformasi menjadi desa definitif. Hal ini ditandai dengan beralih naungan Unit I dari kementerian Transmigrasi menjadi desa Jangga Baru di bawah naungan pemerintah Daerah Provinsi Jambi. Diketahui pula bahwa aneka ritual keagamaan yang menjadi instrumen budaya di sana, berfungsi sebagai perekat sosial, yang secara antropologis dapat menciptakan persatuan di dalam masyarakat yang berbeda secara etnis dan daerah asal.
Politik Keseharian: Penggunaan Sepatu di Masyarakat Batavia Awal Abad ke-20 Ramadhan, Mohamad Farhan; Rahma, Awalia
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.31573

Abstract

This article discusses the relationship and impact of macro-political changes on the microsphere of everyday life. The case study discussed how the political changes created the use of shoes as a new culture and formed the different representations and experiences of each ethnic group in Batavia. At the beginning of the 20th century, the Dutch government implemented a liberal Ethical Policy as a form of Dutch reciprocation to improve life in the Dutch East Indies. Ethical Politics, which are liberal and inclusive, open wider opportunities for people outside Western groups to be in better positions in social structure or on par with Western groups. This research uses the historical method with the New Cultural History approach. Furthermore, this study uses the theory of Politics of Everyday Life to see how the relationship between politics in the macro realm can affect the microdomain. The results of this study indicate that the new policy has created a new era in Batavian society. Changes in politics have had a domino effect in the socio-economic realm and even in people's daily lives, such as the use of shoes as a new identity. However, the heterogeneous Batavian society makes the identity values in shoes not the same, not only seen as a projection of the strength of the position of the social structure but also seen as a representation of the socio-cultural experience of each ethnic group. This had an impact on the value of footwear that developed in Batavian society, which differed based on certain ethnicities. Abstrak:Artikel ini membahas hubungan dan dampak perubahan politik makro pada ranah mikro seperti kehidupan sehari-hari. Studi kasus yang dibahas dalam artikel adalah bagaimana perubahan politik yang menciptakan penggunaan sepatu menjadi budaya baru dan membentuk representasi serta pengalaman yang berbeda tiap etnis di Batavia pada awal abad ke-20. Di awal abad ke-20, pemerintah Belanda menerapkan kebijakan Politik Etis yang liberal sebagai bentuk rasa balas budi Belanda untuk memperbaiki keadaan di Hindia-Belanda. Politik Etis yang bersifat liberal dan inklusif, membuka pintu semakin lebar untuk memberikan kesempatan orang-orang di luar kelompok etnis Barat untuk berada di posisi struktur sosial yang lebih baik atau disetarakan dengan kelompok etnis Barat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan New Cultural History. Lebih lanjut penelitian ini menggunakan teori Politics of Everyday Life untuk melihat bagaimana hubungan pergerakan politik dalam ranah makro dapat mempengaruhi ranah mikro, yakni kebiasaan dan ide sehari-hari di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan kebijakan yang bersifat terbuka menciptakan era baru di dalam masyarakat Batavia. Perubahan pada politik memberikan efek domino pada ranah sosial-ekonomi bahkan hingga kehidupan sehari-hari masyarakat seperti dalam penggunaan sepatu sebagai identitas baru. Akan tetapi, masyarakat Batavia yang heterogen membuat nilai identitas yang ada di sepatu tidaklah sama, tidak hanya dilihat sebagai proyeksi kekuatan posisi struktur sosial tetapi juga dilihat sebagai representasi dari pengalaman sosial-kultural yang dialami di tiap etnis. Hal ini berdampak pada nilai alas kaki yang berkembang di masyarakat Batavia berbeda-beda berdasarkan etnis tertentu.