cover
Contact Name
Nurul Azizah
Contact Email
socio.historica@uinjkt.ac.id
Phone
+6282343993508
Journal Mail Official
socio.historica@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Socio Historica: Journal of Islamic Social History
ISSN : 29622239     EISSN : 29622255     DOI : -
FOCUS Socio Historica: Journal of Social History is to provide readers with a better understanding of Islamic Social History through the publication of articles and book reviews SCOPE Socio Historica: Journal of Social History specializes in disseminating the results of studies on the socio-cultural history of Islam from various places and times. More attention is paid to writing the history of religious practices, expressions, and experiences of both individuals and Muslim communities in their daily lives.
Articles 65 Documents
Strategi Perjuangan Laskar Hizbullah Bekasi dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (1945-1949) Zalfa, Syifa Ariqah; Hadi, Amirul
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3, No. 2, Desember 2024
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v3i2.37820

Abstract

Penelitian ini membahas strategi perjuangan Laskar Hizbullah Bekasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia 1945-1949. Laskar Hizbullah Bekasi merupakan cabang dari Laskar Hizbullah pimpinan K.H. Zainul Arifin. Pembentukan Laskar Hizbullah diprakarsai oleh para ulama yang tergabung di dalam Masyumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan taktik yang digunakan Laskar Hizbullah Bekasi selama berjuang pada masa revolusi fisik. Untuk mempertajam analisis digunakan pendekatan politik- militer dengan teori strategi militer milik Carl Von Clausewitz. Perjuangan Laskar Hizbullah Bekasi sepanjang tahun 1945 hingga 1949 dapat diklasifikasikan menjadi dua periode. Periode awal dimulai tahun 1945- 1947, strategi yang digunakan pada periode ini adalah strategi offensive (menyerang). Friksi atau perpecahan yang dihadapi Laskar Hizbullah Bekasi pada periode awal diselesaikan melalui kebijakan politik dengan bergabung ke dalam TNI. Periode kedua dimulai tahun 1947-1949, sebagian mantan anggota Hizbullah Bekasi membentuk pasukan gerilya dengan berafiliasi bersama Sabilillah dan membentuk Markas Pusat Hizbullah Sabilillah (MPHS). Pada periode ini, MPHS menggunakan dua strategi sekaligus offensive (menyerang) dan defensive (bertahan).
Pergundikan di Pulau Jawa Masa Hindia Belanda 1870 – 1942 Pawelling Gesang, Zahra Berliani
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3, No. 2, Desember 2024
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v3i2.37852

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana realita pergundikan yang ada di Pulau Jawa. Studi ini berupaya mengetahui bagaimana sejarah kelam dan juga penindasan yang dilakukan oleh orang Eropa kepada perempuan pribumi. Adapun sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah fotofoto yang terdapat di KITLV, laporan perkebunan De Millionen Uit Deli, Staatsblad, artikel dalam koran Algeemen Handelsblad, dan sebuah laporan yang dibukukan berjudul Cultuur-Adressbook Voor Nederlandsche-Indie. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kritik mimetik dan teori feminisme. Pendekatan ini berkaitan erat dengan sastra karena kritik mimetic adalah kritik yang memandang karya sastra sebagai aspek tiruan dalam hal sehari-hari. Sementara itu, teori feminism berkaitan erat dengan adanya perempuan yang menuntut haknya sama dengan lelaki. Pergundikan yang disebabkan karena faktor ekonomi pun mulai merajalela dan mendorong perempuan pribumi untuk hidup bersama pria Eropa dalam rumah tanpa adanya ikatan pernikahan. Tak hanya itu, pergundikan juga dapat disebabkan dari keluarganya yang menjual putrinya kepada pria Eropa untuk dijadikan gundik. Pemerintah Hindia Belanda kala itu yakni Jan Pieterszoon Coen sudah melakukan berbagai macam upaya untuk memberhentikan adanya praktik pergundikan, namun semua usahanya berakhir sia-sia. Praktik pergundikan yang melibatkan antara perempuan Pribumi dan pria Eropa tentunya menjadi sejarah kelam di Indonesia. Pergundikan ini berakhir semenjak para perempuan mulai berani bersuara, dan juga adanya modernisasi. Para nyai turut memiliki andil dalam modernisasi dan menghasilkan kebudayaan baru yang bernama kebudayaan Indis. Kebudayaan Indis menyangkut beberapa hal seperti gaya makan, gaya berpakaian, dan juga bahasa.
Revolusi dan Taktik Keseharian: Peran Media Sosial dalam Melawan Penguasa Mesir pada Peristiwa Arab Spring Ikhsan, Daffa Agussandy; Pratama, Alfinsyah Rizki
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.39890

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis peran media sosial sebagai taktik keseharian yang digunakan oleh masyarakat Mesir untuk melawan strategi dominasi rezim otoriter selama Arab Spring tahun 2011. Arab Spring adalah salah satu peristiwa dalam sejarah yang berhasil mengubah corak politik di negara-negara Timur Tengah. Peristiwa ini merupakan momen historis penting yang berhasil menumbangkan penguasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menerapkan kerangka Teori Praktik Keseharian (Strategi vs. Taktik) dari Michel de Certeau. Data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis konten media sosial, artikel berita, dan publikasi ilmiah untuk mengidentifikasi pola praktik online yang memicu perlawanan offline. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masifnya penggunaan media sosial terbukti terintegrasi erat dengan kehidupan keseharian masyarakat, terutama sejak tahun 2011. Media sosial berperan sebagai taktik yang gesit, berhasil memotong kontrol informasi sentralistik rezim (Strategi), dan dimanfaatkan rakyat untuk menyebarkan narasi tandingan serta memprovokasi aksi kolektif. Secara keseluruhan, media sosial berfungsi sebagai ruang taktis yang dibentuk oleh praktik keseharian rakyat, secara efektif melawan dan membongkar dominasi strategi penguasa Mesir. Hal ini menegaskan bahwa transformasi media sosial menjadi senjata politik memberikan wawasan baru tentang peran taktik yang berasal dari keseharian dalam perubahan sosial.
Jalan Tikus sebagai Alternatif: Strategi dan Taktik Menavigasi Kemacetan Ciputat dalam Sejarah Keseharian Resdiyanti, Lidiya; Nurrizqiah, Khofifah; Dinul Haq, Nida; Afiah, Nursobah; Khoiriah, Lina
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.39910

Abstract

Sejarah keseharian sering kali menyoroti dinamika sosial dan budaya yang terjadi di ruang-ruang publik. Dalam konteks Ciputat, khususnya di bawah flyover pasar Ciputat, telah berkembang kebiasaan masyarakat yang menantang arus lalu lintas sebagai bagian dari upaya sehari-hari menghindari kemacetan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penggunaan jalan tikus oleh warga sebagai alternatif dalam mengatasi kemacetan parah di wilayah tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengguna jalan, serta tinjauan literatur mengenai pola mobilitas urban dan sejarah keseharian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini tidak hanya merupakan respons praktis terhadap situasi lalu lintas, tetapi juga mencerminkan adaptasi budaya masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang kurang memadai. Jalan tikus menjadi solusi praktis yang mengurangi waktu tempuh dan stress pengendara, meskipun sering kali melibatkan risiko keselamatan. Lebih jauh, kebiasaan ini memperlihatkan interaksi kompleks antara individu dan lingkungan urban yang terus berubah. Studi ini juga membahas implikasi dari praktik ini terhadap perencanaan kota dan kebijakan transportasi di Ciputat, menggarisbawahi pentingnya peningkatan fasilitas transportasi umum dan pengembangan infrastruktur yang lebih efisien. Dengan memahami dinamika keseharian ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya penanganan kemacetan dan perbaikan sistem transportasi di wilayah perkotaan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur sejarah keseharian dengan menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi warga dalam menghadapi tantangan urbanisasi.
Protes Massa Untuk Perubahan Kebijakan Opiumregie: Gerakan Anti Opium di Hindia Belanda, 1900-1940 Perdana, Yoga Difa
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.40922

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada gerakan anti-opium di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Penelitian ini berusaha menjawab masalah tentang gerakan anti-opium di Hindia Belanda; bagaimana protes massa untuk perubahan kebijakan Opiumregie pada gerakan anti-opium di Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu tersebut, yang didukung oleh Pendekatan Sosiologi Politik dan teori Collective Action penulis gunakan untuk menganalisis tindakan kompetitif antara pemerintah dengan masyarakat Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Opiumregie yang diharapkan oleh masyarakat dapat mengatur perdagangan opium justru dimanfaatkan Pemerintah Hindia Belanda hanya untuk meraih keuntungan belaka yang mengakibatkan menurunnya tingkat kesehatan dan perilaku buruk masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat melakukan gerakan anti-opium di berbagai wilayah di Hindia Belanda sebagai reaksi atas kekecewaan terhadap pemerintah dalam menjalankan kebijakan Opiumregie. Selain itu, penelitian ini menemukan gerakan anti-opium yang dilakukan oleh individu, masyarakat, organisasi Islam, dan beberapa asosiasi swasta memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk menuntut perubahan kebijakan pemerintah tentang opium. Upaya yang dilakukan dalam gerakan anti-opium ini yaitu dengan membangun Paviljoen (rumah sakit dan klinik rehabilitasi), kongres anti-opium, kampanye anti-opium, dan pembasmian alat-alat hisap opium.
Orientalism in the Cinématographe: The Visualization of Eastern-Exoticism in Alexandre Promio’s Recorded Films in Egypt 1897 Tizani, Fahmi
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.41309

Abstract

This study discusses the representation of Eastern-Islamic exoticism in Egypt’s earliest films recorded by Alexandre Promio, an operator for the Société Antoine Lumière et ses Fils (Société Lumière) owned by the Lumière Brothers, using the late 19th-century European invention, the Cinématographe Lumière. The primary objective of this research is to examine the cultural transformation of Western-European (French) visual representation and how Alexandre Promio represented Eastern-Islamic (Egyptian) exoticism through the first moving pictures (films) about Egypt, to establish or reinforce ideological stereotypes held by Western Europeans. The primary sources used in this study include 21 of the 35 Egypt’s earliest films made by Alexandre Promio, along with contemporary photographs, lithographs, paintings, books, magazines, and newspapers. This study utilizes the historical research method with a constructionist approach. The research findings indicate that Promio did not merely record reality, but through the selection of subjects, framing, and scene duration, he systematically visualized exoticism centered on monumental landscapes, bustling markets, and religious objects. This confirms Promio's effort to construct new visual stereotypes and reinforce Western-European (French) ideological understanding of Egypt as The Other that is exotic, static, yet visually stunning. These films served as a visual blueprint that subsequently influenced stereotypes in later colonial cinema, making them an important vehicle for reinforcing Western ideological understanding of the Orient.
Warga Lokal, Preman, dan Dinamika Reformasi: Konflik Komunal Peristiwa Ketapang di Jakarta Pusat Tahun 1998 Roslah, Fiyna
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.43388

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik komunal pada Peristiwa Ketapang di Jakarta Pusat tahun 1998, yang merupakan bagian dari dinamika sosial-politik di era transisi Reformasi. Ketapang merupakan daerah pemukiman yang relatif tua yang saat ini dikenal dengan nama Jalan K.H. Zainul Arifin. Konflik ini berawal dari ketegangan antara warga lokal dan kelompok preman penjaga tempat perjudian di wilayah Ketapang, yang kemudian berkembang menjadi kerusuhan massal bermuatan SARA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana terjadinya konflik dan dampak dari Peristiwa Ketapang 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan pendekatan sosiologis dan antropologis, penelitian ini menganalisis akar konflik melalui teori Segitiga Konflik ABC Johan Galtung, yang mencakup sikap, perilaku, dan kontradiksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontradiksi utama adalah adanya perbedaan nilai sosial antara warga dan kelompok preman terkait perjudian, sementara sikap permusuhan dan perilaku kekerasan menjadi pemicu utama eskalasi konflik. Penelitian ini juga mengungkap dampak sosial, ekonomi, dan psikologis dari konflik tersebut, serta upaya penyelesaiannya yang melibatkan tokoh agama dan pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang konflik komunal di Indonesia dan memberikan wawasan bagi upaya resolusi konflik di masa depan.
Upaya Partai Islam dalam Merumuskan Undang-Undang Dasar di Majelis Konstituante Tahun 1956 - 1959 Al Amin, Rizqy Robby
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.44886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya partai-partai Islam dalam merumuskan rancangan Undang-undang Dasar (UUD) di Majelis Konstituante Indonesia pada periode 1956 – 1959.  Perhatian utama dalam penelitian ini adalah mengamati argumentasi dan dinamika politik partai Islam dalam menyumbangkan ide dan gagasan selama proses perumusan Undang-Undang Dasar di Majelis Konstituante. Dengan menggunakan metode sejarah serta diiringi dengan pendekatan politik, penelitian ini menggali upaya mereka untuk dalam merumuskan rancangan Undang-Undang Dasar di Majelis Konstituante. Hasil temuan yang didapatkan adalah partai Islam melewati tahapan yang cukup panjang dalam merumuskan rancangan Undang-Undang Dasar di Majelis Konstituante. Namun dalam perjalanannya, partai Islam terjebak pada suatu perdebatan hebat saat perumusan dasar negara. Pada akhirnya perdebatan tersebut menjadi awal kebuntuan bagi Majelis Konstituante dalam merumuskan Undang-Undang Dasar. Sehingga, penelitian ini memberikan gambaran umum tentang perjalanan partai-partai Islam dalam merumuskan Undang-undang Dasar di Majelis Konstituante, meski akhirnya perjuangan mereka berujung pada kegagalan setelah pembubaran Konstituante melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
Penyerangan Ras al-Khaimah 1809 di Persia: Penggunaan Label ‘Bajak Laut’ sebagai Justifikasi Kekerasan Ikhsan, Daffa Agussandy
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 3 No. 2 (2024): Vol. 3, No. 2, Desember 2024
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v3i2.37141

Abstract

Penelitian ini membahas Penyerangan Ras al-Khaimah pada 1809 dengan pendekatan sejarah, menyoroti penggunaan label 'bajak laut' sebagai elemen sentral dalam retorika justifikasi tindakan militer. Fokus pada identifikasi pihak terlibat, terutama pasukan Inggris dan Ras al-Khaimah, memungkinkan pemahaman mendalam terkait dinamika politik dan ekonomi pada awal abad ke-19 di Teluk Persia. Dengan menganalisis dokumen resmi dan sumber sejarah kontemporer, penelitian ini membentangkan narasi yang merinci peristiwa serta menggali dampak penggunaan label 'bajak laut' terhadap pembentukan naratif konflik. Dengan tujuan memberikan pemahaman holistik, penelitian ini berkontribusi pada literatur sejarah dengan mengenalkan wawasan baru tentang konflik di Teluk Persia, menunjukkan pentingnya pendekatan sejarah dalam melihat peristiwa kompleks dan konstruksi naratif konflik sejarah untuk merangkum pemahaman yang lebih mendalam.
Transformasi Struktur dan Konstruksi Masyarakat Wilayah Kukusan, Depok (1995-2010) Ibrar, Muhammad Fasya
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2, No. 1, Juni 2023
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v2i1.29685

Abstract

 Research themes about microhistory and rural history are not commonly discussed and discovered, with the commonly researched history studies only covering the topic of macrohistory and urban history is easy to find, rather than microhistory and rural history. Kukusan area was a village founded before Depok City establish and has a long history as part of Particuliere Landerijen (Private Land) Land Pondok Tjina. Make Kukusan have historical imagination and memory collective in society. As traces part of Particuliere Landerijen (Private Land) in the past Kukusan had grown during that time to be perceived by residents in Kukusan on sectors social, economy, culture, education, and religious at many other revealed in other studies never be explained. These Studies use historical methods as a foundation with oral history forms from Kukusan community elders as actors from history and literature studies use document archives from individuals, organizations, and government. In other studies, the main topic of Kukusan Village focuses on the impact of Kukusan residents from movement the University of Indonesia to Depok only in sectors economic and social, never explaining the history of Kukusan. In this case, many people outside Kukusan never know the history of Kukusan. How Kukusan in the past can be grown and developed in many sectors social assimilation with urbanization, the economy from producing agriculture to service, culture with established identity Betawi Ora, and religiously with Muhammadiyah growth and massive widespread in Depok. The transformation had happened in Kukusan did not lose effect from factors internals and externals from the area surrounding it.                  Abstrak :Penelitian sejarah skala mikro dan sejarah desa atau kampung masih banyak belum dibahas pada saat ini, kecendrungan pembahasan penelitian tema sejarah skala makro dan sejarah kota lebih banyak ditemui dibandingkan dengan desa atau kampung. Wilayah Kukusan merupakan sebuah kampung yang ada sebelum kota Depok muncul, memiliki nilai sejarah yang Panjang sebagai wilayah kampung bekas dari bagian tanah partikelir Pondok Tjina. Membuat Kukusan memiliki gambaran historis dan memori kolektif yang membekas dalam masyarakatnya. Sebagai wilayah bekas tanah partikelir Kukusan dalam kurun waktu berlalu mengalami perkembangan yang dirasakan oleh masyarakat dari bidang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan keagamaan hal tersebut masih belum banyak dibahas dalam beberapa penelitian yang ada. Penelitian ini mengunakan metode sejarah dengan menggunakan metode sejarah lisan dari para tokoh masyarakat sebagai pelaku peristiwa sejarah dan metode studi pustaka dengan penggunaan dokumen arsip dari individu, organisasi, maupun pemerintah. Pada penelitian tentang Kukusan yang sudah ada lebih membahas pada pengaruh dari pindahnya Kampus UI terhadap masyarkat Kukusan hanya dari segi ekonomi dan sosial masyarakat yang pada dasarnya sejarah di masa lampau belum pernah dibahas. Dalam hal ini sejarah kampung Kukusan masih belum diketahui bagi beberapa masayarakat di luar Kukusan. Bagaimana Kampung Kukusan pada masa lalu sejarahnya bisa berkembang sampai saat ini dari sisi sosial dengan asimilasi dari datangnya kaum urban, sisi ekonomi yang berubah dari produsen agraris ke jasa, sisi budaya dengan munculnya sebutan Betawi Ora, dan sisi keagamaan dengan lahirnya Muhammadiyah di Kukusan dan berkembang di Kota Depok. Transfromasi yang terjadi di Kukusan tidak lepas dari faktor internal maupun eksternal dari lingkup wilayah yang ada di sekitarnya.