cover
Contact Name
ASEF WILDAN
Contact Email
acheif90@gmail.com
Phone
+6285790241092
Journal Mail Official
ezrasciencebulletin@gmail.com
Editorial Address
Gogorante - Ngasem - Kediri Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Ezra Science Bulletin
Published by Kirana Publisher
ISSN : -     EISSN : 29881897     DOI : https://doi.org/10.58526/ez-sci-bin.v1i1.9
Ezra Science Bulletin is a open-access publication journal of research results, scientific research articles, conceptual articles, literature reviews, and/or ideas from various disciplines science. Ezra Science Bulletin is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. Ezra Science Bulletin is a periodic scientific journal twice a year (January June and July December) published by Kirana Publisher.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 407 Documents
PENCIPTAAN SKENARIO FILM FIKSI THE BLUE MOON KILLER MENGGUNAKAN PLOT TWIST ANAGNORISIS Meysyaputri, Chairunnisa; Suisno, Edy
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.250

Abstract

Skenario The Blue Moon Killer lahir dari keresahan terhadap isu pembunuhan yang dipicu oleh dendam, yang menyoroti pentingnya pengelolaan emosi dengan cara yang sehat dan damai. Isu ini kemudian diolah menjadi sebuah cerita drama misteri yang intens dan penuh intrik. Melalui skenario ini, penulis bertujuan untuk menggambarkan dampak negatif dari tindakan balas dendam serta menyajikan kisah yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan nilai edukatif bagi berbagai kalangan. Penuturan cerita dalam skenario ini menggunakan teknik plot twist anagnorisis, yang merupakan plot twist di mana karakter utama atau penonton menyadari kebenaran tersembunyi yang mengubah keseluruhan pemahaman terhadap cerita. Plot twist ini hadir pada adegan kunci, yaitu di scene 51, 74, dan 77, ketika karakter protagonis akhirnya menyadari bahwa dalang di balik serangkaian pembunuhan adalah seseorang yang sangat dekat dengan mereka.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan plot twist anagnorisis mampu memberikan dampak emosional yang mendalam pada penonton, serta meningkatkan kualitas narasi dalam skenario film. Selain itu, isu balas dendam yang diangkat memberikan kedalaman psikologis pada karakter dan relevansi sosial yang kuat.
PENATAAN SUARA SURREALIST DENGAN INTERNAL DIEGETIC SOUND PADA FILM LABYRINTH OF MIND Fadhillah Camaylia Yeffri Dewi; Rustim
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.252

Abstract

Film Film Labyrinth Of Mind bergenre thriller pshycology menceritakan tentang Chira, seorang wanita berusia 20 tahun memiliki karakter unik yang suka membuat konten vlog, tetapi menderita skizofrenia paranoid yang dipicu oleh faktor genetik dan pengalaman traumatis saat menyaksikan ayahnya yang stres setelah kematian tragis ibunya. Dalam upaya mencari ketenangan, Chira pergi ke sebuah villa di pegunungan. Namun, ketenangan yang diharapkannya berubah menjadi mimpi buruk ketika dia mulai mendengar bisikan-bisikan dan mengalami halusinasi tentang ayah dan ibunya yang telah meninggal. Di villa tersebut, Chira menemukan selendang merah dalam sebuah peti, yang membawa serangkaian kejadian aneh dan menakutkan. Setelah berlari panik dan bersembunyi di hutan, Chira terus dihantui oleh suara-suara dan bayangan hitam yang menakutkan. Ketika akhirnya terbangun di rumah sakit, dia menyadari bahwa barang-barang yang ada disebuah villa seperti peti, selendang merah, dan surat kabar semuanya nyata, mencerminkan kondisi mentalnya yang semakin parah. Konsep tata suara yang digunakan pada film Labyrinth Of Mind adalah penataan suara suurealist dengan internal diegetic sound pada film labyrinth of mind. Suara surrealist yang diciptakan bertujuan untuk menciptakan pendengaran yang unik dan menarik untuk penonton dengan menggabungkan elemen-elemen suara yang mengungkapkan pikiran dan emosi dalam karakter. Pengkarya menghubungkannya untuk memberikan perbedaan antara realistas dan halusinasi pada film Labyrinth Of Mind.
CONSTRUCTIVE EDITING UNTUK MEMBANGUN EMOSI PADA FILM MALAM PANJANG PENDOSA AMATIR Caniago, Defri Karizal; Sasongko, Hery
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.254

Abstract

Film fiksi Malam Panjang Pendosa Amatir menggunakan penyuntingan Constructive Editing untuk membangun Emosi. Constructive Editing ini menempatkan dan menjuktaposisikan visual yang tidak selalu terhubung namun memiliki tema yang sama untuk menciptakan respons emosional tertentu pada penonton. Penulis menggunakan metode penciptaan yang melibatkan tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Cerita film fiksi Malam Panjang Pendosa Amatir terfokus pada karakter Nala dan Arka, dua mahasiswa yang baru saja merantau ke ibu kota untuk menjalani kehidupan yang lebih bebas. Konflik muncul ketika Nala merekayasa cerita tentang kondisi Arka yang jatuh sakit dan tidak sadarkan diri setelah mereka melakukan hubungan. Hasil dari penggarapan karya film fiksi Malam Panjang Pendosa Amatir menggunakan Konsep Constructive Editing ini bertujuan untuk meningkatkan emosional penonton melalui visual yang di rangkai dari tiap tiap shot. Simpulan dari karya film fiksi ini dengan pendekatan Constructive Editing sehingga, emosi yang ada dalam film, dapat di capai melalui visual yang di hadirkan.
EKSPOSISI TEKNOLOGI MEMASAK PADA ZAMAN KOLONIAL DI SAWAHLUNTO MELALUI FILM DOKUMENTER EXPOSITORY Nabila El Gumes; Maisaratun Najmi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.255

Abstract

Film dokumenter In Het Verleden Centrale Keuken merupakan sebuah film tentang teknologi memasak canggih yang ada di Goedang Ransoem Sawahlunto sebagai dapur sentral atau tempat penyimpanan bahan makanan dan tempat memasak terbesar di Hindia-Belanda pada zaman kolonial tahun 1918, tempat ini mampu menyediakan lima ribu sampai sepuluh ribu porsi makan setiap harinya untuk pegawai tambang batu-bara Ombilin dan masyarakat sekitar. Penulis sebagai sutradara menyampaikan informasi penting kedalam sebuah karya audio visual dengan pendekatan gaya expository untuk menjelaskan kejadian yang sudah lama terjadi di masa lampau dengan menggunakan narasi, motion graphic, serta motion pictures mengenai gambaran proses alur kerja pembakaran dari mesin uap generator yang ada di Goedang Ransoem hingga dapat memasak dan menghasilkan ribuan porsi makan setiap harinya yang terbagi menjadi lima segmen, dimana masing-masing segmen akan menjelaskan lebih dalam mengenai sejarah, teknologi memasak canggih lewat teori teknik dan motion graphic,sebaran distribusi makanan, menghadirkan saksi sejarah, hingga Goedang Ransoem sebagai warisan dunia yang diakui UNESCO serta pesan yang ingin disampaikan sutradara.
FUNGSI PENATAAN SUARA NON DIEGETIC DALAM MEMBANGUN MOOD PADA FILM ADA APA SUTRADARA RUDI SOEDJARWO Fernando, Nico; Hamzaini; Rustim
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan musik dan efek suara non diegetik berperan penting dalam menciptakan suasana emosional yang mendalam sepanjang cerita. Musik yang tidak berasal dari dunia film (non diegetik) seringkali digunakan untuk memperkuat perasaan yang dirasakan oleh karakter atau mengarahkan emosi penonton. Dalam film ini, komposer musik dan tim produksi menggunakan musik untuk membangun mood yang sesuai dengan perkembangan hubungan antara Cinta dan Rangga, serta menciptakan kontras antara momen romantis dan dramatis. Metode Penelitian yang bersifat kualitatif yang menghasilkan data deskriptif mengenai Fungsi Penataan Non Diegetic Sound Dalam Membangun Mood Pada Film Ada Apa Dengan Cinta. Sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi utama dari non diegetik sound dalam film ini adalah untuk memperkuat mood dan perasaan yang ingin disampaikan, seperti kebahagiaan, kerinduan, atau ketegangan, tanpa harus tergantung pada dialog. Musik ini juga mempertegas tema-tema seperti cinta, pencarian jati diri, dan konflik batin, serta menambah kedalaman pengalaman emosional yang dirasakan oleh penonton.
REPRESENTASI TRAUMATIK TOKOH IBU MELALUI SETTING DAN PROPERTY PADA FILM FIKSI MALA ROMANSA Fendri, Muhammad Luthfi; Hamzaini
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.259

Abstract

Skenario film Mala Romansa bergenre drama tragedi dan Film fiksi Mala Romansa menggunakan konsep representasi traumatik tokoh ibu melalui setting dan property. Identitas tokoh ibu merupakan seorang ibu rumah tangga yang mengalami penyakit trauma Alzheimer dan masih mengenang anaknya yang di masa lalu. Ia masih terjebak dalam kenangan masa lalu bersama anaknya, yang terlihat melalui setting dan property berupa barang-barang yang sering digunakan anaknya saat masih kecil. Terlihat dari setting dan property yang dihadirkan berupa barang-barang yang sering di pakai dan digunakan oleh anaknya di masa lalu. Setting dan property tersebut tidak hanya menjadi penanda kenangan, tetapi juga menjadi jembatan emosional yang menghubungkan trauma sang ibu dengan cerita yang ingin disampaikan. Setting dan property yang digunakan pada set meliputi baju-baju Ari kecil, Mainan Ari kecil, dan lukisan yang di gambar Ari ketika kecil, setting dan property tersebut dapat merepresentasikan traumatik ibu yang mengalami trauma terhadap kematian anaknya di masa lalu.
PENCIPTAAN TRANSFORMASI WAJAH KARAKTER UTAMA PADA FILM THE WORSHIPER MELALUI SPECIAL EFFECT MAKE UP Islam, Anjely Dwi Jihan; Karyadi, FX. Yatno
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.260

Abstract

Penciptaan karya ini membahas tentang penerapan special effect make up untuk mewujudkan transformasi wajah karakter utama pada film fiksi the worshiper. Penciptaan ini untuk memperlihatkan transformasi wajah dalam setiap hari pada film fiksi the worshiper. Sebagai penunjang penciptaan penerapan transformasi wajah, penciptaan ini menggunakan teori Jan Musgrove yang menjelaskan tentang Teknik transformasi wajah untuk mengubah penampilan aktor. Hasil penciptaan ini menunjukan penerapan transformasi wajah melalui special effect make up untuk memperlihatkan perubahan psikologis yang mempengaruhi fisik, yang membantu memberikan penekanan perubahan mental karakter secara visual, dan menciptakan kesan realistis pada film fiksi the worshiper.
PENINGKATAN SELF EFFICACY LANJUT USIA MELALUI EDUKASI BERBASIS MODEL SELF-CARE OREM Azizah, Lilik Ma’rifatul; Zainuri, Imam
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.264

Abstract

Pengabdian bertujuan meningkatkan self efficacy lanjut usia dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari melalui edukasi berbasis model self care Orem dengan melibatkan perawat sebagai caregiver lanjut usia di Panti Werdha. Metode pelaksanaan program pengabdian dilakukan secara bertahab dan konprehensif meliputi tahap 1) persiapan dan sosialisasi, 2) pelaksanaan pengabdian yang meliputi penyuluhan dan pelatihan, dan 3) pelaporan, monitoring dan evaluasi. Partisipasi mitra pengabdian masyarakat yaitu lanjut usia di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Panti Werdha Majapahit Kab. Mojokerto yang berjumlah 45 orang pada September 2024, yang terbagi dalam 3 area berdasarkan tingkat aktifitas lanjut usia yaitu area mandiri (A) sebanyak 28 orang, area ketergantungan partial (B) 13 orang dan area ketergantungan total (C) sebanyak 4 orang. Hasil pengabdian masyarakat adanya peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri (self efficacy) lanjut usia dalam melaksanakan kemandirian aktifitas hidup sehari-hari sangat signifikan (p0,000 < 0,05) perbandingan pretest dan postest pengetahuan dan self efficacy lanjut usia. Panduan pelaksanaan kemandirian aktifitas hidup sehari-hari bagi lanjut usia sebagai pegangan bagi perawat sebagai caregiver, sehingga lanjut usia tetap punya keyakinan diri (self efficacy) yang tinggi dan mandiri dalam beraktifitas. Kontribusi pengabdian masyarakat dapat mengembangkan model konseling, promoting, dan preventing kesehatan jiwa lanjut usia.
DINAMIKA EPIDEMIOLOGI: MENGUNGKAP INTERAKSI HOST, AGEN, DAN LINGKUNGAN DALAM MENGHADAPI ANCAMAN PENYAKIT GLOBAL Noviari, Dewi; Agustina, Santi
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.267

Abstract

Diseases, both infectious and non-communicable, result from complex interactions between the host, the disease agent, and the environment. The epidemiological triad model serves as a fundamental framework for understanding disease transmission, identifying risk factors, and developing more effective prevention and control strategies. This article explores how the interplay between host, agent, and environment contributes to disease epidemiology and its relevance to both infectious and non-infectious diseases. In infectious diseases, agents such as viruses, bacteria, and parasites rely on environmental conditions and host immunity to thrive. Environmental factors such as sanitation, climate, and population density play a crucial role in determining the rate of disease transmission. Conversely, in non-communicable diseases, the agents are not microorganisms but risk factors like unhealthy diets, stress, and exposure to harmful substances. Environmental aspects such as urbanization, air pollution, and socioeconomic conditions also influence the occurrence of chronic diseases. Understanding the host-agent-environment model is essential for formulating public health policies. Environmental-based approaches, health regulations, and evidence-based medical interventions are key to future disease control efforts. This study emphasizes the need for a more holistic and multidisciplinary approach to address the increasingly dynamic global health challenges.
PENYULUHAN DETEKSI DINI TINDAKAN CYBER BULLYING DI SMA AL-HIDAYAH DLANGGU MOKOKERTO Kotijah , Siti; Sumiatin, Titik; Anggraini , Jelita Nur Ariza; Hidayati, Virly Ana
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.109

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Penyuluhan Deteksi Dini Tindakan Cyberbullying di SMA Al-Hidayah Dlanggu Mojokerto" bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang bahaya dan dampak cyberbullying, cara deteksi dini dan pencegahan yang efektif. Penyuluhan ini melibatkan siswa dan guru. Materi yang disampaikan dalam Kegiatan ini meliputi: pengertian cyberbullying, jenis-jenis cyberbullying, dampak psikologis bagi korban, serta pentingnya deteksi dini dalam mengidentifikasi tanda-tanda cyberbullying. Kegiatan ini juga memberikan keterampilan kepada peserta untuk mengenali gejala-gejala cyberbullying dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menghadapinya. Hasil dari kegiatan ini, terciptanya kesadaran yang lebih tinggi di kalangan siswa dan guru mengenai bahaya cyberbullying serta langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mencegahnya. Selain itu, terbentuknya tim respons cyberbullying di sekolah diharapkan dapat memberikan solusi cepat jika suatu kejadian bullying terjadi. Melalui program ini, diharapkan SMA Al-Hidayah Dlanggu dapat menjadi sekolah yang lebih aman dari ancaman cyberbullying, serta menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Mojokerto dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung perkembangan remaja.