cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 29872987     EISSN : 29874793     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
Farmasi Klinis; Farmasi Sosial;Farmasi Klinikal;Farmasi Industri;Farmasi Kesehatan Masyarakat;Farmasi Klinik;Farmasi Komunitas;Farmasi Klinikal dan Sosial;Ilmu Biomedis;Epidemiologi;Kesehatan Masyarakat;Kedokteran;Gizi;Psikologi Kesehatan;K3;Manajemen Farmasi;
Articles 320 Documents
Integrasi Teknologi di Gudang Farmasi: Tantangan dan Peluang untuk Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Obat Jajang Japar Sodik; Asep Kamal Sahroni
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1160

Abstract

Pharmaceutical warehouses play a crucial role in maintaining the quality and integrity of medicines within the pharmaceutical supply chain. Proper storage and effective management of these facilities are key to ensuring the effectiveness, safety, and availability of medicines. However, managing pharmaceutical warehouses poses several challenges, such as inventory control, maintaining optimal storage conditions, and detecting genotoxic contaminants, which can impact the quality and availability of medicines. Literature search was conducted across several databases, including PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, using keywords such as "Pharmaceutical Warehouse Management", "Pharmaceutical Warehouses", and "Pharmaceutical Warehouse Operations". The literature review findings suggest that technology integration, such as the adoption of blockchain technology, barcode scanning, and RFID technology, holds the potential to enhance operational efficiency and medicine quality in pharmaceutical warehouses. Nevertheless, challenges such as system integration, data security, and the need for staff training also need to be addressed in adopting these technologies. Future research should explore strategies to overcome these challenges and the impact of technology adoption on the overall efficiency and effectiveness of pharmaceutical supply chain management
Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing dan Aromaterapi Daun Mint pada Pasien Dyspnea di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Muchtar, Septi Ayuningtias; Fitri Arofiati
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1163

Abstract

Dyspnea adalah keadaan seseorang mengalami kesulitan bernapas karena tidak cukup udara yang masuk ke paru-paru. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis untuk mengatasi pasien dyspnea ini adalah dengan teknik pursed lip breathing dan aromaterapi daun mint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saturasi oksigen dan frekuensi napas sebelum dan sesudah diberikan asuhan keperawatan pada pasien dyspnea dengan pemberian teknik pursed lip breathing dan aromaterapi daun mint. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan melibatkan satu orang pasien yang mengalami dyspnea di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Mei 2024. Tindakan yang dilakukan adalah teknik pursed lip breathing dan aromaterapi daun mint selama 15 menit, dengan instrumen berupa alat saturasi oksigen, lembar observasi pengukuran frekuensi napas, alat humidifier untuk aromaterapi. Sebelum diberikan intervensi tersebut pasien dilakukan pengecekan ulang saturasi oksigen 94% dengan nasal kanul 3 lpm dan frekuensi napas 28x/menit. Setelah pemberian intervensi dilakukan kembali pengukuran saturasi oksigen 96% dengan nasal kanul 3 lpm dan frekuensi napas 26x/menit. Pemberian teknik pursed lip breathing dan aromaterapi pada pasien dyspnea mampu meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan frekuensi napas.
Studi Kasus: Pengaruh Hand Massage Therapy terhadap Tingkat Kecemasan Pasien yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Tidar Kota Magelang Ariastuti, Endah Dwi; Syahruramdhani; Tariyah
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1165

Abstract

Hemodialisis merupakan prosedur terapi yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Perawatan hemodialisis yang berkepanjangan dapat mengakibatkan gangguan pada aspek biologis maupun psikologis. Salah satu dampak yang dirasakan oleh pasien yang menjalani hemodialis yaitu kecemasan yang diakibatkan oleh krisis situasional, masalah ekonomi, ancaman kematian, impotensi, dan masalah lainnya yang dapat menurunkan kualitas hidupnya. Salah satu upaya yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan yaitu dengan hand massage therapy. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh hand massage terhadap tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode yang digunakan yaitu deskritif dengan pendekatan studi kasus. Karakteristik subjek yang digunakan adalah pasien dengan gagal ginjal kronis yang baru menjalani hemodialisis dan mengalami kecemasan. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan dan penurunan skor tingkat kecemasan dari tingkat kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan setelah diberikan intervensi hand massage therapy pada pasien yang menjalani hemodialisis. Dari penelitian ini dapat disumpulkan bahwa terdapat pengaruh intervensi hand massage therapy terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi Apendisitis Di Rsud Dr. Tjitrowardojo Kelas B Purworejo: Case Report Manisa Afrilianti; Lisa Musharyanti
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1167

Abstract

Apendisitis adalah peradangan yang disebabkan oleh infeksi pada usus buntu dan memerlukan pembedahan atau laparotomi segera. Di dunia masalah kesehatan masyarakat terkait kasus bedah telah meningkat sebesar 10%. Laparotomi adalah prosedur pembedahan yang membuka rongga perut dan dapat dilakukan pada sistem gastrointestinal, saluran kemih, dan ginekologi. Pasien pasca operasi mengalami nyeri akibat kerusakan jaringan dan luka operasi akibat sayatan selama operasi dan nyeri akibat mempertahankan posisi selama operasi dan pasca operasi. Pengobatan nyeri pasca operasi dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi yang dapat dilaksanakan dan diajarkan kepada pasien adalah mobilisasi dini. Mobilisasi mencegah ketegangan otot sehingga mengurangi rasa nyeri, menjamin kelancaran peredaran darah, memulihkan metabolisme tubuh, mengembalikan fungsi fisiologis organ vital, dan pada akhirnya mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi apendisitis Di Rsud Dr. Tjitrowardojo Kelas B Purworejo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu case repost yang di lakukan selama 3 hari kunjungan pasca operasi laparatomi apendisitis. Hasil penelitaian menunjukan adanya penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan mobilisasi dini. Skala nyeri pasien pada hari petama dari skala 8 menjadu skala 7, hari kedua dari skala 7 menjadi skala dan pada hari ke tiga dari sekala 5 nenjadi skala 3. Maka kesimpulkan dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi laparatomi apendisitis
Implementasi Terapi Pijat Kombinasi Aromaterapi Inhalasi Lavender Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Post Operasi Hernia Repair: Laporan Kasus Fani Riska Berliana; Lisa Musharyanti
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1168

Abstract

Nyeri pasca operasi hernia repair dilaporkan masih menjadi tantangan paling umum pada perawatan pasien pasca prosedur pembedahan. Hernia repair merupakan salah satu prosedur untuk mengatasi penyakit hernia inguinalis. Operasi hernia repair dianggap baik apabila tidak adanya komplikasi dan pasien bisa segera melakukan rutinitas pekerjaannya. Penelitian laporan kasus ini bertujuan pada implementasi terapi non farmakologis yakni pemberian terapi pijat yang dikombinasikan dengan aromaterapi inhalasi lavender dalam menurunkan skala nyeri post operasi hernia repair. Studi laporan kasus ini mengeksplorasi penggunaan terapi pijat kombinasi aromaterapi inhalasi lavender pada seorang pasien laki-laki berusia 51 tahun dengan nyeri pasca operasi hernia repair skala 7 yang diukur melalui Numerical Rating Scale dan Wong Baker Face Pain Rating Scale. Pasien diberikan intervensi berupa terapi pijat tangan dan kaki selama 20 menit dan aromaterapi inhalasi lavender menggunakan kassa selama 30 menit dalam 3 hari berturut-turut. Berdasarkan hasil peninjauan selama 3 hari berturut-turut menggunakan Numerical Rating Scale dan Wong Baker Face Pain Rating Scale, ditemukan skala nyeri menurun dari skala 7/10 menjadi 3/10. Laporan kasus ini membuktikan bahwa adanya penurunan nyeri sebelum dan setelah diberikan terapi pijat kombinasi aromaterapi inhalasi lavender pada pasien post operasi hernia repair.
Studi Kasus: Pengaruh Pemberian Terapi Foot Massage Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Ruang Hemodialisa RSUD Tidar Magelang Yesinta Trisia Rahmatika; Syahruramdhani; Tariyah
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1170

Abstract

Hemodialisis merupakan terapi utama untuk penderita gagal ginjal kronis (GGK) yang memiliki tujuan untuk mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit dan membuang produk sisa metabolisme. Meskipun efektif dalam pengobatan, hemodialisis dapat menimbulkan gangguan psikologis, terutama kecemasan pada pasien. Kecemasan yang terjadi seringkali diakibatkan oleh ketidakpastian terkait kondisi kesehatan dan pengalaman nyeri sebelumnya. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diberikan untuk mengurangi kecemasan pada pasien GGK adalah terapi foot massage. Terapi ini dapat meningkatkan rasa nyaman, merangsang sistem saraf parasimpatis, dan memberikan efek relaksasi pada tubuh, sehingga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Tujuan studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh dari pemberian terapi foot massage untuk menurunkan kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan metode deskriptif. Karakteristik responden yang digunakan yaitu pasien dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis <6 bulan, mengalami kecemasan dan tidak mengalami pembengkakan pada area ektremitas bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan skala kecemasan setelah diberikan terapi foot massage. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi foot massage untuk menurunkan kecemasan pada pasien GGK yang sedang menjalani hemodialisis
Pengaruh Terapi Nebulizer Dan Teknik Pernapasan Buteyko Terhadap Dispnea Pasien Asma IGD PKU Muhammadiyah Yogyakarta Veni Laily Dwi Fauziah; Fitri Arofiati
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1175

Abstract

Asma dapat menyerang berbagai usia dan apabila penanganannya tidak benar dapat menimbulkan korban jiwa. Kegawatdaruratan asma akan merasakan sesak napas berakibat laju pernapasan meningkat mencapai 20x/menit lebih sehingga harus segera ditangani. Untuk mengetahui perkembangan pola napas setelah dilakukan pemberian intervensi terapi nebulizer dan teknik pernapasan buteyko. Case report pasien asma yang dirawat di IGD RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bulan Mei 2024. Pasien akan mendapatkan terapi nebulizer sebagai pengobatan standar, dilanjutkan dengan teknik pernapasan buteyko. Pengukuran respirasi rate dilakukan setelah terapi nebulizer dan teknik pernapasan buteyko. Laju pernapasan sebelumnya 24x/menit, menjadi 21x/menit setelah diberikan terapi nebulizer, dan 19x/menit setelah pasien melakukan teknik pernapasan buteyko. Saturasi oksigen awalnya 95% menjadi 98% setelah diberikan terapi nebulizer, kemudian saturasi oksigen menjadi 100% setelah melakukan teknik pernapasan buteyko. Suara wheezing masih ada namun tidak terdengar jelas dibandingkan saat awal pasien masuk. Penurunan laju pernapasan, peningkatan saturasi oksigen dan menurunnya suara napas wheezing saat pasien diberikan terapi nebulizer dan teknik pernapasan buteyko.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sampo Ekstrak Daun Seledri (Apium Graveolens L) Sebagai Penumbuh Rambut Hanita Christiandari; Edy Suprasetya; Yayu Nurainy
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1176

Abstract

Sampo adalah sediaan farmasi berupa produk kosmetika yang berfungsi untuk merawat dan membersihkan rambut dari kotoran maupun minyak yang menempel. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sampo adalah daun seledri (Apium graveolens L) karena mengandung senyawa apigenin yang memiliki efek dalam stimulasi pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi, evaluasi sifat fisik dan sifat kimia sediaan sampo eksrak daun seledri (Apium graveolens L) sebagai penumbuh rambut. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Sediaan sampo dibuat dengan perbedaan jumlah ekstrak daun seledri (Apium graveolens L) 0%, 2%, 3%, 4%. Evaluasi sediaan sampo yang dilakukan meliputi, uji organoleptis, tinggi busa, viskositas, pH dan uji tipe sampo. Data hasil evaluasi sampo diolah menggunakan statistik untuk melihat perbedaan antar formula. Evaluasi sediaan sampo pada uji organoleptis menghasilkan bentuk semi solid, F0 warna putih, F1 warna hijau muda, F2 hijau dan F3 hijau tua. Uji tinggi busa F0 memiliki nilai tinggi busa 2,60 cm; F1 2,70 cm; F2 2,40 cm; F3 2,90 cm. Uji viskositas F0 2.241 mPa.S; F1 2.234 mPa.S; F2 1.977 mPa.S; F3 1.951 mPa.S. Uji pH F0 6,50; F1 6,47; F2 6,32; dan F3 6,32. Hasil uji tipe sampo menunjukan bahwa semua formula memiliki tipe O/W. Formulasi dan evaluasi sediaan sampo ekstrak daun seledri (Apium graveolens L) sebagai penumbuh rambut dapat disimpulkan bahwa formulasi 1 dengan jumlah ekstrak daun seledri 2% menunjukan hasil yang paling baik, karena hasil evaluasi sediaan sampo pada formulasi 1 paling mendekati dengan formulasi kontrol.
Pola Asuh Ibu Balita Stunting Dita Eka Pratiwi
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1181

Abstract

In 2022, the number of stunting toddlers in East Semarang District Semarang City was 93 cases (3.33%) out of 2793 toddlers. The purpose of this study was to determine what factor are associated with mother parenting of stunting toddlers in East Semarang District, Semarang City. This type of research uses quantitative analytic research with a cross-sectional design. The sample of this study was 59 mothers who had stunting toddlers in Semarang City, East Semarang District using the total sampling method. Data were analyzed using chi square test. The results showed that occupation (p value 0.000), family income (p value 0.000), knowledge (p value 0.026), attitude (0.002), husband support (p value 0.000), family support (p value 0.036) and health worker support (p value 0.000) had a relationship with mother parenting of stunting toddlers. While age (p value 0.235), education level (p value 0.424), access to health services (p value 0.243) and cadre support (p value 0.176) have no relationship with mother parenting of stunting toddlers. The suggestion of this study is to increase mothers' awareness about the importance of good parenting to prevent stunting in toddlers.
Phenomenological Research of Dentist Experiences During the Covid-19 Pandemic Syafila Nurfathia; CSP Wekadigunawan; Hasyim Hasyim
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1183

Abstract

Background The Covid-19 pandemic has resulted in difficulties, including changes in the healthcare service flow, including dental and oral healthcare services, which have become potential sites or mediums for virus transmission. The worsening situation of Covid-19 has compelled dentists to limit procedures in their practice and reduce the number of dental appointments. During the COVID-19 pandemic, mandatory health protocols must be implemented in dental practices, including maintaining physical distancing, limiting direct contact with other individuals, and reducing the number of patient queues in waiting areas. Purpose : Exploring by directly observing dentists regarding their service experiences during the COVID-19 pandemic to provide a concrete, focused, and more vivid description of the experiences felt by dentists based on phenomenological research. Research Methodology : This research employed a qualitative research with a phenomenological approach. The research was conducted for approximately one month at Kaina Healthcare Clinic in West Jakarta. The research sample consists of dentists working at the clinic. Results : Based on the outcomes obtained, 8 themes were identified: dental services continue to operate following health protocols, the most common service is emergency care and tooth abscess treatment, a different workload compared to before the pandemic, mental pressure on dentists, decreased income, ineffective telemedicine, stigma and discrimination, and discomfort when using personal protective equipment (PPE). Conclusion : Based on the theory of organizational behavior, dentists may experience worry and anxiety about the possibility of contracting the virus from patients. However, they must continue to provide service despite the high risk of transmission and reduced income due to decreased patient visits. The information flow or learning effect is that Kaina Healthcare dental clinic continues to operate by following the service procedures during the COVID-19 pandemic. The clinic provides equipment to support COVID-19 prevention efforts. Based on the experience of dentists in providing services during the COVID-19 pandemic, capacity development that has been practiced includes the use of telemedicine. However, this approach has proven to be ineffective because it cannot address the underlying causes of dental problems that require dental treatment. Furthermore, there have been transformational impacts, such as a different workload compared to before the pandemic due to a decrease in patient visits and longer process flows.