cover
Contact Name
Aufa Rizka Azzumi
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285156704080
Journal Mail Official
aufa.r.azzumi@stikes-ibnusina.ac.id
Editorial Address
JALAN RAYA AJIBARANG KM 1 BANYUMAS, JAWA TENGAH
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 29872987     EISSN : 29874793     DOI : 10.59841
Core Subject : Health,
Farmasi Klinis; Farmasi Sosial;Farmasi Klinikal;Farmasi Industri;Farmasi Kesehatan Masyarakat;Farmasi Klinik;Farmasi Komunitas;Farmasi Klinikal dan Sosial;Ilmu Biomedis;Epidemiologi;Kesehatan Masyarakat;Kedokteran;Gizi;Psikologi Kesehatan;K3;Manajemen Farmasi;
Articles 320 Documents
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Karamunting Terhadap Pertumbuhan Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) secara In Vitro Arul Pansyah; Anasthasia Pujiastuti
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.942

Abstract

Daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) memiliki kandungan senyawa aktif saponin, flavonoid, fenol, dan tanin yang diduga berperan sebagai antibakteri. Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan patogen penyebab infeksi yang mengalami resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi ekstrak daun karamunting terhadap pertumbuhan bakteri MRSA secara in vitro. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan metode difusi cakram. Konsentrasi ekstrak daun karamunting yang dibuat yaitu 5, 10, 15, 20 dan 25%. Kontrol positif yang digunakan yaitu ciprofloxacin dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil diameter zona hambat ekstrak konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25, kontrol positif dan negatif berturut-turut sebesar 10; 16,7; 20; 23,3; 26,7; 36,7 dan 0 mm. Hasil analisis mann whitney menyatakan bahwa konsentrasi ekstrak 5% terhadap 20%, 25%, kontrol positif dan negatif menghasilkan nilai signifikansi p < 0,05. Hal ini berarti diameter zona hambat yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak daun karamunting.
Teknik Peningkatan Kelarutan Bahan Aktif Farmasi Ibuprofen Saputro, M. Ramadhan
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.953

Abstract

Ibuprofen adalah obat golongan NSAID pertama kali, yang bersifat nonselektif dan memiliki mekanisme kerja obat dengan cara memblokir enzim siklooksigenase yang menghasilkan inflamator prostaglandin dibagian COX-1. Karakteristik ibuprofen sebagai bahan aktif farmasi termasuk kategori BCS kelas II (kelarutan rendah, permeabilitas tinggi). Kelarutan dan permeabilitas obat sangat penting dalam menentukan ketersediaan hayati dan kesetaraan hayati. Tujuan penulisan ini memberikan pandangan terkait teknik – teknik yang digunakan dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas khususnya ibuprofen. Artikel ini disusun dari sumber primer yang telah dipublikasi secara online melalui Science Direct dengan memasukkan kata kunci co-crystal ibuprofen, ibuprofen solid dispersion, co-amorphous Ibuprofen, ibuprofen nanoparticle. Dari review ini ditemukan terdapat teknik dalam peningkatan kelarutan obat, laju disolusi dan stabilitas yaitu ko-amorf, ko-kristal, dan nanopartikel. Keberhasilan dalam mengembangkan bahan aktif farmasi Ibuprofen dengan masalah kelarutan terhadap air rendah dari teknik yang digunakan, sehingga memperoleh hasil peningkatan laju disolusi pada bahan aktif farmasi Ibuprofen tersebut.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Resep Non Racikan Pada Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Kota Batam Nur Wafiq Azizah; Reny Haryani; Desy Maniarti Gusmali; Aprilya Sri Rachmayanti; Nahrul Hasan
An-Najat Vol. 1 No. 2 (2023): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i2.965

Abstract

One of the Minimum Service Standards for hospital pharmacy is waiting time. Waiting time for drug service is the time from the patient submitting the prescription to receiving the drug. This study aims to analyze the accuracy of waiting time for non-recipe prescription services for BPJS patients at RSHB Pharmacy Batam City in accordance with Kepmenkes Number 129 / Menkes / SK / II / 2008 and determine the factors that cause the length of a prescription service process. This study used purposive sampling method for BPJS patients at RSHB Batam City. This research concludes with a sample size of 187 non-recipe prescriptions. The conclusion of this study is that the average prescription service time is 49.11 minutes, which means that the Batam City RSHB Pharmacy has not met the Minimum Hospital Service Standards
Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Gunungtua Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Bintang Simbolon; Ismail Efendy; Indah Anggraini
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.969

Abstract

Motivation is the process of willingness to perform a high level of effort to achieve organizational goals conditioned by the ability of the effort to satisfy some individual needs. Although in general motivation refers to the effort made to achieve each goal. The purpose of the study was to analyze the factors that influence the work motivation of health workers at Gunungtua Health Center, Padang Bolak District, North Padang Lawas Regency. The research design used Analytical Survey method with Cross Sectional approach. The population in this study were all health workers, especially midwives, namely 59 people, all of whom were sampled. Data analysis used univariate analysis, bivariate with chi-square test and multivariate with logistic regression.The results of logistic regression research show that there is an influence of attitude p = 0.001, responsibility p = 0.003, career path p = 0.000 and work environment p = 0.001 on the work motivation of health workers at Gunungtua Health Center, Padang Bolak District, North Padang Lawas Regency, while the dominant factor is career path p = 0.000 and 95% CI = 5,389-316,539 with Exp (B) 41,303.The conclusion of this study is that there is an influence of attitude, responsibility, career path and work environment, while education and leadership have no influence on the work motivation of health workers, the most dominant career path influences the work motivation of health workers at Gunungtua Health Center, Padang Bolak District, North Padang Lawas Regency. It is recommended that the Gunungtua Health Center to increase the work motivation of health workers must be able to prepare, place their health workers in the right work position according to their field and must provide work encouragement and career development for health workers by implementing a planning system and participation in the implementation of promotion activities.
Formulasi dan Evaluasi Permen Jelly dari Ekstrak Daun Pegagan dan Rimpang Kunyit untuk Kesehatan kardiovaskular Patonah Hasimun; Deny Puriyani Azhary; Saputro, M. Ramadhan
An-Najat Vol. 2 No. 2 (2024): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i2.1030

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Hipertensi diawali dengan meningkatnya tekanan darah secara terus menerus. Kombinasi dari tanaman pegagan dan kunyit mampu menekan tekanan darah sistolik dan diastolik serta mampu memperbaiki kekakuan arteri. Tujuan penelitian ini mengetahui stabilitas formulasi sediaan sediaan permen jelly dari ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit. Formula permen jelly dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi penambahan ekstrak daun pegagan dan rimpang kunyit sebesar 3,5 g dengan variasi penggunaan karagenan. Penelitian dianalisis statistik Kruskal wallis. Pengujian permen jelly meliputi uji organoleptis, uji kadar air (metode oven), uji keseragaman bobot, dan uji kesukaan (metode hedonik). Uji organoleptik ketiga formula memiliki warna coklat dengan aroma khas tutty frutty, formula I memiliki rasa manis sedikit pahit dan formula II dan III memiliki rasa manis, formula I dan III memiliki tekstur kenyal sedangkan formula II memiliki tekstur agak kenyal, uji kadar air formula I 3,5%, formula II 4,6% dan formula III 5%, uji keseragaman bobot ketiga formula memenuhi persyaratan uji keseragaman bobot menurut FI III. Dari ketiga formula, formula III memiliki tekstur dan rasa yang disukai responden dengan persentase kadar air sebesar 5% dan memenuhi persyaratan keseragaman bobot.
Evaluasi Rencana Kebutuhan Obat Di RSUD Dr. Soesilo Kabupaten Tegal Tahun 2021 Arifina Fahamsya; Osie Listina; Ratna Putri Riasari
An-Najat Vol. 2 No. 4 (2024): NOVEMBER - An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i4.1035

Abstract

Rumah sakit mengemban peran vital dalam memacu peningkatan derajat kesehatan masyarakat, hal demikian menjadikan rumah sakit dituntut untuk mampu menghadirkan pelayanan yang bermutu sebagaimana standar yang ditentukan dan mampu menjangkau semua lapisan masyarakat. Diperlukan sistem pengendalian persediaan guna mendapatkan tingkat permintaan dan persediaan yang seimbang. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh gambaran mengenai analisis pengendalian persediaan obat melalui metode ABC dan VEN pada Instalasi Farmasi RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Penelitian non eksperimental diterapkan sebagai metode pada penelitian ini melalui rancangan deskriptif yang mengacu pada data kuantitatif sehingga penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian retrospektif. Data yang dihimpun yaitu data primer dan data sekunder. Hasil telaah terhadap dokumen pemakaian obat selama periode Tahun 2021 dirujuk sebagai data sekunder dan hasil wawancara mendalam dengan informan menjadi data primer pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian persediaan yang dijalankan oleh depo logistik RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal yaitu stok opname, kartu stok, dan aplikasi billing system. Pengendalian persediaan obat di RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal belum menerapkan metode pengendalian khusus seperti analisis ABC dan VEN Berdasarkan hasil evaluasi pengelompokkan obat berdasarkan matriks ABC-VEN dari 653 item obat, jumlah obat prioritas sebanyak 34 item obat atau 5,21%, sedangkan kelompok utama sebanyak 256 item obat atau 39,20%, dan kelompok obat tambahan sebanyak 363 item obat atau 55,59%.
Difusi Total Polifenol Dari Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dengan Peningkat Penetrasi Polietilen Glikol (Peg) Asfar, Arfandi; Arisanty; St. Ratnah
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1046

Abstract

Sediaan topikal adalah sediaan yang kegunaannya pada kulit untuk menghasilkan efek lokal seperti sediaan topikal krim. Salah satu bahan yang digunakan dalam sediaan krim adalah daun kelor yang diketahui memiliki kandungan polifenol alami yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Polietilen Glikol (PEG) sebagai bahan peningkat penetrasi terhadap penetrasi krim daun kelor. Krim dibuat dalam 4 formula yang memiliki variasi konsentrasi PEG 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Pengujian penetrasi krim daun kelor menggunakan sel Difusi Franz dan membrane selofan sebagai membrane difusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula 1 dengan konsentrasi PEG 2,5% sediaan krim Ekstrak Daun Kelor (Moringae oleifera) memiliki jumlah senyawa polifenol yang terdifusi paling tinggi yaitu, 3,7399 mgGAE/g dengan lama difusi 240 menit. Dari hasil analisis statistic menggunakan One Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dari konsentrasi Polietilen Glikol (PEG) setiap formula.
Gambaran Respon Berduka Pada Orang Dengan Hiv (Odhiv) Tika Roudotul Janah; Angga Khoerul Rizal; Ahmad Ikhlasul Amal
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1061

Abstract

HIV menjadi masalah besar dan kompleks yang mengancam banyak negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Beragam masalah telah ditimbulkan oleh penyakit HIV diantaranya adalah terkait masalah fisik, sosial, emosional dan spiritual. Penderita HIV sangat mudah menerima penolakan dari lingkungan sekitarnya yang berdampak berduka berkepanjangan, dampak psikososial pada tahun awal yang dapat ditemukan yaitu seperti respon berduka.Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 100 responden. Pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Univariat. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Poncol Kota Semarang ditemukan bahwa penderita HIV dalam subvariabel denial mayoritas berada pada tingkatan rendah sebanyak 65 responden. Subvariabel Anger mayoritas responden dalam kategori sedang 66 responden. Subvariabel acceptance didapatkan mayoritas berada dalam kategori rendah. Sebagaian besar responden memiliki respon berduka yang berbeda dalam setiap subvariabelnya.
Analisis Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Management Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Rsi Banjarnegara:Studi Cross Sectional Wahyu Puspitasari; Tika Roudotul Jannah; Ahmad Ikhlasul Amal; Mohammad Arifin Noor
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1062

Abstract

Penderita diabetes militus akan mengalami gangguan pada sekresi dan kerja insulin sehingga berdampak pada meningkatnya kadar gula dalam darah.Pengkontrolan kadar gula dapat dilakukan dengan menerapkan Self care management akan tetapi hal tesebut memerlukan motivasi yang baik serta dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi dan dukungan keluarga terhadap self care management pasien diabetes mellitus di RSI Banjarnegara. Metode: Desain penelitian dilakukan secara analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berupa seluruh pasien DM DM di Rumah Sakit Islam Banjarnegara sejumlah 293. Sampel menggunakan purposive sampling. Perolehan data dilakukan dengan kuesioner Self Care Management, Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ). Hasil: usia paling banyak dengan lansia akhir 56- 65 tahun sejumlah 38,4%, Jenis kelamin mayoritas dengan perempuan sejumlah 73,2%, Pendididikan paling dengan pendidikan SMA sejumlah 49,1%, lama menderita mayoritas lebih dari 10 tahun sejumlah 51,8% untuk dukungan keluarga diperoleh mayoritas dengan kurang baik 52,7%, motivasi dengan kurang baik sebesar 61,6% dan Self Care Management mayoritas dengan kurang sebesar 55,4%. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat motivasi, dukungan keluarga dengan self care management pasien DM di Rumah Sakit Islam Banjarnegara dengan p_value 0,000 (<0,05).
Pengaruh eksipien terhadap sifat fisik granul effervescent : Review Pratama, Reza; Munir Alinu Mulki; Saputro, M. Ramadhan; Afifah Rusyda Sani; Ratu Siti Robiatul Awaliyah
An-Najat Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v2i1.1071

Abstract

The use of various plant species, which are then formulated using pharmaceutical technology in the form of effervescent granule preparations, is a strategy to increase the practicality and public interest in consuming herbal medicines. The natural ingredients most commonly used as the main ingredients in the manufacture of effervescent granules include fruits, rhizomes, fruit peels, leaves and seeds. Effervescent granules are a mixture of acidic and alkaline compounds which, when added to water, produce a carbon dioxide reaction. This creates a foam that gives a fresh taste effect and can mask unwanted flavours. The purpose of this article is to provide information on the formulation and evaluation of effervescent granules from various plant extracts that may have public health benefits. The method used to collect the data was a search of several journals. The results of the search showed the influence of excipients on the physical properties of the granules. These include organoleptic properties, flow time, dissolution time, water content and pH of effervescent granule preparations.

Page 10 of 32 | Total Record : 320