cover
Contact Name
Arifin Hidayat
Contact Email
arifin@uinsyahada.ac.id
Phone
+6281228269512
Journal Mail Official
jurnalhikmah@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/Hik/about/editorialTeam
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 2085113     EISSN : 24069485     DOI : https://doi.org/10.24952/hik.v16i2
Core Subject : Social,
Jurnal Hikmah terbit 2 kali setahun ini diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan pada tahun 2007 dalam bentuk edisi cetak dan online. Tim redaksi menerima tulisan ilmiah baik merupakan hasil pemikiran konseptual maupun hasil penelitian yang berkaitan dengan kajian dakwah dan komunikasi Islam yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Tim penyunting berhak untuk melakukan revisi terhadap tulisan yang masuk ke meja redaksi untuk keseragaman format tanpa mengubah isi dan maksud tulisan. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080.
Articles 192 Documents
Strategi Dakwah Remaja Islam Masjid Al Huda Kota Depok Dalam Memperkenalkan Gaya Hidup Less Waste Almira Manda Safira
Hikmah Vol 16, No 1 (2022): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v16i1.3622

Abstract

AbstractThis study aims to describe the da'wah strategy of the Islamic Youth at the Al Huda Mosque in Depok City in introducing a less-waste lifestyle. Less waste is a philosophy that is used as a lifestyle, which in practice aims to reduce waste as much as possible. The research method in this study uses qualitative research methods with descriptive data analysis techniques. The data sources were obtained through interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the da'wah strategy used by the Islamic Youth of the Al Huda Mosque in Depok City in introducing the less waste lifestyle is using a form of sentimental strategy (al-manhaj al-athifi) and sensory strategy (al-manhaj al-hissi). The sentimental strategy used is to disseminate information about environmental issues, such as the dangers or bad effects of plastic waste. Meanwhile, the sensory strategy used was to provide supporting facilities and familiarize the congregation to always carry a tumbler.Keywords: Strategy, da’wah, less wasteAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dakwah Remaja Islam Masjid Al Huda Kota Depok dalam memperkenalkan gaya hidup less waste. Less waste merupakan sebuah filosofi yang dijadikan sebagai gaya hidup, yang pada praktiknya bertujuan mengurangi sampah sebisa mungkin. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif. Adapun sumber data didapat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah yang digunakan oleh Remaja Islam Masjid Al Huda Kota Depok dalam memperkenalkan gaya hidup less waste adalah menggunakan bentuk strategi sentimental (al-manhaj al-athifi) dan strategi indrawi (al-manhaj al-hissi). Adapun strategi sentimental yang digunakan ialah dengan menyebarkan informasi seputar isu lingkungan, seperti tentang bahaya atau dampak buruk sampah plastik. Sedangkan strategi indrawi yang digunakan yaitu dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung, serta membiasakan jemaah untuk selalu membawa tumbler. Kata kunci: Strategi, dakwah, less waste
Pola Komunikasi Pemangku Jabatan Keraton Kasepuhan dengan Pejabat Pemerintah Kota Cirebon Fatmawati Fatmawati
Hikmah Vol 14, No 2 (2020): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v14i2.2662

Abstract

Cirebon memiliki dua model pemerintahan, Keraton Kasepuhan sebagai pemerintahan kultural dan Pemerintah Kota sebagai pemerintahan struktural.Keberadaan dua pemerintahan tersebut, tentunya sangat rentan akan konflik jika tidak dilakukan upaya pemeliharaan hubungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dengan pejabat Pemkot. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik yang dicetuskan oleh George Herbert Mead.Penelitian ini juga menggunakan konsep pola komunikasi formal dan informal yang digagas oleh Khomsahrial Romli. Selain itu, digunakan juga konsep pola komunikasi menurut H.A.W.Widjaya dalam bukunya Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Ada empat pola komunikasi, yaitu: pola roda, pola rantai, pola lingkaran dan pola bintang.Hasil dari penelitian ini, yaitu pola komunikasi yang digunakan oleh pemangku jabatan Keraton Kasepuhan dan pejabat Pemkot adalah pola-pola komunikasi yang berorientasi pada kesetaraan komunikator, seperti pola bintang dan pola horizontal. Pola bintang dan pola horizontal memungkinkan setiap komunikator untuk saling bertukar pesan dan respon secara langsung, tanpa memandang status sosial ataupun hal-hal yang dapat membedakan hak-hak komunikator dalam berbicara.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN KONSELOR DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Riem Malini Pane
Hikmah Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v10i2.700

Abstract

Counselors are experts / professionals who have particular expertise in the field ofguidance and counseling competence in terms of personality, knowledge, skills andexperience . Qualified academic counselors in the educational unit on the path ofeducation is S-1 in the field of guidance and counseling and counselor EducatedProfessionals. Competence is the counselor's personality factor is crucial in theimplementation of counseling. Counselors are required to facilitate the development ofpersonal competence and is responsible for the guidance of the Qur'an and religiousmaturity.
PERAN WANITA DALAM MEMBINA BUDAYA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Hamdan Daulay
Hikmah Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v12i2.894

Abstract

Gerakan kerukunan yang digagas Kementerian Agama selama ini sungguh tepat dan patut didukung di tengah pluralitas yang ada. Lewat gerakan kerukunan ini menjadi pesan bagi semua pihak, bahwa sangat tidak pantas menyebar permusuhan dengan mengatasnamakan agama. Aktualisasi dari pembinaan umat beragama  sesungguhnya sudah dilakukan  dengan baik. Tokoh-tokoh agama dengan tidak mengenal lelah sudah memberi khutbah dalam rangka membina umat. Lewat pembinaan tersebut, umat beragama diharapkan bisa menjadi kelompok masyarakat yang santun, toleran serta mencintai kerukunan dan perdamaian. Umat beragama yang taat tentu tidak akan memusuhi umat agama lain, walaupun ada perbedaan di antara mereka.Dari realita yang ada di masyarakat, ada kaitan yang erat antara budaya yang berkembang dengan solusi pengokohan kerukunan umat beragama. Karena pada dasarnya budaya bisa menjadi pemersatu di tengah perbedaan yang ada, termasuk dalam hal perbedaan agama. Demikian pula halnya dengan peran kaum wanita dalam memperkokoh kerukunan umat beragama. Di daerah Sleman Yogyakarta misalnya, kaum wanita melalui berbagai organisasi sosial kegamaan yang ada bisa menjadi potensi besar dalam membina budaya kerukunan beragama. Peran wanita di Sleman Yogykarta bisa menjadi contoh bagi daerah lain di tanah air dalam upaya memperkokoh kerukunan di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini.
Organisasi Massa Islam Awal Abad 20; Telaah Terhadap Perjalanan Gerakan Sarekat Islam Abdullah Khusairi
Hikmah Vol 13, No 2 (2019): HIKMAH: JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v13i2.2034

Abstract

This article reveals the journey of an Islamic mass organization in the early 20th Century, Serikat Dagang Islam (SDI), which later became Serikat Dagang (SI). This organization was present as a form of awareness to unite in the movement to deal with the economic pressures of the Dutch East Indies government. In the early days of its presence it was not intended to be a political tool of power but SI activists eventually became figures respected by the Dutch East Indies government at that time. The momentum of the rise of thought and the independence movement of the Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) actually started from SI activists who spread in various developing regions. They are active in writing thoughts in the print media that are being loved by Muslim cum activists. These activists networked with each other in producing discourse in written form and owning their respective media. This article would like to offer that every movement through the organization as a vehicle for Da'wah Islamiyah must prepare activists who are capable, brave, and strong in fighting. More than that, it is able to design and implement the latest Da'wah Islamic strategy in the midst of the political currents that are in power so as not to lose and sink in the midst of the times that keep changing so fast.
Transformasi Pesantren Sebagai Fasilitator Ahli Hikmah (Studi Fenomenologi Pondok Pesantren Al-Insaf, Karangasem Utara, Batang) Mochamad Aris Yusuf
Hikmah Vol 17, No 1 (2023): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v17i1.6942

Abstract

In the past, pesantren were the center for the ongoing transmission of traditional Islamic knowledge, as guardians and custodians of the continuity of traditional Islam, as well as centers for the reproduction of Islamic scholars. Now it has undergone a transformation in the form of solving socio-religious problems around it, such as the case of handling magic. So that the Al-Insaf Islamic Boarding School located in the Karang Widoro hamlet, North Karangasem, Batang, is here as a solution. This study uses a qualitative research method with a type of phenomenology. The purpose of this article is to reveal how the function of da'wah interaction is transformed at the al-Insaf Islamic boarding school, North Karangasem, Batang as a facilitator of wisdom. The results obtained in this study, experts of wisdom provide important information that magic can be cured as long as those affected by witchcraft try to recover, besides that interestingly, if the patient really wants to recover completely and can learn to fortify himself, he is given facilities, namely the Al-Insaf Islamic Boarding School. So, no one is afraid of disease, including magic. Meanwhile, persuasion lies in the appeal of the message brought by the wisdom expert.
Analisa Penggunaan Video Game sebagai Media Dakwah Arditya Prayogi
Hikmah Vol 15, No 2 (2021): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v15i2.4127

Abstract

The development of da'wah today is very rapid. This rapid development is also supported through various media, including popular culture media (Pop Culture). Of the many popular cultures, video games are rarely used in da'wah media because they are often considered as trivial things, not of important value, and also considered as wasteful/consumptive activities. In fact, video games are suspected to be able to shape changes in the mindset and behavior of the players. This study uses a qualitative approach through analysis of literature obtained from books, journals and other relevant sources. This study aims to examine conceptually and practically the use of video games as a medium of da'wah that can open up opportunities to disseminate messages of da'wah massively and significantly. The results show that the phenomenon of using video games as a popular propaganda medium can theoretically be examined in three perspectives, namely video games as a way of delivering/intervention to change behavior through the learning process, video games as a simulation and a model that presents a meaningful experience, and video games as part of an environment that is able to provide various (direct) activities that are useful and meaningful from the learning aspect. Practically, the use of video games as a medium of Islamic da'wah can be realized in three ways, namely building the entire process of developing a video game platform by involving Muslim components in it. Then by inserting Islamic elements, and involving other platforms outside the video game system.
PENGELOLAAN MARAH DITINJAU DARI PENDIDIKAN AKHLAK DAN CHARACTER BUILDING Fithri Choirunnisa Siregar
Hikmah Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v11i1.711

Abstract

Pengelolaan marah, dikaitkan dengan pendidikan akhlak dan characterbuilding mempunyai orientasi yang sama, yaitu pembentukan karakter mulia dalampengendalian diri (self control). Pendidikan akhlak berasal dari bahasa Arab, lebihterkesan timur dan berasal dari agama Islam, sementara character building yangberasal dari Barat dan sekuler, merupakan dua hal yang berbeda tetapi tidak dapatterpisahkan karena terkait erat dengan karakter dan nilai-nilai spiritualitas.Bila sejauh ini character building merupakan tahapan operasionalpembentukan karakter yang meliputi berbagai pendekatan, metode, strategi, danteknik, sedangkan pendidikan akhlak sebagai pusat informasi kriteria ideal seorangmanusia yang berakhlak mulia dengan berdasarkan Al-Quran dan As Sunnah, makamemadukan keduanya menjadi suatu tawaran yang sangat inspiratif dalammembentuk karakter mulia yang menyeluruh. Hal ini sekaligus menjadi catatanpenting dalam upaya pengelolaan marah bahwa nilai-nilai spiritualitas dan agamadalam pendidikan akhlak memiliki ikatan yang kuat dengan character building.
URGENSI BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MEMBENTUK MENTAL YANG SEHAT Maslina Daulay
Hikmah Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v12i1.859

Abstract

The counseling guidance of Islam needs to be understood by every individual. If one can understand and can be applied the meaning of counseling guidance of Islam in his life, then someone has been able to reduce mental disorders experienced, so that the ultimate goal of the counseling guidance of Islam is to get happiness in the world and happiness in the hereafter. The counseling guidance of Islam can form a person free from the symptoms of psychiatric disorders, strive to meet environmental guidance without reducing self-esteem, can enable the potential psychological qualities that are typical of human beings, and apply religious guidance in life.
Komunikasi Politik dalam Al-Qur'an Latip Kahpi Nasution
Hikmah Vol 14, No 1 (2020): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v14i1.2496

Abstract

Ajaran islam adalah ajaran yang rahmatan lil alamin, ajaran islam tidak hanya mengajarakan kita akan hubungan dengan Allah selaku pemilik semesta alam tetapi juga mengajarkan kita bagaimana hubungan sesama manusia dan alam ini. Dalam berinteraksi sesama manusia tentu kita butuh pengaturan untuk berinteraksi sesama manusia. Dalam pegangan islam sesuatu yang mengatur itu harus berdasarkan Al-Qur’an dan hadist. Al-Qur’an sebagai sumber primer umat islam mengatur manusia seutuhnya untuk bagaimana berinteraksi yang baik antar sesama manusia, dalam berkomunikasi yang baik tentu pengaturan tersebut membutuhkan peraturan yang baik dimana manusia yang berkuasa agar dapat memahami bagaimana nilai kekuasaan dapat di jadikan amanah untuk dapat mensejahterakan manusia yang di pimpinnya. Dalam komunikasi politik tentu interaksi-interraksi yang di perlukan dan nilai-nilai apa yang di pahami adalah berdasarkan Al-Qur’an, karena sesuatu pemikiran yang baik dengan  landasan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, yang mana nantinya pemimpin yang berdasarkan Al-Qur’an akan menjadi pemimpin yang amanan dan pemimpin besar di kala waktunya tiba. Dalam dunia politik dewasa ini yang suasananya tidak menentu dan cenderung membingungkan alangkah baiknya kita merujuk ke Al-Qur’an dan sunnah rasullulah dalam menjalankan peran politik, kekuasan dan mengambil hikmah dan intisari dari sumber yang jelas yaitu Al-Qur’an dan sunnah rasullulah.

Page 3 of 20 | Total Record : 192