cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Telaah Lebih Jauh Terhadap Prion : Protein Patologis Sebagai Agen Penyakit Siufui Hendrawan
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lstilah prion, proteinaceous infectious particle, diperkenalkan oleh Stanley Prusiner, peme­ nang hadiah Nobel, pada tahun 1982 untuk menyebut agen infeksi penyebab penyakit pri­ on. Penyakit prion, yang juga dikenal dengan transmissible spongiform encephalopathies (TSEs), adalah sekelompok penyakit neurogeneratif yang bersifat fatal pada mamalia, yang timbul balk secara genetik, infeksius, maupun sporadik. Disebut spongiform enceph­ alopathies karena otak mamalia yang terkena penyakit ini tampak seperti spons, akibat akumulasi vesikel yang besar. Penyakit-penyakit prion yang telah dikenal, balk pada he­ wan (scrapie, mad cow disease) maupun manusia (Creutzfeld-Jacob Disease, Gerstmann­ Straussler-Scheinker  Syndrome,  Kuru, dan Fatal  Insomnia),  dapat berkembang selama bertahun-tahun dan semuanya berakibat fatal. Walaupun 15 tahun lalu, timbul skeptisisme, ketika Prusiner pertama kali menyatakan bahwa agen penyebab penyakit TSEs adalah molekul protein yang disebut prion. Sekarang ini semakin dapat dibuktikan bahwa pro­ tein prion (PrPSc), bentuk patologik dari selular prion protein (PrPC), banyak terakumu­ lasl pada otak penderita TSEs. Protein PrPC dalam perkembangannya dapat mengalami salah lipat (misfolding) sehingga berubah konformasinya membentuk PrPSc. Deposit pro­ tein PrPSc ini di dalam otak lama-kelamaan akan mengakibatkan timbulnya kelainan pada sistem saraf
Hubungan Asam Lemak Trans Dengan Risiko Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak trans adalah asam lemak yang terdapat pada minyak nabati yang mengalami hidrogenasi partial menjadi margarin  sehingga bentuknya  solid dan tidak mudah  tengik. Asam lemak trans juga terdapat pada makanan yang digoreng, biskuit, produk bakeri dan makanan seperti susu, daging hewan memamah biak. Konsumsi tinggi akan asam lemak trans menimbulkan kenaikan kadar kolesterollow density lipoprotein (LDL) dan menurun­ kan kolesterol high density lipoprotein (HDL). World health organization  (WHO) mereko­ mendasikan asupan asam lemak trans maksimal sebesar 1% dari total energi. Penelitian telah membuktikan asupan tinggi akan asam lemak trans berhubungan dengan peningka­ tan petanda inflamasi dan C reaktif protein.Asam lemak trans yang tinggi juga menurunkan flow mediated vasodilatation (FMD) dan berhubungan dengan peningkatan risiko myocard infarct. Belum diketahui dengan pasti asam lemak trans yang mana yang mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Low Back Pain dan Depresi Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) dan depresi sama-sama merupakan masalah kesehatan yang ban­yak dijumpai pada masyarakat umum yang sering terjadi pada kelompok usia produktif dengan beban kerja fisik yang berat maupun pada kelompok usia lanjut. Kedua keluhan ini , dapat saling memengaruhi dan saling memperberat. Biasanya keluhan LBP muncul lebih dulu kemudian diikuti dengan depresi.  Keluhan LBP dan depresi ini sangat menggang­ gu produktivitas maupun aktivitas sehari-hari seseorang dan membuat biaya kesehatan menjadi besar (rata-rata meningkat 2x lipat). Di lnggris pada tahun 2003 dikatakan ting­ kat absensi dan tuntutan/klaim di bidang kesehatan  akibat depresi meningkat tajam dan menjadi permasalahan besar bagi ilmu kesehatan masyarakat dan ekonomi. Penelitian Caroll dkk dari Universitas Alberta, Kanada, yang dipublikasikan tahun 2004, menunjuk­ kan bukti bahwa depresi sebagai faktor independen dari keluhan  LBP. Mengingat adanya keterkaitan-erat dan bersifat timbal balik, maka diperlukan suatu upaya penatalaksanaan yang komprehensif dan melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam mengatasi keluhan LBP dan depresi ini.
Lupa, Tanda Awal Kepikunan? Sony M Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roger Wolcott Sperry Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 3 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Memerangi Penyakit Kanker Ekky M Rahardja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 3 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Sina Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evidence Based Medicine Samsi Jacobalis
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Pengobatan Albendazol Dosis Tunggal Terhadap Nematoda Usus Pada Murid Sekolah Dl Daerah Pedesaan Magdalena L J Herjanto; Purnomo Purnomo; Harijani A Marwoto; Ayda Rahmad; Lianasari Winaga; Rita Marlita Dewi
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak pengobatan Albendazol dosis tunggal terhadap Nematoda usus pada murid sekolah di daerah pedesaan.Prevalensi penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak­anak sekolah dasar masih sangat tinggi. Berbagai macam obat telah dipakai untuk mengobati dan diperlukan obat cacing ideal, yang dapat dipakai untuk pengobatan massal. Obat tersebut harus efektif, berspektrum luas, dengan sedikit atau tanpa efek samping, mudah diberikan dan harganya tidak mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengobatan albendazol dosis tunggal terhadap   infeksi geohelmin.  Pemeriksaan tinja dilakukan terhadap 305 murid sekolah dasar di Desa Nanga dan Dobo Kabupaten Sikka (Flores Timur) dengan tehnik modifikasi KATO. Murid­murid diberi pengobatan dengan albendazol 400 mg dosis tunggal dan tinjanya diperiksa lagi 1-2 hari dan 7-10 hari setelah pengobatan.Prevalensi telur cacing pada tinja 217 murid sekolah yang dapat diteliti selama 3 kali pemeriksaan adalah Ascaris lumbricoides 49,83%, Trichuris trichiura 62,29% dan cacing tambang 32,2.9%. Angka penyembuhan adalah 99,54% untuk Ascaris lumbricoides, 87,56% untuk Trichuris trichiura dan 98,16% untuk cacing tambang. Angka pengurangan jumlah telur adalah 97,97% untuk Ascaris lumbricoides,71,68% untuk Trichuris trichiura dan 62,35% untuk cacing tambang. Terhadap hasil penelitian dilakukan uji Chi Square.
Uji Banding Menggunakan HFF, WHS dan HSA sebagai Suplemen Media Kapasitasi In-Vitro Spermatozoa Julius Ch Yapri
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitasi in-vitro spermatozoa yang menyebabkan hiperaktifasi (HA) dipengaruhi oleh suplemen yang ditambahkan pada media kapasitasi. HA ini akan mempengaruhi keberhasilan fertilisasi in-vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan persentase hiperaktifasi (HA) spermatozoa pada kapasitasi in-vitro, dengan memakai medium Earle yang diberi suplemen HFF (Human follicular fluid), WHS (Whole human serum), dan HSA (Human serum albumin).Sampel diperoleh dari donor, enam contoh semen normozoospermia dan 6 oligo­astenozoospermia dengan kandungan ASA (Antisperm Antibody) negatif. Dilakukan analisis semen, pencucian 2 kali, uji renang naik, dan diinkubasi pada temperatur 37°C selama 30 menit dan 4 jam. Kemudian pengamatan terhadap persentase HA dilakukan pada masa inkubasi 30 menit dan 4 jam. Analisis data memakai analisis varians dengan signifikansi (alpha) = 0,05; dan uji kontras.Suplemen WHS memberikan persentase HA paling besar dibandingkan dengan suplemen HFF dan HSA; baik pada inkubasi selama 30 menit maupun 4 jam. Jadi sebagai suplemen media kapasitasi in-vitro, WHS lebih baik dibandingkan dengan HFF dan HSA.

Page 10 of 26 | Total Record : 251