cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Encyclopedia of Occupational Health and Safety Volume I Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masters and Johnson Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan Pandemi Virus Influenza A Ekky M Rahardja
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Ekspresi Gen HIF-1? pada Jantung Tikus yang Diinduksi Hipoksia Kronik Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oksigen merupakan faktor penentu utama pada ekspresi gen jantung. Pada kondsi hipoksiaa kronik, pola ekspresi gen jantung mengalami perubahan. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengamati profil ekspresi gen HIF-1?, yang merupakan regulator utama homeostasis oksigen, dalam jantung tikus yang diinduksi hipoksia kronik. Tikus Sprague-Dawley dibagi dalam 7 kelompok (n=4/kelompok), diberikan perlakuan hipoksiaa dalam sungkup-hipoksia (8% O2). masing-masing selama 1, 3, 7, 14, 21 dan 28 hari, sedangkan kelompok kontrol, normoksia (O2 atmosfir). Akhir perlakuan tikus dimatikan dan jantung dikeluarkan dengan cepat. Protein inti sel dan total RNA diperiksa  masing-masing dengan nuclear extrtaction  kit dan RNA isolation kit. Aktivitas HIF-1? dan ekspresinya  masing-masing diukur dengan  ELISA-base TransBinding HIF-1? assay kit and real-time RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas HIF-1 dan konsentrasi mRNA HIF-1?, meningkat sejak awal perlakuan dan mencapai puncak pada hari ke 21, kemudian menurun pada akhir perlakuan. Terdapat korelasi yang bermakna antara aktivitas HIF-1?   dan konsentrasi mRNA HIF-1?. Penelitian  ini dapat disimpulkan bahwa hipoksia kronik pada tikus menyebabkan upregulasi ekspresi gen HIF-1?, baik pada tingkat transkripsi,  maupun pada tingkat pasca translasi.
Hubungan antara Pengetahuan tentang Anemia dengan Asupan Gizi pada Ibu Hamil dengan Resiko Terjadinya Anemia dalam Kehamilan di Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat Periode 10-18 Desember 2007 Tri Mulyati; Febry R. R. Ginting; Hesti Bahagiawati; Aizahroni Aizahroni
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia yang ditandai dengan kadar hemoglobin yang rendah (<11 g/dl) pada ibu hamil dapat memberikan dampak buruk bagi kehamilan dan bagi bayi yang dilahirkan. Berdasarkan data dari poliklinik Kesehatan lbu dan Anak (KIA) di Puskesmas  Kecamatan  Kembangan, angka kejadian anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi dan lebih banyak terdapat pada ibu hamil dengan asupan gizi dan tingkat pengetahuan tentang anemia yang kurang. Keadaan tersebut merupakan latar belakang dilakukannya penelitian ini untuk mengetahuihubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan asupan gizi pada ibu hamil dengan anemia. Penelitian analitik cross-sectional ini dilakukan selama 9 hari (10-18 Desember 2007) terhadap 96 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di poliklinik KIA Puskesmas  Kecamatan Kembangan, Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan melihat hasillaboratorium hemoglobin. Data kemudian diolah menggunakan uji kemaknaan chi square sedangkan asosiasi epidemiologi  dengan menghitung Prevalence Rate Ratio. Dari hasil penelitian terhadap 96 subjek didapatkan bahwa 61 responden (63,5%) menderita anemia, 44 responden (45,83%) memiliki  pengetahuan tentang  anemia kurang,  dan 40 responden  (41,67%)  memiliki pengetahuan tentang asupan gizi kurang. Di antara 44 responden dengan pengetahuan tentang anemia yang kurang terdapat 33 subjek (75%) yang anemia sedangkan di antara 40 responden responden dengan pengetahuan tentang asupan gizi yang kurang terdapat 31 subjek (77,5%) yang anemia. Hasil analisis bivariat menyimpulkan terdapat hubungan lemah yang bermakna antara pengetahuan (x2=4,60; 0,025<p<0,05; PRR=1,39)  tentang anemia dan asupan gizi (x2 =5,77; 0,01<p<0,02;  PRR=1,45)  pada ibu hamil dengan risiko terjadinya anemia dalam kehamilan. Oleh karena itu untuk mengurangi angka kejadian anemia pada ibu hamil maka perlu diberikan penyuluhan tentang anemia dan asupan gizi yang seimbang oleh petugas kesehatan kepada ibu hamil.
Meditasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Evy Luciana
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meditasi merupakan praktek pikiran-tubuh yang ditemukan dalam berbagai budaya dan tradisi di seluruh dunia. Ia diakui sebagai salah satu pengobatan  alternatif  pendamping dan telah menunjukkan memiliki efek yang bermanfaat dalam pengobatan banyak penyakit. Walaupun ada banyak cara dan variasi dalam tehnik meditasi,  namun semuanya  berdasarkan pada kesunyian  dan keadaan berdiam  dalam  saat sekarang  yaitu berhenti  dan cukup  hanya menyadari keadaan sekarang. Dalam lingkungan kita yang sibuk, dengan jadwal kerja yang padat, serta gaya hidup modern di perkotaan maka ketidakseimbangan antara pikiran-tubuh dan jiwa dapat timbul, yang kemudian dapat mempengaruhi kesehatan  dan kesejahteraan kita. Melihat kondisi seperti itu, meditasi  dapat dipertimbangkan sebagai komponen  yang penting yang harus disertakan ke dalam aktivitas sehari-hari kita dan dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup kita. Hal ini dapat menciptakan keharmonisan antara kita sebagai individu dan komunitas serta lingkungan di sekitar kita, sehingga menghasilkan manusia yang hidup lebih sehat dan bahagia.
Alergi Makanan Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alergi makanan dapat disebabkan oleh berbagai macam makanan baik dari hewani maupun nabati. Prevalensinya pada anak adalah 5% sedangkan pada dewasa 2 %, reaksi anafilaktik dilaporkan terjadi karena kacang-kacangan.  Makanan yang paling banyak menjadi penyebab adalah susu. telur, kacang tanah, ikan.  kerang dan kacang lainnya Buah dan sayuran juga dapat menjadi penyebab alergi. Manifestasi klinik paling banyak terJadi di kulit dan saluran nafas, manifestasi lain terjadi di saluran cerna dan kardiovaskuler. manifestasi berat mengakibatkan reaksi anafilaktik di mana terjadi hipotensi dan syok atau terjadi oedema laring. Dengan mengerti patogenesis alergi makanan dapat mencegah terulangnya reaksi alergi. Berbagai penatalaksanaan yang benartelah ditemukan dan dapat mengurangi frekuensi serangan. Caranya antara lain dengan menunda pemberian makanan penyebab alergi sampai usia bayi 1 tahun.  menghindari makanan penyebab bila telah diketahui, eliminasi makanan, food challenge, membaca label pada makanan jadi dan bila perlu membawa suntikan epinefrin untuk mengatasi reaksi anafilaktik
Resistensi Antiviral dan Strategi Terapi Influenza di Masa Mendatang Henny Henny
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Influenza merupakan penyakit infeks1 yang umum ditemukan dan sangat menular. Influenza yang bersifat epidemik  umumnya  disebabkan  virus influenza A  Virus influenza A memiliki dua glikoprotein permukaan utama yang berperan dalam respons imun hospes (hemaglutinin dan neuraminidase). Saluran proton M2 dan neuraminidase berperan dalam perlekatan virus pada sel pejamu dan pelepasan RNA yang berperan dalam proses infeksi. Penghambatan terhadap kedua glikoprotein ini adalah prinstp terapi antivirus saat ini, antara lain amantadin dan oseltamivir. Namun karena virus influenza A mudah mengalami  mutasi dan pergeseran antigen, potensi timbul pandemi akan meningkat. Hal ini dapat dilihat dari resistensi terhadap amantadin dan oseltamivir yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Karena itu strategi terapi influenza untuk masa mendatang sudah harus direncanakan agar dunia dapat terhindar dari ancaman pandemi. Strategi terapi yang telah diperkenalkan yaitu terapi antivirus baru, multidrug therapy (kombinasi antivirus),  dan terapi simtomatik  tambahan.  Semua strategi terapi tersebut ditujukan untuk memperlambat timbulnya resistensi dan mencegah pandemi influenza.
Penggolongan Hipertensi Surjono Winarto
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab umum hipertensi masih belum dipaham1 seluruhnya. Pemantauan tekanan darah penting, sebab hipertensi berat atau tekanan darah yang berlanjut terus dapat mengakibatkan terjadinya  perdarahan  otak atau kondisi-kondisi lain yang membahayakan jiwa.  Disebut prehipertensi bila tekanan darah sistolik menetap diatas 120, atau bila tekanan darah diastolik melebihi 80.
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Evy Luciana
Ebers Papyrus Vol. 13 No. 4 (2007): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract