cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 278 Documents
PERAN PROTEKTIF VITAMIN D TERHADAP DISLIPIDEMIA DAN DIABETES PADA KELOMPOK LANJUT USIA Zita Atzmardina; Donatila Mano; Alexander Halim Santoso; Edwin Destra; Farell Christian Gunaidi; Fiona Valencia Setiawan; Daniel Goh
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34848

Abstract

Latar Belakang: Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang mengatur berbagai proses biologis, termasuk metabolisme glukosa dan profil lipid, yang penting untuk kesehatan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara defisiensi vitamin D dan dampaknya terhadap profil lipid serta kontrol glikemik pada populasi lanjut usia. Metode: Studi potong lintang ini melibatkan 78 lansia, dengan data yang diperoleh dari pengukuran HbA1c, kolesterol total, trigliserida, dan serum vitamin D. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif signifikan antara HbA1c dengan kolesterol total dan trigliserida, serta korelasi negatif signifikan antara HbA1c dan vitamin D. Korelasi antara kolesterol total dengan trigliserida dan vitamin D tidak menunjukkan signifikansi. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran penting dalam manajemen profil lipid dan kontrol glikemik pada lansia diabetes tipe 2. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami manfaat jangka panjang dari suplementasi vitamin D dalam populasi lanjut usia.
HUBUNGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DENGAN POSISI KERJA PADA OFFICER DAN CCR PT SEMEN BOSOWA MAROS Sabrina Rais; Dewi Indah Lestari
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/k921hh59

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum pada pekerja, khususnya di lingkungan perkantoran. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh duduk yang terlalu lama serta postur kerja yang tidak sesuai prinsip ergonomis. keluhan ini ditandai dengan rasa nyeri di punggung yang dapat menjalar ke tungkai bawah dan di pengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti beban kerja, posisi kerja, durasi kerja, usia, indeks masa tubuh, dan kebiasaan merokok. Low back pain (LBP) menjadi faktor utama yang menghambat aktivitas dan menyebabkan ketidakhadiran kerja. Menurut WHO (2022), 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal, dan nyeri punggung bawah merupakan masalah kesehatan ketiga dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keluhan nyeri punggung bawah dengan posisi kerja pada Office dan Central Control Room PT Semen Bosowa di Kabupaten Maros. Penelitian ini meneliti dua departemen dengan menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Keluhan nyeri dinilai menggunakan Nordic Body Map (NBM) dan posisi kerja diukur dengan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), dan melibatkan 128 responden. Hasil uji analisis chi-square menunjukkan nilai p-value <0,030 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara keluhan nyeri punggung bawah dengan posisi kerja
GAMBARAN INDEKS ENTOMOLOGIS DAN DISTRIBUSI JENTIK NYAMUK AEDES SP. SERTA KAITANNYA DENGAN FAKTOR RISIKO DEMAM DENGUE DI RW 16 KELURAHAN TOMANG, JAKARTA BARAT, OKTOBER 2025 Nimas Berlian Betta Chantika; Chrismerry Song
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v3h95c23

Abstract

Demam Dengue (DD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk betina dewasa Aedes sp. dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa pada suatu wilayah. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, mual, ruam pada kulit, nyeri di tubuh yang sembuh dalam 1-2 minggu, muntah berulang, dehidrasi, hingga perdarahan di hidung dan gastrointestinal, bahkan kematian. Di Kelurahan Tomang Jakarta Barat, jumlah kasus DD terkonfirmasi pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 kasus sehingga diperlukan pemantauan populasi jentik nyamuk menggunakan indikator entomologis seperti Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan Density Figure (DF) untuk membantu menilai potensi transmisi dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jentik nyamuk serta faktor risiko DD di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada bulan Oktober 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode potong lintang yang menggambarkan kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan tempat penampungan air yang diperiksa serta faktor risikonya. Sampel penelitian berjumlah 134 orang, diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan 30 larva Aedes yang terdiri dari 76,7% (23/30) Ae. aegypti dan 23,3% (7/30) Ae. albopictus. Tingkat kepadatan jentik nyamuk tergolong rendah dimana nilai HI sebesar 2,2%, CI 0,6%, BI 2,99%, DF 1, dengan Angka Bebas Jentik sebesar 98%. Faktor risiko DD adalah memiliki tanaman dalam pot sebesar 30,6% (41/134) dan perilaku tidak menutup bak mandi sebesar 11,2% (15/134) karena ditemukan larva Aedes sp. di tempat penampungan tersebut. Kerja sama pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat tetap diperlukan dalam menggiatkan kegiatan PSN 3M Plus dan G1R1J untuk menurunkan risiko DD.
SKRINING KOMPLIKASI PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA SUKAWALI, KECAMATAN PAKUHAJI, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Felicia Angelina; Bruce Edbert; Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/dr68sb25

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering bersifat asimptomatik namun berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular, serebrovaskular, dan ginjal. Rendahnya tingkat kesadaran, kepatuhan pengobatan, serta pemanfaatan layanan kesehatan pada tingkat komunitas meningkatkan risiko terjadinya komplikasi hipertensi. Skrining dini di masyarakat menjadi penting untuk mendeteksi faktor risiko dan gejala awal komplikasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining komplikasi pada pasien hipertensi di tingkat komunitas serta meningkatkan kesadaran pasien terhadap kondisi kesehatannya guna mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan kepatuhan pengobatan. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif berbasis komunitas yang dilaksanakan di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang pada Juli 2025 dengan teknik pengambilan non-consecutive sampling. Sebanyak 30 pasien dengan hipertensi primer dipilih secara purposif. Penelitian diawali dengan diagnosis komunitas menggunakan Paradigma Blum, penentuan prioritas masalah dengan metode Delphi, serta analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone. Data dikumpulkan melalui kuesioner terkait gejala komplikasi (bersifat subjektif), pemeriksaan fisik berupa pengukuran tekanan darah dan status gizi, serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan alat terkalibrasi oleh tenaga kesehatan terlatih. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Seluruh responden (100%) memiliki tekanan darah yang belum terkontrol. Mayoritas responden berusia <60 tahun (60%) dan berjenis kelamin perempuan (90%). Sebanyak 60% responden mengalami obesitas tingkat I dan 16,67% memiliki kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL. Gejala subjektif yang paling sering dilaporkan dalam tiga bulan terakhir adalah sakit kepala hebat, pandangan buram, dan gangguan memori (66,7%), diikuti keluhan berdebar-debar (60%). Faktor utama yang berkontribusi terhadap rendahnya pengendalian hipertensi meliputi rendahnya edukasi kesehatan, kepatuhan pengobatan yang buruk, keterbatasan akses tidak langsung ke fasilitas kesehatan, serta prioritas kerja pada usia produktif. Kesimpulan: Skrining komplikasi hipertensi di tingkat komunitas mampu mengidentifikasi pasien berisiko tinggi dan gejala awal komplikasi. Kegiatan ini penting untuk deteksi dini dan perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pelayanan kesehatan primer disertai edukasi yang berkesinambungan guna menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA/I SMP MUTIARA BANGSA KECAMATAN RAJABASA BANDAR LAMPUNG  Irene, Salsabilla Kalila; Tirtasari, Silviana
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/f009wc80

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), praktik mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko terkena diare hingga 47%.Namun,berdasarkan hasil survei Environmental Services Program (ESP), hanya 6–12% masyarakat Indonesia yang melakukan cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara benar. Di wilayah Provinsi Lampung, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebiasaan CTPS yang tepat mencapai 54,30% di Lampung Tengah dan 38,90% di Lampung Utara. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, dimana tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik siswa terkait CTPS masih tergolong rendah. Hal ini diduga akibat belum optimalnya pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga pendidikan kesehatan belum sepenuhnya efektif dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP di Bandar Lampung terkait cuci tangan menggunakan sabun, dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui desain penelitian potong lintang yang dilaksanakan di SMP Mutiara Bangsa, Kecamatan Rajabasa. Sebagian besar siswa SMP Mutiara Bangsa di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung (58,2%) memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai praktik CTPS. Selain itu, 37,3% siswa menunjukkan perilaku CTPS yang kurang baik, dan sebanyak 51,6% memiliki sikap negatif terhadap kebiasaan cuci tangan dengan sabun. Mayoritas siswa SMP Mutiara Bangsa Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung telah menerapkan perilaku mencuci tangan yang sesuai selama proses pembelajaran tatap muka, terutama berkaitan dengan waktu dan langkah mencuci tangan yang benar.
ANALISIS STATUS GIZI BAYI BERDASARKAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Tiara Shafa Salsabila; Herwanto
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/w51hf692

Abstract

Pemberian ASI secara eksklusif memegang peranan krusial dalam menunjang keberlangsungan hidup dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada fase awal kehidupan yang menentukan. ASI tidak sekadar mengandung zat gizi lengkap untuk mendukung pertumbuhan, melainkan juga kaya akan senyawa aktif yang berperan sebagai benteng pertahanan alami melawan penyakit. Sayangnya, fakta menunjukkan adanya tren penurunan cakupan ASI eksklusif yang disebabkan oleh beragam faktor kompleks, mulai dari aspek individu ibu hingga pengaruh lingkungan sekitar. Studi ini dirancang untuk menganalisis korelasi antara pola pemberian ASI 6 bulan periode awal kehidupan dengan kondisi gizi pada bayi berusia 6 hingga 24 bulan dengan menggunakan desain cross sectional. Proses pengambilan data dilakukan melalui tiga metode utama: (1) wawancara terpandu, (2) pengisian formulir penelitian, dan (3) pengukuran fisik bayi mengikuti pedoman WHO yang ketat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sebanyak 64,3% sampel menerima ASI eksklusif dengan mayoritas memiliki status gizi dalam kisaran normal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ASI eksklusif dengan indikator berat badan menurut usia (nilai p=0,032), namun tidak ditemukan korelasi signifikan dengan parameter tinggi badan menurut usia (p=0,786) maupun berat badan menurut tinggi badan (p=0,175). Temuan ini menyiratkan bahwa walau ASI eksklusif berperan dalam mencapai berat badan yang sesuai, pencapaian status gizi yang menyeluruh masih bergantung pada berbagai faktor pendukung seperti mutu makanan pendamping, riwayat infeksi, serta pola pengasuhan anak. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan program promosi kesehatan yang bersifat menyeluruh, tidak hanya fokus pada pentingnya ASI eksklusif tetapi juga memperhatikan berbagai faktor penunjang lainnya guna mencapai status gizi bayi yang ideal.
STUDI DESKRIPTIF : PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU HAND HYGIENE PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SARTIKA ASIH BANDUNG Jihan Putri Dianti; Silviana Tirtasari
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/8tsr5152

Abstract

Infeksi nosokomial (Health-Care Associated Infections/HAIs) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan, yang dapat dicegah melalui penerapan hand hygiene yang tepat. Namun, tingkat kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur ini masih tergolong rendah di berbagai fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan praktik hand hygiene di kalangan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan "cross-sectional". Teknik total sampling untuk memilih sampel, yang terdiri dari 427 responden dari berbagai bidang di rumah sakit. Kuesioner terdiri dari tiga komponen: pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki sikap positif (97,4%), perilaku positif (98,1%), dan pengetahuan sangat baik (98,8%) mengenai praktik hand hygiene. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih telah memiliki pemahaman dan kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya hand hygiene dalam mencegah infeksi nosokomial. Temuan ini mendukung pentingnya pelatihan dan edukasi berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur hand hygiene.
PERAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Brenda Putri Yovitasari; Clement Drew
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/nb8hvx69

Abstract

Akne vulgaris merupakan kelainan kulit yang umum pada remaja hingga dewasa muda. Kondisi ini bersifat multifaktorial, dipengaruhi faktor genetik, hormonal, diet, stres, serta kebiasaan gaya hidup. Salah satu aspek gaya hidup yang diduga berperan adalah sleep hygiene, yaitu kualitas dan kebiasaan tidur. Namun, studi yang mengkaji hubungan sleep hygiene dengan akne vulgaris masih terbatas. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sleep hygiene terhadap akne vulgaris pada mahasiswa kedokteran. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang, melibatkan 179 mahasiswa kedokteran. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Sleep Hygiene Index yang dimodifikasi dan pertanyaan mengenai karakteristik akne. Analisis dilakukan dengan uji chi-square dan perhitungan prevalence rate ratio (PRR). Sebanyak 4,5% responden memiliki sleep hygiene buruk. Sebagian besar mengalami komedo (80,4%), akne meradang (37,4%), nyeri akne (32,4%), serta durasi akne > 2 minggu (25,1%). Ditemukan hubungan signifikan antara sleep hygiene dengan nyeri akne (p < 0,05) dan durasi > 2 minggu (p < 0,05), namun tidak signifikan terhadap kejadian akne dan komedo (p > 0,05). Analisis PRR menunjukkan bahwa responden dengan sleep hygiene buruk memiliki risiko 1,824 kali lebih tinggi mengalami akne dibandingkan responden dengan sleep hygiene baik. Sleep hygiene berkorelasi dengan tingkat keparahan akne vulgaris, terutama terhadap nyeri dan durasi lesi, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah atau jenis lesi.
UJI FITOKIMIA, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN, FENOLIK, DAN TOKSISITAS PADA EKSTRAK DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA L.) Husna Iftinan; Swantari, Ni Made; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/k848zz90

Abstract

Gangguan lipoprotein, termasuk hiperlipidemia, merupakan isu penting karena peran dari lipoprotein yang berhubungan dengan pembentukan aterosklerosis serta risiko penyakit kardiovaskular. Ketidakseimbangan kadar kolesterol dengan HDL menjadi salah satu faktor dalam terjadinya stress oksidatif. Stress oksidatif terjadi karena tingginya kadar reactive oxygen/nitrogen species (ROS/RNS) disertain rendahnya kadar antioksidan. Dalam tubuh manusia, radikal bebas akan menyebabkan stress oksidatif sehingga terjadi kerusakan sel yang mengakibatkan terbentuknya penyakit. Kerusakan tersebut dapat dicegah dengan kerja antioksidan seluler. Namun, jika kadar radikal bebas terlalu berlebihan dan kadar antioksidan dalam tubuh rendah maka sulit untuk mencegah kerusakan sel secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan asupan antioksidan tambahan dari luar tubuh seperti yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan senyawa antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan bioaktif dan potensi antioksidan ekstrak daun beluntas serta mengevaluasi toksisitasnya melalui analisis metabolit sekunder, kadar fenolik total, kapasitas total antioksidan dengan metode ABTS, DPPH dan FRAP, dan uji toksisitas dengan metode BSLT. Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan ekstrak daun beluntas sebagai sampel utama yang dikenal sebagai sumber antioksidan alami dan merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Hasil penelitian didapatkan ekstrak daun beluntas memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, antosianin, betasianin, flavonoid, fenolik, dan yang lainnya. Kadar fenolik total didapatkan sebesar 3,096.3 μg/mL. Hasil uji total antioksidan dengan 3 metode berupa ABTS, DPPH, dan FRAP tergolong kuat dengan masing masing nilai IC50 20,28 µg/mL, 26,77 µg/mL, 10,92 µg/mL. Pada uji toksisitas metode BSLT didapatkan LC50 sebesar 273,25 µg/mL yang terolong toksik.
REFLEKSI DIRI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN SEMESTER PERTAMA Edithya Kalea Adhami; Yoanita Widjaja
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/k0g0bd78

Abstract

Masa peralihan ke lingkungan perkuliahan, terutama di fakultas kedokteran, merupakan masa yang menantang bagi mahasiswa baru dan menentukan keberhasilan studinya. Kemampuan adaptasi akademik menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan studi. Transisi ini seringkali disertai dengan tekanan akademik dan risiko gangguan kesehatan mental yang tinggi, sehingga dibutuhkan pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendukung proses adaptasi tersebut yang salah satunya adalah refleksi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara refleksi diri dengan kemampuan adaptasi akademik pada mahasiswa semester pertama Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara kedua variabel tersebut. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara adalah sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 201 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini diperoleh melalui metode total sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari kuesioner reflection-in-learning dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ), yang telah terbukti valid dan reliabel. Dari hasil penelitian, mayoritas responden memiliki kemampuan refleksi diri baik (96%) dan tidak mengalami gangguan adaptasi akademik (88,1%). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara refleksi diri dengan kemampuan adaptasi akademik (p - value =0,196). Institusi disarankan untuk mempertahankan kemampuan refleksi diri dan kemampuan adaptasi akademik mahasiswa.