cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
APAKAH PENGGUNAAN SUCTION TEKANAN TINGGI MEMPENGARUHI KWALITAS DARAH INTRA ABDOMEN PADA PASIEN TRAUMA YANG DIRENCANAKAN MENJALANI AUTOTRANSFUSI? Peter Ian Limas; Basrul Hanafi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autotransfusi merupakan cara yang baik untuk menanggulangi kekurangan darah,terutama pada pasien trauma yang hampir selalu bersifat darurat. Penggunaan darah autotransfusi pada pasien trauma abdomen memerlukan suatu suction tekanan negatif tinggi untuk dapat membersihkan lapangan operasi agar dokter bedah dapat bekerja dengan aman. Suction tekanan negatif tinggi berpotensi untuk merusak sel-sel komponen darah sehingga darah secara keseluruhan tidak dapat digunakan kembali.Penelitian dilakukan untuk melihat seberapa jauh kerugian yang ditimbulkan oleh penggunaan suctiontekanan negatiftinggi dibandingkan dengan darah yang diambil dengan cara disendok (scooping). Sejumlah 40 pasien trauma tumpul abdomen dengan perdarahan intra abdomen dilakukan pengambilan darah dan diperiksa beberapa variabelyang menunjukkan jumlah selkomponen darah yang mengalami penurunan. Didapatkan bahwa komponen darah berupa sel darah merah, sel darah putih, dan enzim laktat dehidrogenase tidak mengalami penurunan dalam jumlah banyak dengan cara suction tekanan negatif tinggi. Komponen darah yang mengalami penurunan cukup banyak adalah trombosit.
HIPERTENSI PADA USIA LANJUT Eva Sian Li
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi meningkat sesuai usia dan hal ini dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat terapi antihipertensi terhadap penurunan morbiditas dan mortalitas lebih besar pada usia lanjut dibandingkan pada dewasa muda. Pengelolaan hipertensi pada dasarnya sama pada setiap tingkatan usia kecuali perlu diingat mengenai fisiologi terkait proses penuaan dan patofisiologi hipertensi yang berperan pada usia lanjut. Pada sebagian besar kasus hipertensi pada usia lanjut disebabkan oleh penurunan elastisitas dan compliance dari arteri besar. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam pemilihan obat anti hipertensi untuk mencapai target tekanan darah yang direkomendasikan.
KOSMETIKA ANTI PENUAAN KULIT: ANTARA MITOS DAN REALITAS Eko Prakoso Wibowo; Linda Julianti Wijayadi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman modern seperti sekarang ini,penampilan dan kesehatan kulit terutama kulit wajah merupakan hal yang penting dalam kehidupan sosial maupun pekerjaan mereka.lidak hanya wanita,pria pun juga sudah memperhatikan penampilannya. Mereka rela menyisihkan uang yang tidak sedikit demi terlihat lebih baik dan lebih cantik. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap produk kosmetika terutama kosmetika antipenuaan meningkat sehingga perusahaan kosmetika berlomba-lomba untuk menjual produknya demi mendapatkan keuntungan. Sayangnya banyak konsumen yang membeli kosmetika hanya dengan melihat kemasan yang cantik tanpa mengetahui fungsinya.Tidak sedikit pula mereka menaruh harapan yang tinggi terhadap suatu produk,namun hasil akhirnya tidak sesuai. Banyak orang yang masih tidak dapat membedakan antara mitos dan kenyataan tentang produk-produk kosmetika perawatan kulit terutama kosmetika anti penuaan. Bukan rahasia lagi bahwa kosmetika anti penuaan yang paling sukses di pasar adalah yang memberikan manfaat sesuai dengan bahan yang terkandung serta menghasilkan kinerja yang diharapkan.
DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN HIDROSEFALUS PADA ANAK Ingrid Widjaya; Samsul Ashari
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hidrosefalus pada anak-anak cukup tinggidi negara-negara berkembang. Hidrosefalus yang terlambat ditangani pada anak-anak bermanifestasi sebagai abnormalitas bentuk kepala, wajah,dan kerusakan otak permanen yang menimbulkan gejala sisa bagipenderitanya. Oleh karena itu, klinisi diharapkan mampu mendiagnosa dini, memahami patofisiologi, dan menentukan waktu dan pilihan terapi yang paling sesuai agar dapat meminimalisasi kecacatan penderita di kemudian hari. Pemasangan shuntmerupakan terapi yang biasa dilakukan dan memungkinkan anak-anak penderita hidrosefalus untuk bertahan hidup. Akhir-akhir ini, beberapa alat dan teknik terbaru pemasangan shunt memberikan hasil yang cukup menjanjikan untuk merestorasi aliran cairan serebrospinal sefisiologis mungkin,mematahkan dogma "sekali shunt- tetap shunt', namun keluaran jangka panjang terhadap dewasa yang dilakukan shunting pada masa kecilnya masih harus dipelajari lebih lanjut.
Metode Problem Based Learning (PBL) Tom Surjadi
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prof. Dr. Teuku Jacob Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sir Frederick Gowland Hopkins Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Eksklusif Kegunaan Bagi Bayi dan Ibu Ronald Sugiono Suwandi
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Gagal Jantung Eks­ Perimental Pada Tikus Yang Diinduksi Hipoksia Kronik Dan Perubahan Ekspresi Gen Bnp- 45 Pada Tingkat Translasi Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung (GJ) merupakan jalan akhir bersama bagi berbagai penyakit kardiovaskuler. Walaupun sudah  banyak  kemajuan  yang  dicapai dalam  pengobatan   penyakitjantung, akan tetapi insidens dan mortalitas GJ, tetap tinggi, sehingga merupakan masalah kesehatan yang utama, terutama di negara yang sudah maju. Pengertian yang baru tentang patofisiologi dan mekanisme molekuler GJ dibutuhkan untuk mengembangkan strategi-baru terapi GJ. Kemajuan dalam memahami patofisiologi GJ tidak mungkin dicapai tanpa menggunakan model hewan-coba. Berbagai species hewan-coba sudah tersedia, masing-masing dengan keuntungan dan kelemahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu model gagal jantung eksperimental dengan cara memaparkan tikus pada kondisi hipoksia kronik. Selanjutnya diamati perubahan ekspresi gen BNP-45 pada tingkat translasi. Tikus dibagi dalam 7 kelompok (n=4/kelompok), diberikan perlakuan hipoksia dalam sungkup­ hipoksia (8%02 ), masing-masing selama 1, 3, 7, 14, 21 dan 28 hari, sedangkan kelompok kontrol, normoksia(02  atmosfir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipertrofi ventrikel dan kardiomiosit, disertai kerusakan struktur ID, necrosis, fibrosis dan apoptosis sebagai tanda terjadinya remodeling ventrikel. Terjadi pula kenaikan BNP-45 plasma yang drastis, sebagai tanda upregulasi gen BNP-45 di tingkat translasi.
Hubungan Pemakaian Depo Medroxy Progesterone Acetate Dengan Terjadinya Spotting Pada Wanita Pengguna Kontrasepsi Puskesmas Kelurahan Srengseng Jakarta Barat Periode Januari 2007-Juni 2008 Hengky Prabowo; Maria Goretti; Riki Yohanes
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kontrasepsi yang paling diminati adalah suntik KB (Keluarga Berencana) karena kepraktisannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Penanggung jawab bagian KB dan Kepala Puskesmas Kelurahan Srengseng diketahui bahwa sebagian besar (75%) akseptor KB wanita di Puskesmas Kelurahan  Srengseng menggunakan KB suntik depo medroxy progesterone acetate (DMPA) dan efek samping yang sering dikeluhkan adalah terjadinya spotting.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pemakaian DMPA dengan terjadinya spotting, pada wanita pengguna kontrasepsi di Puskesmas Kelurahan Srengseng, Jakarta.Desain penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektifterhadap 114 wanita pengguna kontrasepsi di Puskesmas Kelurahan Srengseng yang dipilih secara simple random sampling dari daftar catatan rekam medis. Pengumpulan data sekunder menggunakan catatan rekam medis dan pengolahan data menggunakan uji statistik chi square serta perhitungan RR dan AR dilakukan dari tanggal 13 Oktober- 15 November 2008. Di antara 114 subjek terdapat 70 (61,4%) wanita yang mengalami spotting dimana sebanyak 51 wanita tersebut (72,86%) adalah pengguna DMPA. Hasil analisa menunjukkan adanya hubungan kuatdan bermakna antara pemakaian DMPAdengan terjadinya spotting (RR=2,7; x2=37,9; p<0,01) di mana mereka yang menggunakan DMPA mempunyai resiko 2,7 kali lebih besar untuk mengalami spotting daripada pengguna non-DPMA

Page 8 of 26 | Total Record : 251