cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Pengaruh amobilisasi kovalen bromelain batang pada CNBr-Sepharose 4B terhadap aktivitas dan stabilitas enzim. Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya kemajuan bioteknologi menyebabkan kebutuhan akan enzim, khususnya proteinase, sebagai agen biologi, semakin meningkat  karena fungsinya yang sangat luas. Akan tetapi pemakaian  enzim-bebas dalam industri tidak efisien karena  stabilitasnya yang  sangat terbatas. Amobilisasi-enzim sudah berhasil dikembangkan, namun metoda amobilisasi-kovalen lebih unggul di banding yang lain. Dengan teknik ini, enzim dapat digunakan berulang kali atau terus menerus, sehingga peranannya dalam bidang biomedik; analisis; industri dan riset akan lebih luas.  Pada  penelitian  ini dilakukan amobilisasi-kovalen bromelain  batang  pada matriks pendukung CNBr-Sepharose 4B dengan modifikasi metoda Porath, dkk.
Segi Medis dari Perawatan Kulit dan Kosmetika Magdalena Mardiono
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan kulit penting untuk melindungi kulit terhadap gangguan, kerusakan yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik, yaitu polusi dan kebersihan, kelembaban udara serta sinar matahari. Kulit yang tidak bersih selain tampak kusam juga mudah terjadi kolonisasi bakteri dan infeksi. Lingkungan dan udara dengan kelembaban rendah mengakibatkan penguapan air dari permukaan kulit bertambah hingga kulit menjadi kering. Sinar matahari sangat penting untuk mahluk hidup tetapi juga memiliki dampak negatif seperti "sun burn" dan akibat pajanan kronis berupa penuaan kulit dini dan kanker kulit. Prevensi dengan perawatan kulit memakai kosmetika yang sesuai lebih baik daripada pengobatan. Kosmetika perawatan kulit dapat digolongkan sebagai: pembersih, penipis, pelembab dan tabir surya.
Medical Technology in Developing Countries Samsi Jacobalis
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak negara-negara berkembang menghadapi dilema yang berkaitan dengan teknologi kedokteran. Berdasarkan sudut pandang Indonesia artikel ini mengupas perrnasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh pelayanan kedokteran yang pantas. Untuk mengatasi dilema tersebut, patut dibentuk suatu badan nasional pengkajian tekiwlogi dan ekonorni yang berfungsi untuk melakukan penapisan dan pengendalian. Juga, Badan Kesehatan  Dunia  (WHO) harus  menerbitkan ketentuan yang  berisikan petunjuk dan  kriteria untuk  memilih  teknologi kedokteran yang aman dan pantas.
Our Epidemiologic Transition Leads Us to More Care of the Elderly Benyamin Lumenta
Ebers Papyrus Vol. 3 No. 4 (1997): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galen Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang tentang Praktik Kedokteran Samsi Jacobalis
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma Baru dalam Ilmu Kedokteran: Filsafat Ilmu Kedokteran V Irmayanti Meliono
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma baru  dalam  pendidikan ilmu kedokteran: filsafat ilmu kedokteran Pendidikan ilmu kedokteran di Indonesia  memiliki mata kuliah yaitu  Filsafat  Ilmu  Kedokteran. Filsafat  Ilmu  kedokteran menjadi paradigma baru dalam  studi  dan  pendidikan sejak diberlakukannya panduan yang berasal dari Forum Komunikasi Program Studi Kedokteran Swasta  Kopertis  Wilayah III (1997). Sebagai paradigma baru, filsafat ilmu kedokteran memberikan wawasan/fenomena baru dalam melihat objek studinya, yaitu manusia yang dilihat dari aspek filsafat dan permasalahan epistemologi. Oleh karenanya filsafat ilmu kedokteran memiliki implikasi bagi orang yang mempelajarinya yaitu adanya (a) konteks justifikasi (b) konteks  penemuan dan (c) etika keilmuan.
Pemanfaatan Partikel Proton untuk Terapi Kanker Sahala M Lumbanraja
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu abad sesudah penemuan radium dan potensinya untuk pengobatan kanker, sebuah era baru radioterapi yang lebih andal, efektif dan dengan efek samping lebih kecil telah datang, yaitu radioterapi proton. Alat ini dilengkapi dengan perangkat komputer, medical imaging, dan teknologi berkas proton presisi tinggi. Radioterapi proton merupakan salah satu alat yang khusus digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Radioterapi ini mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan teknik terapi konvensional yang ada saat ini. Keuntungan utama terapi proton daripada terapi radiasi konvensional yaitu distribusi energi karakteristiknya dapat terdeposit secara lebih baik dan lebih tepat pada volume jaringan yang telah direncanakan, sedangkan jaringan normal hanya mendapatkan dosis radiasi yang sangat  kecil. Secara kwalitatif dapat dikatakan bahwa lebih sedikit kerusakan molekul DNA yang diakibatkan radiasi proton daripada radiasi  konvensional.
Penyakit Sapi Gila Ernawati Ernawati; Budi Kidarsa
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit sapi gila atau dikenal juga sebagai Bovine Spongiform Ence-phalopathies sebenarnya  sudah  diidentifikasi  tahun 1730 di Eropa sebagai scrapie. Penyakit yang semula zoonotik ini  diduga mulai menginfeksi manusia tahun 1950 di New Guinea dikenal sebagai penyakit Kuru yang mirip  gejala nya dengan  penyakit  Creutzfeldt-Jacob. Kasus ini mencuat kembali tahun 2003 oleh laporan ditemukannya penderita di Amerika yang menunjukkan gejala varian Creutzfeld-Jacob. Penyakit ini memerlukan masa inkubasi antara 5 - 10 tahun. Kelainan yang ditimbulkannya berupa kerusakan jaringan otak secara perlahan hingga terjadi bentuk seperti karet   busa (sponge). Yang diduga sebagai penyebab adalah protein tanpa asam  inti yang  mengalami  perubahan stuktur dan bersifat infeksius yang disebut prion. Prion tahan terhadap pemanasan, pembekuan, tingkat keasaman, radiasi dan teknik sterilisasi biasa.  Diduga prion menyebarkan penyakit bila prion yang tidak terbungkus menyentuh salah  satu  protein normal  yang  terbungkus sehingga ia membuka bungkusnya dan menjadi prion baru. Gejala yang nampak berupa perburukan semua aspek fungsi otak seperti: bingung, disorientasi, cemas, depresi, bicara tidak jelas dan lambat, tremor, sulit berjalan, sulit mengontrol pergerakan, lupa pada orang sekeliling. Belum   ditemukan terapi yang tepat dan   efektif. Sebagian ahli mengatakan penyakit  sapi gila hanya  ditemukan dalam  jaringan saraf di otak dan sumsum  tulang belakang. Pencegahan dengan menghindari konsumsi daging dan produk olahan asal hewan yang diduga  terkena penyakit  sapi gila dan hindari  penggunaan pakan  ternak  yang berasal dari  olahan  sisa jaringan  hewan.
Transduksi Sinyal dalam Gagal Jantung: Peranan Protein Kinase C, MAPK dan GATA4 Frans Ferdinal
Ebers Papyrus Vol. 10 No. 1 (2004): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada stres atau beban-berlebih jantung berkompromi untuk mempertahankan fungsi kontraksi  melalui proses hipertrofi  dan remod­ eling. Awalnya peningkatan ukuran kardiomiosit dan penebalan dinding ventrikel kiri jantung menguntungkan, tetapi  bila berlangsung lama, akan  menyebabkan hipertrofi patologis dan  berakhir  dengan gaga! jantung. Faktor utama yang menimbulkan hipertrofi ialah peregangan kardiomiosit akan tetapi berbagai neurohumoral juga dapat menginduksi terjadinya  hipertrofi.Seperangkat kaskade molekul sinyal terlibat dalam mekanisme molekuler gagal jantung, yang mengatur respon yang berhubungan dengan hipertrofi. Peregangan mekanis kardiomiosit menyebabkan aktivasi PKC dan MAPK, yang selanjutnya mengaktifkan berbagai faktor transkripsi. Lebih lanjut faktor transkripsi berperan sebagai  efektor akhir dalam  regulasi  ekspresi  gen jantung spesifik.

Page 11 of 26 | Total Record : 251