cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
Hubungan Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Balita Dl Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Periode 4- 11 Juli 2008 David Wibianto; Emarika Chandra; Amelia Putri; Ian Elnathan
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

lnfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi akut yang sering diderita oleh sebagian besar anak-anak dan masih merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi dan balita hampir di semua negara termasuk Indonesia. Di Puskesmas Kecamatan Kembangan, ISPA menduduki peringkat pertama penyakit yang diderita balita sebesar 68,61%. Pemberian ASI eksklusif akan sangat mempengaruhi imunitas bayi, bayi yang diberiASI secara eksklusif akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberiASI secara eksklusif karenaASI selain mengandung zatanti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi, juga mengandung antibodi saluran pernafasan dan saluran pencernaan.Penelitian dengan desain unmatched case control ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Studi ini melibatkan 144 subjek pada kelompok kasus dan 139 subjek pada kelompok kontrol. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive non random sampling pada 2 catchment areas selama 6 hari (4-11 Juli 2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko terjadinya ISPA 3,2 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang diberikan ASI eksklusif. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan kuat (OR= 3,20) yang bermakna (p-value = <0,01) antara pemberian ASI eksklusif dengan terjadinya ISPA pada balita usia 6 bulan - 5 tahun. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan mengenaipengertian dan manfaatASI eksklusifterutama dalam hal preventif dan promotif untuk mengurangi kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pembina Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Colles Fracture Tjie Haming Setiadi
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergelangan tangan merupakan bagian panting yang menghubungkan lengan bawah dengan tangan dan membentuk dasar dari tangan. Cedera apa pun yang terjadi padanya akan menurunkan bahkan dapat meniadakan fungsi dasar dari tangan tersebut. Fraktur Colles merupakan fraktur pergelangan tangan yang paling sering ditemukan, dengan insidens sebesar 24% di antara populasi pekerja, dimana fraktur yang melalui radius menyebabkan bagian distalnya tergeser secara radial dan dorsal. Fraktur Colles juga merupakan fraktur yang paling sering terjadi pada orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita dibadingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena dimulainya osteoporosis pasca menopause dimana jatuh dengan tangan terjulur merupakan penyebab tersering. Komplikasi frkatur Colles antara lain adalah mal-union, robekan ekstensor polisis longus yang tertunda, distrofi refleks simpatis pasca trauma, gangguan saraf (terutama nervus medianus), kekakuan jari dan bahu, arteritis radiokarpal, dan fraktur skafoid yang berkaitan. Penatalaksanaan Fraktur Colles' umumnya adalah dengan reduksi tertutup·dan aplikasi gips dengan latihan untuk mengembalikan dan mempertahankan mobilitas pergelangan tangan serta fungsi penuh dari tangan. Namun, kadang-kadang bedah ortopedik melalui fiksasi eksternal atau internal diperlukan.
Pitiriasis Alba: Kelainan Hipopigmentasi Pada Dermatitis Atopik Cyntia Yulyana; Linda Yulianti
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis alba (PA) merupakan suatu bentuk dermatitis yang tidak spesifik dan belum diketahui penyebabnya. Teori tentang dermatitis atopik (DA) dan proses pasca peradangan berperan penting sebagai penyebab terjadinya lesi awal. Kelainan ini sering dijumpai pada anak-anak dan biasanya tanpa keluhan. Lesinya berupa makula hipopigmentasi, berbentuk bulat, oval atau plakat yang tidak teratur dengan atau tanpa skuama halus yang melekat, biasanya terdapat pada muka. Diagnosis PAberdasarkan awitan (onset) dan gambaran klinis, sehingga harus dapat dibedakan dengan penyakit lain yang menyerupai. Pengobatannya meliputi perawatan kulit secara keseluruhan, perlindungan terhadap sinar matahari dan edukasi. Pada umumnya hasil pengobatan dari PA tidak memuaskan.
Monosodium Glutamat dan Kesehatan Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monosodium glutamat (MSG) yang di Indonesia dikenal sebagai penyedap makanan dengan nama vetsin adalah garam Natrium dari asam glutamat atau L glutamic acid (GLU). Asam glutamat merupakan asam amino yang dapat disintesis tubuh dan terdapat di bahan makanan sumber protein. Asam glutamat setelah diabsorbsi,  50 % akan dipakai oleh mukosa  usus halus sebagai sumber energi dan prekursor spesifik untuk biosintesis glutation, arginin, prolin di mukosa  usus halus, sehingga kadarnya dalam vena porta tidak akan meningkat. Asam glutamat  juga tidak menembus blood brain barrier dan plasenta. Apa yang disebut dengan Chinese restaurant syndrome (CSR) hanya suatu intoleransi terhadap MSG yang prevalensi mengenai    1 Yz  - 2 % populasi. Walaupun ada juga yang menyatakan bahaya serius akibat MSG seperti asma dan kelainan di susunan syaraf, the Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) dan the Federal Drug Administration (FDA) telah menyatakan MSG sebagai food additive  yang  aman dikonsumsi dengan jumlah normal.
Praktik Pelayanan Primer Kedokteran Keluarga Evy Luciana
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 1 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolph Kussmaul Andri Wanananda
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam Lemak Trans Perlu Diwaspadai Ekky M Rahardja
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korelasi Angka Bebas Jentik (ABJ ) Dengan Prevalensi DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Januari 2008 - Desember 2008 David Ongkorahardjo; Yansen Sebastian; Robin Robin; Evy Luciana; Maria Maria
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

- Berdasarkan data Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II dan Puskesmas Kecamatan Kembangan pada periode Januari-Desember 2008 terdapat 32 kasus DBD di Kelurahan Meruya Selatan II dengan angka bebas jentik (ABJ) sebesar 97,5%. Penelitlan inibertujuan untuk mengetahui korelasi ABJ dengan prevalensi DBD karena masih adanya kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Penelitian analitik cross sectional dilakukan dengan meneliti seluruh popu­ lasl yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II mengguna­ kan data dari Laporan Rekapitulasi PSN 30 menit dan Laporan Rekapitulasi RW siaga di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan II tahun 2008 serta Laporan registrasi warga yang menderita DBD tahun 2008.Aspek yang diteliti adalah besarnya angka bebas jentik dihubungkan dengan prevalensi DBD yang dianalisis dengan SPSS versi 12 mengguna­ kan uji statistik korelasi Pearson. Hasil penelitian pada 32 kasus didapatkan·korelasi yang bermakna (p=0.0001) dengan koefisien korelasi berkekuatan sedang dan arah negatif (r =-0.65) antara ABJ dan prevalensi DBD. Hal ini berarti peningkatan ABJ akan disertai penurunan prevalensi DBD atau sebaliknya. Sedangkan koefisien determinasi (R 2) sebesar 0,42 berarti 42% perubahan pada prevalensi DBD adalah hasil kontribusi dari ABJ.
Hubungan Lama Pemberian Makanan Tambahan Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi dan anak Balita Di Puskesmas Kelurahan Meruya Utara Kecamatan Kembangan Jakarta Barat 26 November -10 Desember 2008 Catherine Catherine; Agnes Stephanie; Glenn Glenn; Yossie Sagitta H
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama bulan Januari-Desember 2007 di Puskesmas Kelurahan Meruya Utara tercatat sebanyak 19,8% bayi dan anak balita mengalami gizi buruk, dan 33% di antaranya tidak mengalami peningkatan berat badan walaupun telah diberikan pemberian makanan tam­ bahan (PMT). Pemberian makanan tambahan memiliki kendala, karena jumlah penderita gizi buruk melebihi PMT yang tersedia sehingga lama PMT menjadi tidak optimal. Pe­ nelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara lama PMT dengan peningka­ tan berat badan bayi dan anak balita gizi buruk. Penelitian menggunakan desain analitik case control. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive non random sampling terhadap 258 responden, dengan jumlah kasus dan kontrol sama yaitu 129 responden, selama 2 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara, melihat pencatatan dan pen­ gukuran langsung dengan alat ukur berupa kursioner untuk variabellama  PMT dan KMS sedangkan dacin serta uniscale untuk variabel berat badan. Daripenelitian didapatkan 118 orang (45,74 %) mendapatkan PMT:S1 bulan dan 140 orang (54,26%) mendapat PMT>1 bulan. Di antara 129 kasus yang tidak mengalami peningkatan berat badan, 62 responden (48,06%) mendapat PMT selama s1 bulan sedangkan di antara 129 kontrol yang men­ galami peningkatan berat badan, 56 orang (43,41%) mendapat PMT selama :S1 bulan. Walaupun pada penelitian ini ditemukan asosiasi lemah (OR=1,21) antara lama PMT dan peningkatan berat badan namun asosiasi tersebut tidak bermakna (0,30<p-va/ue<0,50) secara statistik. Asosiasi lebih kuat (OR=2,72) dan bermakna (p<0,01) ditemukan antara cara PMT dan peningkatan berat badan.
Hubungan Durasi Tidur Yang Pendek Dengan Hipertensi Dl Puskesmas Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat 5 ·16 Januari 2009 Mursofian Mursofian; Indawati Indawati; Sisca Marianna
Ebers Papyrus Vol. 15 No. 2 (2009): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan perhatian khusus karena mempu­ nyai banyak komplikasi yang berbahaya seperti penyakit serebrovaskular, kardiovaskuler, dan gangguan ginjal.Prevalensihipertensi diPuskesmas Kelurahan Srengseng mengalami peningkatan lebih 3 kali llpat pada tahun 2007 dibandingkan dengan tahun 2006 dan seba­ gian besar pasien hipertensi tersebut mengeluh merasa sering sulit tidur atau kurang tidur. Penelitian bersifat analitik cross-sectional ini dilakukan selama 12 hari terhadap pasien yang berobat ke Poll Umum Puskesmas Kelurahan Srengseng. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive non-random sampling sedangkan pengumpulan  data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan langsung pada pasien. Hasil penelitian dari 110 responden menunjukkan terdapat 82 (74,54%) responden yang durasi tidurnya pendek (S6 jarn/malam) dimana 46 (56,1%) dari 82 orang tersebut menderita hipertensi. Sedangkan di antara 55 responden yang hipertensi, sebagian besar (83,64%) memiliki du­ rasi tidur yang pendek. Analisis menyimpulkan terdapatnya hubungan bermakna (x2=4,79; 0,025<p<0,05) antara durasi tidur yang pendek dengan hipertensi dimana pasien dengan durasi tidur yang pendek mempunyai risiko terkena hipertensi 1,75 kali lebih besar'(PRR = 1,75) dibandingkan dengan responden yang durasi tidurnya cukup.

Page 9 of 26 | Total Record : 251