Ebers Papyrus
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles
251 Documents
PERAN VARENICLINE TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK
Shirly Gunawan
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah rokok hingga kini masih menjadi ancaman besar terhadap kesehatan manusia di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara urutan kelima dengan tingkat agregat kon sumsi tembakau tertinggi di dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memfasilitasi upaya berhenti merokok (smoking cessation). Saat ini tampaknya tatalaksana paling efektif adalah kombinasi antara pendekatan nonfarmakologi dan intervensi farmakoterapi. Salah satu terapi farmakologi terbaru dalam upaya ini adalah varenicline, suatu agonis parsial reseptor asetilkolin nikotinik.
Study Efficacy Of Centella Asiatica Extract Encapsulated Into Chitosan Nanoparticles As An Inovative Herbal Anti Aging Cosmetic: Proliferative Activity Of Human Dermal Fibroblasts
Linda Julianti Wijayadi;
Etik Mardliyati;
Kusmarinah Bramono;
Hans Joachim Freisleben
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Centella asiatica L (CA) dan kitosan adalah bahan alami yang dapat meningkatkan proliferasi fibroblas dalam proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk menilai kapabilitas regenerasi ekstrak etanol dan ekstrak air CA yang dikemas dalam nanopartikel kitosan (CNP) dengan metode gelasi ionotropic. Tingkat regerenasi sel kulit menurun seiring dengan proses penuaan. Dalam penelitian ini, fibroblas dermis kulit manusia diberi perlakuan dengan mengoleskan ekstrak air dan etanol Centella asiatica L dan Penilaian ditujukan untuk menilai kemampuan regenerasi dengan bahan tersebut dibandingkan dengan bahan ekstrak yang sama yang dikemas dalam nanopartikel kitosan. Uji viabilitas sel (MTT) digunakan untuk menilai proses proliferasi sel fibroblas dermis manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air dan etanol Centella asiatica L yang dikemaskan dalam nanopartikel kitosan dapat meningkatkan proliferasi fibroblas kulit manusia dan hasil penelitian ini juga menunjukkan potensi teknik nano-enkapsulasi dapat meningkatkan proliferasi sel fibroblas dermis kulit manusia dalam proses penyembuhan luka. Kami menyimpulkan bahwa ekstrak Cente/la asiatica L yang dikemas dalam nanopartikel kitosan juga dapat digunakan sebagai bahan aktif untuk preparat kosmetik anti penuaan kulit
Hubungan Antara Konsumsi Garam Berlebih dengan Hipertensi Tidak Terkendali Pada Pasien Hipertensi Berusia Minimal 20 Tahun
Zita Atzmardina;
Agnestina Agnestina;
Ajeng Probowati
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi termasuk sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat. Pada tahun 2008, kejadiannya meningkat lebih dari dua kali lipat. Berdasarkan survei awal, penderita hipertensi tidak terkendali sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi. Karenanya, ingin diketahui apakah ada hubungan antara konsumsi garam berlebih dengan hipertensi tidak terkendali. Penelitian bersifat analitik cross-sectional ini dilakukan terhadap 68 penderita hipertensi berusia minimal 20 tahun yang datang ke Balai Pengobatan (BP) umum. Pengumpulan data menggunakan metode non random purposive sampling, wawancara dari kuesioner 24 hour dietary recall, dan pengukuran tekanan darah. Data yang di peroleh berasal dari uji statistik Chi square yang signifikan dan perhitungan risiko dengan Prevalence Ratio (PR). Dari 35 responden yang mengonsumsi garam berlebih terdapat 29 orang (82,86%) yang menderita hipertensi tidak terkendali, sedangkan dari 33 responden yang mengonsumsi garam secara moderat (tidak berlebih) hanya 16 orang (48,48%). Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi garam berlebih dengan hipertensi tidak terkendali pada pasien berusia minimal 20 tahun di Puskesmas Kelurahan Srengseng, (X 2=8,97; 0.0025
EKSTRAK KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI ANTI PENUAAN DINI DALAM BENTUK EMULGEL
Taty Rusliati Rusli
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanaman yang bersifat antioksidan dan mengandung polifenol merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai anti penuaan dini. Rambutan (Nephelium lappaceum) adalah salah satu tanaman ini, dan merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia dengan berbagai jenis seperti lebak, rapia, nona, binjai, aceh dan lain-lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan dan mengembangkan penggunaan ekstrak kulit rambutan sebagai dalam bentuk sediaan emulgel yang stabil. Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi dengan cara maserasi. Sedangkan penentuan stabilitas emulgel meliputi pemeriksaan kondisi fisik, viskositas dan sifat alir, kemampuan menyebar, dan pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit rambutan dapat dibuat sediaan emulgel, dan dari keempat formula yang dibuat menunjukkan bahwa yang stabil adalah formula II dengan HPMC 8% dan karbomer 941 0,55%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit rambutan binjai mempunyai aktivitas sebagai anti penuaan dini.
ENDOMETRIOSIS KOLON LESI JINAK YANG SERING DISANGKA GANAS
Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Endometriosis adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan adanya kelenjar dan stroma endometrium di luar uterus. Kasus ini diperkirakan menyerang 5-10% wanita usia reproduktif tetapi dari beberapa laporan terjadi juga pada wanita postmenopause. Endometriosis diklasifikasikan sebagai endometriosis pelvis dan ekstrapelvis. Mayoritas endometriosis ekstrapelvis terdapat pada rektum dan kolon sigmoid. Endometriosis kolon umumnya asimtomatik, namun terkadang dapat menimbulkan gejala seperti gejala gastrointestinal antara lain: perdarahan rektum, konstipasi, muntah, diare dan nyeri abdomen. Diagnosis endometriosis kolon sukar ditegakkan karena biasanya hanya mengenai bagian luar dinding kolon seperti lapisan serosa atau submukosa. Jarang penetrasi ke lapisan mukosa oleh karena itu pada pemeriksaan barium enema dan kolonoskopi, endometriosis sering dicurigai sebagai keganasan kolon. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah MRI, CT-Scan, Rectal Endoscopic Sonography (RES), dan transvaginal ultrasonography(TVUS), walaupun masih kontroversi diyakini dapat membantu menegakkan diagnosis endometriosis preoperatif. Diagnosis pasti baru bisa ditegakkan bila ditemukan jaringan endometrium pada pemeriksaan histopatologi baik dari biopsi maupun hasil operasi. Terapi yang biasa dilakukan adalah reseksi kolon segmental/diskoid melalui laparoskopi dan terapi hormonal untuk mengobati dan mencegah kekambuhan.
Olahraga Kesehatan
Susilodinata Halim
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada saat ini orang cenderung tidak punya waktu untuk berolahraga karena kesibukan dan gaya hidup yang serba modern, misalnya lebih sering berkendaraan bermotor dibandingkan dengan berjalan atau bersepeda, menggunakan lift pada bangunan bertingkat. Sebagian besar dokter ahli jantung yang mengobati pasien serangan jantung dengan jogging di bawah pengawasan yang ketat dapat mengurangi serangan jantung para pasiennya, sehingga terjadi kolateral pada pembuluh jantung dengan demikian pasien tersebut akan menjadi lebih baik. Pada waktu berolahraga terjadi kepekaan terhadap insulin meningkat, yang menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma, ini berguna untuk menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Secara umum olahraga di bagi dua yaitu olahraga prestasi dan olahraga kesehatan. Olahraga Prestasi diperuntukkan para atlet, sedangkan Olahraga Kesehatan diperuntukkan para orang yang ingin memiliki kebugaran yang baik. Tujuan dari olahraga kesehatan agar yang melakukan olahraga dapat memperoleh Kebugaran Fisik (Physical Fitness) yang baik. Untuk mendapatkan kebugaran fisik ini pada olahraga kesehatan hanya memerlukan 3 unsur dari 9 unsur kesegaran fisik. Ketiga unsur yang harus dimiliki adalah daya tahan,kekuatan otot dan kelenturan.
Hubungan vitamin D dan Tuberkulosis
Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Vitamin D selain mempunyai fungsi pada kesehatan tulang dan otot, vitamin D juga mempunyai hubungan dengan beberapa penyakit seperti keganasan, hipertensi, diabetes melitus dan penyakit infeksi yaitu berhubungan dengan sistem imunitas. Kadar vitamin D yang cukup 30 ng/ml dapat membantu ensim 1-0H ase untuk mengubah 25(0H)D menjadi bentuk aktif [1,25(0HhD] yang akan meningkatkan imunitas non spesifik dan spesifik. Makrofag, monosit, limfosit B dan limfosit ternyata terdapat kemampuan untuk membuat [1,25(0H)2D]. Penderita tuberkulosis perlu diberikan penyuluhan untuk menjemur tubuhnya pada jam 9.00- 15.00 agar memperoleh vitamin D dengan murah, namun bila diperlukan dapat dilakukan pemberian suplemen vitamin D.
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKCUKUPAN TIDUR MALAM HARI DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELURAHAN JOGLO 1 JAKARTA BARAT
Dewi Novianti
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Puskesmas Kelurahan Joglo I dan menempati peringkat 5 dari 10 penyakit terbanyak berdasarkan data bulan Januari - Agustus 2013. Hasil penapisan awal pada 49 pasien hipertensi ditemukan 32 pasien mengeluh tidak cukup tidur. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan studi untuk melihat apakah ada hubungan antara ketidakcukupan tidur rnalam dengan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi.Studiini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 56 penderita hipertensi yang datang ke Puskesmas Kelurahan Joglo I,Jakarta Barat pada tanggal 23 Oktober- 2 November 2013.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah serta mewawancara responden untuk memperoleh data kualitas dan kuantitas tidur rnalam.Data diolah secara statistik dengan uji t tidak berpasangan dan penghitungan Mean Difference. Pada 29 pasien di kelompok tidak cukup tidur ditemukan rerata (±simpang baku) perubahan tekanan darah sistolik dalam 1minggu adalah sebesar 5 (±17.63) mmHg. Sedangkan rerata perubahan tekanan darah diastoliknya adalah sebesar 1.03 (±10.47) mmHg.Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan adanya perbedaan bermakna rerata selisih perubahan tekanan darah sistolik yang bermakna (p-value =0.023) antara kelompok tidak cukup tidur dan kelompok cukup tidur yaitu sebesar 11.67 mmHg,Sedangkan perbedaan rerata selisih perubahan tekanan darah diastollknya adalah sebesar 1.78 mmHg namun secara statistik tidak bermakna (p-value=0.53). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila penderita hipertensiyang kebutuhan tidur malamnya cukup,maka besarnya perubahan tekanan darah yang mempunyai arti klinis hanyalah komponen sistolik. Manajemen atau modifikasi kecukupan tidur rnalam haritidak memilikimakna klinis terhadap besarnya perubahan tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PENATALAKSANAAN PERTAMA DI RUMAH PADA BALITA DIARE
Novendy Novendy
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang termasuk Indonesia. Terjadi peningkatan angka kesakitan di Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dari 40,10 % pada tahun 2006 menjadi 41,70 % pada tahun 2007. Selain itu dari laporan bulanan data kesakitan pada tahun 2007, diare termasuk dalam empat penyakit terbesar. Berdasarkan wawancara dengan kepala Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dikatakan bahwa sebagian besar ibu yang membawa balitanya berkunjung ke Balai Pengobatan berpengetahuan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare. Studi analitik dengan desain cross sectionaldilakukan selama periode 14- 18 Januari 2008 dan melibatkan 100 responden yang dikumpulkan secara purposive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data secara statistik menggunakan Pearson Chi-Squaredan risiko dihitung dengan Prevalens Rasia (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 51orang ibu berpengetahuan baik,terdapat 8 (15,69%) orang ibu yang kurang baikdalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya sedangkan diantara 49 orang ibu yang berpengetahuan kurang,terdapat 23 (46,94%) orang ibu yang kurang baik dalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p< 0,01) antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare di mana ibu yang memiliki pengetahuan kurang mempunyai risiko 3 kali lebih besar (PR=3). Disarankan agar puskesmas mengupayakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare dan penatalaksanaannya agar prevalensi diare pada balita dapat diturunkan.