cover
Contact Name
Ria Buana
Contact Email
Jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Phone
+628129657508
Journal Mail Official
jurnal.eberspapyrus@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ebers Papyrus
ISSN : 08548862     EISSN : 27981630     DOI : https://doi.org/10.24912/ep.vxxxx.xxxxx
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, studi kasus dan tinjauan pustaka. Konten Ebers Papyrus meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 251 Documents
PERAN VARENICLINE TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK Shirly Gunawan
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah rokok hingga kini masih menjadi ancaman besar terhadap kesehatan manusia di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara urutan kelima dengan tingkat agregat kon­ sumsi tembakau tertinggi di dunia.   Berbagai upaya telah dilakukan untuk  memfasilitasi upaya berhenti merokok (smoking cessation). Saat ini tampaknya tatalaksana paling efektif adalah kombinasi antara pendekatan nonfarmakologi dan intervensi farmakoterapi. Salah satu terapi farmakologi terbaru dalam upaya ini adalah varenicline,  suatu agonis parsial reseptor asetilkolin nikotinik.
Study Efficacy Of Centella Asiatica Extract Encapsulated Into Chitosan Nanoparticles As An Inovative Herbal Anti Aging Cosmetic: Proliferative Activity Of Human Dermal Fibroblasts Linda Julianti Wijayadi; Etik Mardliyati; Kusmarinah Bramono; Hans Joachim Freisleben
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centella asiatica L (CA) dan kitosan adalah bahan alami yang dapat meningkatkan proliferasi fibroblas dalam proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk menilai kapabilitas regenerasi ekstrak etanol dan ekstrak air CA yang dikemas dalam nanopartikel kitosan (CNP) dengan metode gelasi ionotropic. Tingkat regerenasi sel kulit menurun seiring dengan proses penuaan. Dalam penelitian ini, fibroblas dermis kulit manusia diberi perlakuan dengan mengoleskan ekstrak air dan etanol Centella asiatica L dan Penilaian ditujukan untuk menilai kemampuan regenerasi dengan bahan tersebut dibandingkan dengan bahan ekstrak yang sama yang dikemas dalam nanopartikel kitosan. Uji viabilitas  sel (MTT)  digunakan untuk  menilai proses proliferasi sel fibroblas  dermis manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air  dan  etanol   Centella asiatica L  yang  dikemaskan  dalam  nanopartikel  kitosan  dapat meningkatkan  proliferasi  fibroblas kulit  manusia dan  hasil penelitian  ini juga  menunjukkan potensi  teknik  nano-enkapsulasi dapat  meningkatkan   proliferasi  sel  fibroblas  dermis  kulit manusia dalam proses penyembuhan luka. Kami menyimpulkan bahwa ekstrak Cente/la asiatica L yang dikemas dalam nanopartikel kitosan juga dapat digunakan sebagai bahan aktif  untuk preparat kosmetik anti penuaan kulit
Hubungan Antara Konsumsi Garam Berlebih dengan Hipertensi Tidak Terkendali Pada Pasien Hipertensi Berusia Minimal 20 Tahun Zita Atzmardina; Agnestina Agnestina; Ajeng Probowati
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi termasuk  sepuluh  penyakit  terbanyak  di  Puskesmas Kelurahan Srengseng, Jakarta  Barat.  Pada tahun   2008,  kejadiannya  meningkat  lebih  dari  dua  kali  lipat. Berdasarkan survei awal, penderita hipertensi tidak terkendali sering mengonsumsi makanan dengan  kadar  garam  tinggi.  Karenanya, ingin  diketahui apakah ada  hubungan antara konsumsi garam berlebih dengan hipertensi tidak  terkendali.  Penelitian bersifat analitik cross-sectional ini dilakukan terhadap 68 penderita hipertensi berusia minimal 20 tahun yang datang ke Balai Pengobatan (BP) umum. Pengumpulan data menggunakan metode non random purposive sampling, wawancara dari kuesioner 24 hour dietary recall, dan pengukuran tekanan darah. Data yang di peroleh berasal dari uji statistik Chi square yang signifikan dan perhitungan risiko dengan   Prevalence Ratio (PR). Dari 35 responden yang mengonsumsi garam berlebih terdapat 29 orang (82,86%) yang menderita hipertensi tidak terkendali, sedangkan dari 33 responden yang mengonsumsi garam secara moderat (tidak berlebih) hanya 16 orang (48,48%). Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara konsumsi garam berlebih dengan hipertensi tidak terkendali pada pasien berusia minimal 20 tahun di Puskesmas Kelurahan Srengseng, (X 2=8,97; 0.0025<p<0.005). Responden yang mengonsumsi garam berlebih mempunyai risiko  1,71 kali  lebih  besar (PR=1,71) menderita hipertensi tidak terkendali dibandingkan dengan responden yang mengonsumsi garam secara moderat.
EKSTRAK KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI ANTI PENUAAN DINI DALAM BENTUK EMULGEL Taty Rusliati Rusli
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman yang bersifat  antioksidan dan mengandung polifenol merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai anti penuaan dini. Rambutan (Nephelium lappaceum) adalah salah satu tanaman ini, dan merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia dengan berbagai jenis seperti lebak, rapia, nona, binjai, aceh dan lain-lainnya. Tujuan dari penelitian  ini  adalah  memanfaatkan  dan  mengembangkan penggunaan  ekstrak  kulit rambutan sebagai dalam bentuk sediaan emulgel yang stabil. Metoda yang digunakan pada penelitian  ini  adalah ekstraksi dengan cara  maserasi. Sedangkan penentuan  stabilitas emulgel meliputi pemeriksaan kondisi fisik, viskositas dan sifat alir, kemampuan menyebar, dan pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak kulit rambutan dapat dibuat sediaan emulgel, dan dari keempat formula yang dibuat menunjukkan bahwa yang stabil adalah formula II dengan HPMC 8%  dan karbomer 941 0,55%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit rambutan binjai mempunyai aktivitas sebagai anti penuaan dini.
ENDOMETRIOSIS KOLON LESI JINAK YANG SERING DISANGKA GANAS Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endometriosis adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan adanya kelenjar dan stroma endometrium  di  luar  uterus.  Kasus ini           diperkirakan  menyerang  5-10%  wanita  usia reproduktif  tetapi   dari   beberapa  laporan  terjadi  juga   pada  wanita   postmenopause. Endometriosis diklasifikasikan sebagai endometriosis  pelvis  dan  ekstrapelvis.  Mayoritas endometriosis ekstrapelvis terdapat pada rektum dan kolon sigmoid. Endometriosis kolon umumnya  asimtomatik,   namun  terkadang  dapat   menimbulkan  gejala  seperti  gejala gastrointestinal  antara  lain:  perdarahan  rektum,  konstipasi,  muntah,  diare  dan  nyeri abdomen. Diagnosis endometriosis kolon sukar ditegakkan karena biasanya hanya mengenai bagian luar  dinding kolon  seperti lapisan serosa atau  submukosa. Jarang penetrasi ke lapisan mukosa oleh  karena  itu  pada  pemeriksaan barium  enema  dan  kolonoskopi, endometriosis sering dicurigai sebagai keganasan kolon. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah   MRI,     CT-Scan, Rectal   Endoscopic Sonography (RES),  dan transvaginal ultrasonography(TVUS), walaupun masih kontroversi diyakini dapat membantu menegakkan diagnosis endometriosis  preoperatif. Diagnosis pasti baru bisa ditegakkan bila ditemukan jaringan endometrium pada pemeriksaan histopatologi baik dari biopsi maupun hasil operasi. Terapi yang biasa dilakukan adalah reseksi kolon segmental/diskoid melalui laparoskopi dan terapi hormonal untuk mengobati dan mencegah kekambuhan.
Olahraga Kesehatan Susilodinata Halim
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini orang cenderung tidak punya waktu untuk berolahraga karena kesibukan dan gaya hidup yang serba modern, misalnya lebih sering berkendaraan bermotor dibandingkan dengan berjalan atau bersepeda, menggunakan lift  pada bangunan bertingkat. Sebagian besar dokter  ahli jantung  yang mengobati pasien serangan jantung  dengan jogging  di bawah  pengawasan yang  ketat  dapat  mengurangi  serangan jantung  para  pasiennya, sehingga terjadi kolateral pada pembuluh jantung dengan demikian pasien tersebut akan menjadi lebih baik. Pada waktu berolahraga terjadi kepekaan terhadap insulin meningkat, yang menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma, ini berguna untuk menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Secara umum olahraga di bagi dua yaitu olahraga prestasi dan olahraga kesehatan. Olahraga Prestasi diperuntukkan para atlet, sedangkan Olahraga Kesehatan diperuntukkan para orang yang ingin memiliki kebugaran yang baik. Tujuan  dari  olahraga  kesehatan  agar  yang  melakukan  olahraga  dapat  memperoleh Kebugaran Fisik (Physical Fitness) yang baik. Untuk mendapatkan kebugaran fisik ini pada olahraga kesehatan hanya memerlukan 3 unsur dari 9 unsur kesegaran fisik. Ketiga unsur yang harus dimiliki adalah daya tahan,kekuatan otot dan kelenturan.
Hubungan vitamin D dan Tuberkulosis Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin  D  selain mempunyai fungsi pada  kesehatan tulang  dan otot,  vitamin   D  juga mempunyai hubungan dengan beberapa penyakit seperti keganasan, hipertensi, diabetes melitus dan penyakit infeksi yaitu berhubungan dengan sistem imunitas. Kadar vitamin D yang cukup 30 ng/ml  dapat membantu ensim 1-0H  ase untuk mengubah 25(0H)D menjadi bentuk aktif [1,25(0HhD] yang akan meningkatkan imunitas non spesifik dan spesifik. Makrofag, monosit, limfosit B dan limfosit ternyata  terdapat kemampuan untuk membuat [1,25(0H)2D]. Penderita tuberkulosis perlu diberikan penyuluhan untuk menjemur tubuhnya pada jam 9.00- 15.00 agar memperoleh vitamin D dengan murah,   namun bila diperlukan dapat dilakukan pemberian suplemen vitamin D.
Manajemen Kesehatan, Teori dan Praktik di Puskesmas Ernawati Ernawati
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA KETIDAKCUKUPAN TIDUR MALAM HARI DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELURAHAN JOGLO 1 JAKARTA BARAT Dewi Novianti
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Puskesmas Kelurahan Joglo I dan menempati peringkat 5 dari 10 penyakit terbanyak berdasarkan data bulan Januari - Agustus 2013. Hasil penapisan awal pada 49 pasien hipertensi ditemukan 32 pasien mengeluh tidak cukup tidur. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan studi untuk melihat apakah ada hubungan antara ketidakcukupan tidur rnalam dengan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi.Studiini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 56 penderita hipertensi yang datang ke Puskesmas Kelurahan Joglo I,Jakarta Barat pada tanggal 23 Oktober- 2 November 2013.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah serta mewawancara responden untuk memperoleh data kualitas dan kuantitas tidur rnalam.Data diolah secara statistik dengan uji t tidak berpasangan dan penghitungan Mean Difference. Pada 29 pasien di kelompok tidak cukup tidur ditemukan rerata (±simpang baku) perubahan tekanan darah sistolik dalam 1minggu adalah sebesar 5 (±17.63) mmHg. Sedangkan rerata perubahan tekanan darah diastoliknya adalah sebesar 1.03 (±10.47) mmHg.Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan adanya perbedaan bermakna rerata selisih perubahan tekanan darah sistolik yang bermakna (p-value =0.023) antara kelompok tidak cukup tidur dan kelompok cukup tidur yaitu sebesar 11.67 mmHg,Sedangkan perbedaan rerata selisih perubahan  tekanan darah diastollknya adalah sebesar 1.78 mmHg namun secara statistik tidak bermakna (p-value=0.53). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila penderita hipertensiyang kebutuhan tidur malamnya cukup,maka besarnya perubahan tekanan darah yang mempunyai arti klinis hanyalah komponen sistolik. Manajemen atau modifikasi kecukupan tidur rnalam haritidak memilikimakna klinis terhadap besarnya perubahan tekanan darah diastolik pada penderita hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE DENGAN PENATALAKSANAAN PERTAMA DI RUMAH PADA BALITA DIARE Novendy Novendy
Ebers Papyrus Vol. 19 No. 1 (2013): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang termasuk Indonesia. Terjadi peningkatan angka kesakitan di Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dari 40,10 % pada tahun 2006 menjadi 41,70 % pada tahun 2007. Selain itu dari laporan bulanan data kesakitan pada tahun 2007, diare termasuk dalam empat penyakit terbesar. Berdasarkan wawancara dengan kepala Puskesmas Kelurahan Kembangan Selatan dikatakan bahwa sebagian besar ibu yang membawa balitanya berkunjung ke Balai Pengobatan berpengetahuan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare. Studi analitik dengan desain cross sectionaldilakukan selama periode 14- 18 Januari 2008 dan melibatkan 100 responden yang dikumpulkan secara purposive non-random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data secara statistik menggunakan Pearson Chi-Squaredan risiko dihitung  dengan Prevalens Rasia (PR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 51orang ibu berpengetahuan baik,terdapat 8 (15,69%) orang ibu yang kurang baikdalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya sedangkan diantara 49 orang ibu yang berpengetahuan kurang,terdapat 23 (46,94%) orang ibu  yang kurang baik dalam penatalaksanaan pertama diare di rumahnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p< 0,01) antara pengetahuan ibu tentang diare dengan penatalaksanaan pertama di rumah pada balita diare di mana ibu yang memiliki pengetahuan kurang mempunyai risiko 3 kali lebih besar (PR=3). Disarankan agar puskesmas mengupayakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare dan penatalaksanaannya agar prevalensi diare pada balita dapat diturunkan.

Page 7 of 26 | Total Record : 251