cover
Contact Name
Rukhaini Fitri Rahmawati
Contact Email
comdev@iainkudus.ac.id
Phone
+6282231894437
Journal Mail Official
comdev@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Jl. Conge Ngembalrejo PO. Box. 51 Bae Kudus Jawa Tengah Indonesia 59322. Telp. 0291-441613
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 25410563     EISSN : 29856841     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/cdjpmi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (E-ISSN: 2985-6841/ P-ISSN: 2541-0563) merupakan jurnal terbitan berkala, yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Yakni di bulan Januari-Juni dan Juli- Desember. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam merupakan jurnal yang bernaung di IAIN Kudus yang berfokus pada Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Masyarakat Islam. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam menerima manuskrip dari para praktisi serta akademisi yang bergerak dalam bidang Pengambangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Keswadayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi, Manajemen Bencana, Ekologi Masyarakat, Analisis Dampak Lingkungan, Corporate social responsibility (CSR), Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Articles 100 Documents
Penyuluhan Orangtua dan Kader Masyarakat dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Donorojo Asiyah, Siti; Kurniasari, Zunnita Rizki; Abidin, Mohammad Khoirul
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 2 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v6i2.17325

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada orangtua dan kader masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kecamatan Donorojo dilaksanakan dalam upaya memberikan pemahaman dan pengertian kepada orangtua dan kader masyarakat untuk mengenali stunting, upaya mencegah balita stunting serta memahami akan makanan pendamping ASI yang memiliki gizi seimbang. Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pra kegiatan dengan observasi mencari permasalahn yang ada di Kecamatan Donorojo, kemudian untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yakni penimbangan balita dan pemberian makanan tambahan (PMT), melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada orangtua dan kader masyarakat terkait pencegahan stunting, dan pemberian buku modul pendamping ASI dan gizi seimbang. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah orangtua dan kader masyarakat mengetahui dan memahami tentang upaya pencegahan stunting, keduanya melakukan pendampingan pada balita dengan memberikan makanan pendamping ASI selama sembilan puluh hari serta melalkukan penimbangan ulang dan hasilnya kondisi gizi dan kesehatan balita stunting menjadi lebih baik
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Dalam Bidang Pertanian Melalui Sistem Hidroponik (Di Desa Besito Kauman Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus) Sari, Mega Anjar; Mufattihah, Laily; Ula, Fina Jamilatul
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i2.6458

Abstract

ABSTRAKUsaha yang dilakukan seseorang dalam mengembangkan masyarakat. Salah satu usaha yang dilakukann adalah dengan cara memanfaatkan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian dengan sistem tanam hidroponik. Bentuk-bentuk pengembangan masyarakat yang yang sesuai pada saat ini adalah tentang suatu hal yang disukai oleh remaja. Remaja sangatlah berpengaruh dalam proses pengembangan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat yang tepat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian dengan sistem hidroponikdi desa Besito Kauman kecamatan Gebog kabupaten Kudus dan untuk mengetahui strategi pemberdayaan masyarakat yang tepat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian melaui sistem hidroponik di desa Besito Kauman kecamatan Gebog kabupaten Kudus.Metode penelitian yang dilakukan adalah melalui prosedur penelitian, perencanaan, tindakan, observasi (wawancara), evaluasi, analisis, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian dengan sistem hidroponik didesa Besito Kauman Kudus sangat berpengaruh untuk pengembangan ekonomi warga sekitar. Sistem pengembangannya berupa pembuatan desa wisata, ;pembukaan lahan pekerjaan bagi warga. Selain bagi warga juga sangat meningkatkan ekonomi pemilik usaha tersebut dimana yang awalnya mendapat penghasilan 200.000 perhari sekarang meningkat jadi 800.000 perhari, jadi peningkatannya 75% dari usaha awal.
Representasi Air “Salamun” Keselamatan Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang Terhadap Pembentukan Keberagamaan Masyarakat Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i2.2583

Abstract

Pertumbuhan kebudayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat DesaJepang Mejobo Kudus memberikan bukti autentik bahwa peninggalanSunan Kudus di tengah-tengah mereka hidup subur dan menyejarahsampai saat ini. Sebagaimana diketahui oleh khalayak umum bahwa RadenJa’far Shodiq yang lebih dikenal dengan Sunan Kudus memiliki peransignifkan dalam lintasan sejarah Islam di Kudus. Untuk memasyarakatkanIslam ke seluruh pelosok Kudus, sentralitas penyiaran agama tidak hanyaditempatkan di kawasan Kauman tempat berdirinya Masjid al-Aqshaatau Masjid Menara Kudus. Salah satu tempat didirikannya masjid luardari kawasan Kauman adalah Masjid Wali Desa Jepang KecamatanMejobo Kabupaten Kudus. Pengukuhan masjid ini sebagai kesatuangenealogis dari Masjid Menara Kudus adalah arkeologi bangunannyayang bersinambungan. Penelitian ini termasuk penelitian sejarah sosialyang bersifat kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan secaraheuristik, interpretasi, kritik sumber, dan historiograf. Sumber datayang digunakan adalah sumber tertulis, material, dan lisan. Sumbertertulis yang berkenaan dengan tulisan-tulisan baik yang telah diterbitkanmaupun belum diterbitkan, naskah-naskah yang menjelaskan tentangsejarah Masjid Wali dan masyarakat sekelilingnya. Sumber materialberupa arsitektur bangunan masjid dan benda-benda lain yang dapatdijadikan sebagai sumber. Sedangkan sumber lisan berasal dari ceritacerita (oral) para sesepuh desa, para kyai, dan informan lainnya. Penelitianini dilangsungkan mulai Februari 2012 sampai Juli 2012. Penelitian ini menemukan bahwa keberadaan salah satu peninggalan Sunan Kudus diMasjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang memiliki keterhubungan erat denganMasjid Al-Aqsa atau Al-Manar atau disebut juga Masjid Menara Kudusyang pembangunannya bertarikh tahun 956 H (1549 M). Penyimpulandata ini sepenuhnya berjalan di atas rentetan sejarah peninggalan sumursumur bersejarah yang sama saat ini, air yang ada di sumur-sumur tersebutdimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsumsi dan sebagian obat bagimereka orang-orang yang tertimpa penyakit. Air keselamatan “salamun”diyakini oleh masyarakat bisa menjadi media atau instrumen merekaberobat atas sakit yang diderita atau musibah yang mereka alami.
METODE PEMBERDAYAAN ANGGOTA GERAKAN PEMUDA ANSOR ANAK CABANG PUCAKWANGI MELALUI SEKOLAH PEMBERDAYAAN DESA Nurwiyanti, Ike
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 2 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v5i2.16166

Abstract

This study aims to determine the method of empowering members of the Youth Movement (GP) Ansor Youth Leaders Pucakwangi Branch through village empowerment schools as well as the driving factors and inhibiting factors in empowering the Youth Movement Members (GP) Ansor Youth Leadership Branch (PAC) Pucakwangi through village empowerment schools ( case study of Pucakwangi Branch Sub-branch) in 2021. The type of research used by the researcher is field research, where the researcher seeks information directly by going to the Pucakwangi Branch Office (PAC). This study uses a qualitative approach. The data collection technique used by the researcher is to use observation, interviews and documentation. While the data analysis used by the researcher is descriptive analysis with the steps of collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the research obtained by researchers when conducting research are (1) methods of empowering members of the Pucakwangi branch of Ansor Youth Movement members through village empowerment schools, namely participatory training methods, and the results of using participatory training methods are podcats, village empowerment schools (2) The driving factors and inhibiting factors in implementing the empowerment of members of the Pucakwangi Branch Youth Ansor Youth Movement through village empowerment schools. The driving factors are the high level of education of the management, the majority of the PAC board are former activists, the readiness of members of the Ansor Youth Movement to enter the community in empowering human resources and high ability to empower. the inhibiting factors are the lack of self-awareness of members to participate in empowerment activities, economic limitations, the low level of education of members of the Ansor Youth Movement, and the long distance that members of the Ansor Youth Movement have to travel to the PAC office.
Peran organisasi Islam internal Universitas dalam realisasi pembelajaran agama Musti'ah, Musti'ah
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 1 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i1.5626

Abstract

AbstractThe role of Islamic student association of University in the realization of religious learning.  In recent years, issues related to the role of internal campus association (ICA) are increasingly being discussed in parts of the worlds. This research aims to examine the role of Islamic internal organization of University in the realization of religious learning. This study employed mixed method. Data were collected using questionnaire to 62 form 342 students, and semi-structured interview with and document (e) the research findings revealed students’ ability on Qur’an reading was weak before joining BBQ program and there was improvement of reading Qur’an ability after they followed the program. The findings also indicated that BBQ program was effective to mediate students in learning to read Qur’an.Keywords:      Indonesia, Islamic student association, Muslims, university.
Pengembangan Masyarakat menuju Harmonisasi Masyarakat Islam Ahmad, Nur
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2573

Abstract

Keragaman kehidupan menuju pengembangan masyarakat harmonis saatini membutuhkan pengalaman keberagamaan yang tidak bisa terelakkan.Pengembangan masyarakat menuju suatu tatanan kehidupan masyarakatsejahtera, sentosa serta terciptanya kehidupan masyarakat harmonis baikdiranah keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berkarakterreligi juga merupakan sesuatu yang semakin mahal. Orientasi hidupmanusia sekarang ini kebanyakan masyarakat lebih menekankan padahal-hal yang bersifat material dan menjadikan kehidupan masyarakatreligi cenderung berada dalam wilayah pinggiran dan tidak banyak waktuserta energi yang diberikan untuk mengeluti tentang tujuan dan maknahidup harmonisasi dalam perspektif masyarakat islam. Pada tulisandalam artikel ini penulis ingin mengkaji dan menyajikan pengembanganmasyarakat menuju harmonisasi masyarakat islam melalui pengalamanpembengembangan masyarakat saat ini. Adapun maksud dan tujuanpengembangan masyarakat kali ini ialah untuk mendukung keterjaminan,kesempatan dan pemberdayaan melalui hubungan keluarga, masyarakatdan agama agar tercipta kondisi warga masyarakat yang aman dannyaman akhirnya kita sama-sama merasakan kesejahteraan diantara wargamasyarakat pada uamumnya.
PERAN KYAI TELINGSING DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT MUSLIM DI DAERAH TAJUG KUDUS Mu'min, Ma'mun
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3306

Abstract

 Manusia secara individual dan social senantiasa mengalami perubahan secara dialektis, hal ini terjadi sebab manusia adalah mahluk yang memiliki harapan dan keinginan terus maju dan berhasil dalam mempertahankan kehidupannya. Walau demikian, tentu saja dalam perkembangannya manusia membutuhkan pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan sehingga dalam perkembangannya manusia tidak mengalami salah jalan. Peran seorang pembimbing di sini menjadi sangat penting dan dibutuhkan manusia dalam meraih harapan dan tujuan hidup. Dalam konteks ini, Kyai Telingsing salah seorang anggota pasukan dan rohaniawan serta saudagar yang ikut serta dalam ekspedisi yang pimpin Panglima Cheng Ho asal Tiongkok, dalam pengembaraannya ke Nusantara ia tidak kembali ke negara asalnya di Tiongkok, ia memilih menetap di daerah Tajug atau daerah Kudus. Di Tajug Kudus, selain berdagang dan berdakwah, Kyai Telingsing memiliki keahlian melukis dan mengukir atau menyungging, ia mengembangkan keahliannya tersebut sehingga banyak orang yang belajar mengukir di rumahnya. Dari hari ke hari semakin banyak orang belajar mengukir kepadanya dan kemudian bermukim di Tajug. Karena orang semakin banyak, tempat itu berkembang menjadi perkampungan dan terkenal ke daerah sekitar, seperti Demak, Jepara, dan Juwana sebagai tempat perguruan meyungging. Sebagai seorang muslim, Kyai Telingsing menjadikan keahliannya tersebut sebagai media dakwah untuk mengembangkan masyarakat muslim di daerah Tajug. Artikel ini merupakan simpulan hasil penelitian penulis berjudul Peran Kyai Telingsing dalam Dakwah Islamiyah di Daerah Tajug Kudus (2016). Untuk menganalisis peran tersebut, peneliti menggunakan konsep dialektika perkembangan manusia dari Auguste Comte, yaitu tiga tahap perkembangan dialektika berfikir manusia, yaitu tahap teologis, metafisis dan positifis. Temuan penelitian adalah: (a) Kyai Telingsing berhasil merubah masyarakat Tajug dari masyarakat tunakarya menjadi masyarakat berkarya, (b) Kyai Telingsing berhasil melakukan dakwah islamiyah melalui pendidikan menyungging, (c) Kyai Telingsing berhasil melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat Tajug, dan (d) Kyai Telingsing berhasil membangun daerah Tajug yang semula daerah yang terisolir dan tidak maju menjadi daerah yang maju dan banyak dikunjungi para saudagar.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Mikro Melalui Peran LazisMu Desa Klumpit, Kudus Arifa Fadilah, Adiba
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i2.9073

Abstract

This study aims to determine the role of LAZISMU in micro economic empowerment for the development of business micro in the form of utilizing funds at LAZISMU Muhammadiyah Kudus.  The problem in this research is poverty, which is the condition of the inability of the community to meet basic needs which include economic, education and health needs.  Where this is often felt by families or the middle to lower class society. This study uses a qualitative approach with an intrinsic method.  Primary sources interviews and seconder data from website LAZISMU.  The results showed that, the role of LAZISMU in micro economic empowerment. Poverty alleviation created by LAZISMU is based on a program that has been designed to eradicate poverty by empowering the community so that people can have added value income every month.  So that people have a better economy than before.  Developing the economic potential of families and communities in increasing productivity in an effort to alleviate poverty.  The role of LAZISMU Kudus in the Micro Economy Empowerment Program through the development of Martabak noodle business micro in the village of Klumpit Gebog in the form of business capital assistance providing direct business capital in the form of cash.
Efektifitas Pengembangan Masyarakat Islam Berbasis Pendidikan Agama Melalui Program CSR (Campus Social Responsibility) sutrisno, sutrisno
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i2.8787

Abstract

Perkembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dituntut untuk ikut berperan serta dalam upaya pemberdayaan khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar kampus atau singkat kata dikenal dengan campus social responsibility (CSR) tanggung jawab sosial kampus maka kami melakukan penelitian aksi partisipatoris tentang pemberdayaan yang kami integrasikan dengan pembelajaran mahasiswa PMI agar mahasiswa mampu belajar memecahkan problem dengan melihat peluang pengembangan bimbingan belajar agama dan keilmuan-kailmuan yang lain dengan memanfaatkan sumber daya manusia di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Partisipatory Action Research (PAR). PAR terdiri dari tiga kata yang berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset dan aksi. Dan hasilnya adalah Interaksi sosial mahasiswa sangat bagus baik dengan masyarakat secara umum, pemerintahan desa dan dengan peserta bimbel/privat. Strategi yang dilakukan Berangkat dari permasalahan khususnya pendidikan, mahasiswa PMI Fakultas dakwah melakukan aksi pemecahan masalah dengan mendirikan bimbingan belajar di luar sekolah. yang mendapat dukungan dari masyarakat dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan para orang tua. Faktor pendukung adalah: 1). Sifat masyarakat yang religius dan terbuka; 2). Mudah diajak musyawarah; 3) Terbuka dengan segala bentuk perubahan positif; 4) Komunikatif; 5) Bersedia menerima arahan dan masukan; 6) Proaktif; 7) Ramah dan mudah bekerjasama; 8) Patuh terhadap tokoh dan pimpinan. factor penghambatnya antara lain adalah: 1) Minimnya keterlibatan pemuda setempat, 3) Waktu jam pulang sekolah formal yang terlalu siang; 4) Belum 100% dianggap penting oleh masyarakat tentang kegiatan yang kita laksanakan namun pengembangan pembelajaran mahasiswa PMI melalui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan sangat efektif.
Upaya Pengembangan Metode Dakwah Di Pedesaan Zaini, Ahmad
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i2.2588

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian desa, karakteristikmasyarakat pedesaan dan bagaimana metode pengembangan dakwahyang cocok dan tepat bagi masyarakat di pedesaan. Adapun hasil kajiantersebut adalah bahwa desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni olehsejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri(dikepalai) oleh seorang kepala desa. Beberapa karakteristik masyarakatpedesaan seperti diuraikan di atas adalah masyarakatnya hidup dalamsuasana tolong-menolong, gotong-royong, musyawarah, memilikikepedulian terhadap sesama dan sebagainya. Dengan karakteristik yangdimilikinya itu merupakan modal penting dalam melakukan dakwahdi pedesaan. Disamping karakteristik yang dimilikinya ada beberapafaktor yang menyebabkan pedesaan dijadikan sebagai lokasi untukpengembangan dakwah. Beberapa diantaranya adalah alasan demografs,alasan sosio-kultural, alasan politis, dan alasan religius. Sedang metodepengembangan dakwah di pedesaan adalah menggunakan bahasa yangmudah dan sederhana serta kultur yang disesuaikan dengan masyarakatpedesaan, kerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakatsetempat, menggunakan bahasa lisan yang komunikatif yaitu adanyakomunikasi dua arah, menggunakan metode karya nyata atau suatuproduk yang sesuai kebutuhan, mendekatinya sesuai dengan karakteristikmasyarakat perdesaan, serta mencarikan solusi atas problem yang munculdi masyarakat pedesaan.

Page 6 of 10 | Total Record : 100


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2025): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 9, No 1 (2025): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 2 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 1 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 2 (2023): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 1 (2023): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 2 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 1 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 2 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 1 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 1 (2020): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 1 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 2, No 1 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam More Issue