cover
Contact Name
Rukhaini Fitri Rahmawati
Contact Email
comdev@iainkudus.ac.id
Phone
+6282231894437
Journal Mail Official
comdev@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Jl. Conge Ngembalrejo PO. Box. 51 Bae Kudus Jawa Tengah Indonesia 59322. Telp. 0291-441613
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 25410563     EISSN : 29856841     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/cdjpmi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (E-ISSN: 2985-6841/ P-ISSN: 2541-0563) merupakan jurnal terbitan berkala, yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Yakni di bulan Januari-Juni dan Juli- Desember. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam merupakan jurnal yang bernaung di IAIN Kudus yang berfokus pada Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Masyarakat Islam. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam menerima manuskrip dari para praktisi serta akademisi yang bergerak dalam bidang Pengambangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Keswadayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi, Manajemen Bencana, Ekologi Masyarakat, Analisis Dampak Lingkungan, Corporate social responsibility (CSR), Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Articles 102 Documents
Peran organisasi Islam internal Universitas dalam realisasi pembelajaran agama Musti'ah, Musti'ah
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 1 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i1.5626

Abstract

AbstractThe role of Islamic student association of University in the realization of religious learning.  In recent years, issues related to the role of internal campus association (ICA) are increasingly being discussed in parts of the worlds. This research aims to examine the role of Islamic internal organization of University in the realization of religious learning. This study employed mixed method. Data were collected using questionnaire to 62 form 342 students, and semi-structured interview with and document (e) the research findings revealed students’ ability on Qur’an reading was weak before joining BBQ program and there was improvement of reading Qur’an ability after they followed the program. The findings also indicated that BBQ program was effective to mediate students in learning to read Qur’an.Keywords:      Indonesia, Islamic student association, Muslims, university.
Pengembangan Masyarakat menuju Harmonisasi Masyarakat Islam Ahmad, Nur
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2573

Abstract

Keragaman kehidupan menuju pengembangan masyarakat harmonis saatini membutuhkan pengalaman keberagamaan yang tidak bisa terelakkan.Pengembangan masyarakat menuju suatu tatanan kehidupan masyarakatsejahtera, sentosa serta terciptanya kehidupan masyarakat harmonis baikdiranah keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara yang berkarakterreligi juga merupakan sesuatu yang semakin mahal. Orientasi hidupmanusia sekarang ini kebanyakan masyarakat lebih menekankan padahal-hal yang bersifat material dan menjadikan kehidupan masyarakatreligi cenderung berada dalam wilayah pinggiran dan tidak banyak waktuserta energi yang diberikan untuk mengeluti tentang tujuan dan maknahidup harmonisasi dalam perspektif masyarakat islam. Pada tulisandalam artikel ini penulis ingin mengkaji dan menyajikan pengembanganmasyarakat menuju harmonisasi masyarakat islam melalui pengalamanpembengembangan masyarakat saat ini. Adapun maksud dan tujuanpengembangan masyarakat kali ini ialah untuk mendukung keterjaminan,kesempatan dan pemberdayaan melalui hubungan keluarga, masyarakatdan agama agar tercipta kondisi warga masyarakat yang aman dannyaman akhirnya kita sama-sama merasakan kesejahteraan diantara wargamasyarakat pada uamumnya.
Konservasi Vegetatif Kopi dan Anggrek : Tahapan Pemberdayaan Masyarakat Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Desa Mriyan Kabupaten Boyolali Yuliani, Trifa Krusita; Kharis, Ahmad
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 1 (2023): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v6i2.16969

Abstract

Sumber daya manusia sebagai bagian terintegrasi antara siklus kehidupan makhluk hidup perlu dilestarikan secara simultan. Tapi mewujudkan kegiatan sebagai aktor pelestari membutuhkan ragam sektor untuk mewujudkan hal tersebut adalah kemitraan perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Ketiga aktor pelestari ini harus berkolaborasi untuk keberlangsungan hidup sehat. Kondisi ini membawa perhatian serius terhadap tanaman kopi dan anggrek bila komoditas ini diberikan sentuhan lunak. Penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber primer yakni hasil wawancara Manajer CSR PT. Tirta Investama, koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Pendamping program (LPTP), Ketua Kelompok Subur Makmur dan Ketua Kelompok Karya Muda, dan sumber sekunder yang dapat berupa foto-foto kegiatan, profil perusahaan, LPTP, dan Masyarakat. Pengumpulan data ini dilakukan dengan mengadakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan meliputi tahap perencanaan partisipatif, tahap sosialisasi program, tahap penguatan kelembagaan, tahap peningkatan kapasitas, tahap implementasi program, dan tahapan evaluasi dan monitoring. Hasil dari pelaksanaan strategi pemberdaaan masyarakat tersebut adalah partisipasi masyarakat dalam menjalankan program konservasi vegetatif melalui kelompok Kopi dan kelompok Anggrek, dengan adanya dukungan secara intensif melalui pendampingan maka kelompok mendapatkan dampak baik dari pelaksanaan program. Outcome yang didapatkan meliputi Keeratan solidaritas masyarakat, Lingkungan kondusif dan Munculnya sumber pendapatan alternatif dari berkelompok.
PERAN KYAI TELINGSING DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT MUSLIM DI DAERAH TAJUG KUDUS Mu'min, Ma'mun
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3306

Abstract

 Manusia secara individual dan social senantiasa mengalami perubahan secara dialektis, hal ini terjadi sebab manusia adalah mahluk yang memiliki harapan dan keinginan terus maju dan berhasil dalam mempertahankan kehidupannya. Walau demikian, tentu saja dalam perkembangannya manusia membutuhkan pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan sehingga dalam perkembangannya manusia tidak mengalami salah jalan. Peran seorang pembimbing di sini menjadi sangat penting dan dibutuhkan manusia dalam meraih harapan dan tujuan hidup. Dalam konteks ini, Kyai Telingsing salah seorang anggota pasukan dan rohaniawan serta saudagar yang ikut serta dalam ekspedisi yang pimpin Panglima Cheng Ho asal Tiongkok, dalam pengembaraannya ke Nusantara ia tidak kembali ke negara asalnya di Tiongkok, ia memilih menetap di daerah Tajug atau daerah Kudus. Di Tajug Kudus, selain berdagang dan berdakwah, Kyai Telingsing memiliki keahlian melukis dan mengukir atau menyungging, ia mengembangkan keahliannya tersebut sehingga banyak orang yang belajar mengukir di rumahnya. Dari hari ke hari semakin banyak orang belajar mengukir kepadanya dan kemudian bermukim di Tajug. Karena orang semakin banyak, tempat itu berkembang menjadi perkampungan dan terkenal ke daerah sekitar, seperti Demak, Jepara, dan Juwana sebagai tempat perguruan meyungging. Sebagai seorang muslim, Kyai Telingsing menjadikan keahliannya tersebut sebagai media dakwah untuk mengembangkan masyarakat muslim di daerah Tajug. Artikel ini merupakan simpulan hasil penelitian penulis berjudul Peran Kyai Telingsing dalam Dakwah Islamiyah di Daerah Tajug Kudus (2016). Untuk menganalisis peran tersebut, peneliti menggunakan konsep dialektika perkembangan manusia dari Auguste Comte, yaitu tiga tahap perkembangan dialektika berfikir manusia, yaitu tahap teologis, metafisis dan positifis. Temuan penelitian adalah: (a) Kyai Telingsing berhasil merubah masyarakat Tajug dari masyarakat tunakarya menjadi masyarakat berkarya, (b) Kyai Telingsing berhasil melakukan dakwah islamiyah melalui pendidikan menyungging, (c) Kyai Telingsing berhasil melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat Tajug, dan (d) Kyai Telingsing berhasil membangun daerah Tajug yang semula daerah yang terisolir dan tidak maju menjadi daerah yang maju dan banyak dikunjungi para saudagar.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ekonomi Mikro Melalui Peran LazisMu Desa Klumpit, Kudus Arifa Fadilah, Adiba
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i2.9073

Abstract

This study aims to determine the role of LAZISMU in micro economic empowerment for the development of business micro in the form of utilizing funds at LAZISMU Muhammadiyah Kudus.  The problem in this research is poverty, which is the condition of the inability of the community to meet basic needs which include economic, education and health needs.  Where this is often felt by families or the middle to lower class society. This study uses a qualitative approach with an intrinsic method.  Primary sources interviews and seconder data from website LAZISMU.  The results showed that, the role of LAZISMU in micro economic empowerment. Poverty alleviation created by LAZISMU is based on a program that has been designed to eradicate poverty by empowering the community so that people can have added value income every month.  So that people have a better economy than before.  Developing the economic potential of families and communities in increasing productivity in an effort to alleviate poverty.  The role of LAZISMU Kudus in the Micro Economy Empowerment Program through the development of Martabak noodle business micro in the village of Klumpit Gebog in the form of business capital assistance providing direct business capital in the form of cash.
Efektifitas Pengembangan Masyarakat Islam Berbasis Pendidikan Agama Melalui Program CSR (Campus Social Responsibility) sutrisno, sutrisno
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i2.8787

Abstract

Perkembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dituntut untuk ikut berperan serta dalam upaya pemberdayaan khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar kampus atau singkat kata dikenal dengan campus social responsibility (CSR) tanggung jawab sosial kampus maka kami melakukan penelitian aksi partisipatoris tentang pemberdayaan yang kami integrasikan dengan pembelajaran mahasiswa PMI agar mahasiswa mampu belajar memecahkan problem dengan melihat peluang pengembangan bimbingan belajar agama dan keilmuan-kailmuan yang lain dengan memanfaatkan sumber daya manusia di Desa Tegaron Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Partisipatory Action Research (PAR). PAR terdiri dari tiga kata yang berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset dan aksi. Dan hasilnya adalah Interaksi sosial mahasiswa sangat bagus baik dengan masyarakat secara umum, pemerintahan desa dan dengan peserta bimbel/privat. Strategi yang dilakukan Berangkat dari permasalahan khususnya pendidikan, mahasiswa PMI Fakultas dakwah melakukan aksi pemecahan masalah dengan mendirikan bimbingan belajar di luar sekolah. yang mendapat dukungan dari masyarakat dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan para orang tua. Faktor pendukung adalah: 1). Sifat masyarakat yang religius dan terbuka; 2). Mudah diajak musyawarah; 3) Terbuka dengan segala bentuk perubahan positif; 4) Komunikatif; 5) Bersedia menerima arahan dan masukan; 6) Proaktif; 7) Ramah dan mudah bekerjasama; 8) Patuh terhadap tokoh dan pimpinan. factor penghambatnya antara lain adalah: 1) Minimnya keterlibatan pemuda setempat, 3) Waktu jam pulang sekolah formal yang terlalu siang; 4) Belum 100% dianggap penting oleh masyarakat tentang kegiatan yang kita laksanakan namun pengembangan pembelajaran mahasiswa PMI melalui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan sangat efektif.
Upaya Pengembangan Metode Dakwah Di Pedesaan Zaini, Ahmad
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i2.2588

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian desa, karakteristikmasyarakat pedesaan dan bagaimana metode pengembangan dakwahyang cocok dan tepat bagi masyarakat di pedesaan. Adapun hasil kajiantersebut adalah bahwa desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni olehsejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri(dikepalai) oleh seorang kepala desa. Beberapa karakteristik masyarakatpedesaan seperti diuraikan di atas adalah masyarakatnya hidup dalamsuasana tolong-menolong, gotong-royong, musyawarah, memilikikepedulian terhadap sesama dan sebagainya. Dengan karakteristik yangdimilikinya itu merupakan modal penting dalam melakukan dakwahdi pedesaan. Disamping karakteristik yang dimilikinya ada beberapafaktor yang menyebabkan pedesaan dijadikan sebagai lokasi untukpengembangan dakwah. Beberapa diantaranya adalah alasan demografs,alasan sosio-kultural, alasan politis, dan alasan religius. Sedang metodepengembangan dakwah di pedesaan adalah menggunakan bahasa yangmudah dan sederhana serta kultur yang disesuaikan dengan masyarakatpedesaan, kerjasama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakatsetempat, menggunakan bahasa lisan yang komunikatif yaitu adanyakomunikasi dua arah, menggunakan metode karya nyata atau suatuproduk yang sesuai kebutuhan, mendekatinya sesuai dengan karakteristikmasyarakat perdesaan, serta mencarikan solusi atas problem yang munculdi masyarakat pedesaan.
Manifestasi Jaring Pengaman Sosial Atasi Masalah Sosial Ekonomi Akibat Covid-19 Pada Masyarakat Kabupaten Sleman Istriyani, Ratna; Rizal, Derry Ahmad; Bahri, Moh. Syaiful
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 2 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v6i2.16504

Abstract

Covid-19 yang muncul awal tahun 2020 membawa Indonesia pada situasi pandemi atau darurat kesehatan. Pasalnya virus tersebut membawa dampak kompleks tidak hanya pada sektor kesehatan melainkan juga sosial dan ekonomi. Physical distancing sebagai langkah darurat untuk mengantisipasi angka penularan justru berdampak pada mandegnya aktivitas sosial ekonomi sehingga berdampak pada produktivitas, tingginya angka pemutusan hubungan kerja, penurunan pendapatan, hingga kesejahteraan. Pada level makro menyumbang kondisi defisit sekaligus kemiskinan. Dampak yang kompleks tersebut sejatinya direspon pemerintah dengan membuat jaring pengaman sosial. Menariknya bahwa upaya pembuatan jaring pengaman juga dilakukan oleh masyarakat akar rumput (grass roots). Penelitian ini berupaya mengkaji mengenai jaring pengaman yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat pada masa pandemi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi, studi literatur, dan analisis data sekunder dari artikel, portal pemerintah, hingga media online. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jaring pengaman sosial untuk mengatasi krisis pasca pandemi tidak hanya diupayakan oleh pemerintah. Komunitas atau masyarakat akar rumput juga secara inisiatif melakukan gerakan spontanitas membantu kelompok rentan yaitu yang terdampak langsung pandemi. Bantuan yang diberikan adalah dengan menyuplai kebutuhan pokok masyarakat, yaitu pangan baik siap konsumsi maupun bahan olahan. Program jaring pengaman yang dilakukan masyarakat lebih bersifat spontanitas karena bersifat filantropi, yaitu menghimpun donasi dari masyarakat lalu menyalurkannya dalam bentuk bahan makanan (sembako) maupun makanan siap konsumsi.
AGAMA DAN BUDAYA: STUDI ATAS PRAKTIK KEBERAGAMAAN MASYARAKAT NAHDLIYIN DALAM MEMAKNAI TRADISI ZIARAH Sanusi, Sanusi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i2.6454

Abstract

AbstrakFenomena ziarah makam merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berakar kuat di kalangan umat Islam nusantara khususnya di kalangan nahdliyin sebagai representasi dari masyarakat nusantara yang masih berpegang teguh pada tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang khususnya para wali atau penyebar agama Islam di wilayah nusantara. Fenomena ziarah yang dilakukan oleh warga nahdliyin memiliki corak keunikannya sendiri, selain karena dipengaruhi oleh faktor atas penghayatan doktrin agama juga dipengaruhi oleh budaya lokal yang begitu kental. Eksistensi tradisi lokal cukup mewarnai secara signifikan terhadap keberadaan Islam yang lahir di tengah masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi. Model ziarah yang menjadi amaliyah warga nahdliyin dibangun atas dasar kesadaran teologis sekaligus atas dasar kesadaran sosio-kultural yang sudah menjadi bagian dalam sistem budaya masyarakat nusantara. Pada titik ini, ziarah makam wali tidak lagi dipandang sebatas pengamalan nilai religiusitas atau sebatas pengamalan nilai budaya, melainkan sebagai satu kesatuan yang dibangun atas dasar nilai keduanya. Sebagai sebuah tradisi ziarah makam wali memiliki peran dan posisi strategis dalam pembentukan karakter masyarakat yang berpegang teguh pada prinsip nilai-nilai ajaran agama dan nilai-nilai lokalitas secara bersamaan. 
Filantropi dan Pembangunan Tamim, Imron Hadi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2578

Abstract

Filantropi dan Pembangunan

Page 7 of 11 | Total Record : 102