cover
Contact Name
Rukhaini Fitri Rahmawati
Contact Email
comdev@iainkudus.ac.id
Phone
+6282231894437
Journal Mail Official
comdev@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Jl. Conge Ngembalrejo PO. Box. 51 Bae Kudus Jawa Tengah Indonesia 59322. Telp. 0291-441613
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 25410563     EISSN : 29856841     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/cdjpmi
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (E-ISSN: 2985-6841/ P-ISSN: 2541-0563) merupakan jurnal terbitan berkala, yang diterbitkan 2 kali dalam setahun. Yakni di bulan Januari-Juni dan Juli- Desember. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam merupakan jurnal yang bernaung di IAIN Kudus yang berfokus pada Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Masyarakat Islam. Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam menerima manuskrip dari para praktisi serta akademisi yang bergerak dalam bidang Pengambangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Keswadayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi, Manajemen Bencana, Ekologi Masyarakat, Analisis Dampak Lingkungan, Corporate social responsibility (CSR), Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Articles 115 Documents
Partisipasi Masyarakat Dalam Manajemen Bencana Untuk Pembangunan Masyarakat Berkelanjutan KINANTHI, RESTI
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 1 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v6i1.14658

Abstract

Indonesia is a country that has various disaster risks, including geological, hydrometeorological, and social disasters. Community participation is very necessary in reducing disaster risk, both before a disaster occurs, during a disaster, and after a disaster occurs. The process of community development cannot be separated from the existence of various disturbances, one of which is caused by a disaster. The development achievements that have been made cannot be avoided from the risk of disaster, the loss of stability in the social system can also hinder the achievement of sustainable community development.Community development and disaster risk reduction have in common, among others, reducing community vulnerability and empowering communities to increase capacity and disaster preparedness. Integrating community development with the active participation of the community is the same as reducing disaster risks that may be experienced by the community. Community capacities and vulnerabilities are analyzed and incorporated into project design to make them more responsive to the development context of disaster-affected communities.
Pemberdayaan Brain Based Learning Dalam Pendidikan Anak Hadziq, Abdulloh
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.5931

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi anak yang berada di lembaga pendidikan, dimana kemampuan berfikir kritis anak belum sesuai yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana strategi pengembangan brain based learning dalam upaya pemberdayaan potensi anak usia dini. Penelitian  ini  merupakan penelitian kepustakaan (library  research) dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis terhadap tema-tema Brain based learning yang merupakan model pembelajaran yang sangat tepat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini. Hasil telaah yang dilakukan menunjukan bahwa adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis anak yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan Brain Based Learning dengan anak yang mendapatkan pendekatan non brain based. Penelitian ini menyarankan agar pendekatan brain based learning dapat dijadikan alternatif sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berfikir anak serta menumbuhkan motivasi tinggi anak terhadap informasi yang ia terima.Kata kunci:   Brain Based Learning, Pendidikan, Anak AbstractThis study background is to examine childhood condition under education institution that critical discourse has not been applied yet. This study aims to examine brain based learning strategy for enhancing early childhood prospect. The research employs library research including descriptive method to analyze brain based learning fieldwork as a model of early childhood education. The result shows that there is distinction of critical thinking of students who utilize brain based learning method and non-brain based learning method. This study recommends teacher employs brain based learning as one of effective learning approach to enhance critical thinking student and increase student motivation towards received information.Keywords:      Brain Based Learning, Education, Childhood
Mewujudkan Kebermaknaan Hidup Melalui Kegiatan Wirausaha Khoirun Nida, Fatma Laili
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2576

Abstract

Mewujudkan Kebermaknaan Hidup Melalui Kegiatan Wirausaha
Resolusi Konflik Ekologis Pada Masyarakat Muslim Rawa Pening Kab. Semarang Ridwan, Benny
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3309

Abstract

The condition of Rawa Pening is currently worrying because ecological problems such as sedimentation, proliferation of water hyacinth sporadically, pollution by household waste, hotel, and restaurant, poor water quality, the establishment of cage, and fishing by the use of branjang klambu (nets), electrofishing and poison have led to conflicts. The foregoing is considered social, cultural, and economic resources to be solved and parsed academically. This study aims to clarify the role of the Muslim community of Rawa Pening in overcoming environmental conflict, the factors affecting the role of the community, the importance of awareness and social solidarity of the Muslim community for the preservation of the environment, and the relationship of understanding the teachings of the Muslim community of Rawa Pening to the development of environmental preservation culture. The data collection is done by observation, documentation and interview. The analyzed using the interpretative approach and heuristics. The role of Muslim community in addressing environmental conflict is to make the ban not to use electrofishing, not to do illegal fishing, and not to use poison, all of which abound in village regulations. Besides that, they also clean the swamp, fetch sedekah (alms) as a form of ngabekten (devotion), change the water hyacinth into a blessing, do excavation of the bottom of the swamp as well as maintain and remove Grass Carp fish. The factors that affect the role of the community are the spiritual consciousness, ethics, and social solidarity of the Muslim community. 
Implementasi Program Keluarga Harapan (Pkh) Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati Ihsan Zakariya Rizqi, Khoirul
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 1 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v5i1.9007

Abstract

The Implementation of Program Keluarga Harapan (PKH) in Eradicate Poverty In Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. This research was conducted on the basis of the presence of poverty in Indonesia, especially in Pati province of Central Java. In on effort to overcome poverty, the government haz a wide range of intergrated poverty reduction programs. One of the programs is PKH in eradicate poverty. The research method uses descriptive qualitative research approach. The results showed implementation PKH implementation PKH in subdistrict Dukuhseti not succeeded. Not all of the contents of the policy in the PKH implemented well. The purpose of PKH is also yet to get maximum results. The persistence of the poverty, poor nutrition, mother died giving birth, and low public support to increased welfare. Suggestions that can be implemented namely evaluate the policies and giving awards to individuals.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Dampak Dari Pembakaran Genteng Di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus Wahyuni, Sinta
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 1 (2020): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v4i1.9536

Abstract

Industri pembuatan genteng merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Desa Ngembalrejo, hampir sebagian besar masyarakat di desa ini bekerja sebagai pembuat genteng. Hingga menjadi ciri khas bagi desa Ngembarejo sendiri yang terkenal dengan desa pembuat genteng dengan kualitas yang bagus. Pembuatan genteng ini sebenarnya sudah ada di daerah ini cukup lama, dapat di katakan warisan para leluhur. Para pembuat genteng ini selalu mengutamakan kualitas dari genteng yang mereka buat, hal ini terbukti dengan mereka masih menggunakan pembakaran secara manual meskipun saat ini perkembangan teknologi sudah sangat canggih. Tak lepas dari itu, ada pula dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pembuatan genteng. Asap dari pembakaran genteng yang sampai saat ini belum dapat diatasi, asap tebal hitam dan pekat menjadi pemandangan setiap hari bagi masyarakat desa Ngembalrejo. Keadaan ini menjadikan menurunnya kualitas udara di Desa Ngembalrejo, namun situasi ini belum juga dapat membuat masyarakat sadar akan pencemaran udara yang terjadi. Mereka tetap menjalankan kehidupan mereka dengan baik-baik saja, padahal tanpa sadar mereka menghirup udara yang tidak sehat setiap harinya.
PERAN MASYARAKAT MUSLIM KOTA MEMANFAATKAN MEDIA ONLINE UNTUK MENGANTISIPASI RADIKALISME Rosyid, Moh.
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 1 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i1.3289

Abstract

Kecanggihan teknologi informasi melalui media online bermatra dua bagi penggunanya. Satu sisi bermanfaat untuk dinamika hidup sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Di sisi lain, bernilai negatif karena muatannya yang membahayakan kehidupan pengguna dan lingkungannya bila tak disadari. Aspek negatif ini perlu disikapi oleh masyarakat pengguna agar benih-benih radikalisme tertangani dengan baik. Kepedulian menyikapi benih radikalisme dilakukan oleh Republika.co.id, Kompas.com., Tempointeraktif.com., Detik.com, komunitas Online The Revert Muslims Association (RMA). Ada pula gerakan masal anti-hoax. Keberhasilan upaya tersebut perlu dievaluasi untuk perbaikan dan agar tetap lestari dalam upaya menangkal benih radikalisme di dunia online. Pemerintah telah berupaya dengan merevisi UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pemerintah pun membentuk Badan Siber Nasional (Basinas) bertugas untuk payung yang mengatur koordinasi antara institusi siber yang sudah ada seperti Kementerian Pertahanan dengan Cyber Defence (ancaman siber dari mancanegara), BIN dengan Cyber Intelligence, dan Polri dengan Cyber Security yang memberantas berita hoax (bohong), menghadapi cyber war (perang digital di dunia maya) atau perang antarperetas. Dinamika tersebut sebagai penanda bahwa sisi negatif media online memerlukan kewaspadaan bersama
Konservasi Air Di Kabupaten Gunungkidul Provinsi Yogyakarta Untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Arida, Vera
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 2 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v6i2.17358

Abstract

Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta merupakan kawasan karst yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan cukup parah. Permasalahan kekurangan air di Gunungkidul disebabkan karena sumber airnya sebagian besar berupa sungai bawah tanah, dimana eksplorasinya sulit dan mahal. Air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-sehari, misalnya untuk dikonsumsi, untuk keperluan rumah tangga maupun untuk pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas khususnya trend curah hujan rata-rata harian di kawasan Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan analisis curah hujan yang diperoleh dari 6 (enam) pos hujan selama 10 (sepuluh) tahun. Hasil analisis menunjukkan adanya defisit air untuk kebutuhan air baku pada periode bulan Juni-Oktober (musim kering). Semua stasiun memiliki pola yang mirip, pada bulan Juni sampai Oktober curah hujan cenderung rendah bahkan dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan tercatat tidak ada hujan sama sekali. Analisis regresi linier menunjukan pada bulan April sampai Oktober dan pada bulan Desember memiliki kencendrungan curah hujan dengan trend menurun dalam kurun waktu sepuluh tahun (2011-2020). Adapun rekomendasi konservasi sumber daya air yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air baku diantaranya penguatan pengorganisasian masyarakat termasuk menghemat penggunaan air serta mitigasi struktural. Mitigasi structural dengan cara membangun embung dan bangunan penampung air lainnya, pemanenan air hujan dan juga teknologi tepat guna melalui penyulingan air payau menjadi air tawar siap konsumsi.  Gunungkidul Regency, Yogyakarta, is a karst area that experiences severe drought almost every year. The problem of water shortages in Gunungkidul is that most water sources are underground rivers, where exploration is difficult and expensive. Water is essential in everyday life, for example, for consumption, household purposes, and agriculture. This study aimed to determine the variability, especially the trend of daily average rainfall in the Gunungkidul Regency area, using rainfall analysis obtained from 6 (six) rain posts for 10 (ten) years. The analysis results show a water deficit for raw water needs in the period from June to October (dry season). All stations have a similar pattern; from June to October, the rainfall tends to be low, and even within 3 (three) months, there is no rain at all. Linear regression analysis shows that from April to October and in December, there is a tendency for rainfall with a decreasing trend within ten years (2011-2020). The recommendations for water resource conservation to meet raw water needs include strengthening community organization, including saving water use and structural mitigation. Structural mitigation by building reservoirs and other water storage structures, harvesting rainwater, and using appropriate technology by distilling brackish water into fresh water ready for consumption. Key Words: Gunungkidul, Drought, Conservation, Rainfall
The Use of Nancy Chatbot Application For Supporting The Students In Learning English Suciati, Suciati
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v3i2.6457

Abstract

AbstrakMasalah serius yang terjadi berkaitan dengan Wanita Tuna Susila (WTS) adalah semakin meningkatnya jumlah serta eksistensi Wanita Tuna Susila. Pembinaan keagamaan dilihat sebagai salah satu wadah atau media untuk memperbaiki dan mengembalikan kepribadian para wanita eks tuna susila sesuai dengan norma-norma dan ajaran syariat agama Islam yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptik dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyebutkan pola pembinaan dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembiasaan. Metode pembiasaan dilakukan dalam kegiatan yang bersifat lahiriyah dan juga batiniyah. Kegiatan yang bersifat lahiriyah dan batiniyah tersebut meliputi Konseling, pembinaan mental, sholat berjamaah, belajar al qur’an dan mengikuti kajian / pengajian.
Pemberdayaan Komunitas Pemulung Dalam Mengembalikan Fungsi Madrasah di Kompleks Perumahan Sosial Pecinan, Hadipolo, Jekulo, Kudus Melalui Pendekatan Partisipatory Action Reseach (par) Dewi, Siti Malaiha; Said, Nur
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2581

Abstract

Tulisan ini merupakan catatan atas proses pemberdayaan yang dilakukanoleh peneliti dalam memberdayakan komunitas pemulung yang adadi kompleks Perumahan Sosial Pecinan, Hadipolo, Jekulo, KabupatenKudus dalam mengembalikan kuasa mereka terhadap madrasah diniyyahAl Muhajirin dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Dengan pedekatan PAR ini diketahui core problem yang menjadi penyebab stagnasi pembelajaran di Madin Al Muhajirin yaitu: 1) Ketergantungan guru/ustadz dari luar perumahan sehingga kuasa kelolaatas madrasah justru tak sepenuhnya dimiliki oleh warga perumahan;2) Tidak adanya struktur kepengurusan  madrasah yang jelas; 3)Kuatnya stigma negatif yang menghambat komunikasi antar kelompokdi masyarakat Perumahan Pecinan; 4) Terbatasnya dana operasional.Adapun hasil proses PAR diketahui bahwa komunitas pemulung,terutama pemudanya sesungguhnya memiliki potensi-potensi strategissebab sebagian sudah memiliki keilmuan yang mumpuni namun mereka kurang percaya diri. Setelah mengikuti berbagai program pelatihan, anak-anak muda pecinan menampakkan antusiasme dalam menggerakkanmadrasah Al Muhajirin.

Page 4 of 12 | Total Record : 115


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2025): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 9, No 1 (2025): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 2 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 8, No 1 (2024): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 2 (2023): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 7, No 1 (2023): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 2 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 6, No 1 (2022): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 2 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 5, No 1 (2021): Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 2 (2020): Community Development : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 4, No 1 (2020): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 2 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 3, No 1 (2019): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 2, No 1 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 1, No 2 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press) Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam More Issue