cover
Contact Name
Habibi Palippui
Contact Email
habibi@unhas.ac.id
Phone
+628125372161
Journal Mail Official
habibi@unhas.ac.id
Editorial Address
Jl. Dg. Nagdde stp 12 No. 28 Tamalate
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Riset Sains dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 26231506     EISSN : 29882559     DOI : -
SENSISTEK is a collection of student works in the form of scientific journals from the Department of Marine Engineering, Faculty of Engineering, Hasanuddin University. It aims to answer whether research on marine technology by universities, research institutions and industry can contribute to this issue. This journal is expected to contribute to exchanging information, experiences, and thoughts and strengthen the cooperation network between institutions, institutions and industries nationally. So that scientific communication occurs between students and researchers, industry and education.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020" : 28 Documents clear
DESAIN KAPAL WISATA DENGAN PENGGUNAAN PANEL SURYA DI LABUAN BAJO Pratiwi, Suci Yanti Ikhlasul; Pratama, Putra
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13242

Abstract

Labuan Bajo termasuk salah satu dari 10 destinasi prioritas wisata di Indonesia. Labuan Bajo terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih tepatnya ujung paling barat Pulau Flores. Tujuan wisata Labuan Bajo yang banyak di incar adalah berwisata ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kelor, Pulau Kanawa dan lain-lain. Untuk menunjang kegiatan tersebut diperlukan transortasi laut, akan tetapi pengelola kapal di Labuan Bajo masih belum memahami upaya pencegahan pencemaran laut. Kegiatan pariwisata perlu di jaga kelestariannya untuk keselamatan kegiatan wisata seperti pencegahan polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang pada kapal. Maka dari itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam penelitian ini dilakukan perancangan kapal wisata ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan tenaga listrik untuk kebutuhan perlengkapan listrik kapal dan tenaga penggerak. Dengan melakukan analisa hambatan, stabilitas, kebutuhan daya listrik, dan jumlah panel yang digunakan pada kapal. Perancangan kapal ini berdasarkan kondisi geografis daerah pelayaran dan beberapa kapal pembanding didapatkan ukuran kapal katamaran, yaitu L = 14,091 m, B = 5,99 m, H = 1,90 m dan T = 0,83 m, dengan menggunakan 6 baterai untuk tenaga penggerak, 1 baterai untuk perlengkapan listrik lainnya dan 20 panel surya. Kapal ini memiliki kapasitas maksimum penumpang 21 orang.
IDENTIFIKASI KONDISI INFRASTRUKTUR KAWASAN PESISIR GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Awal, Muhammad Andika Samudera; Rachman, Taufiqur; Paotonan, Chairul
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13243

Abstract

Pembangunan struktur pelindung pantai merupakan salah satu cara untuk penanggulangan kerusakan pantai. Adanya sebuah struktur pelindung pantai diharapkan dapat mempertahankan garis pantai suatu lokasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengindentifikasi kondisi infrastruktur kawasan pesisir yang berfungsi sebagai pelindung pantai di Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Kajian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey langsung dan pemeriksaan kondisi teknis infrastruktur pelindung pantai. Penyajian data insfrastruktur pelindung pantai dibantu dengan menggunakan data sekunder citra satelit dari tahun 2016 hingga 2020. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur pelindung pantai yang ada di sepanjang kawasan pesisir Kecamatan Galesong Selatan adalah tipe groin yang dibangun untuk meminimalisir fenomena abrasi yang terjadi. Beberapa struktur groin telah mengalami kerusakan yang dapat menyebabkan fungsinya tidak optimal. Pemeliharaan dan penanggulangan kerusakan insfrastruktur struktur pelindung pantai dengan pelibatan masyarakat dan pemerintah daerah sangat diharapkan agar struktur groin yang dibangun bertahan lebih lama dan memberikan fungsi secara optimal.
ANALISA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DIPESISIR WILAYAH PANTAI UJUNG SUSO DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BUANGAN LIMBAH KAWAH GALIAN TAMBANG NIKEL SOROAKO Amiruddin, Amiruddin; Palippui, Habibi
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13244

Abstract

Pantai Ujung Suso adalah pantai yang terletak di daerah Mabonta, Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pantai Ujung Suso merupakan salah satu pantai yang memiliki keunikan tersendiri yaitu terdapat Patung Dewa Ganesha dan gapura khas Nuansa Bali. Sayangnya, keunikan pantai tidak seindah pemandangan lautnya yang dikotori banyak sampah plastik yang berhamburan di pinggir pantai, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat terutama para nelayan dan wisatawan. Maka dicari suatu solusi untuk pemecahan masalah tersebut dengan pembuatan artikel ini yang dimana dibuat suatu analisis penanggulangan limbah sampah plastik dengan media buangan limbah kawah galian tambang nikel. Kawah galian tambang nikel tersebut terdapat di daerah Soroako merupakan suatu tambang yang memproduksi nikel laterit terpadu terbesar di dunia dengan jumlah rata rata produksi nikel per tahun 75.000 metrik ton dan emisi cair pada nikel laterit yaitu Derajat keasaman (pH) sampel (SP1) rata rata pH 8,35 dan sampel (SP4) rata rata pH 8,92. Kadar padatan Total sampel (SP1) tertinggi, 864 mg/L dan terendah, 136 mg/L, sedangkan sampel (SP4), tertinggi, 1.280 mg/L dan terendah, 174 mg/L. Konsentrasi Chromium Hexavalent (Cr6+) sampel (SP4), 0,91 mg/L dan sampel (SP1), 0,01 mg/L. Konsentrasi rata rata Nikel (Ni) terlarut (Soluble Nickel) sampel (SP1) rata rata, 0,08 mg/L, dan sampel (SP4), 0,07 mg/L. Tujuan artikel ini adalah memberikan gambaran tentang cara penanggulangan sampah plastik dengan media buangan limbah kawah galian tambang nikel . Pengumpulan data yang berkaitan dengan artikel ini meliputi metode data sekunder dimana sumber data diperoleh melalui jurnal, adapun metode primer yang digunakan penulis yaitu media diskusi dan pengamatan
ANALISIS PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI PANTAI WAKKA KABUPATEN PINRANG Japri, Rahmahdani; Sriwahdana, Sriwahdana; Fitriani, Wahyuna
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13246

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Objek Wisata Pantai Wakka yang pengolahannya kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pengarahan, dan (d) pengawasan Daya Tarik Wisata Pantai Wakka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengolahan daya tarik wisata di objek Wisata Pantai Wakka masih sebatas tingkat pengolahan lingkungan pengelola. Untuk selanjutnya, rencana pelaksanaan perencanaan jangka panjang sebagai wisata bahari dan jangka pendek untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, dalam pengorganisasian pengelola melakukan kordinasi namun masih sebatas lisan dan tulisan, sedangkan untuk pengarahan pihak pengelola di objek wisata menunggu instruksi dari dinas dan tentang pengawasan, pengelolaan melakukan pengawasan dengan seksama dan saling meningkatkan tugas masing masing petugas pengelola di lapangan.
ANALISIS PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PANTAI APPARALANG DI BULUKUMBA Riska, Riska; Ramadani, Fitria; Purwasih, Ratih
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13247

Abstract

Pariwisata adalah salah satu sektor pembangunan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, maka pariwisata dianggap sebagai suatu aset yang strategis untuk mendorong pembangunan pada wilayah wilayah tertentu yang mempunyai potensi objek wisata dengan perkembangan industri pariwisata di suatu wilayah, arus urbanisasi ke kota kota besar dapat lebih ditekan. Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki potensi pariwisata yang luas sebagai sumber kebutuhan hidup serta sumber daya kemaritiman yang besar sehingga dapat dijadikan sebagai tempat bekerja. Kabupaten Bulukumba memiliki 12 destinasi wisata bahari yang tersebar di pesisir pantai, salah satunya pantai Apparalang. Pengembangan objek wisata bahari tersebut masih dalam tahap pengembangan sarana serta prasarana wisata dan pengembangan daya tarik wisata. Kabupaten Bulukumba menjadi salah satu potensi Sulawesi Selatan yang menjadi primadona wisata bahari. Namun, keanekaragaman potensi wisata ini belum memiliki konsep, arahan dan strategi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bulukumba sehingga perlu adanya Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu di Kabupaten Bulukumba, khususnya Pantai Apparalang. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi objek wisata dan daya tarik wisata bahari di Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba untuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan belum maksimalnya perkembangan kawasan wisata bahari di Pantai Apparalang. Analisis yang digunakan meliputi analisis deksriptif, dan analisis SWOT. Banyaknya kekayaan alam yang kita miliki dibutuhkan strategi professional dalam pengelolaannya.
PERAN GENDER DALAM MANAJEMEN SUMBERDAYA PESISIR DI PANTAI KUWARU Puteri, Vicky Elsa; Afada, Hassa Aufiya; Setyaningrum, Agustina
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13248

Abstract

Potensi sumberdaya pesisir Pantai Kuwaru sangat melimpah, peran gender dalam manajemen pengelolaan sumberdaya pesisir sangatlah penting. Peran gender dapat mempengaruhi manajemen sumberdaya pesisir di Pantai Kuwaru. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh peran gender terhadap sumberdaya peisisr di Pantai Kuwaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantatif. Teknik pengambilan data primer melalui idepth interview dengan kuisioner terbuka dan terstruktur. Sampel diambil menggunakan teknik purposive yang kriterianya sudah ditentukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaum laki – laki masih mendominasi dalam manajemen sumberdaya pesisir, 69,4% responden berjenis kelamin laki – laki sisanya 30,6% responden berjenis kelamin perempuan. Pada penelitian ini 85,7% responden merupakan kelompok usia produktif yaitu usia 20 – 64 tahun, 14,3% lainnya memasuki usia 64 – 85 tahun. Tingkat pendidikan mayoritas masyarakat usia produktif Pantai Kuwaru tingkat SD sebagian besar berjenis kelamin laki – laki dibandingkan perempuan. Pekerjaan yang berkaitan dengan manajeman sumberdaya pesisir masih didomiasi oleh kaum laki – laki seperti penangkapan ikan, tambak udang, dan penjual ikan. Namun, pada pengolahan ikan didominasi oleh kaum perempuan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen sumberdaya pesisir masih dipengaruh peran gender khususnya kaum laki – laki, sehingga masih terjadi ketimpangan gender dalam manajemen sumberdaya pesisir
MEKANISME ADAPTASI EKONOMI BERBASIS GENDER PADA MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN PABIRINGAN, KECAMATAN BINAMU KABUPATEN JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN Arifin, Ansar; Basir, Muhammad; Munsi, Hardiyanti; Arsat, Muhamad
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13249

Abstract

Memecahkan masalah kemiskinan pada masyarakat nelayan bukanlah pekerjaan yang sangat mudah, karena masyarakat nelayan memiliki masalah yang multidemensi. Akan tetapi, usaha perikanan tangkap yang dilakukan oleh masyarakat sangat memungkinkan melibatkan kalangan gender, khususnya istri klien untuk turut serta sebagai mitra dalam proses produksi dan distribusi hasil-hasil laut untuk meningkatkan pendapatan nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pabiringang, Kecamatan Binamo Kabupaten Jeneponto tahun 2020. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan Focus Group Discustion (FGD). Sedangkan data sekunder didapatkan dengan penelusuran dokumentasi sumber-sumber literatur dan instansi terkait. Pengelolaan dan penyajian data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dasarnya terdapat berbagai potensi untuk dijadikan pekerjaan sampingan di luar pekerjaan pokoknya yang dapat dijadikan sebagai usaha tambahan yang dapat menunjang kebutuhan hidup sehari-hari bagi keluarganya yaitu usaha pertanian rumput laut, terlibat dalam sektor jasa, pembentukan kelompok yang dimiliki bersama dengan melibatkan gender (perempuan dan ibu rumah tangga) dalam pemenuhan kebutuhan operasional nelayan serta restrukturasi dan reorganisasi kelompok nelayan agar tercipta kesejahteraan nelayan.
KEBIJAKAN REKLAMASI PULAU "G" DAN DAMPAK TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR WILAYAH REKLAMASI Amffa, Muhammad Azka Bintang; Putri, Santa Yoviana
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13250

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara maritim yang mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Canada dan keanekaragaman hayati pesisir dan laut terbesar di dunia. Indonesia memiliki 13.466 pulau dan luas daratan 5,8 juta km termasuk 95.181 garis pantai. Desakan akan besarnya kebutuhan lahan untuk kegiatan pembangunan terutama di kawasan-kawasan yang akan berubah menuju kawasan perkotaan pada saat sekarang ini mengalami peningkatan sangat pesat. Salah satunya dilakukan melalui kebijakan yang dikenal dengan istilah reklamasi. Reklamasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan, atau drainase. Rencana pengembangan lahan baru Kawasan Pantura DKI Jakarta direncanakan melalui pembangunan pulau-pulau hasil reklamasi di perairan Teluk Jakarta. Teluk Jakarta merupakan kawasan perairan yang kaya akan hasil lautnya dan merupakan tempat penting bagi masyarakat pesisir utara Jakarta yang mata pencahariannya adalah nelayan. Perencanaan pengembangan lahan baru dalam bentuk pulau tersebut didasarkan pada kebijakan dan peraturan-perundangan yang berlaku, tingkat keamanan (safety factors) yang harus dipenuhi, dan berbagai implikasi terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Dibutuhkan sebuah kebijakan yang bersifat efisien untuk mengatasi konflik reklamasi pantai utara Jakarta. Kebijakan yang bersifat efisien tersebut harus dilakukan demi menjaga integrasi bangsa. Suatu kebijakan dapat dikatakan efisien jika manfaat bersih (total manfaat-total biaya) lebih besar dari nol (Herlina & Nadiroh, 2018). Reklamasi sudah pasti akan menimbulkan dampak sosial dan dampak ekonomi bagi penduduk sekitar wilayah reklamasi.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KECELAKAAN KM LESTARI MAJU DI PERAIRAN SELAYAR Virandika, Cece; Wahab, Ghayatri Gita Shafira; Anugrah, Pahriza Puji
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13251

Abstract

Secara geografis Provinsi Sulawesi Selatan terletak antara 116˚ 122˚36’ Bujur Timur dan 0˚ 8˚ Lintang Selatan yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat di sebelah utara, Teluk Bone dan Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah timur. Batas sebelah Barat dan Selatan masing masing adalah Selat Makassar dan Laut Flores. Kabupaten Kepulauan Selayar yang berada di Laut Flores secara administrasi merupakan bagian dari provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah sebesar 10.503,69 km2 (Wilayah daratan dan lautan) dan berpenduduk sebanyak 123.283 jiwa. Kapal laut sebagai salah satu alat angkutan yang berguna untuk memindahkan penumpang, barang, maupun hewan antar pulau, dimana perlu ditunjang dengan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung untuk melakukan bongkar muat. Transportasi laut merupakan salah satu alat transportasi yang sangat penting dalam menunjang perekonomian dan pembangunan nasional suatu bangsa. Dengan adanya dukungan transportasi laut dapat mengembangan kelancaran mobilitas penduduk dan barang dari beberapa kecamatan yang ada disekitarnya, yang masih terbatas angkutan jalannya, untuk memudahkan pelayanan. Sarana dan prasarana transportasi dikatakan memadai apabila dari sisi pengoperasiannya dapat melaksanakan fungsinya secara optimal sehingga terjadi kelancaran arus barang maupun penumpang. Penggunaan transportasi laut tidak akan terlepas dari kecelakaan yang terjadi baik itu pada kapal ataupun penumpang. Penyebab dari kecelakaan kapal pada umumnya merupakan faktor kelebihan dari angkutan daya angkut yang telah ditetapkan, baik angkutan barang ataupun orang. Keselamatan pelayaran adalah keadaan yang terwujud dari penyelenggaraan pelayaran secara lancar, sesuai dengan prosedur operasi dan persyaratan kelayakan teknis terhadap sarana dan prasarana beserta penunjangnya. Sedangkan keamanan pelayaran adalah keadaan yang terwujud dari penyelenggaraan pelayaran yang bebas dari gangguan atau tindakan yang melawan hukum. Pasal 1 butir 33 UU Nomor 17 Tahun 2008 menyatakan, bahwa kelailautan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, permuatan, kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal, serta manajemen keamanan kapal untuk berlayar di perairan tertentu.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ALAT NAVIGASI YANG ADA DI MAKASSAR BAGI ALUR PELAYARANNYA Rachmi, Nur; Ariska, Ariska; Ashury, Ashury; Husain, Firman
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 3, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v3i1.13252

Abstract

Makassar merupakan kota dengan wilayah yang padat dan telah berkembang pesat, tidak terkecuali dengan wilayah lautnya. Kinerja pembangunan pemerintah Kota Makassar pada aspek pelayaran dengan menyediakan sarana umum berupa pelabuhan pelabuhan besar yang berdampak pada kapal kapal yang masuk ke wilayah itu sendiri. Transportasi laut atau pelayaran diselenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan sebuah transportasi laut (pelayaran) dengan lancar, efisien dan tentunnya dengan tingkat keselamatan yang sangat aman, menjangkau seluruh pelosok perairan (laut) untuk menujang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional. Kapal laut yang melakukan pelayaran harus dilengkapi dengan alat navigasi yang berperan penting disektor pelayaran. Berkat sistem ini, kita bisa menentukan posisi dan arah perjalanan, termasuk melihat kondisi cuaca yang sedang dihadapi saat melakukan pelayaran. Dengan adanya hal tersebut maka Distrik Navigasi Kelas I Makaasar berperan sangat penting bagi alur pelayaran di Makassar. Distrik Navigasi Kelas I Makassar mempunyai tugas melaksanakan perencanaan, pengoperasian, pengadaan dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran serta kegiatan pengamatan laut, survey hidrografi, pemantauan alur dan perlintasan dengan menggunakan sarana instalasi untuk kepentingan keselamatan pelayaran didaerah tersebut

Page 2 of 3 | Total Record : 28