cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin di Kelurahan Padang Tinggi Piliang di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020 Maulia Usni; Faidil Tanjung; Lora Triana
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.410

Abstract

PenelitianinibertujuanuntukmenghitungproporsipengeluaranpanganrumahtanggamiskinselamaPandemiCovid-19 dan  untukmenganalisiskondisiketahananpanganrumahtanggaselamaPandemiCovid-19. PenelitiandilakukandiKelurahanPiliangPadangtinggi,KotaPayakumbuh.Pemilihanlokasipenelitiandilakukan dengan cara purposing sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptifdengan pendekatan kuantitatif. Untuk menentukan sampel digunakan metode random sampling sederhanadan rumus slovin. Jumlah responden sebanyak 39 responden. Hasil penelitian menunjukkan  mayoritasresponden berusia 50 tahun, dengan jumlah tanggungan sekitar 3-4 orang, dan pendapatan rumah tanggaresponden selama Pandemi Covid-19 tahun 2020 rata-rata sebesar Rp. 2,158,974 per bulan Proporsipengeluaran makanan responden sebesar 63,17%, dengan tahan pangan/kurang pangan. Konsumsi energidanproteindiklasifikasikansebagaikurangpangan,dalamhalenergirata-rataaktualAKGadalah4.258,69kkaldanproteinAKGaktualrata- rata120,49gram.Kesimpulan,ketahananpanganrumahtanggaresponden berada pada kondisi kurang pangan. Peneliti memberikan saran agar rumah tangga respondendapat memperbaiki pola konsumsi pangan sesuai kecukupan energi dan protein yang dianjurkan danmengendalikanpengeluaranpangansecaratepat.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Sektor Pertanian Sumatera Barat Andre Vermana; Mahdi Mahdi; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.8

Abstract

Sektor pertanian memainkan peran penting dalam perekonomian Sumatera Barat. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan, pekerjaan, valuta asing, dan pendapatan pajak. Ini juga memasok bahan baku untuk sektor industri dan jasa yang mengarah ke efek penyebaran yang lebih besar terhadap perkembangan ekonomi provinsi. Namun, Sumatera Barat menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat dari produksi pertaniannya selama dua dekade terakhir. Apakah sektor ini sudah mencapai puncak produksi? Untuk menjawab pertanyaan ini, dalam penelitian ini, kami menguji faktor-faktor untuk produksi pertanian Sumatera Barat dengan menerapkan model Cobb-Douglas yang menghipotesiskan tenaga kerja, investasi di bidang pertanian dan tanah sebagai faktor-faktornya. Dengan menganalisis data dari tahun 2000-2016, kami menemukan bahwa model tersebut dapat menjelaskan faktor-faktor ini untuk produksi pertanian Sumatera Barat karena R-square dari model tersebut adalah 71,3%. Lahan pertanian adalah satu-satunya faktor yang signifikan positif untuk produksi, sementara tenaga kerja dan investasi tidak. Temuan ini menandakan bahwa sektor pertanian Sumatera Barat hampir mencapai puncak produksi dalam tahap teknologi dan sumber daya manusia saat ini. Dengan keterbatasan lahan untuk ekspansi pertanian, Sumatera Barat perlu melarang keras konversi lahan pertanian, untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mengubah teknologi pertanian untuk pengembangan pertanian lebih lanjut.Kata kunci: sektor pertanian, Sumatera Barat, Cobb-Douglas, lahan pertanian, produksi puncakAgricultural sector plays important role in West Sumatra’s economy. The sector contributes significantly to income, employment, foreign exchange, and tax revenue. It also supplies raw materials for industry and service sectors that lead to larger spread effect to the economic development of the province. However, West Sumatra has been facing slower growth of its agriculture production for last two decades. Has this sector already reached its peak production? To answer this question, in this study, we examine the factors for agricultural production of West Sumatra by applying Cobb-Douglas model that hypothesizes labor, investment in agriculture and land as the factors. By analyzing the data from 2000-2016, we found that the model could explain these factors for West Sumatra agricultural production as R-square of the model is 71.3%. Agricultural land is the only factor that is positively significant for the production, while both labor and investment are not. The findings signalize that West Sumatra agricultural sector almost reach the peak production within the current stage of technology and human resources. With limitation of land for agricultural expansion, West Sumatra needs to strictly prohibit agricultural land conversion, to improve human resources and to change the agricultural technologies for further agricultural development.Keyword : agricultural sector, West Sumatra, Cobb-Douglas, agricultural land, peak production
Analisis Perencanaan dan Implementasi Tekonologi Inovatif pada Program Nagari Model Kelapa di Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman Ronny Afrinandos; Nuraini budi astuti; Ferdhinal asful
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.186

Abstract

Pembangunan pertanian secara berkelanjutan tidak dapat dilaksanakan hanya oleh petani sendiri.Setiap upaya pembangunan dan pengembangan pertanian memerlukan rencana sebagai acuan pelaksanaan pembangunan.Pelaksanaan program pengembangan kawasan sentra kelapa di Sumatera Barat dengan pendekatan wilayah pedesaan berbasis agribisnis melalui Program Nagari Model Kelapa.Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman adalah salah satu nagari yang termasuk dalam program pembangunan “Nagari Model Kelapa”.tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penyusunan perencanaan Program Nagari Model Kelapa dan implementasi teknologi inovatif pada Nagari Model Kelapa di Nagari Koto Baru. Penyusunan perencanaan Program Nagari Model Kelapa (NMKe) telah dilakukan dan disusun dalam bentuk buku “Rancang Bangun Pembangunan Nagari Model Kelapa” pada tahun 2015 meliputi 3 kegiatan. Berdasarkan Rancang Bangun Nagari Model Kelapa Kenagarian Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman, terdapat 4 kegiatan yang sudah dilakukan mulai pada tahun 2016-2018.Kata Kunci: perencanaan pembangunan nagari, model kelapa, teknologi inovatifSustainable agricultural development cannot be carried out only by the farmers themselves. Every agricultural development and development effort requires a plan as a reference for the implementation of development. The implementation of the coconut center area development program in West Sumatra with an agribusiness-based rural area approach through the Nagari Model Coconut Program. Nagari Koto Baru District Padang Sago Padang Pariaman Regency is one of the nagari included in the "Nagari Model Coconut" development program. The purpose of this study is to describe the process of planning the Nagari Model Coconut Program and the implementation of innovative technology in the Nagari Model Coconut in Nagari Koto Baru. The planning of the Nagari Model Coconut Program (NMKe) has been carried out and compiled in the form of a book "Design and Development of the Nagari Model Coconut Development" in 2015 covering 3 activities. Based on the Nagari Design Model of Koto Baru Kenagarian Coconut Model, Padang Sago Subdistrict, Padang Pariaman District, there are 4 activities that have been carried out starting in 2016-2018.Keywords: development planning, coconut model village, innovative technology
Analisis Persepsi Konsumen Beras di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Rahyuni Rahyuni; Melinda Noer; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.401

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang pada bulan Oktober – November 2019. Tujuan  penelitian adalah mendeskripsikan karakteritik konsumen beras, menganalisis proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen dalam pembelian beras dan menganalis persepsi konsumen terhadap beras di Kecamatan Padang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Data analisa secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen sebagai rersponden yang dijumpai penelitian ini sebagain besar perempuan, berumur usia produkstif dan sudah berumah tangga dengan pendapatan kecil dari Rp. 2.5 jt/ bulan. Hasil untuk tujuan kedua, bahwa proses keputusan pembelian konsumen terdapat lima tahap yaitu: pengenalan kebutuhan, pencarian informasi,penilaian alternative,keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian. Hasil untuk tujuan ketiga, bahwa persepsi konsumen terhadap beras berdasarkan pengolahan data dengan Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa kinerja yang harus segera ditingkatkan adalah warna alami beras.
Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Irigasi Dengan Padi Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Ratna rahmadiah; Faidil tanjung; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kultur teknis padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (2) Menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (3) Mendeskripsikan alasan petani memilih mengusahakan usahatani padi pada lahan irigasi dan tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive yaitu berjumlah 60 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut (1)Terdapat perbedaan kultur teknis pada usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan yaitu pada penyiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan. Jumlah pupuk yang digunakan pada usahatani padi sawah tadah hujan lebih banyak dibandingkan dengan padi sawah irigasi karena tidak adanya ketersediaan  air yang cukup sesuai dengan kebutuhan tanaman (2) Berdasarkan  penelitian diperoleh hasil bahwa usahatani padi sawah irigasi lebih baik dibandingkan dengan usahatani padi sawah tadah hujan. Pada usahatani padi sawah irigasi diperoleh produksi sebesar 4.153,5 Kg/Ha, pendapatan   Rp 16.182.470/Ha dan keuntungan Rp 6.716.401/Ha (3) Alasan utama petani berusahatani padi pada lahan irigasi berdasarkan hasil penelitian mengatakan 36,7 % karena kebiasaan. Sedangkan pada lahan tadah hujan 46,7 % karena pengolahan lebih mudah.Kata Kunci : Analisis Usahatani, Perbandingan, Usahatani Padi Sawah, Tadah HujanThis study aims to (1) Describe the technical culture of irrigated rice with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (2) Analyze the comparative income and benefits of irrigated rice farming with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (3) Describe the reasons farmers choose seeking rice farming on irrigated and rainfed land in Koto Tangah District. This research was conducted in January - February 2019. Data collected in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method. The sample in this study was taken purposively, amounting to 60 samples. From this study the following results were obtained (1) There was a difference in technical culture in irrigated rice farming and rain-fed rice farming, namely on land preparation, planting, fertilizing and maintenance. The amount of fertilizer used in rainfed lowland rice farming is more than that of irrigated lowland rice because there is not enough water available according to plant needs (2) Based on the research, the results show that irrigated lowland rice farming is better than rainfed lowland rice farming. In the production of irrigated rice farming a production of 4,153.5 kg / ha was obtained, an income of Rp 16,182,470 / ha and a profit of Rp 6,716,401 / ha (3). habit. Whereas on rainfed land 46.7% due to easier processing. Keywords: Farming Analysis, Comparison, Rice Farming and Rainfed Farming
Aksesibilitas Perempuan terhadap Informasi Pemanfaatan Pekarangan di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara Conny N Manoppo; Yenny Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i2.233

Abstract

Akses informasi memiliki peran yang sangat penting pada berbagai kegiatan manusia tanpa terkecuali perempuan. Peran informasi bagi diri perempuan adalah untuk membuka dan memperluas wawasan berpikir perempuan terhadap segala aktivitas yang dihadapi. Analisis faktor aksesibilitas terhadap informasi pemanfaatan pekarangan dan pengolahan hasil pangan mencakup: tingkat ketersediaan informasi pemanfaatan pekarangan dan pengolahan pangan, kesesuaian informasi yang diterima, serta kredibilitas pemberi informasi. Penelitian dilaksanakan bulan Maret 2015 sampai dengan Desember 2015.  Lokasi penelitian di 12 Kecamatan Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Jumlah sampel sebanyak 140 orang. Data yang diperoleh dieksplorasi, ditabulasi dalam bentuk tabel frekuensi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan, aksesibilitas terhadap ketersediaan informasi pemanfaatan pekarangan dan pengolahan pangan berkategori tersedia, namun jenis dan jumlah informasi masih kurang tersedia. Kesesuaian informasi yang diterima mengenai pemanfaatan pekarangan dan pengolahan pangan bersumber dari pekarangan, berada dalam kategori sesuai. Kredibilitas pemberi informasi berkategori kurang kredibel. Implikasi kebijakan yang bisa dilakukan adalah: memperbanyak informasi tentang pemanfaatan pekarangan dan pengolahan pangan yang bersumber dari pekarangan melalui media cetak, elektronik (radio dan televisi) serta cyber extension, termasuk media sosial, peningkatan kredibilitas petugas pemberi informasi.
Analisis Usaha Tani Pada Lahan Sawah Baru Di Nagari Dilam Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Sovia Ramadhani; Nuraini Budi Astuti; Mahdi Mahdi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.147

Abstract

Krisis pangan merupakan isu strategis dunia saat ini, ketidak seimbangan antara peningkatan populasi penduduk dengan ketersediaan lahan pemukiman memunculkan masalah yang menyebabkan adanya alih fungsi lahan, sedangkan kebutuhan pangan meningkat. Untuk itu perlu diadakan perluasan lahan untuk mewujudkan program swasembada pangan dan ketahanan pangan. Program Pencetakan Sawah Baru datang sebagai program ekstensifikasi lahan yang mendukung mewujudkan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil usahatani, menganalisis pendapatan usahatani dan menganalisis kendala dalam pemanfaatan lahan pada Program Pencetakan Sawah Baru. Dengan menggunakan metode survey, penelitian ini dilakukan di Nagari Dilam , Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat pada Tanggal 15 November - 14 Desember 2018. Populasi dari penelitian ini adalah semua petani yang ikut dalam Program Pencetakan Sawah Baru yaitu sebanyak 19 orang dengan menggunakan metode sensus seluruh populasi menjadi sampel. Analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa melalui Program Pencetakan Sawah Baru di Jorong Kapalo Koto Nagari Dilam Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok, telah dicetak lahan sawah baru seluas 6,39 Ha dan yang dimanfaatkan seluas 3,20 Ha. Pendapatan yang diterima   petani pada   musim   tanam   pertama   sebesar   Rp   -551,475.00/luas   lahan/MT   dan 344.500,00/Luas Lahan/MT pada  musim tanam kedua. Kendala atau masalah yang terbesar dihadapi oleh petani yang memanfaatkan dan yang tidak memanfaatan lahan sawah baru oleh program pencetakan sawah yaitu kendala atau masalah teknis seperti, kondisi tanah yang kurang layak  untuk ditanami padi sawah dan saluran irigasi yang belum bagus.Kata Kunci : Program pencetakan sawah baru, Analisis usahatani, kendalaThe food crisis is a strategic issue of the world today, the imbalance between the increase in population and the availability of residential land raises problems that cause land conversion, while food needs increase. For this reason, it is necessary to expand the land to realize a food self-sufficiency program and food security. The new paddy field printing program came as a land extension program that supports food security. This study aims to describe farming profiles, analyze farm income and analyze constraints in land use in a new paddy field printing program. Using the survey method, this study was conducted in Nagari Dilam, Solok Regency, West Sumatra Province on November 15 - December 14, 2018. The population of this study were all farmers who participated in the New Rice Field Printing Program, using 19 population census methods. become a sample. The analysis used is quantitative and qualitative analysis. From the results of the study, it was found that through the Printing of New Rice Fields in Jorong Kapalo, Koto Nagari Dilam, Bukit Sundi Subdistrict, Solok District, new paddy fields with an area of 6.39 ha had been printed and were used as large as 3.20 Ha. The income received by farmers in the first planting season was Rp. 551,475.00 / land area / MT and 344,500.00 / Land area / MT in the second planting season. The biggest obstacle or problem is faced by farmers who use and do not use the new paddy fields by the paddy field printing program, namely constraints or technical problems such as land conditions that are not suitable for planting lowland rice and irrigation channels. Keywords: New rice field printing program, farming analysis, constraints
Analisis Peran Modal Sosial Dalam Pengembalian Kredit di LKM-A Pincuran Bonjo Kelurahan Padang Alai Bodi Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Utari Puspita Sari; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.439

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) adalah lembaga keuangan milik petani dan dikelola oleh petani, sebagai salah satu alternatif membantu petani dalam memudahkan akses ke sumber modal. Pembiayaan LKMA fokus untuk pengembangan usaha produktif sektor pertanian dari dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Salah satu LKMA yang menerima dana PUAP adalah LKMA Pincuran Bonjo. Dilihat dari prestasi yangtelah didapatkan oleh LKMA Pincuran Bonjo, serta LKMA ini juga dapat bertahan hingga saat ini, disaat banyak pula LKMA yang tidak dapat mengelola dana PUAP dengan baik hingga tidak dapat bertahan. Namun dalam pengelolaan dana PUAP yang dipinjamkan kepada para anggota LKMA, masih ada pinjaman yang macet dalam pengembaliannya. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat peran modal sosial dalam pengembalian kredit di LKMA Pincuran Bonjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif. Untuk menentukan responden dipilih dengan simple random sampling yang dilakukan dengan undian dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Berdasarkan uji T diketahui bahwa variabel nilai-nilai (X5) dan variabel tindakan proaktif (X6) memberikan peran positif secara parsial terhadap kelancaran pengembalian kredit (Y) di LKMA Pincuran Bonjo. Sedangkan jika dilihat dari nilai R Square diketahui bahwa variabel-variabel modal sosial mampu menjelaskan perubahan variabel dependent sebesar 88,3%. Disarankan kepada pihak LKMA Pincuran Bonjo untuk dapat meningkatkan modal sosial sesama anggota, juga agar LKMA dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain yang bisa membantu perkembangan dan kemajuan LKMA Pincuran Bonjo.
Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan Kurniawan Satria Putra; Melinda Noer; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan, kawasan sentra produksi komoditas unggulan, serta program yang telah dilaksanakan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan komoditas unggulan, dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menentukan kawasan sentra produksi. Hasil penelitian mendapatkan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan perkebunan beserta kawasan sentra produksinya, yaitu komoditas unggulan Padi dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Linggo Sari Baganti; Komoditas unggulan Jagung dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan; Komoditas unggulan Kelapa Sawit dengan kawasan sentra produksi Ranah Pesisir; Komoditas unggulan Pala dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan; dan Komoditas Unggulan Gambir dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan. Program-program pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara langsung berhubungan dengan pengembangan komoditas unggulan, khususnya komoditas unggulan Padi, Jagung, Kelapa Sawit, Pala, dan Gambir. Pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan diharapkan mampu untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada, dan menyusun kembali program-program yang dapat terfokus terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Dalam Mengkonsumsi Kopi Instan Marta Siasani; Melinda Noer; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam mengkonsumsi kopi instan (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas dalam mengkonsumsi kopi instan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan simple random sampling. Probability sampling adalah teknik untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Kriteria dalam penelitian ini adalah : a) Mahasiswa Aktif Fakultas Pertanian Universitas Andalas. b) Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas yang minum kopi instan minimal dua kali atau lebih dalam seminggu. (1) Karakteristik Mahasiswa Fakultas Pertanian Univeristas Andalas yang mengkonsumsi kopi instan terbanyak berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan yaitu berjumlah 63 orang (66%). Karakteristik berdasarkan usia yang terbanyak yaitu usia 19 tahun berjumlah 33 orang (34). Karakteristik uang saku yang dominan yaitu sebesar lt;Rp1.000.000 berjumlah 52 orang (54%). (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mengkonsumsi mahasiswaFakultas Pertanian Universitas andalas yaitu faktor kebudayaan dimana faktor kebudayaan yang diukur dari kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan yang dipelajari, faktor sosial dimana faktor sosial yang diukur dari indikator status/kedudukan, pengalaman keluarga dan pengaruh teman dapat diterima dan sesuai dengan latar belakang responden dalam pengambilan keputusan, faktor pribadi dimana faktor pribadi yang diukur dari indikator gaya hidup, kepribadian, dan uang saku,terakhir faktor psikologi dimana faktor psikologi yang diukur dari indikator motivasi, persepsi dan pembelajaran.

Page 8 of 20 | Total Record : 197