cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Kontribusi Sektor Pertanian Sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota Berliani Fitri Adella; Melinda Noer; Yuerlita Yuerlita
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.435

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kontribusi Sektor Pertanian sebagai Basis Perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat kecenderungan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota selama periode tahun 2010-2020, mengidentifikasi subsektor basis dan nonbasis, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di subsektor pertanian basis Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2020 dan produksi per subsektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota dan Provinsi Sumatera Barat tahun 2016-2020. Hasil analisis didapat kesimpulan, selama 10 tahun terakhir pertumbuhan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki trend pertumbuhan yang negatif walaupun kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Lima Puluh Kota adalah yang terbesar. Subsektor basis pada sektor pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota adalah subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perkebunan. Proporsional Shift memiliki nilai negatif pada subsektor tanaman pangan sedangkan Differential Shift memiliki nilai negatif pada subsektor perkebunan.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Satu Satu Sembilan Coffee dan Roastery di Kota Solok Annisa Annisa; Rina Sari; Cipta Budiman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.449

Abstract

Coffee shop yang berada di Kota Solok mulai muncul pada awal tahun 2017. Satu Satu Sembilan Coffee Roastery merupakan salah satu coffee shop yang memiliki pesaing yang tidak jauh dari coffee shop ini, sehingga pengelola coffee shop perlu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumennya agar mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis kepuasan konsumen pada Satu Satu Sembilan Coffee Roastery. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 78 responden yang berada di Satu Satu Sembilan Coffee Roastery. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen didominasi oleh konsumen berjenis kelamin laki-laki, usia dewasa lanjut (25-35), pendidikan terakhir sarjana (S1), pekerjaan BUMN/PNS, sebagian besar memiliki pendapatan Rp.2.000.000 – 5.000.000 per bulan dan berdomisili di Kota Solok. Berdasarkan perilaku konsumen yang tampak dan perilaku konsumen yang tidak tampak menjelaskan bahwa sebagian besar dipengaruhi oleh teman dalam melakukan kunjungan, termasuk dalam kategori peminum kopi sebagai penyuka kopi, dan termasuk jenis peminum kopi sosial drinker. Hasil Importance Performance Anaylisis menjelaskan bahwa indikator kinerja yang kurang memuaskan bagi konsumen yaitu ketersediaan parkir dan ketersediaan toilet. Sedangkan nilai Customer Satisfaction Index mencapai 0.853 dengan makna bahwa indikator keseluruahan Satu Satu Sembilan Coffee Roastery sangat memuaskan konsumen
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Menjadi Teh Gambir Pada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sambal di Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota Febrisa Reflia Putri; Rahmat Syahni; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.440

Abstract

n
Analisis Fungsi Kelompok Tani di nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat Randi Putra Nado; Nuraini Budi Astuti; Yenny Oktavia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.431

Abstract

Kelompok tani pada dasarnya merupakan kelembagaan petani non-formal di pedesaan yang memiliki karakteristik tertentu. Dalam mencapai tujuannya, kelompok tani akan didukung oleh empat fungsi yaitu kelompok tani sebagai unit belajar, kelompok tani sebagai unit kerjasama, kelompok tani sebagai unit produksi, dan kelompok tani sebagai unit usaha. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kegiatan Komunitas Petani Alami (KPA) serta menilai keberhasilan anggota kelompok dalam menjalankan fungsi kelompok di Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaen Agam Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa fungsi kelompok tani di Nagari Canduang kurang berhasil, dimana fungsi kelompok tani sebagai unit belajar didapatkan berhasil, fungsi kelompok sebagai unit kerjasama didapatkan kurang berhasil, dan fungsi kelompok sebagai unit produksi didapatkan kurang berhasil.
Analisis Pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam Eggy Millenia Permata; Yusri Usman; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.454

Abstract

Pemasaran memegang peranan penting dalam sistem agribisnis, sebagai usahatani komersial pemasaran Ubi Jalar Manohara akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usahatani petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran, lembaga, dan fungsi pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, (2) menganalisis marjin pemasaran dan farmer’s share, serta (3) menganalisis efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk tujuan pertama, dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 3 saluran pemasaran Ubi Jalar Manohara, yaitu Saluran I :  Petani – Konsumen antara (Industri Pengolahan Stik ubi), Saluran II: Petani – Pedagang Pengumpul – Konsumen Antara (Pabrik Saus), Saluran III: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir yang melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas yang berbeda beda. (2) Nilai margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran I, nilai farmer’s share terbesar terdapat pada saluran I (3) nilai persentasi efisiensi pemasaran terkecil terdapat pada saluran I. Disarankan kepada petani sebaiknya memasarkan Ubi Jalar Manohara mereka pada saluran I yaitu menjualkan ubi langsung ke industri pengolahan ubi, karena dari tingkat efisiensi pemasaran, saluran I lebih efisien dibanding saluran lainnya dan kepada pemerintah yang terkait diharapkan untuk dapat memberikan sosialisasi untuk memperluas agroindustri ubi yang mengolah ubi menjadi berbagai produk turunannya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktifitas Tenaga Kerja Pemanen Kelapa Sawit di PT. Hijau Pryan Perdana Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara Ardian Hafiz Hasibuan; Syafri Amir; Eva Rahmi Fitri
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.445

Abstract

PT. Hijau Pryan Perdana merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit yang terletak di Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu Provinsi Sumatera Utara yang memiliki luas lahan 4.050 Ha dengan produksi 96.748.855 Ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Hijau Pryan Perdana dan untuk mengetahui besar produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Hijau Pryan Perdana dengan menggunakan variabel independennya yaitu usia, pendidikan formal, lama bekerja, gaji, dan Angka Kerapatan Panen (AKP). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu rumus Slovin dan diperoleh jumlah responden sebanyak 38 orang. Berdasarkan analisis data, maka variable usia, gaji dan lama bekerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Hijau Pryan Perdana. Rata-ratatingkat produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit di PT. Hijau Pryan Perdana tergolong tinggi adalah sebesar 208 kg/jam atau 1.461 kg/HK. dengan basis yang telah ditetapkan sebanyak 1200 kg/orang.
Analisis Usahatani Bawang Daun (Allium fistulosum L.) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Dwi Ayi Fortuna; Syahyana Raesi; Yusmarni Yusmarni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.436

Abstract

Petani dalam melakukan suatu kegiatan berusahatani haruslah bekerja secara efisien dan penuh persiapan agar hasil usahatani yang mereka usahakan dapat mendatangkan keuntungan. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kultur teknis dan permasalahan yang dihadapi dalam usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang dan menganalisis besarnya pendapatan dan keuntungan dari usahatani bawang daun di Kota Padang Panjang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tingkat pendapatan, keuntungan, analisa R/C selama satu kali musim tanam. Hasil analisis usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel didapatkan bahwa biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh petani yaitu biaya pembelian mulsa plastik dan pupuk. Pendapatan yang didapatkan petani setiap musim tanamnya adalah sebesar Rp 12.718.622,63 per hektar usahatani sedangkan keuntungan yang didapatkan adalah sebesar Rp 9.044.931,73 per hektar usahatani dengan R/C senilai 1,55. Biaya total dari keseluruhan kegiatan usahatani per musim tanam mencakup biaya yang dibayarkan dan biaya yang diperhitungkan yaitu sebesar Rp 16.465.439 per hektar usahatani. Permasalahan pada usahatani bawang daun yang dilakukan oleh petani sampel yaitu dari berbagai faktor yaitu faktor iklim yang tidak menentu dengan curah hujan yang cukup tinggi, faktor harga yang tidak tetap, faktor budidaya yang tidak sesuai dengan buku ataupun panduan yang ada yang menyebabkan hasil produksi yang tidak maksimal, faktor kompetisi pemasaran, dan bantuan dari pemerintah setempat.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Kedai Kopi Nan Yo di Kota Padang Muhammad Haekal Ghifari; Ifdal Ifdal; Yusri Usman
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik konsumen kedai kopi Nan yo, (2) Mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen dalam mengkonsumsi di kedai kopi Nan Yo Kota Padang.. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei, dengan responden yang digunakan adalah konsumen kedai Kopi Nan Yo, dan konusmen yang tidak memilih kedai Kopi Nan Yo. Analisis  data menggunakan metode regresi logistik dengan dibantu dengan program statistik SPSS 21.0. 1. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum dari konsumen kedai kopi Nan Yo didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki, dengan usia 44-50 tahun. Pendidikan terakhir dari responden mayoritas adalah strata 1, dengan pendapatan perbulan sebesar 3.000.000.- Rp,4.000.000. Mayoritas konsumen kedai kopi Nan Yo sudah berkeluarga dan memiliki 4-5 orang anggota keluarga.Sedangkan karakteristik khusus dari konsumen kedai kopi Nan Yo adalah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam di  kedai kopi Nan Yo, mayoritas konsumen datang sekali dalam sebulan, dengan sekali pengeluaran dalam membeli adalah dibawah Rp.20.000.  Menurut konsumen, harga yang di tawarkan di kedai kopi Nan Yo adalah pas/sesuai. Mayoritas responden sudah datang ke kedai kopi Nan Yo lebih dari 10 tahun, dan mau untuk merekomendasikan kedai kopi Nan Yo ke teman atau keluarganya. Faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan memilih atau tidak kedai kopi Nan Yo adalah faktor Psikologi, dan faktor produk, Nilai signifikasi dari faktor psikologi adalah 0,000, dan nilai signifikasi dari faktor produk adalah 0,002. Sedangkan faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pemilihan kedai kopi Nan Yo.
Analisis Tataniaga Bawang Putih (Allium sativum L.) di Kecamatan Salayo Tanang Bukik Silih Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok Indah Sari; Yusri Usman; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran tataniaga, fungsi-fungsi tataniaga bawang putih (2) menganalisis margin tataniaga, bagian yang diterima masing-masing lembaga, dan efisiensi tataniaga bawang putih di Nagari Salayo Tanang Bukik Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive), dimana sampel terdiri atas petani, pedagang pengumpul, pedagang antar daerah, dan pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua kelompok saluran tataniaga, kelompok 1; saluran I: petani - pedagang pengumpul (gudang pembibitan) - konsumen bibit, kelompok 2 ; saluran II : petani - pedagang pengumpul - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran III : petani - pedagang antar daerah - pedagang pengecer - konsumen akhir, saluran IV : petani - pedagang pengecer -konsumen akhir. Fungsi tataniaga yang dilakukan oleh petani dan lembaga tataniaga bawang putih yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Margin tataniaga pada saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) sebesar Rp 49.000,00. Pada saluran tataniaga kelompok 2, saluran IV yang memiliki margin tataniaga paling kecil. Berdasarkan analisis farmer’s share, bagian yang diterima petani pada pola saluran tataniaga kelompok 1 (saluran I) adalah 18,33%. Pada saluran tataniaga kelompok 2, yang lebih menguntungkan bagi petani bawang putih adalah saluran IV. Berdasarkanefisiensi tataniaga, saluran tataniaga kelompok I (saluran I) memiliki persentase EP sebesar 9,38 %. Saluran tataniaga kelompok II, saluran II merupakan saluran yang paling efisien.

Page 9 of 20 | Total Record : 197