cover
Contact Name
Cindy Paloma
Contact Email
cindy@agr.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Joseta.faperta@gmail.com
Editorial Address
JOSETA, Jurusan sosial ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA)
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26860953     DOI : https://doi.org/10.25077
Agricultural economics, Farming development, Agricultural management, Agricultural policy, Agricultural extension and communication, Agricultural finance and micro-credit, Rural sociology, Rural planning and development, Rural landscape and natural resources management, Sustainable agriculture, Agro-industry, entrepreneurship in agriculture, Other research on economics and agribusiness
Articles 197 Documents
Analisis Sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas Terhadap Konsumsi Minuman Cokelat di Kota Padang Shyanna Chomayrah; Lora Triana; Rusda Khairati
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengambilan keputusan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman cokelat di Kota Padang dan menganalisis sikap Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas terhadap minuman Chocolate Changer dan BanBan. Metode yang digunakan ialah metode survey. Konsumen yang dijadikan responden ditentukan secara Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 95 orang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik umum konsumen dan tahap pengambilan keputusan konsumen minuman cokelat serta menggunakan analisis multiatribut fishbein untuk mengukur sikap konsumen. Hasil yang didapatkan adalah responden lebih menyukai kinerja atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang memiliki nilai sikap keseluruhan  sebesar 118,84 point, sedangkan minuman cokelat BanBan sebesar 104,22 point. Atribut minuman cokelat Chocolate Changer yang dianggap baik (positif) oleh konsumen adalah atribut rasa, nama merek, nilai gizi, promosi, kemasan, dan lokasi. Sedangkan pada minuman cokelat BanBan atribut yang dianggap baik (positif) adalah rasa, kemasan dan lokasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan adalah produsen dan pemasar disarankan agar meningkatkan kualitas produk  yang sangat dipertimbangkan oleh konsumen. KataKunci: Minuman Cokelat, Multriatribut Fishbein, Sikap Konsumen.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Nanas Kaleng Indonesia Ke Amerika Dina Noviandini; Hasnah Hasnah; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Data yang dianalisis berupa data sekunder (time series) dari tahun 2001 hingga tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat selama periode 2001-2020 menunjukan kondisi yang meningkat, dengan rata-rata peningkatan ekspor sebesar 7.64% setiap tahunnya. Dengan konstribusi nanas kaleng yang diekspor ke Amerika Serikat 28.45% dari total ekspor nanas kaleng Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan faktor yangberpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat adalah produksi nanas kaleng, konsumsi domestik dan konsumsi Amerika Serikat.
Analisis Perbandingan Pendapatan dan keuntungan Usahatani Petani Karet di Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung Sebelum dan Pada Saat Covid-19 Yola Sri Melni; Dwi Evaliza; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.446

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung, pada tanggal 11 Januari sampai 11 Februari 2022. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pelaksanaan usahatani petani karet di Nagari Padang Laweh sebelum dan pada saat Pandemi Covid-19 dan mengalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani petani karet di Nagari Padang Laweh sebelum dan pada saat Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel yang dilakukan secara Quota Sampling. Analisa data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa terdapat perbedaan pelaksanaan usahatani petani karet di Nagari Padang Laweh Kecamatan Koto VII Kabupaten Sijunjung sebelum Pandemi Covid-19 (Maret 2019-Februari 2020) dan pada saat Pandemi Covid-19 (Maret 2020-Februari 2021). Perbedaan itu dapat dilihat pada kegiatan usahatani yaitu pada kegiatan Pemeliharaan kebun karet, kegiatan penyadapan, kegiatan panen dan kegiatan pengangkutan. Tujuan kedua pada penelitian ini menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan yang diterima petani karet di Nagari Padang Laweh sebelum Pandemi Covid-19 lebih besar nominalnya dibandingkan pada saat Pandemi Covid-19. Rata-rata pendapatan petani karet sebelum Pandemi Covid-19 adalah Rp. 27.496.134/Ha/Tahun. Sedangkan rata-rata pendapatan yang diterima petani karet di Nagari Padang Laweh pada saat Pandemi Covid-19 adalah Rp. 21.369.43/Ha/Tahun. Rata-rata keuntungan yang diterima petani karet di Nagari Padang Laweh sebelum Pandemi Covid-19 sebesar Rp.12.465.401/Ha/Tahun. Dan rata-rata keuntungan yang diterima petani karet di Nagari Padang Laweh pada saat Pandemi Covid-19 sebesar Rp. 9.663.068/Ha/Tahun. Hasil uji statistik perbandingan pendapatan dan keuntungan menun
Usahatani Nilam di Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat Asmil Asmil; Helentina Situmorang; Syafri Amir
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i1.437

Abstract

n
Strategi Pengembangan Usaha Kecil Kafe Kopmil Ijo di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Debby Okti Maharani; Yonariza Yonariza; Rian Hidayat
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.428

Abstract

Jumlah UKM di Kota Payakumbuh selalu mengalami peningkatan sehingga membuat tingginya tingkat persaingan. Hal tersebut mengharuskan UMKM mengambil keputusan yang tepat dalam meraih pangsa pasar dan mengembangkan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lingkungan strategis internal dan eksternal dalam pengembangan usaha Kafe Kopmil Ijo dan merumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan oleh Kafe Kopmil Ijo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Analisis data penelitian ini bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada matriks IFE dan EFE, matriks SWOT dan Matriks QSPM. Tujuan dari pengembangan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan pendapatan dan bertahan pada tingkat persaingan yang tinggi. Dirumuskan beberapa strategi untuk mencapai tujuan sebagai berikut:  (1) Meningkatkan  kualitas pelayanan  (2) Melakukan  pengembangan  lokasi usaha (3) Pengembangan produk (4) Meningkatkan  inovasi usaha. Strategi terbaik yang harus dilakukan saat ini berdasarkan hasil analisis yaitu Kafe Kopmil Ijo disarankan untuk menggunakan strategi penetrasi pasar
Analisis Pengembangan Komoditi Unggulan Pada Sub Sektor Tanaman Pangan di Kabupaten Solok Rahmi Hamidah
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.451

Abstract

Komoditi tanaman pangan di Kabupaten Solok merupakan pemberi kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Solok. Data PDRB menurut lapangan usaha terutama komoditi tanaman pangan setiap tahunnya mengalami peningkatan dari tahun 2015 – 2019, tetapi hal ini tidak sebanding dengan laju pertumbuhan, dimaan sektorpertanian nya masih terbilang rendah dibanding dengan sektor lainnya. Demi mewujudkan pembangunan khusnya sektor pertanian, perlu adanya penentuang komoditas unggulan serta menentapkan daerah yang termasuk ke dalam sentra produksi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) untuk mengetahui pengelompokan sektor usaha di Kabupaten Solok, 2) untuk mengetahui komoditas unggulan di Kabupaten Solok, 3) untuk mengetahui kemacatan yang menjadi kawsan sentra produksi tanaman pangan di Kabupaten Solok, 4) untuk mengetahui program yang telah terlaksana dalam menunjang pengembangan komoditi tanaman pangan di Kabupaten Solok. Analisis data menggunakan Matriks Tipologi Klassen, LQ, dan SSA. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan informan kunci terkait dengan keterangan yang menunjang. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bawa sektor pertanian berada pada kuadran ke III yaitu sektor berkembang. Nilai LQ tertinggi diperoleh tanaman padi dan ubi jalar sebagai penentuan tanaman unggulan. Serta penentuan daerah sentraberdasarkan perolehan nilai SSA,untuk tanaman padi di Kecamatan Gunung Talang, dan tanaman ubi jalar di Kecamatan Payung Sekaki.
Strategi Penghidupan Petani Karet Pada Musim Hujan di Nagari Tanjung Nonai Aur Selatan Kecamatan Simpur Kudus Kabupaten Sijunjung Yelfi Novita Sari; Nuraini Budi Astuti; Devi Analia
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.442

Abstract

Strategi penghidupan merupakan susunan yang berisi langkah-langkah untuk melakukan sesuatu yang dilakukan dengan bijaksana dan tepat untuk mencapai tujuan. untuk dapat melangsungkan kehidupannya, petani karet tidak dapat hanya mengandalkan perkebunan karet, mereka harus mencari alternatif lain di luar bertani karet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karekteristik rumah tangga petani karet di Nagari Tanjung Bonai Aur selatan dan menganalisis strategi penghidupan petani karet di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan pada musim hujan. Penelitian ini menggunakan metode survey dimana responden dalam penelitian ini adalah petani karet yang berada di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan yaitu sebanyak 40 responden. Analisis data yang digunakan untuk adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Karakteristik rumah tangga petani karet di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan berada dalam kategori sedang dengan nilai 53,55%. Aset penghidupan tertinggi adalah sumber daya fisik yaitu dengan persentase 59,4% dengan kriteria sedang dan terendah adalah Sumber daya alam dengan nilai 43,05% dengan kriteria tidak baik. Sumber daya keuangan 54,83% dengan kriteria sedang, nilai sumber daya sosial 57,75 dengan kriteria sedang dan nilai sumber daya manusia 55,5% dengan kriteria sedang. Strategi penghidupan di musim hujan paling banyak dilakukanpetani karet adalah peningkatan hasil dengan intensifikasi lahan pertanian dengan cara pembersihan lahan usahatani karet yaitu sebanyak 77,5%. Strategi ekstensifikiasi dilakukan dengan menjadi buruh sebanyak 32,5% dan strategi diversifikasi dengan menjadi pengumpul pasir dan menangkap ikan sebanyak 20%. Sedangkan pilihan strategi migrasi tidak menjadi pilihan petani karet Di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan Pada musim hujan.
Analisis Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri (Studi Kasus; Usaha Penyulingan Minyak Atsiri ASLIKO kecamatan Pauh Kota Padang) Yogi Putra; Osmet Osmet; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha yang dilakukan oleh bapak Sapardi dan menganalisis besarnya keuntungan Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri Asliko di Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Pada aspek sumberdaya usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak 2 orang, pada aspek peralatan dan mesin usaha ini masih menggunakan cara manual, pada aspek produksi untuk pengadaan bahan baku usaha Minyak Atsiri memasok dari petani sserai wangi di sekitar daerah Padang, pada aspek bauran pemasaran untuk mendistribusikan produk langsung ke pabrik pengolahan. Pada aspek yang terakhir yaitu keuangan usaha ini memiliki sumber modal sendiri (2) Pendapatan penjualan yang diperoleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Januari-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 24.000.000,- sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan sebesa Rp13.900.000,. Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh oleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Juli-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 10.017.584,- dari total pendapatan penjualan. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha Minyak Atsiri masih mampu memperoleh keuntungan walaupun saat ini bahan baku serai wangi termasuk mahal
Analisis Nilai Tambah Usaha Pengolahan Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L) Di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar Wulan Permata; Rina Sari; Syahyana Raesi
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.456

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar dan terdapat 2 usaha pengolahan daun serai wangi yaitu usaha Bapak Mukhyar dan usaha Bapak Arinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan daun serai wangi menjadi minyak serai wangi dan menganalisis besarnya nilai tambah serta distribusi nilai tambah dari kegiatan usaha pengolaham daun serai. Metode yang digunakan adalah metode survei. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis besarnya nilai tambah menggunakan metode nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kegiatan pengolahan serai wangi ini memberikan nilai tambah sebesar Rp. 371,35/Kg dengan rasio nilai tambah 27% untuk usaha penyulingan Bapak Mukhyar, dan nilai tambah sebesar Rp. 363,07/Kg dengan rasio nilai tambah 25% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, yang dikategorikan termasuk rasio nilai tambah sedang karena memiliki persentase 15 %-40%. Rendemen usaha Bapak Mukhyar memiliki rendemen 0.85% sedangkan untuk usaha Bapak Arinal 0.88%. Distribusi nilai tambah  pada usaha penyulingan Bapak Mukhyar dan Bapak Arinal yang terbesar diperoleh sumbangan input lain sebesar 37,12% untuk usaha Bapak Mukhyar, sedangkan usaha Bapak Arinal sebesar 42,02%. Untuk keuntungan perusahaan yakni sebesar 36,42% untuk usaha Bapak Mukhyar sedangkan usaha penyulingan Bapak Arinal sebesar 42,01%. Distribusi nilai tambah terkecil terdapat pada pendapatan  tenaga kerja 26,46% untuk usaha Bapak Mukhyar, 15,97% untuk usaha penyulingan Bapak Arinal, sehingga diharapkan agar perusahaan dapat lebih memperhatikan pendistribusian nilai tambah tenaga kerja dengan menyesuaikan upah dan jumlah jam kerja sesuai dengan standar yang ada. Pemerintah juga diharapkan untuk menjaga kestabilan harga minyak serai wangi sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan yang berimbas kepada para pekerja dalam usaha pengolahan serai wangi tersebut.
Analisis Pendapatan Rumah Tangga petani Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Rakyat Sesudah Dilakukan Peremajaan di Kabupaten Pasaman Barat Megawati Megawati; Rahmat Syahni; Rina Sari
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 3 (2022): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i3.447

Abstract

Replanting adalah suatu proses peremajaan kelapa sawit yang berusia 20-25 tahun dengan cara mengganti dengan kelapa sawit yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rumah tangga petani yang melakukan peremajaan kelapa sawit dan besarnya pendapatan rumah tangga petani sesudah dilakukan peremajaan kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei, dimana responden pada penelitian ini adalah petani yang ikut serta dalam peremajaan kelapa sawit di KSU Bina Tani Sejahtera sebanyak 33 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik responden. Adapun, besarnya pendapatan rumah tangga petani menggunakan analisis pendapatan rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani responden palingbanyak berada di antara 15-64 tahun, berpendidikan SD, serta memiliki jumlah anggota keluarga berkisaran 0-3 orang. Dari segi pekerjaan, sekitar 69,70% petani memiliki pekerjaan utama sebagai petani jagung dan kebanyakan petani tersebut memiliki pekerjaan sampingan sebagai petani kelapa sawit sekitar 42,42% petani. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok rumah tangga petani yang melakukan peremajaan yaitu petani yang melakukan peremajaan total dan petani yang melakukan peremajaan sebagian. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh petani yang melakukan peremajaan total yaitu sebesar Rp.43.621.796,88/tahun atau Rp.3.635.149,74/bulan. Disi lain, rata-rata pendapatan rumah tangga petani yang melakukan peremajaan sebagian yaitu Rp.113.984.470,59/tahun atau Rp.9.498.705,88/bulan. Sehingga, disarankan kepada petani untuk melakukan peremajaan sebagian jikalau memiliki lahan kelapa sawit yang luas. Untuk petani yang tidak memiliki lahan kelapa sawit setelah peremajan disarankan untuk mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Page 10 of 20 | Total Record : 197