cover
Contact Name
Fitria Dhenok Palupi
Contact Email
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Phone
+6285790314800
Journal Mail Official
nutriture@poltekkes-malang.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang Ijen Street 77C Malang, East Java, Indonesia 65119
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nutriture Journal
ISSN : -     EISSN : 28289552     DOI : https://doi.org/10.31290/nj.v2i1
Gizi Klinik: nutraceutical, nutrigenomik, nutrigenetik, malnutrisi, nutrition care process (NCP), komunikasi terapeutik Gizi Masyarakat: malnutrisi, penilaian status gizi, pola konsumsi pangan, ketahanan dan keamanan pangan, surveillance, pengembangan KIE (komunikasi, informasi, edukasi) Food Science: teknologi pangan, food processing, food additives, pangan lokal, pangan fungsional, pengembangan produk pangan, analisis kandungan zat gizi, bahan tambahan pangan (BTP) Food Service: hygiene dan sanitasi, penyelenggaraan makanan, penyelenggaraan mutu makanan, manajemen pelayanan Gizi Olahraga: sport food, ergogenic aids, penilaian status gizi atlet, penyelenggaraan gizi atlet
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal" : 5 Documents clear
Gambaran Self-Management Diet dan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Nofita Sari, Rista Angelina; Larasati, Meirina Dwi
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4887

Abstract

Abstrak Latar belakang: Self-management Diabetes Melitus (DM) merupakan tindakan individu dalam pengelolaan penyakit DM. Salah satu aspeknya adalah manajemen diet yang efektif sebagai upaya mengontrol kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-management dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan subjek menggunakan simple random sampling. Subjek yang digunakan yaitu 15 pasien DM di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Cara pengumpulan data self-management diet menggunakan kuisioner The Self-Management Dietary Behaviors Questionnaire (SMDBQ) dengan 16 item pertanyaan dan dikategorikan menjadi 3, yaitu SMDB rendah (skor <32), SMDB sedang (skor 32-48), dan SMDB tinggi (skor 49-64) dengan teknik wawancara. Sedangkan data glukosa darah diperoleh melalui catatan rekam medis pasien dan dikategorikan menjadi 2, yaitu terkontrol (70-125 mg/dl) dan tidak terkontrol (? 126 mg/dl). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Subjek penelitian memiliki self-manajement diet rendah (20%) dan sedang (80%). Subjek yang memiliki self-management diet kategori rendah memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol (100%). Simpulan: Subjek cenderung memiliki self-management kategori sedang dan kadar glukosa darah tidak terkontrol. Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Kadar Glukosa Darah; Self-Management Diet
Pengaruh Penambahan Yogurt dan Jeruk Nipis terhadap Aktivitas Antioksidan dan Mutu Organoleptik Jus Bit (Beta Vulgaris L.) untuk Penyakit tidak Menular -, naura rahadatul aisy; Suwita, I Komang; Razak, Maryam
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.4744

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Laporan dari WHO menunjukkan bahwa PTM sejauh ini merupakan penyebab utama kematian di dunia, 60% dari total kesakitan dan 73% kematian di dunia. Umbi Bit merupakan bahan pangan tinggi antioksidan namun kurang diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, jus bit ditambahkan yogurt dan jeruk nipis untuk meminimalisasi rasa dan aroma kurang menyeanngkan pada bit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit terhadap aktivitas antioksidan dan mutu organoleptik untuk penyakit tidak menular. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 taraf perlakuan dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk aktivitas antioksidan adalah One-Way ANOVA dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kekentalan) dianalisis dengan uji Kruskall-Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penambahan yogurt dan jeruk nipis memberikan perbedaan yang signifikan terhadap mutu organolepik yang meliputi warna dan aroma, yaitu pada taraf perlakuan P0 dengan P1, P2, dan P3. Rasa dan kekentalan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Perlakuan terbaik penambahan yogurt dan jeruk nipis pada jus bit (Beta vulgaris L.) diperoleh pada mutu dengan organoleptik aroma, rasa, dan kekentalan tertinggi yaitu 3,27; 3; 2,6 dengan aktivitas antioksidan IC50 54,9 mg/ml. Simpulan: Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan jeruk nipis maka aktivitas antioksidan semakin meningkat. Hasil analisis penelitian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi presentase yogurt dan jeruk nipis maka tingkat penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan kekentalan meningkat. Kata kunci: aktivitas antioksidan; jeruk nipis; mutu organoleptik; umbi bit; yogurt
Screening dan Identifikasi Molekuler Probiotik dari Dadih sebagai Inhibitor Alpha-Glukosidase Marbun, Togi Rut Marlita; Naidu, Ramawathy; Lister, I Nyoman Ehrich; Fachrial, Edy
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.5268

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Saat ini, berbagai jenis obat antidiabetes tersedia di pasaran. Namun, penggunaan obat sintetis untuk pengobatan diabetes seringkali menimbulkan kendala, termasuk efek samping, resistensi terhadap terapi, dan biaya pengobatan yang tinggi. Inhibitor SGLT-2, Pioglitazone, Metformin, Sulfonilurea, inhibitor DPP4 (Gliptin), agonis GLP-1, Acarbose, dan berbagai obat lainnya umum digunakan dalam farmakoterapi diabetes. Selain obat antidiabetes oral konvensional, zat alami seperti Bakteri Asam Laktat (BAL) probiotik dapat menjadi terapi alternatif untuk diabetes. Beberapa jenis probiotik memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase di mikrovili usus yang menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menenemukan karakteristik yang cocok sebagai kandidat probiotik di dalam dadih dengan skrining dan mengidentifikasi molekuler probiotik dari dadih sebagai inhibitor alpha-glukosidase. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat DDH 8 memiliki persentase pertumbuhan sebesar 48% dalam uji asam, yang menunjukkan pertumbuhan bakteri yang signifikan, dengan tingkat pertumbuhan hidup sebesar 46,595% dan toleransi garam empedu yang rendah. DDH 8 juga menunjukkan aktivitas antibakteri sedang, dengan diameter zona hambat rata-rata sebesar 10,5 mm terhadap E. coli. Berdasarkan identifikasi fenotipik dan molekuler menggunakan 16S rRNA, isolat DDH8 diidentifikasi sebagai Lactobacillus fermentum, yang memiliki karakteristik yang cocok sebagai kandidat probiotik. Simpulan: Isolat bakteri asam laktat (LAB), yang diidentifikasi sebagai Lactobacillus fermentum melalui identifikasi fenotipik dan molekuler berdasarkan gen 16S rRNA, menunjukkan dadih berpotensi sebagai probiotik. LAB dari dadih bersifat gram-positif, berwarna merah, dan berbentuk batang, serta hasil skrining menunjukkan bahwa isolat ini bersifat katalase-negatif dan homofermentatif. Kata Kunci: alpha-glukosidase; asam laktat; bakteri; dadih; probiotik
Perbedaan Efektivitas Leaflet dan Cakram Gizi terhadap Pengetahuan, Kepatuhan Diet, dan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 putri, elvina; Widajati, Endang; Palupi, Fitria Dhenok
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.5257

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyebab kematian ketujuh secara global dengan prevalensi 422 juta kasus menurut WHO, dan menjadi penyebab kematian ketiga di Indonesia akibat komplikasi. Rendahnya pengetahuan tentang DM mempercepat timbulnya komplikasi. Media edukasi berfungsi untuk mempermudah penyampaian informasi kesehatan. Pengetahuan pasien DM sangat penting dalam pengelolaan penyakit jangka panjang. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas media edukasi leaflet dan cakram gizi terhadap peningkatan pengetahuan, kepatuhan diet, dan kadar glukosa darah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kedungkandang. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas penggunaan media edukasi leaflet dan cakram terhadap pengetahuan, kepatuhan diet, dan kadar glukosa darah pasien rawat jalan Diabetes Mellitus tipe 2 di puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperiment dengan rancangan two group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024, di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kedungkandang Kota Malang dengan jumlah sampel sebanyak 12 pasien untuk kelompok kontrol dan 12 pasien untuk kelompok perlakuan. Hasil: Media cakram lebih efektif daripada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi belum efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet sehingga kadar glukosa darah juga cenderung tidak stabil. Simpulan: Dari hasil penelitian diperoleh bahwa media cakram lebih efektif daripada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi belum efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet sehingga kadar glukosa darah juga cenderung tidak stabil. Kata kunci: Cakram, DM tipe 2, Leaflet, Media edukasi
Gambaran Pengetahuan, Persepsi, dan Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya Tahun 2024 Fauziyyah, Wulan Rifdah; Nur, Edri Indah Yuliza
NUTRITURE JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): Nutriture Journal
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/nj.v4i1.5324

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang termasuk dalam penyakit metabolik berupa hiperglikemia yang disebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi insulin di dalam tubuh. Penderita diabetes melitus tipe 2 harus tetap mengikuti penatalaksanaan diet diabetes melitus sepanjang hidupnya. Pengetahuan pada penderita diabetes melitus dapat mempengaruhi persepsi terhadap penyakit diabetes melitus yang dialaminya. Penderita yang tidak memahami penyakit diabetes melitus seringkali tidak patuh dalam menjalani penatalaksanaan diet diabetes melitus. Oleh karena itu, pengetahuan dan persepsi penderita terkait diabetes melitus sangat penting dalam membantu untuk tetap mengikuti penatalaksanaan diet diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Persepsi, dan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Metode: Metode dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik consecutive sampling. Responden yang berpatisipasi dalam penelitian ini berjumlah 80 penderita diabetes melitus tipe 2. Pengumpulan data karakteristik responden menggunakan kuesioner identitas. Adapun data pengetahuan, persepsi, dan kepatuhan diet responden menggunakan kuesioner pengetahuan, persepsi, dan kepatuhan diet. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan termasuk kategori baik (70%), persepsi kategori positif (51,3%), dan kepatuhan diet kategori patuh (48,8%). Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya memiliki pengetahuan yang baik dan persepsi positif dalam menunjang pengaturan diet sehingga responden cenderung patuh dalam melaksanakan diet yang dianjurkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5