cover
Contact Name
Bambang S Maarif
Contact Email
hikmah@unisba.ac.id
Phone
+6281224715295
Journal Mail Official
hikmah@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial
ISSN : 14120453     EISSN : 27767302     DOI : https://doi.org/10.29313/hikmah.vi.2540
HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung yang memuat tentang hasil riset di bidang ilmu dakwah dan sosial. Tujuan jurnal ini adalah untuk memublikasikan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu dakwah dan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara filosofis, teroritis, dan praktis . HIKMAH terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan Oktober. Hikmah menerima tulisan berbentuk riset kuantitatif maupun kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu dakwah dan sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 5, No.2, Oktober 2025" : 5 Documents clear
DAKWAH SEBAGAI AKTIVITAS SEJARAH Yulianti; Fitriani Aisyah, Fia; Afidah, Ida
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7297

Abstract

ِThe history of Islamic da'wah is generally divided into three periods, namely: the classical, medieval and modern periods. These three periods have different characteristics, each with their own advantages and disadvantages. During the Nubuwwah period, it was divided into 2 phases, namely the Mecca and Medina phases. Whereas in the Mecca phase the Prophet's preaching was carried out in secret, the target starting from those closest to him, whereas in the Madinnah phase the Prophet's preaching was carried out openly, the target of his preaching was the elite (figures) of society. After the Prophet Muhammad died, the implementation of da'wah was continued by khulafa ar-râsyidin. During this period, the spread and teaching of Islam, as well as the application of Islamic law in people's lives, was accompanied by the expansion of areas where Islam spread. After that, Islamic preaching was continued by the Daulah government, namely the Umayyah Daulah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, and others. Sejarah dakwah Islam secara umum dibagi kepada tiga periode, yaitu: periode klasik, pertengahan dan modern. Ketiga periode tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada masa nubuwwah terbagi menjadi  2  fase,  yaitu  fase mekkah dan madinnah. Dimana pada fase mekkah dakwah nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sasarannya dimulai dari orang- orang terdekat sedangkan pada fase madinnah dakwah nabi sudah dilakukan secara terang- terangan, sasaran dakwahnya adalah kaum elite (tokoh) masyarakat. Setelah Nabi Muhammad wafat, pelaksanaan dakwah dilanjutkan oleh khulafa ar- râsyidin. Pada masa ini, penyebaran dan pengajaran Islam serta penerapan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, diiringi dengan meluasnya daerah penyebaran Islam. Setelah itu dakwah Islam dilanjutkan oleh pemerintah Daulah, yaitu Daulah Umayyah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, dan lain-lain.
ANALISIS KONTROVERSI CROWDFUNDING PEMBANGUNAN MASJID OLEH DAUD KIM PADA AKUN YOUTUBE @KOREAREOMIT Hartono, Toni; Arianti; Sinaga, Ruwaida; Daruqutni, Imam; Husyaini, Arwin
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7485

Abstract

Technological advancements have driven the emergence of crowdfunding as a digital platform for fundraising. This study analyzes the controversy surrounding the fundraising initiative for the construction of a mosque in Daegu, South Korea, led by YouTuber Daud Kim through crowdfunding, and examines the concept from an Islamic perspective. The research employs a qualitative method with a netnographic approach, collecting data from social media, particularly the YouTube account @KoreaReomit. The findings indicate that the controversy arose due to the use of Daud Kim’s personal PayPal account, a lack of transparency, and non-compliance with the regulations set by the Muslim student community in Daegu. Kemajuan teknologi mendorong munculnya sistem crowdfunding sebagai sarana penggalangan dana digital. Penelitian ini menganalisis kontroversi penggalangan dana pembangunan masjid di Daegu, Korea Selatan, oleh YouTuber Daud Kim melalui crowdfunding, serta meninjau konsepnya dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan netnografi melalui media sosial, khususnya akun YouTube @Korea Reomit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi muncul akibat penggunaan akun PayPal pribadi, kurangnya transparansi, serta ketidaksesuaian dengan aturan komunitas mahasiswa Muslim di Daegu.
PERAN SANTUNAN YATAMA LAZISNU KUDUS DALAM PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN DAKWAH Marlina, Leni; Ardyansyah, M Dhani; Faizhin, Ahmad Nur; Sa’adah, Nailis; Firdaus, Azzahra Rodhatul; Silfiana, Vina Laura; Irmawarti, Indri; Mu’afiyah, Ulin; Mubarrok, M. Nurul; Rohmah, Siti Nur Hidayatur; Rochanah
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7918

Abstract

This study explores the role of the orphan assistance program implemented by the Amil, Zakat, Infaq, and Sadaqah Institution of Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus through its collaboration with Field Practice (PPL) students from UIN Sunan Kudus in fostering an Islamic generation. Using a descriptive qualitative approach, the research focuses on the collaboration process, the forms of activities carried out, and the impacts experienced by both the orphans and the students. Data were collected through interviews, observations, and program documentation. The findings reveal that the assistance program goes beyond providing material support; it also serves as a medium for character education and da’wah bil hal. The program not only improves the well-being of orphans but also enriches students’ experiences in practicing da’wah and strengthens LAZISNU as a zakat management institution. The collaboration demonstrates that the program can serve as an integrative model of social empowerment, where Islamic education and da’wah are applied in concrete actions to shape an Islamic generation that is independent, morally upright, and socially responsible. Penelitian ini menelaah peran program santunan yatama yang dilaksanakan oleh Lembaga Amil, Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus melalui kolaborasi dengan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) UIN Sunan Kudus dalam upaya membentuk generasi Islami. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini berfokus pada proses kerja sama, bentuk kegiatan yang dilakukan, serta dampak yang dirasakan baik oleh anak yatim maupun mahasiswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kegiatan. Temuan menunjukkan bahwa santunan tidak berhenti pada pemberian bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan dakwah bil hal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anak yatim, tetapi juga memberikan pengalaman dakwah yang berharga bagi mahasiswa serta memperkuat peran LAZISNU sebagai lembaga pengelola zakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa program santunan dapat menjadi model pemberdayaan sosial yang integratif, di mana pendidikan Islam dan dakwah dipraktikkan secara nyata untuk membentuk generasi Islami yang mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH DIGITAL DI RUBRIK RELIGI RADAR KUDUS Dimas Labib Al Azka; Rohimi, Primi
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.8221

Abstract

This study aims to analyze digital da’wah communication strategies in the Rubrik Religi of Radar Kudus as a local media outlet seeking to balance its da’wah mission with the principles of professional journalism. The focus of the study is directed toward examining how digital communication strategies are implemented to convey Islamic messages that are relevant to the Kudus community. The analysis employs Lasswell’s Communication Model, which encompasses five key elements—who says what, through which channel, to whom, and with what effect. This model is used to examine the role of the editorial team as the communicator, the form and structure of da’wah messages, the digital media utilized, the characteristics of the target audience, and the communicative effects produced. The research adopts a descriptive qualitative approach through rubric observation and literature review. The findings indicate that Radar Kudus implements persuasive, reflective, and educative da’wah strategies using a popular journalistic style grounded in Islamic values. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi dakwah digital dalam Rubrik Religi Radar Kudus sebagai media lokal yang berupaya menyeimbangkan misi dakwah dengan prinsip jurnalisme profesional. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana strategi komunikasi dakwah diterapkan melalui platform digital untuk menyampaikan pesan keislaman yang relevan bagi masyarakat Kudus. Kajian ini menggunakan Model Komunikasi Lasswell yang meliputi lima unsur komunikasi, yaitu siapa menyampaikan apa, melalui saluran apa, kepada siapa, dan dengan efek apa. Model tersebut digunakan untuk menelaah posisi redaksi sebagai komunikator, bentuk serta struktur pesan dakwah, medium digital yang dimanfaatkan, karakteristik audiens sasaran, dan dampak komunikatif yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi rubrik dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radar Kudus menerapkan strategi dakwah persuasif, reflektif, dan edukatif dengan gaya jurnalistik populer yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
ANTARA MIMBAR DAN PARLEMEN: PERAN PEMIMPIN PONDOK PESANTREN DALAM ISU DAKWAH POLITIK Millati, Disye Maulidiana; Khotimah, Khusnul
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7547

Abstract

This study examines the dual role of Islamic boarding school leaders who also serve in legislative bodies. Using a qualitative case study approach, this research analyzes the motivations, da'wah strategies, role conflicts, and socio-religious impacts of the political involvement of H. Musyaffa', Lc., the leader of the Al-Fattah Islamic Boarding School and a member of the Central Java Provincial Legislative Council (DPRD). The research findings indicate da'wah-based political involvement, supported by moral authority, but facing challenges in the form of role conflicts and public expectations. This study contributes to the understanding of the relationship between religious leadership and contemporary political dynamics in Indonesia. Penelitian ini mengkaji peran ganda pemimpin pondok pesantren yang sekaligus berkiprah dalam lembaga legislatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, penelitian ini menganalisis motivasi, strategi dakwah, konflik peran, serta dampak sosial-keagamaan dari keterlibatan politik H. Musyaffa’, Lc., pemimpin Pondok Pesantren Al-Fattah sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Temuan penelitian menunjukkan adanya keterlibatan politik berbasis dakwah yang ditopang oleh otoritas moral, namun menghadapi tantangan berupa konflik peran dan ekspektasi publik. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman hubungan antara kepemimpinan religius dan dinamika politik kontemporer di Indonesia.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5