cover
Contact Name
Bambang S Maarif
Contact Email
hikmah@unisba.ac.id
Phone
+6281224715295
Journal Mail Official
hikmah@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
HIKMAH : Jurnal Dakwah dan Sosial
ISSN : 14120453     EISSN : 27767302     DOI : https://doi.org/10.29313/hikmah.vi.2540
HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung yang memuat tentang hasil riset di bidang ilmu dakwah dan sosial. Tujuan jurnal ini adalah untuk memublikasikan dan menyebarluaskan tulisan-tulisan dalam bidang ilmu dakwah dan sosial yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara filosofis, teroritis, dan praktis . HIKMAH terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Maret dan Oktober. Hikmah menerima tulisan berbentuk riset kuantitatif maupun kualitatif dari akademisi, praktisi, peneliti, dan mahasiswa yang relevan dengan topik ilmu dakwah dan sosial.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 6, No. 1 Maret 2026" : 6 Documents clear
DAKWAH TRANSFORMATIF DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT DI DURI Haryanto, Rudi; Azzahra, Nabila; Chairiah Aulia Anwar
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.8666

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low level of economic independence among the Muslim community in Duri City, Riau, which is still dominated by the informal sector, limited access to capital, and a lack of literacy in sharia-based entrepreneurship. The study aims to analyze the role of transformative da'wah in fostering sustainable economic empowerment of the ummah. A qualitative descriptive method was employed, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews with religious leaders, mosque managers, and small business actors, as well as documentation of ongoing empowerment programs. The results show that transformative da'wah functions not only as a means of conveying spiritual values but also as a driver of social change through entrepreneurship training, the formation of community-based cooperatives, and the productive distribution of zakat. This approach encourages active community participation in building economic self-reliance based on Islamic principles, although challenges remain in terms of coordination, mentoring, and limited human resources. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya kemandirian ekonomi umat di Kota Duri, Riau, yang masih didominasi oleh sektor informal, keterbatasan akses modal, dan rendahnya literasi kewirausahaan berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dakwah transformatif dalam membangun pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, pengelola masjid, pelaku UMKM, serta dokumentasi program-program pemberdayaan yang berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah transformatif tidak hanya berperan sebagai media penyampaian nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial melalui pelatihan wirausaha, pembentukan koperasi jamaah, dan pengelolaan zakat produktif. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai Islam, meskipun masih menghadapi tantangan dalam aspek koordinasi, pendampingan, dan keterbatasan sumber daya manusia.
MEDIA DAKWAH KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PELESTARIAN BUDAYA DAN PENGUATAN IDENTITAS KEAGAMAAN DI DESA UJUNG PASIR Rahmat Pike Pirnanda; Hendri, Novi; Wirman, Hardi Putra; Jafar, Muslim
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.8965

Abstract

Abstract. This article examines Hari Raya Enam in Ujung Pasir Village as a medium of da’wah rooted in local wisdom and practiced as contextual religious communication. The study uses Asmuni Syukir’s theory of culture-based da’wah media, which emphasizes integrating Islamic values into local cultural forms accepted by society. This research is a qualitative field study in which the researcher directly engaged with the community through observation, participation, and dialogue to understand the meanings, practices, and social dynamics of the tradition. The findings show that Hari Raya Enam functions as an effective medium of da’wah because it conveys messages of faith, worship, and social harmony. Da’wah is delivered through cultural activities, allowing participants to receive religious values naturally without feeling lectured or pressured. Through active involvement in the celebration, community members indirectly become recipients of da’wah messages. Therefore, Hari Raya Enam can be regarded as a practical and relevant form of da’wah media that strengthens both religious values and community solidarity in local society. Abstrak. Artikel ini mengkaji Hari Raya Enam di Desa Ujung Pasir sebagai media dakwah yang berakar pada kearifan lokal dan dipraktikkan sebagai komunikasi keagamaan yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan teori media dakwah berbasis budaya Asmuni Syukir, yang menekankan integrasi nilai-nilai Islam ke dalam bentuk budaya lokal yang diterima masyarakat. Penelitian ini merupakan studi lapangan kualitatif, di mana peneliti terlibat langsung dengan masyarakat melalui observasi, partisipasi, dan dialog untuk memahami makna, praktik, serta dinamika sosial tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hari Raya Enam berfungsi sebagai media dakwah yang efektif karena menyampaikan pesan-pesan keimanan, ibadah, dan keharmonisan sosial. Dakwah disampaikan melalui kegiatan budaya sehingga peserta menerima nilai-nilai keagamaan secara alami tanpa merasa diceramahi atau ditekan. Melalui keterlibatan aktif dalam perayaan, masyarakat secara tidak langsung menjadi penerima pesan dakwah. Oleh karena itu, Hari Raya Enam dapat dipandang sebagai bentuk media dakwah yang praktis dan relevan dalam memperkuat nilai keagamaan serta solidaritas masyarakat lokal.
ADVOKASI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM: STUDI KASUS DI UPTD PPA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Tindas Gustiana, Mona; Wijaya, Ida Suryani
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9161

Abstract

Abstract. The surge in sexual violence cases in East Kalimantan Province (579 cases as of September 2022) demands an advocacy model that goes beyond formal legal approaches. This study analyzes victim advocacy through an Islamic communication perspective at the UPTD PPA (Principal Implementation Unit for Women and Children), using a qualitative case study approach on five cases (2022–2023). Data were collected through interviews, observation, and documentation, and analyzed thematically. The results indicate that the advocacy standard operating procedure (SOP) effectively integrates legal, psychological, and medical services, and is reinforced by the Islamic communication ethics of qaulan ma'rufan (good character), ta'awun (conciliation), and da'wah bil hal (prosperous character) and bil qaul (prosperous character). This integration accelerates the restoration of victims' dignity, reduces re-victimization, and builds collective empathy. Advocacy serves as an instrument of social transformation through shura (law and order) and maqasid (objectives of sharia). These findings confirm that advocate Islamic communication is a strategic operational framework that strengthens the fulfillment of victims' rights while accelerating the welfare of the ummah. Abstrak. Lonjakan kasus kekerasan seksual di Provinsi Kalimantan Timur (579 kasus hingga September 2022) menuntut model advokasi yang melampaui pendekatan legal formal. Penelitian ini menganalisis advokasi korban melalui perspektif komunikasi Islam di UPTD PPA dengan pendekatan kualitatif studi kasus terhadap lima kasus (2022–2023). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa SOP advokasi efektif mengintegrasikan layanan hukum, psikologis, dan medis, serta diperkuat oleh etika komunikasi Islam qaulan ma’rufan, ta’awun, dan dakwah bil hal serta bil qaul. Integrasi ini mempercepat pemulihan martabat korban, menekan reviktimisasi, dan membangun empati kolektif. Advokasi berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial melalui syura dan maqasid syariah. Temuan ini menegaskan komunikasi Islam advokatif sebagai kerangka operasional strategis yang memperkuat pemenuhan hak korban sekaligus mengakselerasi maslahah ummah.
MODERASI BERAGAMA DAN TANTANGAN DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL: REKONSTRUKSI DALAM MULTIKULTURAL INDONESIA Asrizal; Rahmat Hidayat; Novita, Sri
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9331

Abstract

Abstract. This article aims to explore the reconstruction of religious moderation (wasathiyyah) within the horizon of Islamic da’wah amidst the complexities of Indonesia's multicultural society. Utilizing a qualitative library research method, this study dissects how moderate values are produced and distributed in the digital age. The findings indicate that moderation is no longer merely a static theological doctrine but has evolved into a dynamic communicative strategy. In practice, digital da’wah is heavily influenced by media framing, where the construction and "packaging" of messages determine whether the audience embraces peaceful narratives or becomes ensnared in polarization. Crucial challenges arise from echo chamber effects and the fragmentation of religious authority, which frequently marginalize moderate messages. Consequently, future da’wah strategies must master creative framing praxis, packaging Islamic substance through inclusive visual language that remains responsive to local nuances. Through precise narrative framing, digital media can transcend its role as a mere transmission tool, transforming into a dialogical space that reinforces social cohesion and harmony within a pluralistic nation. Abstrak. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi rekonstruksi konsep moderasi beragama (wasathiyyah) dalam cakrawala dakwah Islam di tengah kompleksitas masyarakat multikultural Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini membedah bagaimana nilai-nilai moderasi diproduksi dan didistribusikan di era digital. Temuan menunjukkan bahwa moderasi kini bukan sekadar doktrin teologis statis, melainkan sebuah strategi komunikasi yang dinamis. Dalam praktiknya, dakwah digital sangat dipengaruhi oleh framing media, di mana cara pesan dikonstruksi dan "dibungkus" menentukan apakah audiens akan menerima narasi damai atau justru terjebak dalam polarisasi. Tantangan krusial muncul dari efek echo chamber dan fragmentasi otoritas keagamaan yang sering kali menenggelamkan pesan-pesan moderat. Oleh karena itu, strategi dakwah masa depan harus mampu menguasai praksis framing yang kreatif, mengemas substansi keislaman dengan bahasa visual yang inklusif dan responsif terhadap isu lokal. Melalui pembingkaian narasi yang tepat, media digital dapat bertransformasi dari sekedar alat transmisi menjadi ruang dialogis yang memperkuat kohesi sosial dan harmoni di tengah keberagaman bangsa.
SPIRITUAL RETREAT KOMUNITAS DIASPORA: PROGRAM I’TIKAF AKHIR PEKAN DI MASJID AN-NUR NOTOGAWA JEPANG Muhammad Fahmi Muafa; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Mauludi
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9711

Abstract

Abstract. This study analyzes the weekend i’tikaf program at An-Nur Notogawa Mosque, Japan, as a form of spiritual retreat in the Muslim diaspora community, focusing on service quality and the process of creating shared value between administrators and congregants. The research uses a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation, and is analyzed using the Service Quality (SERVQUAL) and Service-Dominant Logic (SDL) frameworks. The results show that the i’tikaf program is managed in a structured, adaptive, and participatory manner, and meets the five dimensions of service quality: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. In addition, spiritual and social values are created through the active involvement of congregants as co-creators of value through the integration of resources and social interaction. This program has an impact on increasing religiosity, community cohesion, and strengthening Islamic identity in minority environments. These findings confirm that i’tikaf is a community-based religious service that is effective in strengthening the spiritual and social resilience of the Muslim diaspora. Abstrak. Penelitian ini menganalisis program i’tikaf akhir pekan di Masjid An-Nur Notogawa, Jepang, sebagai bentuk spiritual retreat dalam komunitas Muslim diaspora, dengan fokus pada kualitas layanan dan proses penciptaan nilai bersama antara pengurus dan jamaah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kerangka Service Quality (SERVQUAL) dan Service-Dominant Logic (SDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program i’tikaf dikelola secara terstruktur, adaptif, dan partisipatif, serta memenuhi lima dimensi kualitas layanan: bukti nyata, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Selain itu, nilai spiritual dan sosial tercipta melalui keterlibatan aktif jamaah sebagai co-creator of value melalui integrasi sumber daya dan interaksi sosial. Program ini berdampak pada peningkatan religiusitas, kohesi komunitas, dan penguatan identitas keislaman di lingkungan minoritas. Temuan ini menegaskan bahwa i’tikaf merupakan layanan keagamaan berbasis komunitas yang efektif dalam memperkuat ketahanan spiritual dan sosial Muslim diaspora.
PERENCANAAN DAKWAH GERAKAN ISTIQOMAH SEDEKAH DALAM MEMBANGUN KESADARAN FILANTROPI ISLAM KOTA MEDAN Satria Faldhi Nasution; Mohd Iqbal Abdul Muin
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 6, No. 1 Maret 2026
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v6i1.9832

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the da‘wah planning implemented by Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) in Medan in fostering Islamic philanthropy awareness among the community. Islamic philanthropy awareness has become increasingly significant in contemporary social conditions marked by economic inequality and the weakening of social solidarity. This study employs a qualitative descriptive approach, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected through purposive sampling, involving administrators and program coordinators of GIS. The findings indicate that GIS da‘wah planning is systematically and contextually structured through six main stages: analysis of social conditions, formulation of da‘wah objectives, determination of target groups, development of strategies and programs, management of time, scale, and resources, and implementation of monitoring and evaluation mechanisms. These stages are realized through various philanthropic da‘wah programs, including dawn almsgiving, mosque carpet waqf, social assistance for orphans and vulnerable groups, and collaborative initiatives with other communities and institutions. The study demonstrates that GIS da‘wah planning aligns with Islamic values, responds effectively to social needs, and contributes to sustainable philanthropic practices. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dakwah yang dilakukan oleh komunitas Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) Kota Medan dalam membangun kesadaran filantropi Islam di tengah masyarakat. Kesadaran filantropi Islam menjadi isu penting seiring meningkatnya kesenjangan ekonomi dan melemahnya solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive, melibatkan pengurus dan koodinator program GIS. Hasil peneliian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah GIS disusun secara sistematis dan kontekstual melalui enam tahapan utama, yaitu analisis kondisi sosial masyarakat, penetapan tujuan dakwah, penentuan sasaran, perumusan strategi dan program dakwah, pengelolaan sumber daya, serta evaluasi. Tahapan perencanaan tersebut diimplementasikan dalam berbagai program filantropi, seperti sedekah subuh, wakaf karpet masjid, bantuan sosial bagi anak yatim dan kelompok rentan, serta program kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga. Penelitian ini menegaskan bahwa perencanaan dakwah berbasis filantropi islam yang berlandaskan nilai-nilai islami, adaptif terhadap kondisi social dan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran sosial dan partisipasi masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6