cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 100 Documents
STATUS KUALITAS AIR DI SEKITARAN SUNGAI GUNUNG BATU DI KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sevira Siane Laraseti; Mijani Rahman; Pathul Arifin
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ungai Gunung Batu di Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan merupakan aliran air yang berada di daerah PT. Bridgestone Kalimantan Plantation perusahaan ini merupakan industri yang bergerak dibidang pengolahan karet dan memproduksi barang setengah jadi. Proses pengolahan karet sendiri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah buangan seperti pencemaran udara, limbah padat dan limbah cair. Pembuangan limbah cair diperairan akan menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai selain itu juga mempengaruhi kondisi kelayakan air untuk kegiatan perikanan. Untuk mengetahui status mutu air maka dilakukan pengambilan sampel dengan parameter Fisika dan Kimia yaitu : Suhu, Kecerahan, DO (Oksigen Terlarut), pH (Derajat Keasaman), Nitrat (NO3), Fosfat (PO4) dan Amonia (NH3). Analisis data dengan menggunakan metode STORET. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat parameter yang sudah melewati dan belum mencapai batas baku mutu yaitu parameter pH (7,51-4,51), NO3 (20,7-0,1) dan PO4 ( 2,44-0,09) hasil ini didapat menurut Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001. Sedangkan hasil analisis dengan menggunakan metode STORET yaitu pada stasiun 1 (-28), stasiun 2 (-16) dan stasiun 3 (-22) hasil ini menunjukan aliran sungai gunung batu kecamatan bati-bati masuk kedalam katagori kelas C yaitu Tercemar Sedang Gunung Batu River Flow in Bati-Bati District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan Province, is a water flow in the area of ​​PT. Bridgestone Kalimantan Plantation is a company engaged in rubber processing and producing semi-finished goods. In addition to producing rubber products, the rubber processing process itself also produces waste products such as air pollution, solid waste and liquid waste. Disposal of liquid waste in water will have a negative impact on ecosystems and people living in watersheds while also affecting the condition of water worthiness for fisheries activities. To find out the status of water quality, samples were taken with Physics and Chemical parameters, namely: Temperature, Brightness, DO (Dissolved Oxygen), pH (Acidity), Nitrate (NO3), Phosphate (PO4) and Ammonia (NH3). Data analysis using the STORET method. The results showed that there are parameters that have passed and have not yet reached the quality standard, namely pH (7.51-4.51), NO3 (20.7-0.1) and PO4 (2.44-0.09) results this was obtained according to Government Regulation No. 82 of 2001. While the results of the analysis using the STORET method are at station 1 (-28), station 2 (-16) and station 3 (-22) these results indicate the flow of the mountain river of Batu batu sub-district of bati-bati into the category C class that is Medium Contaminated.
KERAGAAN ORGANISME PLANKTON DI SUNGAI RIAM KANAN KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Timothy Edward Purwanto; Mijani Rahman; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan pada umumnya terdapat berbagai macam organisme yang hidup didalamnya, salah satunya yaitu plankton. Plankton merupakan hewan yang hidup di air bentuknya berukuran mikroskopis dan hidupnya melayang mengikuti arus. Penelitian ini dilakukan di Sungai Riam Kanan dalam kurun waktu 5 bulan, yang bertujuan untuk mengetahui jenis plankton, tingkat kesuburan perairan berdasarkan kelimpahan plankton dan kondisi kualitas air di Sungai Riam Kanan pada lokasi stasiun yang berbeda peruntukannya. Lokasi penelitian terbagi 3 yaitu perkebunan/tambang pasir, pariwisata dan permukiman. Pengambilan sampel plankton dilakukan secara Periodical Sampling sebanyak 3 kali dengan interval waktu 7 hari. Pengukuran parameter insitu meliputi, suhu, DO, pH, kecerahan dan arus. Pengukuran eksitu meliputi nitrat, fosfat dan analisis plankton. Fitoplankton yang ditemukan di Sungai Riam Kanan terdiri dari 7 Filum Bacillariophyta, Euglenophycota, Ochrophyta, Chlorophyta, Cyanobacteria, Charophyta, Ciliophora, dan zooplankton terdiri dari 2 filum yaitu Arthropoda, Rotifera. Dari hasil skor perhitungan Indeks Kesuburan Plankton bahwa Sungai Riam Kanan termasuk kedalam kategori dengan tingkat kesuburan yang sedang. Lokasi stasiun 3 (permukiman) cenderung memiliki kualitas perairan yang cukup baik untuk mendukung pertumbuhan plankton. Water in general there are various organisms that live in it, one of which is plankton. Plankton are animals that live in microscopic-sized water and their lives drift along the current. This research was conducted in the Riam Kanan River within 5 months, which aims to find out the type of plankton, the fertility rate of the waters based on the abundance of plankton and water quality conditions in the Riam Kanan River at different station locations. The research site is divided into 3 namely plantations/ sand mines, tourism and settlements. Plankton sampling is conducted periodically sampling 3 times with a time interval of 7 days. Measurements of insitu parameters include, temperature, DO, pH, brightness and current. Measurements include nitrates, phosphate and plankton analysis. Phytoplankton found in the Riam Kanan River consist of 7 Phylum Bacillariophyta, Euglenophycota, Ochrophyta, Chlorophyta, Cyanobacteria, Charophyta, Ciliophora,and zooplankton consisting of 2 phylums namely Arthropoda, Rotifera. From the results of the calculation score of Plankton Fertility Index that the Riam Kanan River belongs to the category with a moderate fertility rate. Station location 3 (settlement) tends to have good water quality to support plankton growth.
EFEKTIFITAS BEBERAPA JENIS GULMA AIR TERHADAP PENURUNAN KADAR LOGAM BERAT PADA AIR BEKAS GALIAN PASCA TAMBANG BATUBARA(VOID) Novi Karyati; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) “Mengetahui efektifitas gulma air kangkung (Ipomoea aquatic Forst) Eceng Gondok (Eichornia crassipes) (Mart) solms, dan Kiambang (Salvinia molesta) terhadap penurunan kadar logam berat pada air bekas galian pasca tambang batubara , (2) Mengetahui efektifitas retensi waktu dari gulma air terhadap penurunan kadar logam berat pada bekas galian pasca tambang batubara. Penelitian ini dilaksanakan selama 11 bulan dari bulan November 2020 sampai februari 2021. Lokasi pengambilan sampel air di lakukan di PT. Arutmin Site Asam-Asam Indonesia Kalimantan Selatan, Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu penentuan lokasi yang dianggap penting dan mewakili serta menggambarkan keadaan perairan secara keseluruhan. Metode analisis data yaitu (1) analisis deskriptif, (2) Analisis trend (Trend Analisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas air yang diperoleh dari hasil pengolahan Air Asam Tambang dengan metode fitoremediasi pada media wadah dalam waktu 4 periode yaitu terdapat konsentrasi akhir kadar Mn pada tumbuhan kangkung (3,09), eceng gondok (3,11), dan kiambang (4,11), sedangkan konsentrasi Fe pada Tumbuhan air kangkung (1,02), eceng gondok (1,41), dan kiambang sebesar (2,16). (2) nilai IFR (Indeks fitoremediasi) Kadar Mn mampu di serap oleh tumbuhan Kangkung sebesar 66,44%, Eceng gondok sebesar 66,23%, dan Kiambang sebesar 55,37%, dan penyerapan kadar Fe oleh Kangkung 65,03%, eceng gondok 39,22%,dan Kiambang 6,89%.
TREK IKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN DAN DISTRIBUSINYA Den Candra Supriyadi; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia, Indonesia disebut sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terluas dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah dan panjang garis pantai mencapai 104.000 km, laut Indonesia memiliki total sekitar 3,544 juta km2 atau sekitar 70% dari wilayah Indonesia itu sendiri. Pelabuhan perikanan adalah prasarana pendukung untuk meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mendorong investasi di bidang perikanan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan apa saja yang didaratkan dan didistribusikan di Pelabuhan Perikanan yang ada di Banjarmasin, mengetahui trek dari kapal yang mendaratkan ikan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan di Banjarmasin, serta mengetahui trek dari distribusi ikan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Berdasarkan hasil dari penelitian jenis-jenis ikan hasil tangkapan yang kemudian didaratkan dan di distribusikan ialah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta), Ikan Layang (Detapterus pusailus), Ikan Selar Tetengkek (Megalaspis cordyla), Ikan Lemuru (Sardinella lemuru), Ikan Cipa-Cipa (Atropus atropus), Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Cumi-Cumi (Loligo sp.) dan Ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Trek kapal yang mendaratkan hasil dari tangkapan ikannya di pelabuhan perikanan Banjarmasin berasal dari perairan Selat Makkasar, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan dan Pulau Sembilan. Sedangkan didaratan berasal dari daerah Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap dan Pelaihari. Trek tujuan pendsitribusian ikan didaratan di distribusikan kedaerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. In the world Indonesia is the largest archipelagic state with a total of 17,504 islands and coastline length reaching 104,000 km, Indonesia's total sea area of ​​around 3,544 million km2 or around 70% of Indonesia's territory. Fishing port is an infrastructure that supports the increase of fishermen's income while encouraging investment in the fishery sector. The purpose of this time is to find out the types of fish landed and distributed at the Banjarmasin Fishery Port, to know the fishing boat tracks that landed their catches at the Banjarmasin Fishery Port, and to know the distribution tracks of the catched fish landed at the Banjarmasin Fishery Port. Based on the results of the research, the types of catched fish that were landed and distributed were Tuna Fish (Euthynnus affinis), Mackerel Fish (Rastrelliger kanagurta), Flyfish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru (Sardinella lemuru), Flying Fish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru Fish (Sardinella lemuru), Cipa-Cipa Fish (Atropus atropus), Shrimp Vaname (Litopenaeus vannamei), Squid (Loligo sp.) And Kuwez Fish (Caranx ignobilis). Boat tracks that land fish catches at the Banjarmasin fishing port come from the waters of the Makkasar Strait, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan and Sembilan Island. While the land comes from Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap and Pelaihari areas. The destination tracks for land fish distribution are distributed to the regions of South Kalimantan, Central Kalimantan and West Kalimantan.
ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR KEGIATAN KERAMBA JARING APUNG DI DANAU BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA DI DESA PALAM Rina Arianti; Mijani Rahman; Suhaili Asmawi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Galuh Cempaka adalah danau buatan yang terbentuk dari kegiatan penambangan intan oleh PT. Galuh Cempaka di Desa Palam. Setelah lama diabaikan, danau ini digunakan oleh masyarakat setempat sebagai lokasi untuk membesarkan ikan nila di keramba jaring apung. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya tampung beban pencemar dari kegiatan keramba jaring apung yang bisa ditampung oleh danau, terkhusus pada parameter Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nitrat (NO3-N) , dan Fosfat (PO4-P), kemudian mengetahui status mutu perairan danau yang digunakan sebagai media dari kegiatan keramba jaring apung terhadap status baku mutu air kelas I dan II PERGUB Nomor 05 Tahun 2007 menggunakan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian DTBPA terhadap parameter Total Suspended Solid (TSS) maksimum sebesar 145.951 Kg/hari dengan tingkat kekritisan 0,18% - 0,50%, Biological Oxygen Demand (BOD) maksimum sebesar 10.179,6788 Kg/hari dengan tingkat keritisan 0,05% - 13,1%, Dissolved Oxygen (DO) minimum sebesar (-) 8.880 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 1,08% - 2,15%, Nitrat (NO3-N) maksimum sebesar 35.236,3 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 0,01% - 0,05%, dan Fosfat (PO4-P) maksimum sebesar 569,5768 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 0,20% - 1,65%. Penentuan status mutu air Danau Galuh Cempaka menggunakan metode STORET baku mutu air kelas I dan II stasiun 1 dengan skor -34 s/d -36 masuk dalam kelas D kondisi perairan buruk kategori cemar berat, stasiun2 dan 3 dengan skor -28 s/d -29 masuk dalam kelas C kondisi perairan sedang kategori cemar sedang. Lake Galuh Cempaka is a void formed by diamond mining activities by PT. Galuh Cempaka in Palam Village. After being neglected for a long time, the lake was used by the local community as a location for rearing tilapia in floating net cages. This study aims to determine how much the capacity of pollutant load from floating net cage activities that can be accommodated by lakes, specifically on the parameters of Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nitrate (NO3-N ), and Phosphate (PO4-P), then find out the status of the lake water quality which is used as a medium of floating net cage activities against the water quality standard status of classes I and II PERGUB Number 05 of 2007 uses the STORET method. Based on the results of the DTBPA study on the maximum Total Suspended Solid (TSS) parameter of 145,951 kg / day with a critical level of 0.18% - 0.50%, a maximum Biological Oxygen Demand (BOD) of 10,179,6788 kg / day with a level of 0, 05% - 13.1%, Dissolved Oxygen (DO) minimum of (-) 8,880 Kg / day with a critical level of 1.08% - 2.15%, Nitrate (NO3-N) maximum of 35,236.3 Kg / day with a critical level of 0.01% - 0.05%, and Phosphate (PO4-P) with a maximum of 569.5768 kg / day with a criticality level of 0.20% - 1.65%. Determination of the water quality status of Lake Galuh Cempaka using the STORET method of water quality class I and II station 1 with a score of -34 s / d -36 included in class D in bad water conditions heavy polluted categories, stations 2 and 3 with a score of -28 s/d - 29 included in class C medium water conditions medium polluted category.
KONDISI DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR SUB DAS NEGARA di KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Rezky Yolanda; Mijani Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertemuan Sub DAS Negara dengan Anak Sungai Amandit Di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan menunjukkan perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air sungai. Secara kasat mata terlihat perbedaan tingkat kejernihan air dari aliran Sungai Amandit Desa Balah Paikat dan Sub DAS Negara Desa Baruh Kembang di Kecamatan Daha Utara. Perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air di DAS Negara menimbulkan perbedaan jenis ikan yang dibudidayakan di aliran tersebut. Parameter yang diukur yaitu: DO (Oksigen Terlarut), pH (Derajat Keasaman), suhu, kecerahan, nitrat (NO3), fosfat (PO4) dan amonia (NH3). Analisis data menggunakan metode STORET dan Environment Quality Index (EQI) secara deskriptif dengan acuan studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status mutu air Sub DAS Negara dikategorikan dalam status mutu air kelas C yaitu tercemar sedang. Terdapat 2 parameter kualitas air seperti pH (4,84 – 5,52) dan NH3 (0,3 – 0,4 mg/L) telah melampaui batas baku dari standar baku mutu untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (kelas II) menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai. Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil bahwa stasiun I mempunyai nilai EQI dengan kategori sesuai dan stasiun II dan III dengan kategori cukup sesuai untuk kegiatan budidaya. Confluencing DAS State Sub with Amandit tributaries in Daha North District of South Hulu Sungai District shows differences in nature and quality characteristics of river water. With the naked eye, there is a difference in the clarity of water from the river Amandit of Balah Paikat and SUB DAS Negara village Baruh Kembang in Daha North District. Differences in water quality properties and characteristics DAS State evokes different types of fish cultivated in the flow. The measured parameters are: DO (dissolved oxygen), pH (degree of acidity), temperature, brightness, nitrate (NO3), PHOSPHATE (PO4) and ammonia (NH3). Data analysis uses the STORET and Environment Quality Index (EQI) methods descriptively with the reference of the Library study. The results showed that the quality status of Sub-country water is categorized in a class C water quality status that is contaminated medium. The two Parameters of water quality such as PH (4.84 – 5.52) and NH3 (0.3 – 0.4 mg/L) have exceeded the standard limits of quality standards for freshwater aquaculture (class II) according to Governor regulation South Kalimantan number 05 year 2007. The results of pond water feasibility at the research site calculated using the Environment Quality Index (EQI) method shows the result that station 1 have an EQI value with a category and station II and III with categories are suitable for cultivation activities.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERDAPAT DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Kastrina Ageliani; Rizmi Yunita; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ‘Keanekaragaman Jenis Ikan Yang Terdapat di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan’ bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif (KR), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (C) dan untuk mengetahui kualitas air di sungai barito kecamatan aluh-aluh kabupaten banjar untuk kehidupan ikan payau. Metode pengambilan data yang digunakaniyaitu PurposivemSampling dengan menentukan titik-titik stasiun tertentu yang mewakili Sungai Barito. Alat yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Tuguk (Stow nets), Rempa (Seine nets) dan Pancing (Line pole). Hasil tangkapan ikan selama penelitian dari 3 stasiun dalam 3 minggu dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali pada semua stasiun secara bersamaan yaitu berjumlah 503 ekor dengan jumlah famili 17 dan jenis ikan berjumlah 18 jenis. Sungai Barito memiliki kelimpahan ikan dengan jumlah 503 ekor, indeksskeanekaragamani(H’) berkisarrantara 1,713 – 2,398, indeks keseragaman (E) berkisarrantara 0,926 – 0,957 dannindeks dominasi (C) berkisarrantara 0,100 – 0,192. Hasil penelitian di perairan Sungai Barito nilai kualitas air masih optimal untuk peruntukan biota perairan. The study 'Fish Species Diversity in the Barito River, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, South Kalimantan Province' aims to determine the relativeeabundance (KR), diversitynindex (H '), uniformity indexi(E), dominanceiindex (C) and to find out water quality in the barito river, aluh-aluh district, banjar regency, for the life of brackish fish. The data collection method used is Purposive Sampling by determining specific station points that represent the Barito River. The tools used in sampling are Stow nets, Rakes (Seine nets) and Line poles. Fish catches during the study from 3 stations in 3 weeks with a time of taking once a week at all stations simultaneously amounting to 503 fish with a number of families 17 and fish species totaling 18 species. Barito River has an abundance of 503 fish, diversity index (H ') ranges from 1,713 - 2,398, uniformity indexi(E) rangessfromn0.926 - 0.957 and dominanceeindex (C) rangesifrom 0.100 - 0.192. The resultssof research innthe waters offthe Barito River valueeof water quality is still optimal for allotment of aquatic biota
STATUS MUTU AIR DAN KELAYAKAN HIDUP IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus, Bleeker) YANG DIPELIHARA DALAM KERAMBA JARING APUNG DI ALIRAN SUNGAI RIAM KANAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sri Arni Agustini Kalsum; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Riam Kanan adalah sungai yang bermuara dari Waduk Ir. Pangeran Muhammad Noor atau Waduk Riam Kanan. Sungai Riam Kanan dimanfaatkan warga dengan berbagai macam aktivitas, salah satunya adalah peruntukkan perikanan yaitu budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung. Semerbaknya jumlah KJA yang sangat banyak, akan mempengaruhi kualitas air dan kelayakan hidup ikan nila hitam (Oreochromis niloticus, Bleeker). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu aliran sungai Riam Kanan dan mengetahui kualitas perairan untuk kehidupan ikan nila hitam. Penelitian ini mengukur bagian inlet, tengah, dan outlet KJA. Parameter yang diukur mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 01-6495.1-2000, yang akan dianalisis dengan metode STORET dan perbandingan SNI. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Hulu mendapatkan hasil yang memenuhi baku mutu, tengah merupakan perairan yang baik, hilir merupakan perairan yang cukup baik. Riam Kanan River is a river which led of Ir. Pangeran Muhammad Noor or Riam Kanan lake. Riam Kanan River is used by people to many activities, one of the activities, is allocation to fisheries are aquaculture with floating net cages system. A lot of floating net cages, will influence water quality and feasibility of Black Tilapia’s (Oreochromis niloticus, Bleeker) life. The purpose of the study research are determine a qualities of Riam Kanan River and determine a water quality to Black Tilapia’s life. This research measured the inlet, middle, and outlet of floating net cage. The parameter which measured is led from Standar Nasional Indonesia 01-6495.1-2000, which will analyzed with STORET method and SNI comparison. The result of this research is inlet is a river which meet a standards, middle is a river which have a good quality, and outlet have a fairly good river.
STATUS MUTU AIR SUNGAI KOTA BANJARMASIN BERDASARKAN INDEKS KUALITAS AIR DAN INDEKS STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON Mahdiah Mahdiah; Mijani Rahman; Suhaili Asmawi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian “Status Mutu Air Sungai Kota Banjarmasin Berdasarkan Indeks Kualitas Air dan Indeks Struktur Komunitas Plankton” bertujuan untuk mengetahui status mutu air di Sungai Kota Banjarmasin dilihat dari parameter kimia dan parameter biologi dengan menggunakan metode indeks pencemaran dan indeks struktur komunitas plankton, serta untuk mengetahui hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas pada status mutu air di sungai Kota Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli–Desember 2019. Metode yang digunakan berupa purposive sampling dan survey lapangan. Data yang diperoleh selama penelitian kemudian dianalisis dengan melakukan perhitungan menggunakan metode indeks pencemaran (IP), kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), indeks dominasi (D), dan indeks saprobitas (SI), serta dilakukan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas plankton yang terdapat di Sungai Kota Banjarmasin terdapat 31 spesies plankton, dengan nilai kelimpahan rata-rata berkisar antara 157-4.158 individu/L, indeks keanekaragaman berkisar antara 1,15-2,25, indeks keseragaman berkisar antara 0,53-0,82, dan indeks dominasi berkisar antara 0,14-0,49. Hasil perhitungan nilai indeks pencemaran berkisar antara 5,44-8,20 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria perairan tercemar sedang, sedangkan hasil perhitungan nilai indeks saprobitas berkisar antara 1,01-1,9 sehingga status mutu air tergolong kedalam kriteria Oligosaprobik (perairan belum tercemar sampai tercemar ringan) hingga β-Mesosaprobik (perairan tercemar ringan sampai tercemar sedang). Hasil dari analisis regresi linier sederhana dan uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara indeks pencemaran terhadap indeks saprobitas tergolong rendah The study “Banjarmasin City River Water Quality Status Based on Water Quality Index and Plankton Community Structure Index" aims to determine the status of water quality in the Banjarmasin City River viewed from chemical parameters and biological parameters using the pollution index method and plankton community structure index, and to find out the relationship between the pollution index and the saprobity index on the status of water quality in the river of the city of Banjarmasin. This research was conducted in July - December 2019. The method used in this research was purposive sampling and field survey. Data obtained during the study were then analyzed by calculating using the pollution index method (IP), plankton abundance (N), diversity index (H'), uniformity index (E), dominance index (D), and saprobity index (SI), then do a simple linear regression test and correlation test. The results showed that the plankton community in the Banjarmasin City River contained 31 plankton species, with an average abundance of between 157-4.158 individual/L, diversity index ranges between 1,15-2,25, the uniformity index ranges between 0,53-0,82, and the dominance index ranges between 0,14-0,49. Pollution index calculation results range between 5,44-8,20 so that the status of water quality is classified as moderate polluted waters, while the results of the calculation of the saprobity index range between 1,01-1,9 so that the status of water quality is classified as Oligosaprobic criteria (unpolluted waters until lightly polluted) until β-Mesosaprobic (lightly polluted waters until moderate polluted). The results of a simple linear regression analysis and correlation test show that the relationship between the pollution index and the saprobity index is relatively low.
ANALISIS KUALITAS AIR DAN TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN PADA KEDALAMAN BERBEDA DI DANAU TAMIANG KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sri Haryati; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perairan yang banyak digunakan dalam kegiatan sehari-hari adalah danau. Adanya aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kondisi perairan, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui keadaan perairan apakah tercemar atau tidak secara fisik (suhu, kecerahan) dan kimia (DO, pH, nitrat, fosfat, Total N, Total P) dengan perhitungan analisa menggunakan metode Indeks Pencemaran. Bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan dan tingkat trofik Danau Tamiang pada kedalaman perairan berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Desember 2019 dengan 3 stasiun. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kondisi di perairan pengamatan ke-1 diperoleh kisaran 0,748-0,836 (permukaan, tengah, dasar) yaitu kondisi baik. Pengamatan ke-2 diperoleh kisaran 0,359-0,978 (tengah, dasar) yaitu tercemar ringan. Status kesuburan yaitu pada tingkat kesuburan oligotrofik sampai eutrofik. Berdasarkan variabel Total N peraian Danau Tamiang memiliki status kesuburan oligotrofik dengan kisaran 0,006-0,570, sedangan berdasarkan Total P menunjukan status kesuburan bervariasi yaitu oligotrofik sampai eutrofik dengan kisaran 0,007-0,230

Page 2 of 10 | Total Record : 100