cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 100 Documents
KEBIASAAN MAKAN (Food Habits) DAN KEBIASAAN CARA MEMAKAN (Feeding Habits) IKAN KIPAR (Scatophagus argus) DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Victorian Edwin Purwanto; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ‘Kebiasaan Makan (Food Habits) Dan Kebiasaan Cara Memakan (Feeding Habits) Ikan Kipar (Scatophagus argus) Di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan’ bertujuan untuk mengetahui makanan yang di makan ikan kipar (Scatophagus argus), pengelompokan ikan kipar (Scatophagus argus), dan kebiasaan cara makan ikan kipar (Scatophagus argus), serta pemahaman kelangsungan hidup ikan. Data yang diambil menggunakan metode yaitu Purposive Sampling dengan menentukan titik-titik stasiun yang mewakili sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh. Sampel ikan kipar diambil pada dua stasiun, dengan total sampel 70 ekor ikan terdiri dari 60 lambung berisi dan 10 lambung kosong. Data diambil di lapangan dan di laboratorium dengan mengukur frekuensi organisme makanan ikan kipar, menghitung volume lambung ikan kipar, dan Indeks Preponderance ikan kipar. Makanan utama ikan kipar (Scatophagus argus) berdasarkan Indeks Preponderance pada dua stasiun adalah potongan udang dengan nilai 50,1%. Berdasarkan komposisi isi lambung, tipe gigi (canine), serta panjang ususnya (1-2 kali panjang tubuh) maka dapat disimpulkan ikan kipar (Scatophagus argus) bersifat omnivora yang cenderung karnivora. The study 'Food Habits and Feeding Habits of Scatophagus argus in the Barito River in the Aluh-Aluh District of Banjar Regency in South Kalimantan Province' aims to find out the foods that are eaten by Kipar fish (Scatophagus argus), grouping Kipar fish (Scatophagus argus), and the habit of eating Kipar fish (Scatophagus argus), and understanding the survival of fish. The data collection method used is Purposive Sampling by determining station points that represent the Barito river, Aluh-Aluh District. Kipar fish samples were taken at two stations, with a total sample of 70 fish consisting of 60 filled stomach and 10 empty stomach. Data was collected in the field and in the laboratory by measuring the frequency of kipar fish food organisms, calculating the volume of kipar stomach, and Kipar fish Preponderance Index. The main food of kipar (Scatophagus argus) based on the Preponderance Index at two stations is shrimp pieces with a value of 50.1%. Based on the composition of the contents of the stomach, the type of teeth (canine), and the length of the intestine (1-2 times the body length) it can be concluded that kipar (Scatophagus argus) is omnivores which tends to be carnivores.
VARIASI BIOMASSA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP DERAJAT KEASAMAN (pH) PADA AIR LIMBAH SASIRANGAN M. Rizaldy Fahmi; Mijani Rahman; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ”Variasi Biomassa Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Terhadap Derajat Keasaman (pH) Pada Air Limbah Sasirangan” adalah untuk mengetahui pengaruh variasi biomassa gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) sebagai fitoremidiator terhadap pH pada air limbah sasirangan dan untuk mengetahui pengaruh waktu pengamatan khususnya perbandingan antara sesi pagi dan petang terhadap keefektifitasan eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) dalam menstabilkan pH pada air limbah sasirangan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh varian biomassa eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) berpotensi dalam proses penurunan nilai derajat keasaman (pH) pada limbah cair industri pembuatan kain sasirangan meski tidak mencapai titik netral namun telah sesuai dengan batas yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta berdasarkan waktu penelitian yang dilakukan selama 3 pekan dengan membandingkan hasil pengamatan sesi pagi (6 WITA) dan sesi petang (18 WITA) didapat berupa persentase penurunan pH untuk perlakuan A1 sebesar 4,09 %, A2 sebesar 4,20 % dan A3 sebesar 4,85 % dari rerata kontrol sebesar 9,28. Sedangkan persentase penurunan nilai pH pada pengamatan sesi petang yaitu untuk perlakuan A1 sebesar 4,49 %, A2 sebesar 4,70% dan A3 sebesar 5,24% dari rerata kontrol sebesar 9,36. The research “Variation Of Water Hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) Biomass Against The Degree Of Acidity (pH) On Sasirangan Wastewater” aims to determine the effect of variation in the water hyacinth biomass (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) as a phytoremidiator on pH in Sasirangan wastewater and to determine the effect of observation time, specifically the comparison between dawn and dusk sessions on the effectiveness of water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) in stabilizing the pH of Sasirangan wastewater. The results showed that all variants of water hyacinth biomass (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) have the potential to decrease the acidity (pH) value of liquid waste in Sasirangan fabric manufacturing industry. Although it does not reach a neutral point, but later in accordance with the limits determined by Provincial Government of South Kalimantan and based on the time of the research carried out for 3 weeks by comparing the observations of the dawn session (6 A.M) and dusk session (6 P.M) obtained the percentage form of pH decrease for A1 treatment value of 4.09%, A2 by 4.20% and A3 by 4.85% from the average control value of 9.28. While the results obtained in the percentage form of pH decrease within dusk session observation shown A1 treatment value of 4,49%, A2 by 4,70% and A3 by 5,24% from the average control value of 9,36.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rizkiah Fitriyani; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Aluh-Aluh merupakan wilayah Kepulauan Kalimantan Selatan yang memiliki potensi perikanan cukup tinggi. Kegiatan sehari-hari masyarakat berdampak pada kualitas air di sungai yang apabila kualitas air menurun akan mempengaruhi kehidupan ikan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kualitas air dan mempengaruhi hubungan panjang dan berat ikan diSungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dalam pola pertumbuhan isometrik atau pertumbuhannya bersifat allometrik. Hasil penelitian pada 3 stasiun pengamatan diperoleh 7 spesies dan 7 family yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan adalah allometrik negative dan allometrik positif. Aluh-Aluh district is a high potential fishery area that locate on South Kalimantan Islands. However, the community's daily activities is affecting the quality of river water which if the water quality decreases it will influence the fish life in the river. This study aims to determine water quality and to determine the relation between the length and weight of the fish in the Barito River, Aluh-Aluh District, Banjar Regency in an isometric and allometric growth pattern. The results of the study obtained at 3 observation stations have shown that 7 species and 7 families of fish had a negative allometric and positive allometric growth patterns.
STATUS KUALITAS AIR KOLAM PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SINTASAN I DI SUMBER AIR SUNGAI BESAR AWANG BANGKAL, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR Abdul Rahim; Pathul Arifin; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber air sungai besar Awang Bangkal berasal dari pegunungan Sungai Besar Awang Bangkal. Sumber air sungai Besar Awang Bangkal dimanfaatkan warga sekitar untuk pengairan kolam tanah. Kolam tanah tersebut digunakan untuk Kolam pembesaran bibit ikan nila dari larva hingga ukuran sintasan 1 atau 3-5 cm. Bibit Ikan Nila sangat sensitive terhadap berbagai factor eksternal maupun internal, salah satunya adalah kualitas air. Tidak tersedianya data time series kualitas air menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Tujuan dari Penelitian analisis Kualitas air di Sumber Air Sungai Besar Awang Bangkal yaitu Mengetahui Status Mutu Air di aliran sungai Desa Sungai Besar Awang Bangkal dan Mengetahui Debit Aliran Kolam Pembibitan Ikan Nila. Penentuan status mutu, parameter yang diukur mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 6141-2009, yang akan dianalisis dengan metode STORET dan perbandingan SNI, sedangkan untuk debit aliran menggunakan metode velocity. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini Sumber Air mendapatkan hasil yang baik, Kolam pembibitan merupakan perairan yang cukup baik, pembuangan akhir kolam memperoleh hasil yang cukup baik. The water source of Sungai Besar Awang Bangkal comes from the mountains of Sungai Besar Awang Bangkal. The water source of Sungai Besar Awang Bangkal is used by local people for irrigation of soil ponds. The soil pond is used for tilapia seed enlargement pond from larvae up to the size of range 1 or 3-5 cm. Tilapia seeds are very sensitive to various external and internal factors, one of which is water quality. The un availability of time series water quality data is a problem in this research. The purpose of water quality analysis research in Awang Bangkal Water Source is knowing the status of Water Quality in the river flow of Sungai Besar Awang Bangkal and Knowing the Flow Flow of Tilapia Breeding Ponds. Determination of quality status, parameters measured refer to Standar Nasional Indonesia 6141-2009, which will be analyzed by STORET method and SNI comparison, while for flow discharge using velocity method. The results obtained in this research Water Source get good results, nursery ponds are quite good waters, landfill ponds get quite good results.
STATUS MUTU AIR DI SUB-DAS MARTAPURA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Nur Andini Septiana; Suhaili Asmawi; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu menggunakan metode STORET dan indeks Pencemaran serta mengetahui kelayakan perairan menggunakan metode Environment Qualityp Index (EQI) di SUB-DAS Martapura Provinsi Kalimantan Selatan. Parameter yang diukur yaitu : suhu, kecerahan, pH (derajat keasamaan), DO (Oksigen Terlarut), Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4). Hasil perhitungan STORET berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 standar baku mutu air (kelas I) menunjukkan nilai (-12) hingga (-28) dikategorikan dengan kriteria sedang yaitu cemar sedang. Berdasarkan perhitungan metode IP sesuai dengan KepMen LH No.!115ttahun 2003 menunjukkan nilai berkisar (1,03 – 1,9) dengan kriteria cemar ringan. Hasil kelayakan perairan dilokasi penelitian dihitung menggunakan metode EQI berkisar (0,17 – 0,22) dengan kriteria buruk dan sangat buruk SUB-DAS Martapura untuk air baku air minum, untuk pemukiman, industri maupun pertanian dikategorikan buruk hingga sangat buruk. This research aims to determine water quality status using the STORET method and Pollution Index and determine the feasibility of water using the Environment Quality Index (EQI) method in the Martapura Watershed, South Kalimantan Province. The parameters measured temperature, brightness, pH (degree of acidity), DO (Dissolved Oxygen), Nitrate (NO3), and Phosphate (PO4). STORET calculation results based on Government Regulation No.o82 of 2001 the water quality standard (class I) shows the value (-12) to (-28) is categorized as medium criteria with medium polluted. Based on the calculation of the IP method by following the judgment of the Minister of Environment No.1115 of 2003 shows values ​​ranging from (1.03 - 1.9) with mildly polluted criteria. The results of the water feasibility at the research location calculated using the EQI method ranged (0.17 to 0.22) with poor and very bad criteria.
PENGARUH BAKING SODA (NaHCO3) TERHADAP pH AIR DAN MORTALITAS BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Muhammad Yazid; Suhaili Asmawi; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan derajat keasaman (pH) pada perairan dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan kematian pada organisme akuatik yang hidup didalamnya. untuk mengatasinya terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol derajat keasaman perairan. Salah satunya adalah dengan penambahan baking soda pada perairan untuk menetralkan derajat keasaman perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah baking soda dapat menstabilkan pH air tempat hidup benih ikan Nila serta Pengaruhnya terhadap tingkat mortalitas benih ikan Nila. Penambahan baking soda sebesar 0,50 g/L merupakan perlakuan yang efektif dalam kemampuannya untuk menteralkan pH perarian dengan kenaikan pH sebesar 1,88 dan tidak terdapat kematian pada semua perlakuan pada tiga kali pengulangan. Changes in the degree of acidity (pH) in water in a certain amount can cause death in aquatic organisms that live in it. To overcome this, there are various ways that can be done to control the degree of acidity of the waters. One of them is the addition of baking soda to the waters to neutralize the acidity of the waters. This study aims to determine whether baking soda can stabilize the pH of the water where tilapia fingerling lives and its effect on the mortality rate of tilapia fingerling. The addition of baking soda of 0.50 g / L is an effective treatment in its ability to neutralize the pH of water with an increase in pH of 1.88 and there is no death in all treatments on three repetitions.
KESESUAIAN KUALITAS AIR BAGI KEGIATAN BUDIDAYA KEPITING SOKA (Scylla Sp) DI PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI PAGATAN Arya Amy Nanda; Mijani Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya perikanan di wilayah hutanmangrove sangat kaya sehingga sering dieksploitasi secara berlebihan, misalkan dijadikan lahan tambak. Budidaya kepitting sokka merupakan satu peluang usaha yang sangat menjanjikan,kesempatan tersebut perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi budidaya kepiting sokka tidak bisa dilakukan asal-alasan. Sehingga dalam budidaya kita perlu memperhatikan keadaan kualitas air juga dapat mempengaruhi kelayakan hidup pda kepiting. Dari permasalahan tersebut tentunya ada usaha untuk melestarikan budidaya kepiting agar terus ada dan tidak punah. Tujuan dari keadaan tersebut adalah untuk mengetahui keadaan kualitas air untuk budidaya kepiting sokka di perairan sekitar Muara Sungai Pagatan. Metode jenis penelitian ini adalah metode purposive sampling. Analisis data yag digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan (EQI) Environttmen Qualitty Index. Hasil penelitian yang telah dilaksanaklan dapat bahwa:Budidaya kepiting sokka belum banyak menguntungkan.Mutu air dari 4 stasiun:Stasiun 1: Sangat Buruk dengan nilai 0,04 Stasiun 2: Sangat Buruk dengan nilai 0,02 Stasiun 3: Sangat Buruk dengan nilai 0,02 Stasiun 4: Sangat Buruk dengan nilai 0,01 Marine biologicalresources have an important meaning for the community both now and in the future, fishery resources in mangrove forest areas are so rich that they are often overexploited, for example being used as ponds. Sokka crab cultivation is a very promising business opportunity, we need this opportunity to make the best use of it to get profit. However, soft-shell crab cultivation cannot be done randomly. So that in cultivation we need to pay attention to the conditions of water quality which can also affect the viability of life for crabs. From these problems, of course there are efforts to preserve crab cultivation so that it continues to exist and does not become extinct. The purpose of this condition is to determine the condition of the water quality for sokka crab cultivation in the waters around the Pagatan River Estuary. The method used in this research is purposivesampling method. purposive sampling is selecting certain places that are considered important and representing and describing the state of the waters in a whole.Date analysis used in thisstudy is to use (EQI) Environmetntal Qualitty Index. Fromtheresults of the research that has been carried out, it can be concluded that: Sokka crab cultivation has not been very profitable. Water quality from 4 stations: Station 1: Very bad with a value of 0,04 Station 2: Very bad with a value of 0,02 Station 3: Very bad with a value of 0,02 Station 4: Very Bad with a value of 0,01.
MONITORING DAYA DUKUNG KEGIATAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI DANAU TOBA Emenia Paska Br Pinem; Suhaili Asmawi; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitianbinibertujuanuntukmengetahuikondisi lingkungan perairan Danau Toba dan daya dukungnya terhadap kegiatan perikanan KJA dengan mendapatkan jumlah produksi maksimum KJA ynag dapat ditampung perairan Danau Toba. Analisis dataamenggunakan metode Beveridge (1984) dan metode STORET menurut KepMen LH nomor 115 tahun 2003 dan baku mutu PP no 82 tahun 2001. Hasil penelitian Daya Dukung menggunakan metode Beveridge (1996) di Danau Toba untuk stasiun 1 dan 2 masih dibawah nilai dukung dan masih dapat ditingkatkan jumlah unit KJA sebanyak 84 unit stasiun 1 dan 217 unit stasiun 2.aHasil penelitian Berdasarkan kriteria stastus mutu air di Haranggaol, Danau Toba perhitungan menggunakan metode STORET di daerah KJA Desa Bandarsaribu dengan kepadatan KJA yang tinggi, Desa Gudang dengan kepadatan KJA sedang dan Desa Silumbak tidak ada aktivitas KJA. Untuk stasiun 1 kisaran total skor yang diperoleh adalah -8 termasuk status mutu air kelas B yaitu kriteria cemararingan untuk peruntukan baku mutu Kelas II. Untuk stasiun 2 total skor yang diperoleh adalah 0 termasuk mutu air kelas A kriteria baik sekali dan memenuhi baku mutu kelas II. This researchis aimed to know theenvironmental condition of Lake Toba Water and its supporting power to the fishery activities Kja by obtaining the maximum production amount of Kja the can fit the waters of Lake Toba. Data analysis using Beveridge Method (1984) and STORET method according to LH number 115 year 2003 and quality Raw PP no 82 year 2001. The results of the supporting power research using the Beveridge Method (1996) in Lake Toba for stations 1 and 2 are still below the value of support and can still be increased the number of KJA units as much as 84 units 1 and 217 units Station 2. The results of the research basedaon the criteria of water quality in Haranggaol, lake Toba calculation using the method STORET in the area of KJA Bandarsaribu Village with the density of high KJA, Gudang village with the density of KJA medium and village Silumbak no activity KJA. For stations 1 The total range of scores obtained is-8 including the quality status of Class B is the mild polluted criteria for the quality standard allocation of class II. For station 2 Total score obtained is 0 including grade A water quality A criteria well and meet the quality standards of class II.
APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI-TIRS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGETAHUI SEBARAN KUALITAS AIR DI WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sri Nurhayati; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan Landsat 8 OLI-TIRS, hubungan kualitas air hasil pengukuran lapangan dengan algoritma Landsat 8 OLI-TIRS berdasarkan metode uji beda (t-test) dan sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET. Waduk Riam Kanan adalah ekosistem perairan buatan yang salah satu fungsinya adalah untuk kegiatan perikanan, yaitu kegiatan budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Penginderaan jauh adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan tanpa melakukan kontak langsung. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi nilai dari variabel kualitas air, diantaranya adalah suhu, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) dan kecerahan. Estimasi nilai variabel kualitas air dilakukan dengan menggunakan algoritma pada citra Landsat 8 OLI-TIRS. Nilai hasil pengolahan algoritma kemudian dihubungkan dengan hasil pengukuran lapangan menggunakan metode uji t. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh sebaran suhu berkisar antara 26,575-27,216°C, DO berkisar antara 8,6576-8,7503 mg/L TSS berkisar antara 11,263-18,064 mg/L dan kecerahan berkisar antara 174,879-213,370 cm. Hasil ujit t pada suhu, DO dan TSS menunjukkan hasil terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS, sedangkan hasil uji t hitung pada kecerahan menujukkan hasil tidak terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS. Sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET menunjukkan hasil bahwa air di Waduk Riam Kanan berada pada kondisi tercemar sedang. This research aims to determine the distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on Landsat 8 OLI-TIRS, the relationship of water quality between field measurements and the Landsat 8 OLI-TIRS algorithm based on paired simple t-test method and the spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on STORET method. Riam Kanan Reservoir is an artificial aquatic ecosystem which one of its functions is fish farming activities in floating net cages (KJA). Remote sensing is a technique to collect data without making direct contact. Remote sensing can be used to estimate the value of water quality variables like temperature, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) and brightness. Estimation of the value of water quality variables use an algorithm on Landsat 8 OLI-TIRS. The value of the results of processing the algorithm is then linked to the results of field measurements using the t-test method. Based on data processing, the temperature distribution is ranged between 26.575-27.216°C, DO ranged between 8.6576-8.7503 mg/LL TSS ranged between 11.263-18.064 mg/L and brightness ranged between 174.887-213.370 cm. The t-test results at temperature, DO and TSS show that there are differences between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images, while the results of t-test on brightness show the results there is no difference between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images. The spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on the STORET method show that the water in the Riam Kanan Reservoir is in a fairly polluted condition
ANALISIS KUALITAS AIR HASIL OLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK TERHADAP KELAYAKAN HIDUP IKAN DI IPAL PEKAPURAN RAYA, PD PAL BANJARMASIN, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Reza Agustian; Pathul Arifin; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin merupakan perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan dengan berfokus pada pengelolaan limbah domestik sebelum dilepaskan ke lingkungan perairan agar mampu meningkatkan kualitas air sungai di Banjarmasin. Air hasil olahan limbah cair domestik harus mampu memenuhi kelayakan hidup biota perairan khususnya ikan, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis kualitas air hasil olahan limbah cair domestik terhadap kelayakan hidup ikan di IPAL Pekapuran Raya, PD PAL Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Air hasil olahan limbah cair domestik yang dianalisis disesuaikan terhadap SNI perikanan budidaya untuk ikan nila (Oreochromis niloticus Bleeker), ikan patin jambal (Pangasius djambal), ikan mas (Cyprinus Carpio Linneaus) dan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) sebagai penentu kelayakan hidup ikan. Setelah dilakukan penelitian ini, maka didapatkan data bahwa air hasil olahan limbah cair domestik lebih cocok digunakan untuk memelihara ikan patin jambal (Pangasius djambal) Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Banjarmasin is a company engaged in the environment by focusing on domestic waste management before it is released into the aquatic environment in order to improve the quality of river water in Banjarmasin. The processed water of domestic liquid waste must be able to meet the feasibility of aquatic biota life, especially fish, so it is necessary to conduct research on the analysis of water quality of domestic liquid waste processed to the feasibility of fish life in IPAL Pekapuran Raya, PD PAL Banjarmasin, South Kalimantan Province. The processed water of domestic liquid waste analyzed is adjusted to SNI aquaculture fisheries for tilapia (Oreochromis niloticus Bleeker), jambal catfish (Pangasius djambal), carp (Cyprinus Carpio Linneaus) and dumbo catfish (Clarias gariepinus) as determinants of fish life worthiness. After this research, data was obtained that water produced by domestic liquid waste is more suitable for maintaining jambal catfish (Pangasius djambal).

Page 3 of 10 | Total Record : 100