cover
Contact Name
Abdur Rahman
Contact Email
aquaticmspulm@gmail.com
Phone
+6287741278430
Journal Mail Official
aquaticmspulm@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM, Gedung 1, Lantai 2 Jl. Jenderal A. Yani, Km.36,6, Simpang Empat Banjarbaru Postal Code: 70714 Tel/Fax. (0511) 4772124 Journal Website: aquaticmspulm@gmail.com Email: aquaticmspulm@gmail.com
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
ISSN : -     EISSN : 30250218     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
AQUATIC adalah Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan yang memuat artikel-artikel Tugas Akhir Mahasiswa dengan ruang lingkup; Hewan air (baik vertebrata atau invertebrata yang hidup di air untuk sebagian atau seluruh hidupnya), Ekosistem Perairan (sistem lingkungan yang terletak di badan air), Tumbuhan Air (tanaman hydrophytic atau hydrophytes, yang telah beradaptasi dengan kehidupan di atau di lingkungan akuatik) dan Pemanfaatan Teknologi yang berhubungan dengan Manajemen Sumberdaya Perairan
Articles 100 Documents
EFEKTIVITAS BAKING SODA DALAM MEMPERBAIKI KADAR pH DI PERAIRAN BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA UNTUK KEGIATAN BUDIDAYA IKAN Erma Mariana; Mijani Rahman; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian “Efektivitas Baking Soda Dalam Memperbaiki Kadar pH Di Perairan Bekas Galian Tambang Intan PT. Galuh Cempaka Untuk Kegiatan Budidaya Ikan” adalah untuk mengetahui efektivitas baking soda terhadap perbaikan kadar pH air serta kesesuaian bagi perairan budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan mengetahui respon ikan uji terhadap penambahan baking soda pada dosis berbeda dalam memperbaiki kadar pH pada air bekas galian tambang intan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh varian baking soda (Natrium bikarbonat) berpotensi dalam proses peningkatan nilai derajat keasaman (pH) pada limbah industri pertambangan meski tidak mencapai titik netral namun telah sesuai dengan batas yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta untuk kegiatan budidaya ikan Nila (Oreochromis niloticus). Analisis hasil dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 1 jenis ikan, 4 perlakuan dan 3 ulangan. The research objective was "The Effectiveness of Baking Soda in Improving pH Levels in Waters of the Former Diamond Mining Excavation of PT. Galuh Cempaka for Fish Cultivation Activities "is to determine the effectiveness of baking soda in improving water pH levels and suitability for Tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture waters and to determine the response of test fish to the addition of baking soda at different doses in improving pH levels in ex-mining water. diamond. The results showed that all variants of baking soda (sodium bicarbonate) have the potential in the process of increasing the value of the acidity (pH) in the mining industry waste, even though it does not reach a neutral point, but in accordance with the limits set by the Provincial Government of South Kalimantan and for tilapia (Oreochromis) cultivation. niloticus). Results analysis was performed using a completely randomized design (CRD) method using 1 type of fish, 4 treatments and 3 replications.
ANALISIS KUALITAS AIR KOLAM PEMBESARAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell) DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT KARANG INTAN KALIMANTAN SELATAN Silvia Wibowo; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air menjadi faktor penunjang dalam pembesaran ikan budidaya. Ikan yang dapat hidup dalam kondisi air yang terbatas yaitu ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell). Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Karang Intan, Jl. Irigasi BRK. III Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas air pada kolam pemijahan dan pendederan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) berdasarkan Standar Nasional Indonesia dan mengetahui persentase mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia pada kolam pendederan adalah parameter suhu yang terlalu tinggi dan Dissolved Oxygen terlalu rendah. Tingkat mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan sangat drastis kematiannya dikarenakan tidak sesuai padat tebar dengan ukuran hapa maka ikan tidak bisa aktif bergerak Water quality is a supporting factor in the enlargement of cultivated fish. Fish that can live in limited water conditions are sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell). Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) is a freshwater fishery commodity that is widely cultivated and consumed by the community. This research was conducted at the Regional Technical Implementation Unit for Brackish Water and Karang Intan Marine Aquaculture, Jl. BRK irrigation. III Jingah Habang Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study aims to determine the suitability of water quality in the spawning and nursery ponds of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) based on Indonesian National Standards and to determine the percentage of mortality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in nursery ponds. The results showed that the parameters which did not comply with the Indonesian National Standard in the nursery pond were the temperature parameters that were too high and Dissolved Oxygen was too low. The mortality rate of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in the nursery pond is very drastic, the death rate is not suitable for the stocking density with the hapa size, so the fish cannot actively move
ANALISIS KUALITAS AIR DI KOLAM PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalamus Bleeker) DI UPTD PBAPL KARANG INTAN Novia Sari; Dini Sofarini; Fathul Arifin
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan patin siam adalah salah satu komuditas ikan tawar yang sejak dulu dikenal dikalangan masyarakat yang memiliki nilai jual yang cukup luas. Dalam budidaya ikan patin siam kualitas air sangat penting ditunjukan oleh mutu atau kondisi air yang berdasarkan standar nasional Indonesia karena dapat berpengaruh terhadap mortalitas ikan patin siam. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD PBAPL Karang Intan, Jl. Irigasi BRK. III Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis sampling dengan pengukuran parameter kualitas air diantaranya suhu, pH, DO, Amoniak dan Kecerahan.. Tingkat mortalitas ikan patin siam (Pangasius hypopthalamus Bleeker) di setiap sekat terjadi kematian yang sangat drastis dikarenakan peletakan hapa yang sangat minim dari paparan sinar matahari dan sangat jauh dari aerasi air masuk dan keluar. Sehingga nilai parameter DO bekisar antara 2,9-3,4 mg/l. Menurut SNI 01-6483.5-2002 Standar Produksi Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalamus Bleeker) Kelas Pembesaran di kolam kurang dari nilai optimum yang dipersyaratkan Siamese catfish is one of the freshest fish commodity that has long been known among the public which has a fairly wide selling value. In the cultivation of Siamese catfish, water quality is generally very important, indicated by the quality or condition of the water based on the Indonesia National Standar because it can affect the mortality of Siamese catfish. This research was conducted at UPTD PBAPL Karang Intan, Jl. Irigation BRK III Jingah Habang Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study used a sampling analysis method with measurements of water quality parameters including temperature, pH, DO, Amonia, and brightness. The mortality rate of Siamese catfish (Pangasius hypopthalamus Bleeker) in each of the bulkheads occurs which is very minimal from sun exposure and very far from aerated water entering and leaving. DO parameter values ranged from 2,9-3,4 mg/l according to SNI 01-6483.5-2002 production standar of Siamese catfish (Pangasius hypopthalamus Bleeker) rearing class in ponds less than the required optimum value.
APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 7 ETM+ MULTITEMPORAL UNTUK ESTIMASI PERUBAHAN LUASAN LAHAN RAWA DI KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sakdiah Sakdiah; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barito Kuala wilayahnya sebagian besar dikelilingi sungai dan rawa, yang mengandung lahan gambut. Kabupaten Barito Kuala seluas hampir tiga ribu kilometer persegi merupakan daerah pasang surut dan sebagian besar penduduknya hidup dan tinggal di pedesaan, ekosistem rawa cenderung merusak, maka dapat menyebabkan penurunan luas lahan rawa dari waktu ke waktu. Konversi rawa dijadikan kawasan tambak, pemukiman, pertanian, industri, merupakan penyebab menurunnya luasan ekosistem rawa. Maka jika ekosistem rawa telah rusak akan banyak dampak berkurang yang dihasilkan dari kerusakan tersebut yang pada akhirnya akan merugikan semua populasi yang ada di daerah sekitar rawa tersebut terutama masyarakat sekitar. Dampaknya dapat mengakibatkan kekeringan, dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui lahan rawa dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2017 di Marabahan, Barito Kuala melalui interpretasi data digital citra satelit Multitemporal Landsat 7 ETM+ dan Mengetahui kondisi kualitas air di lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan citra landsat 7 ETM+ digunakan untuk megetahui luasan lahan rawa dan diuji akurasi mengunakan Koefision Kappa. Kualitas air mengunkan rumus metode storet berdasarkan KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003. Hasil yang diperolih adalah menunjukan luasan lahan rawa pada tahun 2000 sebesar 7.188.912 dan pada tahun 2017 menjadi 6.991.942. Luasan lahan rawa di kabupaten berito kuala berkurang sebesar 196.970 ha. Kondisi perairan di kabupaten barito kuala memiliki status mutu air dengan sekor 10 (status mutu air tercemar ringan) sampai dengan 12 (status mutu air tercemar sedang) Barito Kuala is mostly surrounded by rivers and swamps. This condition causes the soil of this area to contain peatland. Barito Kuala Regency covering an area of ​​nearly three thousand square kilometers is a tidal area and most of the population lives and lives in the countryside, the current swamp ecosystem tends to be destructive, causing a decrease in the area of ​​the swamp ecosystem from time to time. Swamp conversion into ponds, industries, settlements, agriculture, is the main cause of the decline in swamp ecosystem area. In addition, if the swamp ecosystem has been damaged, there will be a lot of reduced impact resulting from the damage, which in turn will harm all populations in the area around the swamp, especially the surrounding communities. The impact can cause drought, can lead to sea water intrusion further to the mainland. Thee purrpose of this study was to determine swamp land from 2000 to 2017 in Marabahan, Barito Kuala through interpretation of digital data on Landsat 7 ETM + Multitemporal satellite imagery and to determine the condition of water quality in swamp land in Barito Kuala District. In this study, researchers used Landsat 7 ETM + images used to determine swampland area and tested for accuracy using Koefision Kappa. Water quality uses the storet method formula based on the Ministry of Environment Decree No. 115 of 2003. The results obtained are showing the swamp area in 2000 amounting to 7.188.912 and in 2017 to 6.991.942. The swamp area in Berito Kuala District was reduced by 196.970 ha. The water conditions in Barito Kuala Regency have the status of water quality with a scale of 10 (status of light polluted water quality) up to 12 (status of medium polluted water quality).
KAJIAN JENIS LOBSTER (Panulirus sp) YANG DIKIRIM DARI KALIMANTAN SELATAN DAN KEBIJAKANYA Elya Anggraini; Pathul Arifin; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditas perikanan unggulan salah satunya yaitu Lobster (Panulirus spp.) Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dirancang untuk dijual untuk konsumsi dalam dan luar negeri (ekspor). Lobster merupakan salah satu komoditi perikanan yang sering dilalulintaskan antar area melalui bandara Syamsudin noor Kalimantan Selatan. Terdapat tiga jenis spesies lobster yang dikirim keluar Kalimantan Selatan melalui Bandara Syamsudinoor yaitu Lobster Bambu, Lobster Mutiara dan Lobster Pakistan. Analisis Uji Paired Sample T Test yaitu 597 berarti < 0.05 menujukkan adanya perbedaan yang signifikan atau perubahan signifikan dengan adanya perubahan kebijakan Menteri Perikanan Nomor 01 Tahun 2015 yang direvisi menjadi peraturan Menteri Kelautan dan perikanan Nomor 56 Tahun 2016 mengenai pengiriman dan penangkapan lobster ada perubahan signifikan jika dilihat dari pengiriman lobster. One of the leading fisheries commodities, namely Lobster (Panulirus spp.) Indonesia which has high economic value and is designed to be sold for domestic and foreign consumption (export). Lobster is one of the fishery commodities that is often trafficked between areas through Syamsudin noor airport, South Kalimantan. There are three types of lobster species sent out of South Kalimantan through Syamsudinoor Airport, namely Bamboo Lobster, Pearl Lobster and Pakistan Lobster. Analysis of the Paired Sample T Test, which is 597 means < 0.05, indicating a significant difference or significant change with the change in the policy of the Minister of Fisheries Number 01 of 2015 which was revised to become the regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries Number 56 of 2016 regarding the shipping and catching of lobsters there is a significant change if judging by the lobster delivery.
APLIKASI DATA CITRA SATELIT AQUA-MODIS UNTUK MENENTUKAN PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN DENGAN METODE SEBARAN KLOROFIL-a DAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN KALIMANTAN SELATAN Larissa Mutiara Prayitno; Abdur Rahman; Zairina Yasmi
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kesuburan perairan laut dapat diketahui dengan mengukur parameter kualitas air laut, diantaranya klorofil-a dan suhu permukaan laut. Selain itu, kedua parameter tersebut dapat dimanfaatkan sebagai indikator keberadaan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut secara spasial di Perairan Kalimantan serta kegunaannya untuk pendugaan daerah potensial penangkapan ikan. Penelitian ini menggunakan data citra satelit Aqua-MODIS untuk mendapatkan nilai parameter klorofil-a dan suhu permukaan laut serta citra altimetry untuk melihat pola pergerakan arus laut di Perairan Kalimantan Selatan. Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil ground check dan data penangkapan ikan di situs Global Fishing Watch. Hasil dari penelitian ini didapatkan tren rata-rata sebaran klorofil-a dari Januari 2019 - Maret 2021 berkisar antara 0.5 mg/m3 - 2.7 mg/m3, rata-rata suhu permukaan laut berkisar antara 260C - 310C. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi perairan itu sendiri, dan faktor eksternal lain seperti pergerakan angin muson yang menimbulkan adanya pergerakan arus di permukaan. Fluktuasi klorofil-a dan suhu permukaan laut mempengaruhi keberadaan distribusi ikan. Perairan Kalimantan Selatan pada sebagian besar musim memenuhi kriteria kelayakan hidup ikan. Kriteria kondisi optimum bagi kelayakan hidup ikan pelagis kecil yaitu 28oC - 30oC untuk suhu dan 0.3 mg/m3 - 2.5 mg/m3. The fertility rate of seawater can be known by measuring sea water quality parameters, including chlorophyll-a and sea surface temperature. In addition, both parameters can be used as indicators of the presence of fish. This study aims to determine the spread of chlorophyll-a and sea surface temperature spatially in kalimantan waters and its usefulness for estimating potential fishing areas. This study used Aqua-MODIS satellite imagery data to obtain the value of chlorophyll-a parameters and sea surface temperature as well as altimetry imagery to see the movement patterns of ocean currents in the Waters of South Kalimantan. The value is then compared to the ground check results and fishing data on the Global Fishing Watch website. The results of this study obtained the trend of average spread of chlorophyll-a from January 2019 - March 2021 ranging from 0.5 mg/m3 - 2.7 mg/m3, the average sea surface temperature ranges from 260C - 310C. It is influenced by several factors, including the condition of the water itself, and other external factors such as the movement of monsoon winds that cause the movement of currents on the surface. Fluctuations in chlorophyll-a and sea surface temperature affect the presence of fish distribution. The waters of South Kalimantan in most seasons meet the criteria for fish's survival eligibility. The optimum condition criteria for the survival of small pelagic fish are 280C – 300C for temperature and 0.3 mg/m3 - 2.5 mg/m3.
STATUS MUTU AIR PADA AKTIVITAS BUDIDAYA IKAN DI KAWASAN KERAMBA JARING APUNG (KJA) ALIRAN SUNGAI RIAM KANAN Aulia Bella Pratama; Pathul Arifin; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas air dan tingkat pencemaran di aliran Sungai Riam Kanan yang disebebkan oleh keberadaan KJA. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali, variabel yang diamati terdiri dari parameter fisika dan kimia antara lain Kecepatan arus, Kecerahan, Suhu, pH, DO, Amoniak, Nitrat dan Fosfat. Hasil yang diperoleh dengan metode perhitungan Indeks Pencemaran (IP) pada lokasi penelitian menunjukkan kondisi perairan tergolong pada status Cemar Ringan. Riam Kanan Reservoir is one of the reservoir in South Kalimatan which has a main funcation, namely, as irrigation, hydropowe, it is also used in the fisheries and tourism sectors. Utilization of the reservoir that is not yet optimal needs to be unbeatable with water quality. This study aims to see the air quality and pollution level in the Riam Kanna river which is caused by the presence of floting net cage activities. The research was consisted of physical and chemical, including curret velocity, brightness, tenperatire, pH, dissoved oxygen, ammonia, nitrate and phosphate. The results obtained by the Pollution Index (IP) calculation method at the research location indicate that the water conditiona are classified as mildly polluted.
DINAMIKA POPULASI PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG (Decapterus russelli) DI PELABUHAN IKAN KECAMATAN BANJARMASIN BARAT KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Maria Katarina; Suhaili Asmawi; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Layang (Decapterus russelli) sebagai komunitas mahluk hidup di perairan mengalami pertumbuhan sepanjang hidupnya. Pertumbuhan ini menjadi indikator penting untuk mengetahui kesehatan ikan dan lingkungannya. Penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan berat ikan, data yang didapat kemudian diolah dengan menggunakan metode Hubugan panjang-berat, Penggunaan aplikasi FiSAT (FAO ICLARM Stock Assessment Tools) dan faktor kondisi. Hasil penelitian dari pengamatan hubungan panjang dan berat ikan menunjukan bahwa sebagian besar ikan layang memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dengan masing masing nilai b selama seminggu berturut-turut yaitu 0,8075, 1,3848, 0,9534, 1,0592, 2,4793, 3,9407, dan 2,71. Faktor kondisi ikan Layang ideal dengan nilai rata-rata faktor kondisi berat relatif adalah 100,38. The Indian Scad (Decapterus russelli) as a living creatures community experienced growth throughout their entire lives. The growth is an important indicator for determine fish’s health and their enviroment. This research was done by measuring the length and the weight of the fish, and then examines the data by using the length-weight relationship’s method, using FiSAT (FAO ICLARM Stock Assessment Tools) app and condition factor. The result from the length-weight relationship’s observation showed that most of the Indian Scad fish growth pattern has a negative allometric. Condition Factor of the Indian Scad is ideal with the the relative weight condition factor’s average value is 100,38.
ANALISIS DAYA TAMPUNG SETTLING POND 02 TERHADAP BEBAN PENCEMARAN TSS DARI LIMBAH TAMBANG BATUBARA DI PT ANUGERAH LUMBUNG ENERGI SITE KINTAP Sigit Wahyu Utama Putra; Mijani Rahman; Dini Sofarini
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya tampung settling pond terhadap limbah galian batubara, mengetahui efektifitas daya tampung setiap kolam pada settling pond 02 terhadap beban pencemar TSS dari hasil limbah batubara yang ada di PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Grab Sampling yang dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan 15 titik dengan interval waktu ± 21 hari. Analisis hasil dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP). Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui daya tampung beban pencemar pada setiap kolam di settling pond 02. Berdasarkan hasil perhitungan DTBP pada pengukuran pertama, kedua, dan ketiga, hanya terdapat beberapa hasil yang positif yaitu pada titik 3, titik 5, titik 14 dan titik 15 pada pengukuran kedua, serta titik 2, titik 6, titik 8, titik 11, titik 13, titik, 14 dan titik 15 pada pengukuran ketiga. This study aims to determine the effectiveness of carrying capacity of settling pond for coal mining wastewater, determine the effectiveness carrying capacity of each pond from settling pond 02 for pollution load of total suspended solids of mine wastewater in PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. The data collection method used is the grab sampling method which done 3 times in 15 points with time interval ± 21 days. The analysis was done using the calculation formula of the pollution load carrying capacity (DTBP). The analysis is used to determine pollution load carrying capacity in each pond in settling pond 02. Based on the pollution load carrying capacity calculation results on the first, second, and third measurements, there are only a few positive results on the second measurement that is at point 3, point 5, point 14 and point 15 and on the third measurement that is at point 2, point 6, point 8, point 11, point 13, point, 14 and point 15.
STATUS KELAYAKAN KUALITAS AIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MALUKA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Aulia Fitriani Nur; Mijani Rahman; Abdur Rahman
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sub DAS Maluka memiliki luas 87.980 Ha dan secara administratif aliran sungai melintasi Kota Banjarbaru, Kecamatan Bati-Bati dan Kecamatan Kurau. Seiring beragamnya penggunaan lahan di sekitar kawasan SDAS berupa kegiatan pertanian, perkebunan dan keberadaan pemukiman di bantaran sungai ditengarai berimbas terhadap kondisi perairan. Telaah kualitas air dalam upaya mengetahui kisaran pencemaran didasarkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 menggunakan Metode STORET dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 110 Tahun 2003 tentang pedoman penetapan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBD) menggunakan Metode Neraca Massa. Pada penelitian ini dilakukan sampling sebanyak 3 kali dengan menentukan 4 Stasiun pengamatan. Parameter yang dianalisa yakni Kecerahan, Suhu, DO (Dissolved Oxygen), pH (Derajat Keasaman), Fosfat (PO4) dan Nitrat (NO3). Metode STORET digunakan untuk melakukan perhitungan status mutu air untuk menentukan parameter yang nilainya dibawah baku mutu. Terdapat 4 (empat) parameter yang beradadibawah baku mutu yakni DO, pH, dan PO4, nilai tersebut mengategorikan sungai Maluka dalam kondisi Cemar Sedang. Parameter yang nilainya melampaui daya tampung adalah NO3 dengan kisaran -2,8 Ton/Hari sampai 29.922 Ton/hari, DO berkisar -2,1 sampai 5.896 Ton/hari dan PO4 berkisar antara -1,54 sampai 590 Ton/hari. Maluka sub-watershed has an area of ​​87,980 hectares and administratively the river flows across Banjarbaru City, Bati-Bati District and Kurau District. Along with the various uses of land around the SDAS area in the form of agricultural activities, plantations and the existence of settlements along the river, it is suspected that they have an impact on water conditions. Study of water quality in an effort to determine the range of pollution is based on the Decree of the Minister of the Environment Number 115 of 2003 using the STORET Method and the Decree of the Minister of the Environment Number 110 of 2003 concerning guidelines for determining Pollutant Load Capacity (DTBD) using the Mass Balance Method In this study, sampling was carried out 3 times by determining 4 observation stations. The parameters analyzed were Brightness, Temperature, DO (Dissolved Oxygen), pH (Degree of Acidity), Phosphate (PO4) and Nitrate (NO3). The calculation of the water quality status using the STORET method results in parameters whose values ​​are below the quality standard, namely DO, pH, and PO4, these values ​​categorize the Maluka river in moderate polluted conditions. Parameters whose values ​​exceed the capacity are NO3 with a range of -2.8 tons / day to 29,922 tons/day, DO ranges from -2.1 to 5,896 tons/day and PO4 ranging from -1.54 to 590 tons/day.

Page 4 of 10 | Total Record : 100