cover
Contact Name
Syaiful Bahri
Contact Email
syaifulpb11@gmail.com
Phone
+6281263823278
Journal Mail Official
jurnalintekom@gmail.com
Editorial Address
Dusun Suka Mulia Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Education And Computer Science
ISSN : 29877644     EISSN : 29872650     DOI : https://doi.org/10.60076/indotech
Core Subject : Science, Education,
INDOTECH : Indonesian Journal of Education And Computer Science adalah jurnal nasional dalam bahasa indonesia dengan frekuensi terbitan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian terbaik anda agar bisa dibaca oleh banyak orang. Jurnal INDOTECH hanya menerbitkan artikel dengan tema komputer. Ruang lingkup publikasi ini meliputi : Teori Komputasi (Computational Theory, Arsitektur dan Organisasi Komputer (Computer Architecture and Organization), Sistem Operasi (Operating Systems), Jaringan Komputer (Computer Networks), Basis Data (Database Systems), Keamanan Komputer (Computer Security), Grafika Komputer (Computer Graphics), Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), Pemrograman (Programming), Sistem Informasi (Information Systems), Ilmu Data (Data Science), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Komputasi Awan (Cloud Computing), Komputasi Kuantum (Quantum Computing)
Articles 66 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Construct 2 Sebagai Media Pembelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian Cindy Tisha Nanda
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 1 (2026): INDOTECH - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i1.2054

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas guru dalam memanfaatkan media interaktif serta kurangnya minat siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DPK), khususnya materi K3LH dan Budaya Kerja Industri di SMK Al-Maksum Stabat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis game menggunakan aplikasi Construct 2 serta menguji kevalidan dan praktisitasnya. Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini melibatkan siswa kelas X TKJ sebagai subjek uji coba. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi ahli dan angket respon. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan "Sangat Valid" dengan skor rata-rata: ahli materi 93,75%, ahli bahasa 90,62%, dan ahli media 90%. Hasil implementasi menunjukkan respon guru sebesar 95,83% (Sangat Baik) dan respon peserta didik baik. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Construct 2 sangat layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Rekomendasi penelitian ini adalah agar sekolah mengintegrasikan media berbasis game secara berkelanjutan dan mengembangkannya ke platform mobile
Ketidaksesuaian Distribusi Poisson dalam Pemodelan Jumlah Kehadiran Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Aditya Pranata; Mitra Pranata; Marsini Sibuea; Sumiran Sumiran; Joni Joni; Rian Farta Wijaya
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 2 (2026): INDOTECH - August 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i2.2083

Abstract

Kehadiran siswa merupakan indikator penting dalam kontinuitas proses pembelajaran, tetapi jumlah siswa hadir per hari pada kelas berukuran tetap merupakan data cacahan dengan batas atas yang dapat membatasi kesesuaian model Poisson. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan distribusi Poisson dalam memodelkan jumlah kehadiran harian 30 siswa kelas XI TKJ SMK Putra Anda Binjai selama 224 hari efektif pada periode Juli 2025-April 2026. Parameter rata-rata diestimasi dengan Maximum Likelihood Estimation (MLE), sedangkan kesesuaian model dievaluasi melalui rasio variansi terhadap mean, probabilitas model pada nilai yang melampaui batas kelas, serta statistik Kolmogorov-Smirnov (K-S) yang dikalibrasi dengan bootstrap parametrik 20.000 replikasi. Hasil menunjukkan λ = 28,5134 siswa/hari atau tingkat kehadiran agregat 95,04%, dengan variansi 0,4220 dan rasio variansi/mean 0,0148 yang menunjukkan underdispersion sangat kuat. Model Poisson juga menempatkan sekitar 34,50% probabilitas pada X > 30, yaitu kejadian yang tidak mungkin untuk kelas berukuran 30 siswa. Statistik K-S sebesar D = 0,4367 dengan p-value bootstrap < 0,0001 menunjukkan bahwa data tidak konsisten dengan distribusi Poisson. Dengan demikian, distribusi Poisson tidak tepat digunakan secara langsung untuk pemodelan probabilitas kehadiran pada data cacahan berbatas ini; model dengan batas atas eksplisit dan/atau kemampuan mengakomodasi underdispersion perlu dibandingkan pada penelitian lanjutan. Temuan ini terbatas pada satu kelas dan satu sekolah
Performa Multinomial Naive Bayes dalam Klasifikasi Misinformasi Megathrust pada Komentar TikTok Febri Yalda Sulistia; Karina Nurfebia; Nurbeti Sinulingga; Nuzul Aini Ramadhani; Khairul Khairul
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 2 (2026): INDOTECH - August 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i2.2090

Abstract

Penyebaran misinformasi terkait bencana megathrust di media sosial TikTok berpotensi memicu kepanikan publik dan mengganggu efektivitas komunikasi risiko bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis model klasifikasi informasi valid dan misinformasi terkait megathrust menggunakan pendekatan Natural Language Processing (NLP), algoritma Multinomial Naive Bayes, dan TF-IDF. Data penelitian berupa 2.000 komentar TikTok berbahasa Indonesia yang dikumpulkan secara purposive sampling dari konten relevan dan dibagi ke dalam dua kelas: informasi valid dan misinformasi. Preprocessing meliputi case folding, cleaning, tokenizing, stopword removal, dan stemming menggunakan library Sastrawi. Evaluasi pada 400 data uji menghasilkan akurasi 52%, macro-precision 50,24%, macro-recall 50,20%, dan macro-F1 48,93%. Akurasi tersebut lebih rendah daripada majority-class baseline 54,5%, sehingga model belum memberikan peningkatan dibanding prediksi sederhana yang selalu memilih kelas mayoritas. Kesalahan paling banyak terjadi pada komentar valid yang diprediksi sebagai misinformasi. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi bahasa informal dan keterbatasan TF-IDF dalam menangkap konteks masih menjadi tantangan utama pada klasifikasi komentar TikTok
Optimasi Efisiensi Administrasi Sumber Daya Manusia Melalui Integrasi Human Resource Information System (HRIS) Berbasis Web Fajar Nur Waradana; Indah Dwi Mumpuni; Jauharul Maknunah; Linda Suvi Rahmawati; Andri Prasetyo
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 2 (2026): INDOTECH - August 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i2.2226

Abstract

Administrasi Human Resource Development (HRD) pada organisasi dengan jumlah pegawai 25 orang masih banyak dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet dan pencatatan presensi terpisah. Proses ini membutuhkan waktu 1 sampai 4 hari untuk pengolahan data presensi dan penggajian, serta rentan terhadap kesalahan input dan keterlambatan pembayaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi Human Resource Information System (HRIS) berbasis web yang mengintegrasikan pengelolaan data pegawai, presensi berbasis Face Recognition, pengajuan cuti, penggajian, surat peringatan, serta activity log dalam satu platform. Presensi dilakukan melalui pengenalan wajah menggunakan model FaceNet pada library DeepFace yang terhubung dengan aplikasi utama melalui layanan Flask (Python), dengan presensi manual tersedia sebagai mekanisme cadangan. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Prototype dalam kerangka Systems Development Life Cycle (SDLC), diimplementasikan dengan Laravel dan MySQL, kemudian diuji menggunakan Black Box Testing pada 24 skenario, seluruhnya valid. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu mengotomatisasi proses administrasi HRD, mempercepat rekapitulasi presensi dari 1–4 hari kerja menjadi kurang dari 1 menit, mempercepat proses pengajuan cuti dari sekitar 7 hari menjadi kurang dari 1 menit, serta mengurangi kesalahan akibat human error. Integrasi HRIS berbasis web dengan presensi Face Recognition ini terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan HRD, sekaligus menjadi referensi praktis bagi organisasi yang akan melakukan digitalisasi administrasi sumber daya manusia
Kelayakan dan Keterbatasan Prototipe Kontrol Akses PIN Berbasis Arduino untuk Pengamanan Arsip Perencanaan Imam Mas; Abdi Pandu Kusuma; Sabitul Kirom
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 2 (2026): INDOTECH - August 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i2.2300

Abstract

Pengamanan arsip perencanaan membutuhkan kontrol akses yang mampu membatasi penggunaan ruang penyimpanan secara konsisten. Observasi awal di Ruang Bina Program Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung menunjukkan bahwa akses arsip masih mengandalkan kunci mekanis tanpa verifikasi elektronik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan prototipe kontrol akses PIN berbasis Arduino untuk pengamanan arsip perencanaan. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Sistem mengintegrasikan Arduino Uno, keypad 4×4, LCD 16×2, relay, solenoid door lock, dan buzzer. Implementasi terbatas pada model pintu untuk uji prototipe, bukan instalasi permanen di ruang arsip. Evaluasi dilakukan melalui empat skenario fungsional, validasi tiga ahli, dan uji tiga pengguna menggunakan skala Likert 1–5. Keempat skenario menghasilkan respons sesuai rancangan (4/4). Validasi ahli menghasilkan 70 dari 75 (93,33%), sedangkan pengujian pengguna menghasilkan 75 dari 75 (100%); berdasarkan kategori operasional penelitian, keduanya termasuk Sangat Layak. Hasil tersebut menunjukkan kelayakan pada konteks pengujian terbatas, bukan bukti efektivitas keamanan jangka panjang. Keterbatasan utama meliputi autentikasi satu faktor, belum tersedianya access log, belum adanya catu daya cadangan, pengulangan uji yang tidak terdokumentasi, serta ukuran uji pengguna yang kecil
Ketidakselarasan Deskriptif antara Kinerja Teknis dan Pengalaman Pengguna pada Layanan WiFi Publik Mohammad Faiq Salman; Sonhaji Sonhaji; Haries Anom
Indonesian Journal of Education And Computer Science Vol. 4 No. 2 (2026): INDOTECH - August 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60076/indotech.v4i2.2313

Abstract

Layanan WiFi Open Access di ruang publik perlu dievaluasi secara menyeluruh karena kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknis jaringan, tetapi juga oleh pengalaman pengguna selama mengakses layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas WiFi Open Access di Alun-Alun Kota Tegal melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengukuran Quality of Service (QoS) dilakukan selama tujuh hari pada periode pagi, siang, dan malam menggunakan Wireshark, kemudian disajikan dalam bentuk rekapitulasi harian. Sementara itu, Quality of Experience (QoE) diperoleh dari 50 pengguna melalui teknik accidental sampling menggunakan kuesioner 10 butir yang dianalisis dengan Mean Opinion Score (MOS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata throughput sebesar 15,81 Mbps, delay 32,29 ms, jitter 3,86 ms, dan packet loss 0,51%. Karena bandwidth nominal tidak terdokumentasi, throughput tidak diindeks, sedangkan indeks teknis delay, jitter, dan packet loss mencapai 3,67 dengan kategori Memuaskan. Nilai MOS keseluruhan sebesar 2,95 termasuk kategori Cukup, dengan Stability memperoleh skor tertinggi 3,19 dan Usability terendah 2,69. Perbedaan hasil QoS dan QoE ditafsirkan sebagai ketidakselarasan deskriptif, bukan hubungan statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya evaluasi QoS dan QoE secara komplementer, terutama untuk meningkatkan kemudahan koneksi, usability, dan pemantauan kualitas jaringan secara berkala