cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
Peran Acrosin Pada Fertilisasi Pria: Literature Review Aidil Akbar
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.7597

Abstract

Tahap fertilisasi diawali dengan adanya perjumpaan spermatozoa dan ovum, dimana sel sperma menebus dinding sel ovum mencapai zona pellusida, proses ini melibatkan protein khusus yang terdapat pada akrosom spermatozoa yang dikenal dengan acrosin berfungsi sebagai ezim proteolitik. Studi literatur ini bertujuan untuk membahas pentingnya peran acrosin dalam proses fertilisasi pada pria. Peneliti melakukan pencarian literatur dengan menggunakan aplikasi Google Scholar dengan menggunakan kata kunci Acrosin dan mencari literatur yang masuk dalam kriteria inklusi. Hasil penelusuran literatur dijumpai 15 literatur yang membahas tentang acrosin dari berbagai macam sudut pandang yang dihubungkan dengan proses fertilisasi.Acrosin merupakan protein enzimatik pada acrosome yang terdapat pada kepala sperma yang membatu sperma untuk mencapai zona pellusida sehingga dapat melakukan proses fertilisasi pada ovum.
Pengaruh Pijat Refleksi Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2020 Elpriska Sihotang
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6683

Abstract

Terapi pijat refleksi kaki merupakan salah satu terapi non farmakologis yang ditawarkan untuk menurunkan tekanan darah dengan teknik pemijatan pada titik tertentu dapat menghilangkan sumbatan dalam darah sehingga aliran darah dan energi di dalam tubuh kembali lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijta refleksi kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kecamatan Medan Tuntungan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Pijat refleksi kaki dalam penelitian ini dilakukan secara teratur 15 menit sebanyak empat kali dalam seminggu pada bulan Agustus 2020. Berdasarkan teknik purposive sampling diperoleh sample sebanyak 10 orang, sampel ini terbagi dalam satu kelompok yaitu kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi dilakukan pengukuran tekanan darah pre dan post intervensi. Datanya dicatat dalam lembar observasi tekanan darah. Kemudian data penelitian ini di analisa dengan uji statistik uji paired sample t-test. Penemuan menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah pijat refleksi kaki. Kesimpulan dari penemuan penelitian menunjukkan bahwa pijat refleksi kaki berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Diharapkan bagi penderita hipertensi dapat melakukan pijat refleksi kaki ini sendiri, bagi petugas kesehatan Puskesmas untuk memberikan penyuluhan berupa pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya bagi masyarakat yang menderita hipertensi tentang manfaat pijat refleksi kaki terhadap penurunan tekanan darah.
Potensi Penggunaan Antagonis TRPV1(Transient Receptor Potential Vanilloid Type 1) Krim PAC-14028 Sebagai Terapi Dermatitis Atopik Tri Rosalia Nur Sholikah; yuli Wahyu Rahmawati; Kartika Prahasanti; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6598

Abstract

Transient Receptor Potential Vanilloid type 1(TRPV1) adalah saluran kation nonselektif yang diaktifkan oleh berbagai rangsangan penghasil rasa sakit seperti capsaicin, perubahan pH dan panas. Diketahui kemungkinan bahwa TRPV1 berperan penting dalam terjadinya pruritus dan induksi inflamasi pada dermatitis atopik, sehingga Antagonis TRPV1 PAC-14028 dapat menjadi pilihan terapi potensial untuk pasien dermatitis atopik. Tujuan ditulisnya artikel ini untuk mengetahui potensi penggunaan antagonis TRPV1 krim PAC-14028 sebagai terapi pada dermatitis atopik. Artikel ini dibuat dengan meninjau jurnal penelitian dan artikel artikel ilmiah berdasarkan pencarian menggunakan PubMed, PMC, Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan Antagonis TRPV1 krim PAC-14028 dapat menekan gejala mirip dermatitis atopik dengan mempercepat pemulihan penghalang kulit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Krim PAC-14028 mempunyai potensi sebagai pengobatan pada dermatitis atopik.
Pengaruh Dukungan Sosial Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Menjalankan Diet Gagal Ginjal Kronik di Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2020 Ristika Julianty Singarimbun; Suriati Suriati
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6686

Abstract

Gagal ginjal merupakan suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (Irreversible). Kepatuhan pasien menjalankan diet rendah protein dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik di Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif korelasi dengan rancangan studi cross sectional. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel sebanyak 32 responden berpatisipasi dalam penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari karakteristik responden, dukungan sosial keluarga dan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik dimana nilai p 0,05 dan hubungan tersebut kuat, hal ini ditunjukkan oleh nilai r=0,604. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial keluarga sangat mempengaruhi kepatuhan pasien menjalankan diet gagal ginjal kronik.
Gambaran Faktor Risiko Lanjut Usia Terhadap Kematian Pasien COVID-19 Yoga Eko Saputra; Kartika Prahasanti; Afrita Amalia Laitupa; Detti Nur Irawati
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6402

Abstract

Dunia saat ini dikejutkan dengan wabah virus baru COVID-19 yang bermulai dari Wuhan, Provinsi Hubei yang menyebar dengan cepat hingga berbagai negara. Menanggapi masalah ini WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Sampai tanggal 29 Maret 2020, terdapat 634.835 kasus dan 33.106 jumlah kematian di seluruh dunia. Sementara di Indonesia dilaporkan ditemukan sejumlah 2 kasus pada tanggal 2 Maret 2020 dan merupakan tingkat kematian tertinggi di Asia Tenggara. Kematian akibat COVID-19 dapat terjadi pada bayi hingga lanjut usia. Lanjut usia tetap menjadi faktor risiko kematian utama dibandingkan dengan usia yang lain dikarenakan beberapa faktor seperti gangguan kognitif, gangguan perilaku, dan sebagainya. Lanjut usia juga sering dikaitkan dengan penyakit komorbid seperti hipertensi dan diabetes. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko lanjut usia terhadap kematian pasien dengan COVID-19 .
Pemberian Terapi Vitamin C pada COVID-19 Mohammad hasan; Yelvi Levani; Afrita Amalia Laitupa; Nenny Triastuti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.5754

Abstract

Abstrak: Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang tidak bisa disintesis oleh manusia. Fungsi Vitamin C dalam tubuh sangat banyak, salah satunya sebagai antioksidan dan efek pada sistem imun. Vitamin C terbukti dapat melawan virus karena sebagai imunomodulasi, sehingga dapat meningkatkan produksi interferon dan mengatur sintesis sitokin proinflamasi. Vitamin C berhasil mencegah dan mengurangi pasien ICU pada ISPA. Vitamin C juga mepercepat kesembuhan pada penyakit flu. Pemberian terapi vitamin C diharapkan membantu dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas pada COVID-19. Vitamin C pada tubuh pasien COVID-19 juga menurun, sehingga sangat dibutuhkan terapi vitamin C. Vitamin C dapat sebagai imunosupresan yang akan menghambat cytokin storm pada pasien COVID-19. Vitamin C dalam pasien yang terinfeksi virus dapat menghambat ROS. Pemberian vitamin C dengan dosis tinggi dapat membantu penyembuhan dalam dengan sepsis. Dokter di China melaporkan 50 pasien COVID-19 dengan pemberian vitamin C berhasil sembuh. Hal ini dapat membuktikan vitamin C dapat dijadikan terapi pada pasien COVID-19. Tujuan pembuatan literature review ini untuk mengatahui efektivitas vitamin C pada pasien COVID-19.Kata kunci: Vitamin C, Terapi, COVID-19Abstract: Vitamin C is one of the nutrition that cannot be synthesized by human. There are so many function of Vitamin C for our body, one of them is become an antioxidant and affects immune system. Vitamin C has been proofed can against virus as immunomodulation, so that can increase the production of interferon and arrange the synthesis of proinflammatory cytokines. Vitamin C is succeeded in preventing and reducing ISPA patient from ICU. It also fasten the flu disease recovery. The Vitamin C therapy administration is expected can help decreasing morbidity and mortality of COVID-19 patient. The amount of Vitamin C in patient's body is also decreasing. For the reason, the Vitamin C therapy is needed. Vitamin C can also be immunosuppressants than will inhibit cytokin storm of COVID-19's patient. The Vitamin C present's in COVID-19's patient body is to inhibit ROS. The high dose of Vitamin C administration can help the inside recovery by sepsis. Some
Penggunaan Flap Transposisi Untuk Rekonstruksi Pipi Setelah Eksisi Nevus Kongenital Multipel I Nyoman Putu Riasa; Desak Putu Oki Lestari; Alexandria Stephanie Suparman
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.7002

Abstract

Nevus kongenital multipel pada wajah memberikan dampak kosmetik yang buruk dan merupakan tantangan bagi ahli bedah plastik untuk mencapai hasil kosmetik terbaik. Hal ini memberikan dampak yang signifikan terhadap efek psikososial negatif pada pasien anak bahkan setelah pengobatan. Sebuah kasus anak laki-laki berusia 5 tahun datang dengan nevus kongenital multipel di pipi kanannya dalam dimensi yang bervariasi. Eksisi dilakukan untuk menghilangkan banyak nevus, kemudian menggunakan flap transposisi pedikel distal untuk menutup defek. Kemudian nevus dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan heamtoxylin dan eosin. Hasil patologi menunjukkan spilus nevus. Eksisi nevus kongenital multipel wajah, diikuti oleh flap transposisi, adalah metode rekonstruksi yang sangat baik dan cepat dengan hasil estetika yang menjanjikan. Flap lokal memberikan hasil terbaik untuk rekonstruksi wajah karena kesesuaian yang baik dengan kulit dalam hal warna, tekstur, dan ketebalan serta mematuhi salah satu prinsip dasar dalam operasi plastik "ganti seperti dengan" untuk menyamarkan bekas luka operasi, margin garis flap didesain agar berada di sepanjang batas anatomis. Selain itu, kesimetrian wajah perlu diperhatikan dalam rekonstruksi ini. Flap transposisi untuk rekonstruksi pipi merupakan pilihan terbaik untuk menutup defek tentunya dengan mempertimbangkan unit fungsional dan aspek estetika pasien.
Pengaruh Stress Dan Pola Makan Dengan Frekuensi Kekambuhan Penyakit Pada Penderita Gastritis Di RSUD DR. Pirngadi Medan Tahun 2020 Murni Aritonang
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6685

Abstract

AbstrakGastritis merupakan salah satu penyakit yang tersebar diseluruh dunia dan bahkan diperkirakan diderita lebih dari 1,7 milyar orang. Menurut WHO, prevalensi gastritis pada masyarakat diperkirakan antara 8 20% sebagian (+95%) penderita di masyarakat adalah termasuk gastritis akut. Kota Surabaya angka kejadian gastritis sebesar 31,2%, Denpasar 46% sedangkan di Medan angka kejadian cukup tingga sebesar 91,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress dan pola makan dengan frekuensi kekambuhan penyakit pada penderita gastritis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan tahun 2020. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, dengan jumlah populasi sebanyak 65 orang. Sampel dalam penelitian adalah penderita yang terdiagnosa gastritis yang di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik accidental sampling sebanyak 15 responden dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan stress dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan nilai p=0,002 dan r= 0,732 berarti ada hubungan kuat. Pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan gastritis dengan nilai p=0,009 dan r=-0,645 yang berarti ada hubungan yang kuat, diperoleh dengan menggunakan uji Spearman Rank. Kesimpulan bahwa stress dan pola makan berhubungan dengan frekuensi kekambuhan penyakit gastritis.
Pengetahuan Dan Kebiasaan Ibu Meningkatkan Risiko Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) Pada Balita: Studi Cross-Sectional Amellia Prisca Mahdelima; Oky Rahma Prihandani; Kanti Ratnaningrum
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.7135

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyakit pemicu tingginya angka kesakitan dan kematian anak di Indonesia. Pengetahuan dan kebiasaan orang tua terutama ibu, merupakan faktor yang ikut berperan dalam kejadian ISPA pada balita. Beberapa penelitian memaparkan hasil yang berbeda terkait hubungan antar pengetahuan dan kebiasaan ibu dengan kejadian ISPA oleh karena itu peneliti ingin mengetahui apakah faktor tingkat pendidikan, pengetahuan dan kebiasaan ibu dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA pada balita di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, teknik consecutive sampling. Data primer menggunakan wawancara kuesioner didahului dengan validasi kuesioner. Terdapat kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik.Dari 90 sampel diperoleh sebanyak 33 anak menderita ISPA (36,7%). Faktor tingkat pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian ISPA (p=0,233). Sedangkan pengetahuan ibu dan kebiasaan ibu memiliki hubungan bermakna dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,000; p=0,000). Pengetahuan ibu merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada balita dengan peningkatan risiko 14,7x (p=0,000; PR=14,733; CI=4,002-54,232) dibandingkan kebiasaan ibu.Pengetahuan ibu yang kurang dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA 14,7 kali. Faktor kebiasaan ibu yang kurang dapat meningkatkan risiko kejadian ISPA 5.8 kali
Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Produktifitas Kerja Perawat Pelaksana Di Igd Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2019 Siti Meilan Simbolon
JURNAL PANDU HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v2i2.6684

Abstract

Rumah Sakit sebagai suatu institusi pemberi jasa pelayanan kesehatan masyarakat harus mampu melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu dengan pengelolaan sumber daya manusia yang professional. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi bawahan agar mau melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang diharapkan agar tercapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, yakni keseluruhan perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr.Pirngadi Medan. Dimana jumlah perawat pelaksana di Instalasi Gawat Darurat dan berjumlah 17 orang. Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat produktivitas kerja perawat pelaksana di IGD RSUD Dr. Pirngadi Medan adalah dalam bidang Efikasi sebanyak 15 responden (baik) dan 2 responden (cukup), bidang Efektifitas sebanyak 14 responden (baik) dan 3 responden (cukup), dan bidang Efisiensi sebanyak 13 responden (baik) dan 4 responden (cukup). Kepemimpinan dan produktivitas kerja perawat merupakan aspek penting yang saling berhubungan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di Rumah Sakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10