cover
Contact Name
Ilham Hariaji
Contact Email
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
jurnalpanduhusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Gedung Kampus 1 UMSU Jalan Gedung Arca Nomor 53 Medan Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pandu Husada
ISSN : 27160254     EISSN : 27160254     DOI : https://doi.org/10.30596/jph.v4i1
Jurnal Pandu Husada merupakan jurnal yang di kelola oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Bekerjasama dengan Divisi Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pandu Husada Terbit 4 Kali dalam Satu Tahun (Januari-April-Juli-Oktober) Meliputi Bidang Kesehatan, Kedokteran.
Articles 237 Documents
Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Kedokteran Angkatan 2024 Terhadap Upaya Pencegahan Tuberkulosis Paru Di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Maharani, Alila; Hapsah, Hapsah
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28866

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kedua jumlah kasus TB dunia. Mahasiswa kedokteran sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dalam upaya pencegahan TB paru, namun penerapannya dapat bervariasi terutama pada tahap awal pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan perilaku mahasiswa kedokteran angkatan 2024 terhadap upaya pencegahan TB paru di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 156 mahasiswa melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (94,2%), perilaku baik (65,4%), dan upaya pencegahan TB paru yang baik (59,6%). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan upaya pencegahan TB paru (p = 0,814; r = 0,019) maupun antara perilaku dengan upaya pencegahan TB paru (p = 0,466; r = 0,059). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan dan perilaku mahasiswa kedokteran angkatan 2024 tidak berhubungan signifikan dengan upaya pencegahan TB paru, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang memengaruhi tindakan pencegahan TB paru.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Berhubungan Terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah Selama Masa Kehamilan Di Puskesmas Sungai Iyu Kabupaten Aceh Tamiang Purnama, Mutiara; Wirniaty, Dona
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i3.28790

Abstract

Abstrak : Selama proses kehamilan, terdapat pertumbuhan organ tubuh janin yang kontinu, sementara metabolisme ibu mengalami peningkatan, meningkatkan kebutuhan nutrisi ibu hamil. Kekurangan asupan nutrisi dapat menyebabkan masalah kesehatan utama bagi janin dalam kandungan selama kehamilan, misalnya berat badan lahir terendah, kelahiran prematur, serta komplikasi saat persalinan hingga risiko kematian. Ketidakcukupan nutrisi ini juga berdampak pada ibu, memicu kondisi seperti anemia dan kurang energi kronik (KEK). Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet tambah darah selama masa kehamilan di Puskesmas Sungai Iyu Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dan bersifat deskriptif dan analitik, yang mana peneliti mengumpulkan data dari subjek pada satu titik waktu tertentu, penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2024 dengan sampel penelitian yang menggukan rumus Slovin ini merupakan wanita hamil sebanyak 73 orang yang melaksanakan pengecekan kehamilan di Puskesmas Sungai iyu Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil uji Chi-Square pada hubungan Tingkat pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah darah, didapatkan Sig. sebesar 0,000 0,05 yang mana dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki korelasi yang signifikan dengan kebiasaan konsumsi tablet tambah darah, sedangkan hasil uji Chisquare pada hubungan sikap dengan konsumsi tablet tambah darah, didapatkan Sig. sebesar 0.382 0.05 yang mana dapat disimpulkan bahwa sikap tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kebiasaan konsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sungai Iyu terhadap konsumsi tablet tambah darah, namun tidak memperoleh hubungan yang signifikan antara sikap ibu hamil di Puskesmas Sungai Iyu terhadap konsumsi tablet tambah darah.
Pengetahuan, Sikap, Dan Faktor Sosiodemografi Orang Tua Berpengaruh Terhadap Tingginya Capaian Vaksinasi Polio Di Puskesmas Sering Medan Refika Salsabila; Annisa Annisa
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.29188

Abstract

Abstrak : Poliomielitis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang sangat menular dan untuk saat ini tidak dapat disembuhkan, virus ini menyerang sistem saraf pada anak yang berakibat terjadinya kelemahan sampai kelumpuhan otot. Akan tetapi, penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi polio. Program vaksinasi polio dipengaruhi oleh ketaatan dan kedisiplinan ibu untuk membawa balitanya ke fasilitas kesehatan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, usia, agama, status pendidikan, dan pekerjaan ibu terhadap kelengkapan vaksinasi polio. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan studi kasus dengan pengambilan sampel di Wilayah Kerja Puskesmas Sering Medan yang berjumlah 93 responden ibu yang mempunyai anak usia 0-59 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisikan karakteristik, pengetahuan, dan sikap ibu tentang vaksinasi polio. Dari hasil penelitian terhadap 93 ibu - ibu dengan rentang usia 20-35 tahun didapatkan tingkat pengetahuan ibu terhadap vaksinasi polio di Puskesmas Sering Medan adalah baik (51,61%), di mana 78 responden (83.8%) telah lengkap melakukan imunisasi polio. Status pendidikan terbanyak dari ibu yang telah memberikan vaksinasi lengkap adalah jenjang SMA/SMK/MA (43%). Dijumpai hubungan antara pengetahuan, sikap, dan agama dengan vaksinasi polio. Sedangkan usia, status pendidikan, dan pekerjaan tidak memiliki hubungan. Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik, sesuai dengan tingginya capaian vaksinasi di Puskesmas Sering. Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan agama ibu dengan kelengkapan vaksin polio.
Akses Pelayanan Kesehatan Berhubungan Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskemas Tuntungan Pinta Pudiyanti Siregar; Adam Erlangga; Ayu Andini; Annisa Mutiara Naulita Siregar; Raisa Alifia Muabarak Lubis; Alya Petri
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.27759

Abstract

Abstrak : Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan kepatuhan tinggi terhadap pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Akses pelayanan kesehatan diperkirakan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan tingkat kepatuhan minum OAT pada pasien TB di UPT Puskesmas Tuntungan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pasien TB fase lanjutan, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Akses Pelayanan Kesehatan dan kepatuhan minum obat diukur menggunakan MMAS-8. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar pasien memiliki akses mudah (71,2%) dan kepatuhan tinggi (65,4%). Terdapat perbedaan proporsi yang mencolok antara kelompok akses mudah dan sulit: pasien dengan akses mudah memiliki kepatuhan tinggi sebesar 89,2%, sedangkan akses sulit hanya 6,7%. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara akses pelayanan kesehatan dan kepatuhan minum OAT (p=0,000). Nilai PR=12,7 mengindikasikan bahwa pasien dengan akses sulit berisiko 12,7 kali lebih rendah dalam kepatuhan. Akses pelayanan kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum OAT. Perbaikan akses fisik, transportasi, serta kenyamanan layanan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi TB.
Pemberian Asi Eksklusif Berpengaruh Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut pada Balita Di Puskesmas Besitang Kabupaten Langkat Tahun 2022-2023 Syukraini Annisa Malau; Amelia Eka Damayanti
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.29347

Abstract

Abstrak: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang menyerang organ pernapasan dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam pencegahan ISPA karena ASI mengandung banyak imunoglobulin dan faktor protektif terhadap infeksi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat, pada tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 30 balita yang didiagnosis ISPA. Analisis data melibatkan teknik univariat untuk karakteristik dan bivariat dengan uji Fisher’s exact untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian ISPA pada balita. Sebanyak 36,7% balita memiliki riwayat ASI eksklusif dan sebanyak 63,3% balita tidak memiliki riwayat ASI eksklusif. Terdapat 83,3% balita mengalami ISPA dan 16,7% balita yang tidak mengalami ISPA. Berdasarkan hasil uji Fisher’s exact didapatkan nilai probabilitas 0,047 (0,05). Terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat Tahun 2022-2023.
Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) Berpengaruh terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Pratama Hanna Kasih Mhd Abdul Azis; Irfan Hamdani
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.29033

Abstract

Abstrak : Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah ≥140/90 mmHg yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Selain terapi farmakologis, penggunaan terapi herbal sebagai terapi komplementer semakin banyak digunakan, salah satunya bawang putih (Allium sativum), yang diketahui memiliki efek relaksasi otot polos pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Jumlah sampel sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol sebanyak 18 orang yang diberikan plasebo dan kelompok intervensi sebanyak 18 orang yang diberikan ekstrak bawang putih. Intervensi diberikan satu kali sehari selama 28 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test apabila data berdistribusi normal, dan uji Wilcoxon apabila data tidak berdistribusi normal. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro–Wilk. Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang bermakna pada kelompok intervensi setelah pemberian ekstrak bawang putih. Kesimpulan : Ekstrak bawang putih (Allium sativum) terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Pratama Hanna Kasih.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2024 Terhadap Aspek Fikih Islam Dan Medikolegal Dalam Penggunaan Kadaver Pada Praktikum Anatomi Juanrike Ikhsania; Maulana Siregar; Fardella Lufiana; Rini Syahrani Harahap
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.28554

Abstract

Abstrak: Kadaver merupakan media penting dalam pembelajaran anatomi karena memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa kedokteran dalam memahami struktur tubuh manusia. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan etis dan hukum, terutama dalam pandangan fikih Islam yang menuntut penghormatan terhadap jenazah serta aspek medikolegal yang mengatur penggunaannya secara sah. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2024 terhadap aspek fikih Islam dan medikolegal dalam penggunaan kadaver pada praktikum anatomi. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 72 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat menggunakan program SPSS versi 25 untuk menentukan tingkat pengetahuan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai aspek fikih Islam termasuk kategori baik (50%), cukup (48,6%), dan buruk (1,4%). Sedangkan pengetahuan aspek medikolegal berada pada kategori baik (66,7%), cukup (27,8%), dan buruk (5,6%). Mahasiswa lebih memahami ketentuan hukum dan etika medikolegal dibandingkan aspek fikih Islam, terutama terkait larangan penggunaan kadaver berbeda jenis kelamin dan status jenazah maksum. Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penggunaan kadaver, namun pemahaman fikih Islam masih perlu ditingkatkan. Integrasi nilai-nilai syariat Islam dalam kurikulum kedokteran diperlukan agar mahasiswa mampu melaksanakan praktikum anatomi secara ilmiah, etis, dan sesuai hukum Islam. 
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Tentang Fibroadenoma Mammae Terhadap Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Mahasiswi Kesehatan Dan Non Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Nina Kita Nola Bancin; Annisa Annisa
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.29437

Abstract

Abstrak: Fibroadenoma adalah tumor payudara yang paling umum terjadi pada remaja dan wanita muda. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu upaya untuk sebagai deteksi dini kelainan abnormal pada payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan pengetahuan tentang fibdroadenoma mammae terhadap pemeriksaan payudara sendiri pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan. Deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional, dengan sampel 65 mahasiswi kesehatan dan 65 mahasiswi non kesehatan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2022. Dilakukan uji univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square untuk menguji perbandingan tingkat pengetahuan fibroadenoma mammae terhadap perilaku sadari. Terdapat perbandingan pengetahuan FAM pada mahsiswi kesehatan dan non kesehatan. Pada uji statistik chi-square menunjukkan p=0,000(p0,05) yang mengindikasikan adanya perbandingan tingkat pengetahuan FAM pada mahsiswi kesehatan dan non kesehatan dan untuk perilaku SADARI juga terdapat adanya perbandingan. Pada uji chi-square menunjukkan p=0,013(p0,05) yang mengindikasikan adanya perbandingan tingkat perilaku SADARI pada mahasiswi kesehatan dan non kesehatan. Mahasiswi kesehatan memiliki pengetahuan FAM dan perilaku SADARI yang baik daripada mahasiswi non kesehatan.
Pengetahuan Orang Tua Berhubungan Dengan Kemajuan Tatalaksana Palsi Serebral Syahri Ramadani; Nurcahaya Sinaga
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i4.29567

Abstract

Abstrak : Palsi serebral menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi kemampuan bergerak, keseimbangan, dan postur akibat perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Prevalensi palsi serebral berkisar antara 1–4 per 1.000 kelahiran hidup, dan sekitar 1 dari 345 anak usia 8 tahun di Amerika Serikat teridentifikasi mengalami kondisi ini. Pengetahuan orang tua, khususnya ibu, berperan penting dalam mendukung perkembangan dan tatalaksana anak dengan palsi serebral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan kemajuan tatalaksana palsi serebral. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari kuesioner tervalidasi mengenai pengetahuan orang tua terhadap tatalaksana palsi serebral dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (80,8%) dan kemajuan tatalaksana tinggi (80,8%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dan kemajuan tatalaksana, di mana pengetahuan yang baik berkaitan dengan kemajuan yang lebih tinggi. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan orang tua berpotensi meningkatkan keberhasilan tatalaksana anak dengan palsi serebral.
Perbandingan Angka Kejadian Disfungsi Ereksi Antara Pasien BPH Yang Mendapatkan Pengobatan Tunggal Tamsulosin Dengan Pengobatan Kombinasi (Tamsulosin Dan Dutasteride) Putri, Mutiara Pratiwi; Rizaldi, Aril; Fathurrahman, Hasroni
JURNAL PANDU HUSADA Vol 8, No 1 (2027)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v8i1.29758

Abstract

Abstrak: Disfungsi ereksi merupakan suatu kondisi di mana terdapat ketidakmampuan yang konsisten atau berulang untuk mempertahankan atau mencapai ereksi yang cukup untuk kepuasan seksual. Untuk menilai disfungsi ereksi, digunakan kuesioner yang dikenal sebagai International Index of Erectile Function (IIEF). Pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia, kemampuan untuk mencapai ereksi dan ejakulasi sering kali menurun, yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan gangguan yang terjadi pada kelenjar prostat yang mengalami hiperplasia jinak sel otot polos prostat dan sel stroma prostat. Pengobatan untuk pasien BPH dapat dilakukan dengan terapi medikamentosa dan pembedahan. Terapi medikamentosa umumya menggunakan a-blocker sebagai monoterapi atau dikombinasikan dengan 5a-reductase inhibitors (s-ARIs) sebagai terapi lini pertama.Kombinasi tamsulosin dan dutasteride memberikan manfaat terapeutik yang lebih efektif untuk BPH, meskipun dengan efek samping seksual yang lebih tinggi. Namun, secara signifikan terapi kombinasi ini dapat mengurangi risiko progresi gejala BPH dan kejadian retensi urin akut dibandingkan dengan monoterapi tamsulosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbandingan angka kejadian disfungsi ereksi antara pasien bph yang mendapatkan pengobatan tunggal tamsulosin dengan pengobatan kombinasi (tamsulosin dan dutasteride). Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik retrospektif yang menggunakan pendekatan cross-sectional yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dilaksanakan di bagian urologi RSU Putri Bidadari Stabat dan RSU Bidadari Binjai. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh didapatkan 68 sampel, kemudian didapatkan hasil 0,001 (p-value 0,05) yang bermakna terdapat perbedaan yang signifikan antara pengobatan tunggal tamsulosin dan pengobatan kombinasi (tamsulosin-dutasteride) dengan kejadian disfungsi ereksi pada pasien BPH. Kesimpulan: terdapat perbedaan disfungsi ereksi pada pasien BPH yang mendapatkan pengobatan tunggal tamsulosin dan pengobatan kombinasi (tamsulosin-dutasteride).