cover
Contact Name
Nataliana Bebasari
Contact Email
natalia@lenteranusa.id
Phone
+6281399560881
Journal Mail Official
natalia@lenteranusa.id
Editorial Address
Waterfront Estates, Cluster Uptown, Jl.South Uptown I - Uptown Sanctuary, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan
ISSN : -     EISSN : 29865654     DOI : https://doi.org/10.59422/margin.v1i01
Core Subject : Economy,
Jurnal Lentera Managemen Keuangan, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Managemen Keuangan mewadahi publikasi hasil Penelitian bidang ilmu Manajemen Keuangan yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Managemen Keuangan merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, dan Agustus.
Articles 62 Documents
Pengungkapan ESG dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes: Implikasi Keuangan Berkelanjutan Serilia Tangalayuk; Ayu Dhina Anggraeni; Fiona Octaviani; Darwis Said; Nadhirah Nagu
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi keberlanjutan yang dibangun melalui tanda visual dan narasi dalam Laporan Keberlanjutan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Tahun 2023, menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan menerapkan sistem tiga lapisan makna denotasi, konotasi, dan mitos studi ini mengkaji bagaimana elemen-elemen visual pada sampul laporan, tema komunikasi utama, serta narasi yang digunakan untuk merepresentasikan komitmen keberlanjutan perusahaan pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus pada pembacaan tanda-tanda visual dan linguistik dalam laporan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Laporan Keberlanjutan PLN NP 2023 bukan sekadar dokumen pelaporan kinerja non-keuangan, melainkan sebuah konstruksi ideologis yang terancang dengan cermat untuk membangun legitimasi sosial perusahaan. Tema utama "Leading the Energy Transition Towards Sustainable Future" (Memimpin Transisi Energi Menuju Masa Depan Berkelanjutan) beserta elemen visualnya membentuk mitos keberlanjutan korporat, yakni keyakinan bahwa perusahaan pembangkit listrik berbasis energi konvensional dapat sekaligus menjadi pelopor transisi energi yang bertanggung jawab. Mitos ini beroperasi melalui mekanisme naturalisasi yang menyajikan wacana keberlanjutan sebagai identitas inheren perusahaan. Studi ini menegaskan bahwa laporan keberlanjutan berfungsi ganda: sebagai alat transparansi dan sebagai instrumen legitimasi simbolis dalam komunikasi korporat. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap proses pembentukan mitos transisi energi dan ideologi keberlanjutan dalam laporan keberlanjutan perusahaan pembangkit listrik, sehingga memberikan kontribusi teoretis bagi kajian komunikasi korporat dan kontribusi praktis bagi pengembangan pelaporan keberlanjutan yang lebih reflektif dan transparan.
LDR, ROA, dan Pertumbuhan Aset dalam Pembentukan PBV pada Perbankan dengan Kapitalisasi Terbesar di BEI Deden Hikmah Aidil Fitri; Dheri Febiyani Lestari
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Assets (ROA), dan Asset Growth terhadap Price to Book Value (PBV) pada perusahaan perbankan dengan kapitalisasi terbesar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Fenomena fluktuasi PBV pada perbankan besar pascapandemi COVID-19 serta koreksi valuasi pasar menunjukkan adanya perubahan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan perbankan. Penelitian ini menggunakan empat perusahaan perbankan besar sebagai sampel penelitian dengan total 80 data observasi yang diperoleh dari laporan keuangan triwulanan selama periode penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan bantuan software EViews. Berdasarkan hasil pemilihan model, Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling tepat digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial LDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PBV, ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan Asset Growth berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PBV. Secara simultan, LDR, ROA, dan Asset Growth berpengaruh signifikan terhadap PBV. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,948594 menunjukkan bahwa 94,86% variasi PBV dapat dijelaskan oleh variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 5,14% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan ROA merupakan faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan LDR dan Asset Growth belum menunjukkan pengaruh signifikan secara individual. Oleh karena itu, perusahaan perbankan disarankan meningkatkan profitabilitas dan mengoptimalkan kinerja keuangan guna meningkatkan nilai perusahaan.
Rasio Keuangan Perbankan dan Nilai Perusahaan: Peran Profitabilitas sebagai Variabel Mediasi Happyta Agustin; Didik Setiyadi
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1336

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh risiko kredit (NPL), likuiditas (LDR), efisiensi operasional (BOPO), dan kecukupan modal (CAR) terhadap nilai perusahaan (PBV), baik secara langsung maupun melalui profitabilitas (ROA) sebagai variabel mediasi, pada bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling sehingga diperoleh 33 bank dengan total 165 observasi yang membentuk data panel seimbang. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model yang dikoreksi melalui standard error kokoh berbasis klaster, sedangkan peran mediasi diuji menggunakan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sementara CAR berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan NPL dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Terhadap PBV, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan, dan NPL berpengaruh negatif signifikan pada taraf 10%, sementara LDR, CAR, dan ROA tidak berpengaruh signifikan. Pengujian mediasi membuktikan bahwa ROA tidak memediasi pengaruh keempat rasio terhadap PBV, karena profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan PBV perbankan lebih ditentukan oleh efisiensi operasional dan risiko kredit secara langsung dibandingkan melalui jalur profitabilitas. Temuan ini menyiratkan pentingnya pengendalian biaya operasional bagi manajemen bank serta perhatian investor terhadap rasio efisiensi dan risiko kredit.
Model Perilaku Manajemen Keuangan Generasi Z Berbasis Intensitas Paylater, Literasi Keuangan Digital, dan Self-Control Gusti Fajar Syah; Aditya Saputra; Muhamad Al Faruq Abdullah
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1380

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) seperti fitur Buy Now Pay Later (Paylater) memicu pergeseran pola konsumsi Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-control dalam memediasi pengaruh intensitas penggunaan fitur Paylater dan literasi keuangan digital terhadap perilaku manajemen keuangan pada Generasi Z pengguna e-commerce di DKI Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 200 responden Generasi Z melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan software SmartPLS 3.0. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa self-control bertindak sebagai faktor dominan dan mediator sempurna (full mediation) dalam menghubungkan literasi keuangan digital dengan perilaku manajemen keuangan. Sebaliknya, intensitas penggunaan Paylater berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap perilaku manajemen keuangan, namun tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap self-control, serta tidak terbukti dimediasi oleh self-control. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa untuk membentuk perilaku manajemen keuangan yang sehat di era digital, pemahaman literasi keuangan saja tidak cukup tanpa didorong oleh kapasitas kontrol diri (self-control) yang kuat sebagai benteng psikologis. Bagi penyedia layanan keuangan dan regulator, hasil ini menekankan pentingnya mengintegrasikan fitur-fitur stimulasi kontrol diri (seperti batas pengeluaran otomatis) guna melindungi konsumen muda dari perilaku konsumtif yang tidak terencana.
Analisis Penerapan Tax Planning Terhadap Beban Pajak Penghasilan Badan PT STE Bitung Gemilang Muliadi Aloanis; Kiet Tumiwa; Jacqualine Greety Wenas
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1450

Abstract

Penerapan tax planning pada perusahaan merupakan hal yang penting. Dengan menerapkan tax planning, perusahaan dapat memangkas beban pajak tanpa harus mengurangi kepatuhan terhadap kewajiban perusahaan dalam membayar Pajak Penghasilan Badan. Tax planning dapat dilakukan dengan mengidentifikasi peluang terhadap akun-akun yang dikenai koreksi fiskal untuk di optimalisasi dengan tetap berpedoman pada ketentuan perpajakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan tax planning yang telah dilakukan PT STE Bitung, serta memberi masukan untuk dapat memangkas beban Pajak Penghasilan Badan pada Tahun 2025 dengan mengoptimalkan penerapan tax planning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus menggambarkan dan menganalisis penerapan dan optimalisasi tax planning terhadap efisiensi beban Pajak Penghasilan Badan PT STE Bitung. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara informal, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mengumpulkan data laporan keungan dan perpajakan perusahaan, mengidentifikasi tax planning yang dilakukan perusahaan, menganalisis peluang optimalisasi terhadap biaya-biaya fiskal, membandingkan beban pajak sebelum dan sesudah mengoptimalkan tax planning, dan menarik kesimpulan atas perbandingan. Hasil analisis terhadap laporan keuangan PT STE Bitung, ditemukan bahwa beberapa tax planning telah dilakukan yaitu dengan menggunakan pencatatan akrual basis, metode penyusutan garis lurus, serta menyediakan makan minum pada seluruh karyawan. Namun, penerapan tax planning tersebut masih belum optimal. Sehingga pada analisis yang dilakukan, perusahaan masih dapat mengoptimalkan tax planning dengan mengalihkan biaya pemberian parsel hari raya menjadi Tunjangan Hari Raya karyawan serta membuat daftar nominatif untuk biaya jamuan makan minum tamu. Dengan optimalisasi tersebut, PT STE Bitung dapat menurunkan beban Pajak Penghasilan Badan.
Model Inklusi Keuangan UMKM Berbasis Kualitas Layanan dan Biaya Transaksi Salmita Salmita; Jumawan Jasman; Sofyan Syamsuddin
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1479

Abstract

Meskipun peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat vital bagi perekonomian lokal, pemanfaatan layanan keuangan formal oleh sebagian besar pelaku UMKM masih tergolong rendah akibat kendala kualitas layanan yang belum optimal dan biaya transaksi yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model inklusi keuangan UMKM berbasis kualitas layanan keuangan dan biaya transaksi di Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner terstruktur. Populasi penelitian berjumlah 15.759 UMKM dengan sampel 99 responden pengambil keputusan usaha yang ditentukan secara purposive sampling dan dikalkulasi ukurannya menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan melalui pengujian asumsi klasik dan regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial, kualitas layanan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan UMKM di Kota Palopo (t = 2,571; p = 0,012). Demikian pula biaya transaksi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap inklusi keuangan (t = 4,577; p = 0,001). Nilai R² sebesar 0,465 mengindikasikan bahwa 46,5% variabilitas inklusi keuangan dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan yang responsif serta biaya transaksi yang terjangkau dan efisien merupakan pendorong kunci dalam memperluas keberlanjutan pemanfaatan sistem keuangan formal oleh UMKM di daerah berkembang.
Analisis Kepatuhan Formal Pajak Masukan Berdasarkan Kelengkapan Faktur Pajak Pada PT X Manado Vanessa Mongan; Merry Sael; Fanesa Syaefudin
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1483

Abstract

Kelengkapan unsur formal Faktur Pajak merupakan salah satu persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan Pajak Pertambahan Nilai. Pemenuhan unsur formal tersebut penting karena Faktur Pajak menjadi dokumen yang digunakan sebagai dasar administrasi Pajak Masukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. PT X Manado sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan dan penunjang kesehatan melakukan berbagai transaksi perolehan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang menghasilkan Faktur Pajak Masukan, sehingga diperlukan analisis terhadap kelengkapan unsur formal Faktur Pajak untuk menilai kepatuhan formal perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan formal Pajak Masukan berdasarkan kelengkapan Faktur Pajak pada PT X Manado. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa 102 dokumen Faktur Pajak Masukan periode Triwulan I Tahun 2026 yang diperoleh melalui dokumentasi dan observasi. Analisis dilakukan dengan membandingkan setiap unsur formal Faktur Pajak dengan ketentuan Pasal 13 ayat (5) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh Faktur Pajak Masukan yang diperiksa telah memenuhi seluruh unsur formal yang dipersyaratkan sehingga tingkat kepatuhan formal mencapai 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Faktur Pajak Masukan pada PT X Manado telah memenuhi persyaratan formal sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, sehingga mencerminkan kepatuhan formal yang baik dalam pengelolaan administrasi Pajak Pertambahan Nilai.
Transformasi Risiko Pembiayaan Bank Syariah dalam Ekosistem Digital Farida Ayu Avisena Nusantari; Suryani Suryani; Muhammad Hadi Maulidin Nugraha
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1492

Abstract

Transformasi digital telah mengubah model bisnis perbankan syariah melalui penerapan layanan digital, integrasi teknologi finansial, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembiayaan. Perubahan tersebut meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, namun sekaligus memperluas kompleksitas risiko pembiayaan yang berpotensi memengaruhi kualitas aset, keamanan informasi, serta kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik risiko pembiayaan pada bank syariah di era digitalisasi serta mengidentifikasi strategi mitigasi risiko yang dapat mendukung keberlanjutan industri perbankan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 10 artikel ilmiah utama periode 2023–2026 yang diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan portal jurnal perguruan tinggi. Literatur diseleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan keterbaruan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi dan menyintesis tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses pembiayaan, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, tetapi juga meningkatkan eksposur terhadap risiko keamanan siber, teknologi informasi, fraud digital, kepatuhan syariah, dan pihak ketiga. Temuan utama menunjukkan bahwa risiko pembiayaan pada era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan finansial nasabah, tetapi telah berkembang menjadi risiko yang saling terhubung dengan aspek teknologi, keamanan data, tata kelola, kompetensi sumber daya manusia, dan kepatuhan syariah. Berdasarkan sintesis tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka Digital Financing Risk Management yang mengintegrasikan Risk Governance, Digital Technology, Cyber Security, Human Resources Competency, dan Sharia Compliance. Temuan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan risiko pembiayaan yang terintegrasi untuk menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat ketahanan operasional, serta mendukung keberlanjutan bank syariah di era digital.
Pengaruh Inklusi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan dalam Mendorong Kinerja UMKM Sektor Makanan di Kabupaten Tasikmalaya Siti jubaedah; Dewi Ratnasari Astuti
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1516

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh inklusi dan pengelolaan keuangan terhadap kinerja UMKM sektor makanan di Kabupaten Tasikmalaya. Studi ini dilatarbelakangi oleh penurunan jumlah UMKM dan anomali di lapangan, di mana akses keuangan tidak berbanding lurus dengan peningkatan kinerja usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel yang digunakan sebanyak 100 pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda yang didahului dengan transformasi MSI serta uji asumsi klasik. Pada hasil penelitian Inklusi Keuangan: Berpengaruh negatif dan signifikan. Akses layanan keuangan formal belum dimanfaatkan secara produktif dan hanya dipakai untuk bertahan (survival mode), sehingga justru menjadi beban keuangan. Pengelolaan Keuangan: Berpengaruh positif, signifikan, dan dominan. Semakin baik perencanaan dan pencatatan keuangannya, semakin tinggi pula kinerja UMKM tersebut. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dan pelatihan dari pemerintah maupun lembaga keuangan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan dana secara produktif dan membenahi tata kelola keuangannya. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel baru seperti literasi keuangan, digitalisasi, atau orientasi kewirausahaan.
Analisis Kewajiban Pajak Penghasilan Orang Pribadi Digital Creator Facebook Profesional (Studi Pada KPP Pratama Manado) Avril Lavigne Kezia Matu; Johanes Helbert Tene; Decire Dumingkan Wagiu
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1540

Abstract

Penelitian ini menyoroti tentang perkembangan ekonomi digital yang telah menciptakan sumber penghasilan baru yaitu kreator digital melalui program monetisasi Facebook Fitur Profesional. Meskipun penghasilan tersebut merupakan objek Pajak Penghasilan Orang Pribadi, pemenuhan kewajiban perpajakan oleh kreator digital masih menghadapi tantangan, terutama terkait pemahaman terhadap ketentuan perpajakan dan pelaksanaan edukasi oleh otoritas pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemenuhan kewajiban Pajak Penghasilan Orang Pribadi atas penghasilan kreator digital pada platform Facebook Fitur Profesional serta mengkaji peran Kantor Pelayanan Pajak Pratama Manado dalam  meningkatkan kepatuhan perpajakan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan kreator digital merupakan objek Pajak Penghasilan yang dapat dihitung menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto atau pembukuan sesuai ketentuan perpajakan. Penelitian juga menemukan bahwa edukasi perpajakan kepada kreator digital masih dilakukan secara individual dan belum didukung program khusus, sementara identifikasi tingkat kepatuhan masih terkendala oleh belum tersedianya data administrasi yang mengelompokkan profesi kreator digital secara khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi perpajakan serta pengembangan sistem pendataan yang lebih spesifik guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak pada sektor ekonomi digital.