cover
Contact Name
Nataliana Bebasari
Contact Email
natalia@lenteranusa.id
Phone
+6281399560881
Journal Mail Official
natalia@lenteranusa.id
Editorial Address
Waterfront Estates, Cluster Uptown, Jl.South Uptown I - Uptown Sanctuary, Kab. Bekasi, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan
ISSN : -     EISSN : 29865654     DOI : https://doi.org/10.59422/margin.v1i01
Core Subject : Economy,
Jurnal Lentera Managemen Keuangan, diterbitkan oleh Lentera Ilmu Nusantara. Jurnal Lentera Managemen Keuangan mewadahi publikasi hasil Penelitian bidang ilmu Manajemen Keuangan yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal Lentera Managemen Keuangan merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, dan Agustus.
Articles 52 Documents
Efektivitas Target Penjualan Komoditi Komersial Perum BULOG Sulawesi Utara dan Gorontalo Nathalia Ericha Sanggasi; Lusye Corvanty Kumaat; Nixon Sondakh
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1249

Abstract

Penelitian ini menyoroti masalah ketidaksesuaian antara target penjualan yang sudah ditentukan dan hasil pendapatan yang diperoleh, yang menunjukkan adanya masalah dalam perencanaan dan penilaian strategi penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa efektif target penjualan untuk komoditi komersial di Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis rasio efektivitas yang membandingkan realisasi pendapatan sebagai outcome terhadap target sebagai output. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen dari bagian bisnis terkait tiga produk utama, yaitu beras, gula, dan minyak goreng. Hasil analisis menunjukkan variasi kinerja: komoditi gula berada dalam kategori efektif karena hasilnya mampu melebihi target tahunan, sementara komoditi beras tergolong cukup efektif. Di sisi lain, komoditi minyak goreng dianggap tidak efektif karena penjualannya sangat jauh dari target yang ditentukan. Secara keseluruhan, besarnya varian negatif pada beberapa komoditi disebabkan oleh penetapan target yang kurang responsif terhadap perubahan pasar musiman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara keseluruhan kinerja penjualan terbilang baik, terdapat ketidakefektifan yang signifikan pada komoditi minyak goreng yang memerlukan analisis lebih mendalam. Rekomendasi yang diberikan meliputi penerapan target yang lebih adaptif serta peningkatan distribusi jaringan untuk mengurangi potensi kehilangan omzet di masa yang akan datang.
Sistem Akuntansi Keberlanjutan, Kapabilitas Organisasi, dan Kualitas Pelaporan Keberlanjutan pada Perusahaan Pertambangan: Peran Moderasi Tekanan ESG Sabaruddinsah Sabaruddinsah; Neng Asiah
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1257

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh sustainability accounting system (SAS) dan organizational capability (OC) terhadap sustainability reporting quality (SRQ), dengan ESG pressure (ESGP) sebagai variabel moderasi. Dengan merujuk pada teori institusional, teori pemangku kepentingan, teori legitimasi, dan teori kapabilitas dinamis, ESGP diposisikan sebagai mekanisme penguatan institusional. Penelitian ini menggunakan sampel 38 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2025, dengan total 228 observasi perusahaan-tahun. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SAS berpengaruh positif terhadap SRQ (β = 0,318; p < 0,01; dua arah), sedangkan OC menunjukkan pengaruh paling kuat (β = 0,421; p < 0,01). ESGP secara signifikan memperkuat hubungan SAS terhadap SRQ (β = 0,214; p < 0,01) dan hubungan OC terhadap SRQ (β = 0,287; p < 0,01). Uji ketahanan menggunakan model jeda satu tahun dan ukuran SRQ dikotomis alternatif mengonfirmasi kestabilan temuan penelitian (R² = 0,694; Q² = 0,512). Temuan ini menunjukkan bahwa SRQ mencerminkan kematangan tata kelola keberlanjutan yang dibentuk oleh interaksi antara kapasitas internal dan tekanan institusional eksternal. ESGP tidak bekerja secara mandiri, melainkan berfungsi sebagai mekanisme penguatan yang efektif ketika didukung oleh SAS dan OC yang memadai. Secara manajerial, perusahaan perlu memperkuat sistem informasi keberlanjutan dan kapabilitas organisasi secara bersamaan, tidak sebatas memenuhi kepatuhan simbolis. Keterbatasan utama penelitian ini mencakup penggunaan sampel dari satu sektor industri dan adanya potensi endogenitas residual.
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan pada Emiten Teknologi di BEI: Peran Mediasi Profitabilitas Marsono Marsono
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1283

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan kinerja keuangan, profitabilitas, dan nilai perusahaan pada emiten teknologi di Bursa Efek Indonesia. Persoalan utama muncul karena rasio keuangan konvensional tidak selalu bergerak searah dengan penilaian pasar pada perusahaan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder dari 23 emiten teknologi selama 2021–2024, sehingga diperoleh 92 data observasi. Kinerja keuangan dibangun sebagai konstruk tingkat tinggi formatif yang dibentuk oleh struktur modal, likuiditas, dan efisiensi aset. Analisis dilakukan dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui pendekatan disjoint two-stage. Hasil menunjukkan bahwa struktur modal menjadi satu-satunya dimensi signifikan pembentuk kinerja keuangan. Kinerja keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas maupun nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas tidak terbukti memediasi hubungan tersebut pada model utama. Nilai perusahaan dapat dijelaskan sebesar 30,4 persen, tetapi daya prediksi model masih lemah berdasarkan PLSpredict dan CVPAT. Uji sensitivitas menunjukkan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan menjadi signifikan ketika PBV atau Tobin’s Q dikeluarkan secara terpisah. Temuan ini menegaskan bahwa nilai perusahaan emiten teknologi sulit dijelaskan hanya melalui rasio akuntansi, sehingga analisis valuasi perlu dilengkapi dengan indikator nonkeuangan, seperti prospek pertumbuhan, risiko model bisnis, kekuatan ekosistem digital, dan sentimen pasar.
Green Finance dan ESG dalam Keuangan Korporasi Berkelanjutan: Kajian Systematic Literature Review Elin Trinovita; Tony Wijaya
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1285

Abstract

Dalam satu dekade terakhir, konsep green finance dan Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi perhatian penting dalam kajian keberlanjutan dan keuangan korporasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian, fokus tematik, serta celah penelitian terkait green economy, green finance, sustainable finance, dan ESG melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus menggunakan kata kunci "Green Economy, "Green finance", "Sustainable Finance", dan "Environmental, Social, and Governance (ESG)". Proses seleksi dilakukan melalui kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan relevansi topik, bidang ilmu, serta kualitas publikasi sehingga diperoleh 77 artikel yang memenuhi kriteria analisis. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk memetakan hubungan tematik, tren penelitian, dan perkembangan literatur. Hasil penelitian menunjukkan tiga klaster utama, yaitu strategi keuangan dan ekonomi hijau, keuangan berkelanjutan dan ESG, serta kebijakan dan inovasi keuangan hijau. Visualisasi overlay dan density mengindikasikan bahwa topik ESG performance, green finance policy, dan green bonds merupakan area penelitian yang berkembang pesat. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran fokus literatur dari pendekatan konseptual menuju kajian empiris yang lebih aplikatif. Penelitian ini berkontribusi dalam memetakan lanskap keilmuan green finance dan ESG serta mengidentifikasi agenda penelitian masa depan terkait efektivitas kebijakan keuangan hijau, pengaruh kinerja ESG terhadap kinerja perusahaan, pengembangan instrumen green bonds, dan implementasinya dalam konteks negara berkembang.
Tax Avoidance pada Perusahaan Energi di Indonesia: Peran Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Leverage Amanda Pramudita; Anindya Ardiansari
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1295

Abstract

Pendapatan utama negara bersumber dari pajak, namun di sisi lain, perusahaan sering kali berusaha mengurangi beban pajak dengan menggunakan berbagai strategi perpajakan yang tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang dikenal sebagai tax avoidance. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Pada penelitian ini, rasio profitabilitas diukur menggunakan Return on Asset (ROA), ukuran perusahaan diukur oleh Logaritma Natural (Total Assets), leverage diukur dengan Debt to Asset Ratio (DAR), dan tax avoidance diukur menggunakan Cash Effective Tax Rate (CETR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan 15 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling selama periode penelitian selama 5 tahun, dengan 75 data observasi. Penelitian ini menggunakan arus kas operasi dan depresiasi sebagai variabel kontrol. Data ini dianalisis menggunakan program Eviews 13 untuk regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap tax avoidance (CETR), sedangkan ukuran perusahaan (SIZE) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tax avoidance (CETR), dan leverage (DAR) berpengaruh negatif signifikan terhadap tax avoidance (CETR).
Dinamika Minat Investasi Generasi Z dalam Ekosistem Digital: Peran Social Media Influencer dan Literasi Keuangan Abdul Fattah; Moh. Fakhri Siddiqi
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1316

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah perilaku finansial Generasi Z, termasuk dalam membentuk minat berinvestasi. Di sisi lain, tingginya paparan informasi investasi melalui social media influencer belum selalu diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang memadai sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pengambilan keputusan investasi. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada mahasiswa di lingkungan akademik, sedangkan kajian pada komunitas investasi berbasis praktik masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh social media influencer dan literasi keuangan terhadap minat berinvestasi anggota Komunitas Pijey Investment. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 208 responden dari populasi 431 anggota. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 2,008, sig. = 0,046), literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berinvestasi (t = 7,866, sig. = 0,000), serta kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi (F = 90,726, sig. = 0,000) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,464. Literasi keuangan merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan social media influencer. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan minat investasi di komunitas investasi tidak hanya memerlukan peran influencer yang kredibel, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan literasi keuangan agar keputusan investasi dilakukan secara lebih rasional. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi pengelola komunitas investasi dalam menyusun strategi edukasi keuangan yang lebih efektif.
Minat Bertransaksi Buy Now Pay Later Pada Mahasiswa Akuntansi: Peran Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, dan Money Management Irma Oktiani; Fajriana Khusnul Khotimah; Bangun Widoyoko; Cynthia Dikna Sari
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan dan literasi keuangan terhadap minat bertransaksi menggunakan layanan buy now pay later (BNPL) pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), serta menguji peran money management sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatoris dengan analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 124 mahasiswa aktif Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Jakarta dengan menggunakan teknik purposive sampling. Literasi keuangan ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat bertransaksi BNPL. Sebaliknya, inklusi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan. Lebih lanjut, money management terbukti tidak memediasi hubungan antara inklusi keuangan maupun literasi keuangan dengan minat bertransaksi BNPL. Peningkatan literasi keuangan merupakan faktor determinan utama dalam membentuk minat mahasiswa terhadap layanan BNPL, sedangkan akses keuangan formal dan kemampuan money management belum terbukti signifikan. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan kurikulum pendidikan keuangan yang mencakup materi literasi keuangan personal di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Analisis Perlakuan Akuntansi Piutang Usaha pada PT PLN Indonesia Power Adinda Saphira Rizki; Novitasari Novitasari; Irma Oktiani; Hastuti Redyanita; Rodiana Listiawati
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1375

Abstract

PT PLN Indonesia Power memiliki aktivitas operasional penjualan barang dan jasa yang melibatkan berbagai transaksi keuangan, termasuk transaksi yang menimbulkan piutang usaha. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan akan ketepatan pengelolaan perlakuan akuntansi terhadap piutang usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power serta menganalisis kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power meliputi proses pengakuan, pengukuran, pencatatan, dan penyajian piutang usaha yang didukung oleh penggunaan sistem SAP Enterprise Resource Planning (SAP ERP) serta monitoring dan rekonsiliasi merupakan bagian dalam penyajian yang dilakukan secara berkala untuk memastikan keakuratan saldo piutang dan kesesuaiannya dengan data pendukung. Berdasarkan hasil analisis, perlakuan akuntansi piutang usaha yang diterapkan telah sesuai dengan PSAK No. 109 tentang Instrumen Keuangan, PSAK No. 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, dan PSAK No. 224 tentang Pengungkapan Pihak Berelasi. Dengan demikian, penerapan perlakuan akuntansi piutang usaha pada PT PLN Indonesia Power telah mendukung penyajian informasi keuangan yang akurat, andal, dan relevan bagi pengguna laporan keuangan.
Carbon Emission Disclosure, ESG Scores, and Firm Value: Evidence from LQ45 Energy and Mining Companies Dinda Putri Adelia; Elan Nurhadi Purwanto; Sunita Dasman
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1424

Abstract

This study examines the effect of carbon emission disclosure and Environmental, Social, and Governance (ESG) scores on firm value in energy and mining companies listed in the LQ45 Index on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. This study employs secondary data obtained from companies’ annual reports and sustainability ratings. The sample was selected using purposive sampling, resulting in nine companies with a total of 45 firm-year observations. The data were analyzed using panel data regression with fixed-effects and generalized least squares estimations. The results indicate that carbon emission disclosure has no significant effect on firm value, whereas Environmental, Social, and Governance (ESG) scores have a significant negative effect on firm value. Simultaneously, carbon emission disclosure and Environmental, Social, and Governance (ESG) scores have a significant effect on firm value. These findings indicate that sustainability-related practices have not yet been positively reflected in market valuation, suggesting that investors may still perceive sustainability initiatives as additional costs rather than as long-term value drivers. The study concludes that the implementation of sustainability practices alone is insufficient to enhance firm value without corresponding market recognition and investor confidence.
Pemanfaatan Kreatif dan Penerapan Strategis: Adopsi Artificial Intelligence pada UMKM Probolinggo Menuju Ekonomi 5.0 Novia Indriani; Moh. Fakhri Siddiqi
Margin: Jurnal Lentera Managemen Keuangan Vol. 4 No. 02 (2026): Artikel In Press: Edisi Agustus 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/margin.v4i02.1428

Abstract

Transformasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju Ekonomi 5.0. Namun, tingkat pemanfaatan AI oleh pelaku UMKM masih beragam, terutama pada wilayah dengan tingkat literasi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi transformasi digital berbasis AI menuju Ekonomi 5.0 di Kabupaten Probolinggo, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan kesiapan tersebut, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kesiapan UMKM dalam mengadopsi AI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 – Januari 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap empat pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik stratified purposive sampling berdasarkan keterwakilan sektor usaha di Kabupaten Probolinggo. Jumlah informan ditetapkan setelah mempertimbangkan keterwakilan sektor usaha dan kecukupan informasi yang diperoleh selama proses pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM pada sektor kuliner, jasa, dan fashion memiliki persepsi positif terhadap AI serta telah memanfaatkannya untuk mendukung pemasaran digital dan efisiensi operasional, sedangkan pelaku usaha pada sektor perdagangan masih memiliki keterbatasan pemahaman terhadap AI. Tingkat kesiapan pelaku UMKM dipengaruhi oleh literasi digital, faktor usia, karakteristik usaha, dan dukungan ekosistem digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital serta penyediaan pelatihan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam mendukung adopsi AI menuju Ekonomi 5.0, terutama bagi pelaku usaha yang masih memiliki keterbatasan pemahaman terhadap teknologi AI.