cover
Contact Name
Dayan Hisni
Contact Email
dayanhisni@gmail.com
Phone
+6281382616167
Journal Mail Official
jkknfikesunas@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Menara Universitas Nasional Jl. RM. Harsono, No. 1 Ragunan - Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12550
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional
ISSN : -     EISSN : 29867983     DOI : http://dx.doi.org/10.47313/jkkn
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional (JKKN) adalah suatu jurnal ilmiah nasional yang mempunyai scope bidang ilmu keperawatan dan kebidanan yang meliputi keperawatan medikal bedah, keperawatan maternitas, keperawatan anak, keperawatan gawat darurat, keperawatan kritis, keperawatan komunitas, keluarga, dan gerontik, dan manajemen keperawatan serta ilmu-ilmu kebidanan. JKKN diterbitkan 2 kali issue per tahun yaitu pada bulan Mei dan Oktober.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DIET RENDAH GARAM PADA PASIEN HIPERTENSI Halawa, Astuti; Usman, Andi Mayasari; Nursasmita, Rizqi
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i2.3156

Abstract

AbstractHypertension or better known as high blood pressure is a condition where a person's bloodpressure is above the normal or optimal limit, namely 120 mmHg systolic and 80 mmHgdiastolic. This study aims to determine the effect of health education on knowledge andattitudes about a low-salt diet in hypertensive patients at X Hospital in Central Jakarta.Quantitative research using a Quasi-Experiment approach with One Group Pre-test - Posttest. The sample in this study was 41 people from a population of 45 people. The sampletechnique was a purposive sampling. The research instrument used a questionnaire. Thestatistical test used was the Wilcoxon signed rank test to determine the difference betweenthe independent variables and the dependent variable. The research conducted on 41respondents showed that most of the characteristics of the respondents were female(73.20%), the minimum age was 25 years and the maximum age was 83 years, undergraduateeducation (36.60%), the respondents' knowledge before and after giving health educationabout a low-salt diet (p value 0.000), and the attitude of respondents before and after givinghealth education about a low-salt diet (p value 0.000). Two-variable research shows thatthere are differences in health education on knowledge and attitudes about low-salt diets inhypertensive patients. Keywords: health education, hypertension, diet for hypertension, low sodium dietAbstrakHipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari batas idealatau normal, yaitu tekanan darah sistolik sebesar 120 mmHg dan tekanan darah diastoliksebesar 80 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health educationterhadap pengetahuan dan sikap tentang diet rendah garam pada pasien hipertensi di RumahSakit X di Jakarta Pusat. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Quasi-Experimentdengan One Group Pre-test - Post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 orang daripopulasi 45 orang. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitianini menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara perempuan (73,20%), minimal usiaadalah 25 tahun dan usia maksimal adalah 83 tahun, pendidikan sarjana (36,60%),pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian health education tentang diet rendahgaram (p value 0,000), dan sikap responden sebelum dan sesudah pemberian healtheducation tentang diet rendah garam (p value 0,000). Kata kunci: pendidikan kesehatan, hipertensi, diet hipertensi, diet rendah garam
USIA, JENIS KELAMIN DAN TINGKAT STRES BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA Suwarningsih, Suwarningsih; Mujahidah, Zakiyah; Putri Firdaus, Farah Jihan
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i2.3157

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Tingginya beban dan tanggung jawab pada mahasiswa menyebabkanmahasiswa berisiko mengalami stres. Merokok salah satu koping negatif yang seringdilakukan mahasiswa, dampakperilaku merokok dapat menyebabkan terjadinya masalahkesehatan. Metode: Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus dengan sampel sebanyak 134mahasiswa. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mayoritas berjenis kelamin laki-lakisebanyak 102 mahasiswa (76,1%) dengan usia 21-25 tahun sebanyak 74 mahasiswa (55,2%)mengalami stres sedang sebanyak 76 mahasiswa (56,7%) dengan perilaku merokokringansebanyak 89 mahasiswa (66,4). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antaravariabel tingkat stres terhadap perilaku merokok menggunakan uji Chi-Square didapatkannilai P value 0.001 (<0.05) diartikan bahwa perbedaan proporsi tersebut bermakna. NilaiOR=2,812 artinya mahasiswa mempunyai peluang (berisiko) 2,8 kali ini untuk berperilakumerokok. Kesimpulan: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa adanya hubungan yangsignifikan antara jenis kelamin, usia, dan tingkat stres terhadap perilaku merokok padamahasiswa. Kata Kunci: Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Stres, Perilaku Merokok.  ABSTRACTBackground: The high burden and responsibility on students causes students to be at risk ofexperiencing stress. Smoking is one of the negative coping that students often do, the impactof smoking behavior can cause health problems. Methods: This study used a quantitativemethod with a cross-sectional design. This research was conducted in July-August with asample of 134 students. Results: The results showed that the majority were male, 102 students(76.1%) aged 21-25 years, 74 students (55.2%) experienced moderate stress, 76 students(56.7%) with smoking behavior mild as many as 89 students (66.4). The results of this studyindicate that there is a relationship between the stress level variable and smoking behaviorusing the Chi-Square test to obtain a P value 0.001 (<0.05) means that the difference inproportion is significant. The value of OR=2.812 means that students have an opportunity(at risk) of 2.8 this time to smoke. Conclusion: This study found that there was a significantrelationship between gender, age, and stress levels on smoking behavior in students. Keywords: Age, Gender, Stress Level, Smoking Behavior
ANALISIS EFEKTIFITAS PENERAPAN ENHANCED RECOVERY AFTER CESAREAN SECTION (ERACS) TERHADAP NYERI DAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST-SC DI RS HERMINA JATINEGARA Nurani, Intan Asri; Huda, Mega Hasanul; Argarini, Diah
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i2.3158

Abstract

ABSTRACTThere are a number of side effects that can occur after the surgery is completed,including pain.Caesarean section (CS) method requires longer time to heal uterinewounds than normal delivery, therefore early mobilization is an attempt togradually bath the patient for the post-CS mother to speed up recovery so that themother can perform optimal care for her baby. Enhanced Recovery AfterCaesarean Surgery (ERACS) is a phase of the perioperative protocol aimed atenhancing post-CS and subsequent recovery. The study assessed the impact of theEnhanred Recovery after Cesarean Section (ERACTS) protocol on the rate of painand early mobilization in the first 24 hours in post-CS patients at HerminaJatinegara Hospital. The study is a quantitative research approach and usesexperimental Quasi Experimental Design, with the research design used isNonequivalent Control Groups Design. The study uses the t-test to find out therelationship between the characteristics of two groups with the N-gain Score toknow the impact of ERACS on the rate of pain and early mobilization. Keywords: ERACS, Sectio, Pain, Mobilization  ABSTRAKAda beberapa efek samping yang dapat muncul setelah proses operasi selesai,termasuk rasa sakit. Metode sectio caesar (SC) membutuhkan waktu penyembuhanluka rahim yang lebih lama dari persalinan normal, oleh karena itu mobilisasi dinimerupakan upaya memandikan pasien secara bertahap bagi ibu pasca-SC untukmempercepat pemulihan sehingga ibu dapat melakukan perawatan yang optimaluntuk bayinya. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) adalahtahap protokol perioperatif yang bertujuan untuk meningkatkan pasca-SC yangakibatnya pulih. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh protokol EnhancedRecovery After Cesarean Section (ERACS) terhadap tingkat nyeri dan mobilisasidini dalam 24 jam pertama pada pasien pasca-SC di RS Hermina Jatinegara.Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kuantitatif dan menggunakanmetode penelitian kuasi eksperimen (Quasi Experimental Design), dengan desainpenelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Groups Design.Penelitian ini menggunakan uji-t untuk mengetahui hubungan antara karakteristik2 kelompok dengan N-gain Score untuk mengetahui pengaruh ERACS terhadaptingkat nyeri dan mobilisasi dini. Kata Kunci: ERACS, Sectio, Nyeri, Mobilisasi.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DAN PENGGUNAAN DIAPERS TERHADAP TINGKAT KESIAPAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI PAUD CERDAS KOTA BEKASI Suryani, Yani; Kundaryanti, Rini; Widowati, Retno
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i2.3159

Abstract

ABSTRACTIn Indonesia the number of children under five by 2014 there were 24.062.106 toddler sexes12.374.083 male and 11.688.023 female. According to the Household Health Survey (Survey) in2014, an estimated number of children who are still hard to control bowel movements andurination (wetting) to reach 75 million preschool-age children. One cause of this is the delay toilettraining as a result of the use of diapers. Toilet training is expected to be determined by the parents' parenting.To identify the relationship patterns of parenting and the use of diapers totoilet training readinesslevel in children aged 1-3 years in early childhood Smart Bekasi in 2018.This research method using the correlation method, using cross sectional design. The populationin this study were all parents who have children ages toddler (1-3 years), amounting to 40 people.Univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using chi-square test.Toilet training readiness level in children aged 1-3 years in early childhood Smart Bekasi in 2018had a level of preparedness that is less by 62,5%, parenting parents with permissive parenting asmuch as 40%, the use of diapers in children have a habit of using diapers as much 67.5%. Thereis a relationship between parenting parents with toilet training readiness level with Pvalue =0.001. There is a relationship between the use of diapers to toilet training readiness level with PValue = 0.000 OR = 0,032.There is a relationship between patterns of parenting and the use of diapers to toilet trainingreadiness level in children aged 1-3 years in early childhood Smart Bekasi in 2018. The results ofthis study are expected to provide motivation for parents to teach their children doing toilettraining. And expected parents should be able to avoid the continuous use of diapers. Keywords: Parenting Parents, use of Diapers, Toilet Training. ABSTRAKDi Indonesia jumlah balita tahun 2014 terdapat 24.062.106 balita dengan jenis kelamin laki-laki 12.374.083 dan perempuan 11.688.023. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2014, diperkirakan jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK (mengompol) sampai usia prasekolah mencapai 75 juta anak. Salah satu penyebab hal tersebut adalah keterlambatan toilet training akibat penggunaan diapers. Toilet training diperkirakan ditentukan oleh pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh orangtua dan penggunaan diapers terhadap tingkat kesiapan toilet training pada anak usia 1-3 tahun di PAUD Cerdas Kota Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasi, dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia batita (1-3 tahun) yang berjumlah 40 orang. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian Tingkatkesiapan toilet training pada anak usia 1-3 tahun di PAUD Cerdas Kota Bekasi Tahun 2018memiliki tingkat kesiapan yang kurang sebanyak 62,5%, pola asuh orangtua dengan pola asuhpermisif sebanyak 40%, penggunaan diapers pada anak memiliki kebiasaan dengan menggunakan diapers sebanyak 67,5%. Ada hubungan antara pola asuh orangtua dengan tingkat kesiapan toilet training dengan nilai P-Value = 0,001. Ada hubungan antara penggunaan diapers dengan tingkat kesiapan toilet training dengan nilai P-Value = 0,000 OR = 0,032. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pola asuh orangtua dan penggunaan diapers dengan tingkat kesiapan toilet training pada anak usia 1-3 tahun di PAUD Cerdas Kota Bekasi Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi pada orangtua dalam mengajarkan anaknya melakukan toilet training. Dan diharapkan orangtua sebaiknya mampu menghindari pemakaian diapers yang terus menerus. Kata kunci: Pola Asuh Orangtua, Penggunaan Diapers, Toilet Training
PENGARUH PELATIHAN LATIHAN JANTUNG BERBASIS VIDEOTERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI KLUB LATIHAN JANTUNG Nurulhuda, Uun; Pangastuti, Tri Endah; Aprianti, Tutty; Erlina, Lina; Raharja, Puji
Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nasional Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jkkn.v1i2.3160

Abstract

ABSTRACT Coronary Heart Disease (CHD) is a condition where heart's artery (coronary artery) is blockedby fat buildup. The most common problems on CHD patients are relapse frequencies, lack ofknowledge on the signs of heart attack, and stressors when the attack happens. Heart exercise isone of the rehabilitation methods for CHD patients, therefore the researcher intended to assess theeffect of video-based heart exercise training on the quality of life of CHD patients in a heartexercise club. This research aimed to analyze the effect of heart exercise on the quality of life ofpatients with CHD. This research used quasi-experiment method with the sample being all of theheart exercise club's member. The result showed that heart exercise was able to give significanteffect on the quality of life of patients with CHD. In addition, the frequency of exercise has asignificant relationship with the quality of life of patients with CHD (p<0.05), and history ofdisease also has a significant relationship with the quality of life of patients with CHD (p<0.05). Keywords: Coronary heart disease (CHD), cardiac exercise, quality of life  ABSTRAKPenyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan suatu keadaan dimana pembuluh darah jantung (artericoroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Permasalahan yang sering muncul pada pasien PJKantara lain angka kekambuhan, kurangnya pengetahuan tentang munculnya tanda-tanda seranganjantung, dan stressor saat serangan terjadi. Senam jantung merupakan salah satu sarana rehabilitasibagi pasien PJK, oleh karena itu peneliti ingin mengkaji pengaruh pelatihan senam jantung berbasisvideo terhadap kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung koroner di klub senam jantung.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan jantung terhadap kualitas hiduppasien PJK. Metode penelitian yang digunakan, yaitu quasi eksperimen dengan sampel seluruhpopulasi klub senam jantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan jantung dapatmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien PJK. Selain itu, frekuensiolahraga memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien PJK (p<0,05) danriwayat penyakit memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien PJK (p<0,05). Kata Kunci: Penyakit jantung koroner (PJK), latihan jantung, kualitas hidup

Page 1 of 1 | Total Record : 5