Proceeding Seminar Nasional IPA
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles
89 Documents
Search results for
, issue
"2024"
:
89 Documents
clear
MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK MELALUI PROBLEM BASED LEARNING BERPENDEKATAN EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Auliah, Feby Dwi;
Izzah, Ainul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembelajaran pada abad ke-21 menuntut pengembangan keterampilan 4C (Critical thinking, Creative, Collaboration, Communication) bagi peserta didik. Keterampilan kolaborasi menjadi salah satu dari keterampilan 4C yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) karena mendorong kerja sama dan pemecahan masalah bersama. Namun, keterampilan kolaborasi peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang efektif. Sehingga, diperlukan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dalam berlangsungnya proses belajar mengajar. Salah satunya yaitu menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) berpendekatan Education for Sustainable Development (ESD). Problem Based Learning menekankan pada pemecahan masalah nyata dan kerja kelompok, sementara pendekatan Education for Sustainable Development memungkinkan keterlibatan peserta didik dalam masalah-masalah relevan yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan kombinasi ini, peserta didik dapat mengoptimalkan keterampilan kolaborasi yang diperlukan untuk menghadapi permasalahan kompleks di masa depan.
EDUGAMES SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SMP UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK
Nurrahma, Ghaniya Latifa;
Az-Zahra, Arisamiya Latifa
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan IPA di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Kurangnya perhatian terhadap pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan proses sains telah menyebabkan rendahnya penguasaan keterampilan proses sains di kalangan peserta didik SMP. Sebagai solusi, penggunaan metode pembelajaran inovatif seperti model pembelajaran Guided Inquiry dengan media pembelajaran edugames, khususnya smart card, menjadi alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dalam materi klasifikasi makhluk hidup. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran, memperdalam pemahaman konsep IPA, serta mengembangkan keterampilan proses sains secara holistik dan bermakna.
MELATIH KOMUNIKASI ILMIAH PESERTA DIDIK MELALUI INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN PHET SIMULATION DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP ABAD 21
Ana, Isna Atmim Nur;
Muksodah, Siti Alfiani
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pentingnya kemampuan komunikasi ilmiah dalam pembelajaran IPA abad ke-21 dan tantangan yang dihadapi oleh peserta didik serta pendekatan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis PhET Simulation untuk mengatasi tantangan tersebut. Pendidikan pada abad ke-21 menekankan keterampilan 4C (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi) sebagai respons terhadap perkembangan pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan berkomunikasi efektif adalah elemen kunci dalam pengembangan pribadi dan profesional peserta didik, terutama dalam era informasi yang semakin global. Model pembelajaran inkuiri terbimbing diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah peserta didik. Inkuiri terbimbing menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam pembelajaran, memungkinkan mereka untuk aktif terlibat dalam proses penemuan ilmiah dengan bimbingan guru. PhET Simulation, sebuah aplikasi praktikum virtual, dipilih sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran inkuiri terbimbing. Simulasi ini membantu guru menjelaskan konsep abstrak dengan lebih jelas memfasilitasi pemahaman yang lebih baik bagi peserta didik terutama dalam materi fisika yang sulit dipahami secara konvensional. Dalam praktiknya model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis PhET Simulation dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran IPA. Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan analitis, dan kemampuan komunikasi ilmiah melalui proses eksperimen dan penemuan sendiri. Dengan demikian, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pendidikan IPA abad ke-21.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SUSTAINABILITY AWARENESS UNTUK MAHASISWA TADRIS IPA
Raida, Sulasfiana Alfi;
Ridlo, Saiful;
Hartono, Hartono;
Marianti, Aditya
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sustainability awareness perlu ditanamkan pada mahasiswa Prodi Tadris IPA IAIN Kudus. Ini mencakup kesadaran individu tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan masa depan. Guna mendukung dan memfasilitasi penanaman sikap sustainability awareness mahasiswa, diperlukan pengembangan instrumen penilaian sustainability awareness di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen sustainability awareness pada pembelajaran di Prodi Tadris IPA IAIN Kudus. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE. Instrumen berupa skala sikap yang terdiri dari 66 item pernyataan menggunakan skala likert 5 poin. Dilakukan uji validitas isi, konstruk, dan reliabilitas terhadap instrumen sustainability awareness. Uji validitas isi dilakukan oleh 4 dosen ahli, uji validitas konstruk dan uji reliabilitas dengan 67 responden mahasiswa. Berdasarkan penelitian dan pengembangan yang dilakukan diperoleh hasil uji validitas isi dengan kategori tinggi (valid), hasil uji validitas konstruk berupa 64 item instrumen yang valid, dan hasil uji reliabilitas yang menunjukkan bahwa instrumen penilaian sustainability awareness dinyatakan reliabel. Dengan demikian intrumen penilaian yang dikembangkan dalam penelitian ini telah layak digunakan karena telah telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan.
MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN E-MODUL TERINTEGRASI GAME BASED LEARNING
Rosita, Kholimatu;
Muflihah, Ulfah
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel konseptual ini membahas e-modul berbasis Game-Based Learning sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Melalui integrasi teknologi digital dan elemen permainan, e-modul Game-Based Learning menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan menarik. Konsep ini bertujuan untuk menyongsong siswa dalam upaya mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yang penting dalam memecahkan masalah ilmiah dan merancang eksperimen. Artikel ini menjelaskan pentingnya kemampuan berpikir kreatif dalam konteks pembelajaran abad ke-21 serta tantangan dalam pengembangannya. Selain itu, artikel ini memberikan gambaran tentang indikator kemampuan berpikir kreatif yang diintegrasikan dalam e-modul Game-Based Learning dan bagaimana e-modul tersebut dapat digunakan sebagai alat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika yang kompleks. Dengan demikian, artikel ini memberikan kontribusi dalam pemahaman terhadap penggunaan teknologi dalam mendukung pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berorientasi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif pada siswa.
Mengoptimalkan Kemampuan Literasi Sains dengan Earth Exploration: E-Modul Berbasis Augmented Reality Berbantuan Assemblr EDU
Isnaeni, Nadifa;
Sa’diyah, Chalimatus
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan e-Modul telah membuka peluang baru dalam meningkatkan literasi sains peserta didik di era pendidikan abad ke-21. Integrasi AR melalui platform seperti Assemblr EDU memungkinkan guru untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif, visual, dan mendalam. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh Assemblr EDU, guru dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik terhadap materi sains. Melalui pengalaman pembelajaran yang menarik, interaktif, dan adaptif, teknologi ini membantu menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien. Integrasi teknologi AR dalam pembelajaran melalui Assemblr EDU membantu meningkatkan literasi sains peserta didik, menunjukkan pentingnya penerapan teknologi dalam pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang kompeten.
Museum field trip untuk Rekonstruksi Rokok Kretek Kudus dalam Pembelajaran IPA untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP
Ningrum, Nila Wilda;
Hamidah, Ani
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum memiliki peran penting sebagai sarana pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Museum field trip menyediakan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas, di mana siswa dapat berinteraksi langsung dengan artefak dan pameran, sehingga merangsang mereka untuk berpikir analitis dan reflektif. Model pembelajaran berbasis konstruktivisme seperti Discovery Learning dapat menjadi contoh dalam pelaksanaannya, karena memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan menemukan konsep-konsep baru secara mandiri. Selain itu, pendekatan etnosains dapat membantu mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan ilmu pengetahuan modern, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Dalam kunjungan ke Museum Kretek Kudus, misalnya, siswa dapat mempelajari sejarah dan proses pembuatan rokok kretek serta mengidentifikasi zat aditif dan adiktif yang terkait dengan materi pelajaran IPA. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tentang budaya lokal tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka akan kesehatan dan dampak negatif zat aditif dan adiktif. Dengan demikian, integrasi antara kunjungan museum dan kurikulum sekolah menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna, serta memotivasi siswa untuk berpikir kritis dan analitis. Hasilnya menunjukkan bahwa kunjungan museum dapat menjadi alat yang dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa dan meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
BATIK-EDU: E-MODUL ETNOSAINS BATIK BAKARAN UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK
Saputri, Nirma Yuliana;
Aryati, Nur Indah
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada abad ke-21 membawakan manfaat kepada pembelajaran IPA. Dalam proses pembelajaran IPA diperlukan proses penalaran yang kompleks dikarenakan IPA melibatkan permasalahan yang kompleks dan kontekstual. Pembelajaran IPA akan menumbuhkan keterampilan literasi sains melalui integrasi budaya bangsa. Berdasarkan pernyataan tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi media pembelajaran e-modul IPA berbasis etnosains batik Bakaran khas Pati yang berkaitan dengan materi suhu dan kalor. Metode yang digunakan untuk menulis artikel ini adalah kajian literatur dari literatur review mengkaji jurnal nasional dan jurnal internasional dari sumber database artikel literasi sains di Indonesia, menelaah potensi e-modul berbasis etnosains batik sebagai solusi permasalahan, merumuskan tahapan pembuatan dan penggunaan e-modul ,serta memberikan kesimpulan terkait ulasan dalam artikel ini. Batik-Edu dikembangkan sebagai modul elektronik berbasis etnosains batik Bakaran untuk memberikan pengalaman pembelajaran IPA interaktif dengan bantuan Flipbook dapat menumbuhkan literasi sains peserta didik.
MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSISASI BERBASIS PROYEK TERINTEGRASI STEM
Anggraeni, Reni;
Syafira, Halida
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan belajar mengajar pada abad ke-21 menekankan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan dari pendekatan yang sebelumnya berpusat pada guru menjadi lebih berorientasi pada peserta didik. Fokusnya adalah meningkatkan kecerdasan intelektual, moral, dan keterampilan, termasuk berpikir kreatif. Rendahnya tingkat kreativitas di Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Hasil Penelitian Global Creativity Index (GCI) tahun 2017, menjadi salah satu permasalahan dalam mata pelajaran IPA. Hal ini terlihat dalam hasil pembelajaran siswa yang belum optimal dalam menyelesaikan masalah dengan penekanan pada berpikir kreatif. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya meningkatkan efektivitas sistem pembelajaran dengan melatih peserta didik untuk berpikir secara kreatif. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah penerapan model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan penulisan artikel ini dengan pendekatan literature review. Berdasarkan literatur menunjukkan bahwa penerapan PJBL berbasis STEM dapat memperbaiki pembelajaran. Model pembelajaran berbasis proyek (PJBL) dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) memberikan solusi dengan mendorong kreativitas dan pemecahan masalah.
MELATIH KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MEDIA PROBLEM CARD
Alfira, Sherlin;
Izzah, Nila Rahmatul
Proceeding Seminar Nasional IPA 2024
Publisher : LPPM UNNES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan komunikasi dalam konteks pembelajaran IPA di tingkat SMP merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Dalam konteks ini, penggunaan media pembelajaran yang tepat menjadi kunci untuk memfasilitasi pembelajaran yang efektif. Salah satu media yang menjanjikan adalah Problem Card, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan berkomunikasi secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan Problem Card dalam meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMP dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penggunaan Problem Card secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks pembelajaran IPA. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menyusun argumen, menyajikan informasi, dan merespons pertanyaan dengan lebih percaya diri dan jelas. Temuan ini menyoroti pentingnya memperhatikan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran IPA di tingkat SMP. Problem Card tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, tetapi juga memperkuat keterampilan berpikir kritis mereka.