cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar Nasional IPA
ISSN : 29622905     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Proceeding Seminar Nasional IPA berisi artikel yang bertema inovasi pembelajaran IPA, penelitian dibidang IPA dan ilmu lingkungan yang berasal dari kegiatan Seminar Nasional IPA. Kegiatan Seminar Nasional IPA sendiri merupakan kegiatan yang diselengarakan oleh Jurusan IPA Terpadu UNNES dengan kerjasama dengan Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi pertukaran informasi antara peserta seminar dengan narasumber yang kompeten terkait pembelajaran sains dan ilmu lingkungan, meningkatkan jejaring kerjasama dengan Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES dan memfasilitasi pertukaran informasi ilmiah berkaitan pembelajaran IPA yang aktif, inovatif dan kreatif khususnya dalam menyongsong Pembelajaran Abad 21 dan pengembangan karakter berwawasan lingkungan.
Articles 125 Documents
Search results for , issue "2025" : 125 Documents clear
PARTISIPASI DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT PROGRAM PAMSIMAS DI DUSUN SUMBERJO, GROBOGAN Maulana, Faith Miftah; Rahmawati, Jihan; Gafu, Radjninez Igell Syatuty; Setiyanda, Karista Gadis; Umar, Moh. Jafar; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dilakukan untuk meningkatkan akses air bersih dengan pendekatan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi dan persepsi masyarakat Dusun Sumberejo, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan terhadap adanya pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dengan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada masyarakat serta informan kunci yang terlibat langsung dalam program tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ini awalnya disambut positif oleh masyarakat, akan tetapi seiring berjalannya waktu pelaksanaannya menghadapi berbagai kendala. Permasalahan yang terjadi seperti penurunan kualitas air, kerusakan pompa, kurangnya pelatihan teknis, dan tidak adanya panduan serta dukungan dari pemerintah. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menghambat efektivitas dan keberlanjutan dari program ini. Kondisi diperburuk kembali dengan tidak adanya spesifikasi alat yang digunakan, tidak ada serah terima alat dan komunikasi yang kurang antara warga dan pengelola. Lemahnya pengelolaan dan respon terhadap keluhan warga menimbulkan rasa kecewa dan juga partisipasi dari warga dalam program ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pada pentingnya dukungan teknis, transparansi pengelolaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam menjamin keberlanjutan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) ini.
PERUBAHAN LAHAN TERBANGUN DAN DAYA DUKUNG LINDUNG DI WILAYAH HULU DAS PRIORITAS Pariono, Safila Aurellia Unu; Revalina, Aurelia Dias Nanda; Kurniawan, Fakhri Ahmad; Mumtazah, Tsabita Rikha; Ramadhani, Arthatia Putri; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia mendorong lonjakan permintaan dan nilai jual lahan di daerah perkotaan, sehingga memicu pergeseran pemukiman ke pinggiran kota (urban fringe area) dan terjadinya urban sprawl. Kecamatan Limbangan dan Boja merupakan wilayah yang mengalami konversi lahan produktif seperti kebun campuran dan sawah menjadi lahan terbangun untuk pemukiman dan fasilitas pendukung lainnya. Perubahan tersebut tidak hanya mengurangi tutupan vegetatif, tetapi juga berdampak terhadap penurunan daya dukung fungsi lindung. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lahan terbangun serta dampaknya terhadap daya dukung fungsi lindung di Kecamatan Limbangan dan Boja sebagai wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang dan Bodri pada rentang waktu 2015-2023. Metode penelitian ini menggunakan data primer berupa citra satelit Worldview-2 tahun 2023, serta data sekunder berupa peta tutupan lahan tahun 2015 dari KLHK dan data kependudukan dari BPS Kendal. Hasil studi menunjukkan bahwa selama periode 2015-2023 telah terjadi konversi lahan seluas 610,64 hektare, yang didominasi oleh alih fungsi kebun campuran dan sawah menjadi lahan terbangun. Kondisi tersebut turut menurunkan nilai daya dukung fungsi lindung, dari nilai semula sebesar 0,58567 menjadi 0,56603. Meskipun masih tergolong dalam kategori sedang, penurunan ini mencerminkan degradasi fungsi ekosistem yang berpotensi mempengaruhi kualitas dan kuantitas air di wilayah hilir, serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis seperti banjir dan kekeringan.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian di Kota Pekalongan Tahun 2015-2023 Hamdani, Adib Afriza; Awati, Desiana Fitri; Wijanaputri, Kania Okta; Salma, Mila Rangga Lailatus; Putri, Ade Anggun Wana; Kholil, Putri Alifa; Jabbar, Abdul; Haris, Amnan
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis perubahan penggunaan lahan pertanian di Kota Pekalongan selama periode 2015–2023 serta mengevaluasi dampaknya terhadap daya dukung pertanian. Studi ini dilatarbelakangi oleh tekanan urbanisasi, pembangunan infrastruktur, dan alih fungsi lahan yang signifikan. Data geospasial dari citra Landsat diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi pola perubahan lahan, yang dikategorikan menjadi lahan non-pertanian, pertanian, dan kawasan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan non-pertanian meningkat sebesar 14,41% dari 2.632,94 hektar menjadi 3.012,00 hektar, sementara lahan pertanian menurun sebesar 20,25% dari 1.967,46 hektar menjadi 1.568,49 hektar. Perubahan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, banjir rob, dan perkembangan sektor industri. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan tata ruang yang berkelanjutan untuk melindungi lahan pertanian produktif dan menjaga keseimbangan ekosistem di Kota Pekalongan.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Terbangun di Kecamatan Bawen Astuti, Retno Laras; Pradhana, M. Ananta Yuda; Cantigi, Aisyah Sekar; Vergestian, David Beckham; Winandi, M. Arya Lucky; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah merupakan sebuah proses dalam mengembangkan wilayah untuk mengarahkan dan mengoptimalkan seluruh potensi lokal yang ada secara terpadu di sebuah wilayah/daerah guna menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera. Perkembangan ini ditandai oleh beberapa faktor seperti peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan luas lahan terbangun yang signifikan. Kecamatan Bawen merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang strategis karena terletak pada pertemuan jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Semarang dengan wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Solo dan Yogyakarta. Kecamatan Bawen mengalami pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi karena pengembangan destinasi wisata, kawasan industri, dan infrastruktur seperti jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika tutupan lahan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dalam kurun waktu tertentu. Metode yang digunakan meliputi analisis data citra satelit WorldView-3 untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan serta analisis data kependudukan untuk melihat tren pertumbuhan penduduk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi konversi lahan secara signifikan dari lahan pertanian dan hutan menjadi kawasan permukiman, wisata, dan industri, seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahunnya. Perubahan ini mencerminkan tekanan terhadap sumber daya lahan serta pentingnya pengelolaan tata ruang yang adaptif dan berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS AIR TERHADAP BIODIVERSITAS DI KAWASAN CANDI GEDONG SONGO STUDI KASUS: TRADISI JAMASAN Manshurin, Abi; Manik, Indry Virginia; Mawardian, Anjeli Arum; Rafsanzani, Mohammad Rafli; Mukarrohmah, Indah Hayu; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kehidupan di bumi. Selain digunakan sebagai kebutuhan manusia, air secara alami juga digunakan untuk keberlangsungan tumbuhan. Tradisi jamasan yang dilakukan di kawasan candi gedong songo dilakukan dengan cara menyiram candi dengan air yang berasal dari 7 mata air yang ada pada kawasan tersebut. Kualitas air yang memadai akan menciptakan biodiversitas yang baik. Kelestarian kawasan Candi Gedong Songo perlu dipertahankan sebagai aset budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas air pada mata air di Kawasan situs candi gedong songo terhadap tingkat biodiversitas dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, melalui pengukuran beberapa parameter air seperti Derajat Keasaman (pH), suhu, TDS (Total Dissolved Solids) serta menganalisis tingkat keanekaragaman hayati menggunakan perhitungan indeks Shannon-Wiener. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kondisi fisik dan kimia air memberikan dampak yang lebih dominan terhadap tingkat keanekaragaman hayati dibandingkan pengaruh aktivitas tradisional jamasan. Oleh karena itu, meskipun ritual jamasan memiliki nilai kultural dan spiritual yang kuat, kontribusinya terhadap pelestarian lingkungan secara ekologis masih terbatas jika tidak disertai dengan upaya pengelolaan kualitas air yang optimal.
KAJIAN PERUBAHAN LAHAN DAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN PADA WILAYAH LERENG GUNUNG DI KABUPATEN KENDAL Pradama, Daffa Evan; Banoantj, Diani Dwi; Ristyani, Agitha Vrokla; Tusya’diah, Aisa; Wicaksono, Aditya; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dalam penggunaan lahan dan Daya dukung lahan pertanian merupakan fenomena yang menjadi masalah umum akibat adanya pemekaran wilayah dan juga perubahan penggunaan lahan menjadi industri atau pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan penutup lahan dan daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Limbangan dan Boja, Kabupaten Kendal pada kurun waktu 2015 hingga 2025. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data dalam angka Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Kendal dan Limbangan tahun 2015 dan 2025. Analisis spasial dilakukan dengan bantuan software ArcMap untuk memetakan perubahan penggunaan lahan pada kedua kecamatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penutup lahan menjadi lahan terbangun, Kecamatan Limbangan dan Boja dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang menyebabkan daya dukung lahan pertanian yang semakin menurun.
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Peternakan di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali Sari, Meylinda Senggi Fatikha; Pangestu, Wisnu Ariya; Cahyono, Raihan Eko; Fajarwati, Elsa Putri; Aqila, Adibatus Syarafi Rifda; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang semakin mendesak berkaitan langsung dengan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK), terutama dari bidang peternakan. Kabupaten Boyolali, sebagai salah satu sentra peternakan, mengalami penurunan populasi ternak dalam beberapa tahun terakhir akibat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), yang dapat berdampak pada dinamika emisi metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O). Studi ini bertujuan untuk menginventarisasi emisi GRK dari fermentasi enterik (enteric fermentation) dan pengelolaan kotoran ternak (manure management) di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dengan menggunakan data populasi ternak tahun 2024 dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali. Perhitungan dilakukan berdasarkan metode Tier-1 dari pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2006, yang memanfaatkan faktor emisi standar untuk mengestimasi produksi CH4 dari fermentasi enterik (enteric fermentation) dan pengelolaan kotoran ternak (manure management), serta emisi N2O langsung dan tak langsung. Konversi dilakukan dalam bentuk Gg CO2-ekuivalen, dengan angka Global Warming Potential (GWP) untuk metana sebesar 23 dan dinitrogen oksida sebesar 298. Hasil perhitungan menginterpretasikan bahwa total emisi GRK dari sektor peternakan di Desa Gedangan mencapai 3,1712 Gg CO2-eq/tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari fermentasi enterik sapi perah yang menyumbang 1,6836 Gg CO2-e/tahun, sedangkan pengelolaan kotoran ternak (manure management) juga menghasilkan CH4 dan N2O, terutama dari sapi perah dan ayam buras. Inventarisasi ini menunjukkan bahwa peternakan skala kecil tetap memiliki dampak lingkungan yang signifikan, sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti pengolahan kotoran ternak yang tepat, penggunaan probiotik, serta pengomposan limbah unggas untuk mengurangi emisi GRK di tingkat desa.
ADAPTASI MANDIRI DAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR DALAM MENGHADAPI BANJIR ROB: STUDI KASUS DESA TIMBULSLOKO Salsabila, Fatikha Nur Juliagta; Saputra, Johan Ega; Tari, Febriani Trisna; Sari, Sindi Fatikha; Shoffa, Aurellia Gusty; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial banjir rob dan strategi adaptasi yang dikembangkan masyarakat pesisir di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method) dengan teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mengembangkan bentuk adaptasi mandiri seperti peninggian lantai rumah dan bangunan sekolah sebagai respons terhadap genangan air rob yang terjadi pada tiap harinya. Namun, strategi ini menimbulkan beban ekonomi yang besar dan tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Di sisi lain, permasalahan sosial seperti keterbatasan akses terhadap air bersih dan ketimpangan dalam penerimaan bantuan sosial memperparah kerentanan masyarakat. Sebanyak 80% sumber air telah tercampur air laut, sedangkan bantuan dari pemerintah hanya diterima oleh 40% responden. Hasil wawancara menunjukkan bahwa ketidakmerataan bantuan terjadi akibat banyaknya perantara distribusi yang menyebabkan tidak tepat sasaran. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan yang berkeadilan dan berbasis komunitas untuk meningkatkan ketahanan sosial masyarakat terhadap bencana pesisir yang bersifat permanen.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KECAMATAN WONOSOBO MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DAN INTERPRETASI VISUAL Avicenna, Berlian; Turohmah, Nafila; Akbar, Muhammad Zidan; Nursendi, Audilla; Suciati, Dwi; Fariz, Trida Ridho; Heriyanti, Andhina Putri
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Wonosobo merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Wonosobo yang mengalami tekanan pembangunan tinggi akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dinamika jumlah penduduk dengan perubahan tutupan lahan selama periode 2015–2025. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif dengan menggabungkan data statistik jumlah penduduk dari 20 desa/kelurahan serta interpretasi visual citra satelit perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk dari 86.977 jiwa pada tahun 2015 menjadi 96.516 jiwa pada tahun 2023 berkorelasi dengan peningkatan lahan terbangun, terutama pada bangunan permukiman kota dan desa. Total peningkatan luas lahan terbangun mencapai 169 hektar, yang sebagian besar menggantikan fungsi lahan pertanian dan vegetasi seperti sawah dan kebun campuran. Desa dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Jaraksari dan Jogoyitnan menunjukkan intensitas alih fungsi lahan yang lebih besar. Proses urbanisasi dan perkembangan sektor jasa di wilayah pusat kota menjadi faktor utama yang mendorong perubahan struktur ruang dan pola penggunaan lahan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perencanaan tata ruang yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.
DINAMIKA PERUBAHAN LUASAN LAHAN VEGETASI MANGROVE DI KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG Anggraeni, Dwiva Yanti Retno; Salman, Syamsul Hadi; Salsabila, Adinda Putri; Ghifari, Harun Nafis Al; Alyanti, Nathaniela Anindya; Heriyanti, Andhina Putri; Fariz, Trida Ridho
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi pesisir dari erosi, namun tekanan urbanisasi, ekspansi tambak, dan reklamasi telah mengancam kelestariannya. Untuk mengetahui perubahan luasan vegetasi mangrove, dilakukan analisis terhadap data tahun 2015 hingga 2024. Dalam studi ini, digunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan mengolah citra satelit Landsat dan Sentinel melalui Sistem Informasi Geografis (SIG) guna memetakan luasan vegetasi mangrove pada tahun 2015 dan 2024. Validasi hasil klasifikasi tutupan lahan dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara dengan masyarakat setempat. Analisis spasial menunjukkan bahwa luas mangrove sekunder menurun dari 49,42 hektar menjadi 45,36 hektar (−8,2 %), terutama di Kelurahan Mangunharjo dan Tugurejo, sedangkan Kelurahan Mangkang Wetan mencatat peningkatan 50,4 % akibat program rehabilitasi. Temuan ini mengungkap arah konversi lahan dan menggarisbawahi pentingnya integrasi kebijakan tata ruang, konservasi partisipatif, dan pemantauan berkala untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan zonasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, dan penerapan teknologi pemantauan terkini untuk menjaga kelestarian mangrove pesisir.

Page 7 of 13 | Total Record : 125


Filter by Year

2025 2025