cover
Contact Name
Bidang 4 LPPM
Contact Email
bidang4lppm@unusa.ac.id
Phone
+6281946755359
Journal Mail Official
bidang4lppm@unusa.ac.id
Editorial Address
JL JEMURSARI SURABAYA
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
National Conference for Ummah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Konferensi ini juga menyediakan platform untuk peserta untuk mempresentasikan dan mendiskusikan hasil penelitian yang berisi tentang inovasi, isu terbaru dalam bidang tersebut. Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk mewadahi mahasiswa yang terdampak COVID-19 untuk melakukan publikasi sebagai pengganti skripsi serta berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat bertukar ide dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang : 1. kedokteran, 2. kesehatan, 3. teknik 4. pendidikan 5. ekonomi.
Articles 234 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Materi Transformasi Energi melalui Model Problem Based Learning (PBL) pada Peserta Didik Kelas IV SDN Keboharan Mohammad Gigih Kusbahtiar; M. Sukron Djazilan; Tri Retnawati; Anita Mega Arisandy
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan berfokus pada tujuan yaitu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi transformasi energi untuk kelas IV di SD Negeri Keboharan dengan berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan dua siklus tindakan dengan berpedoman pada penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam konteks ini, penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan untuk mengeksplorasi dan menggali lebih dalam lagi mengenai penggunaan PBL dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Keboharan pada materi transformasi energi. Peningkatan nilai dan juga hasil belajar dari siklus I dengan siklus II menjadi pembuktian bahwa pembelajaran berbasis pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi transformasi energi untuk kelas IV di SD Negeri Keboharan memiliki dampak yang siknifikan. Pada siklus awal rata-rata nilai secara menyeluruh hasil belajar peserta didik adalah 55% yang mencapai ketuntasan kriteria sehingga penelitian dilakukan ke siklus selanjutnya. Pada siklus II dengan materi yang sama namun dengan permasalahan yang berbeda nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik secara menyeluruh mengalami kemajuan dan peningkatan sebanyak 36% jadi total yang mencapai kriteria kelulusan sebanyak 86% . Dapat diambil kesimpulan setelah melihat ketercapaian kriteria kelulusan sebanyak 86% pada siklus II melalui pembelajaran PBL dapat dikatakan berhasil, oleh karena itu penelitian tindakan kelas (PTK) selesai pada siklus II.
Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai Dasar Kurikulum Merdeka Fatimah Az Zahroh
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai dasar dalam pengembangan Kurikulum Merdeka. Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia, dikenal sebagai pelopor pendidikan nasional yang mementingkan kebebasan dan kemandirian peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan pembelajaran, memilih metode belajar yang sesuai, melakukan refleksi pembelajaran, dan mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang menekankan pentingnya pendekatan yang holistik, inklusif, dan budaya, menjadi pijakan dalam merancang kurikulum yang mencerminkan keberagaman. Penelitian dan kajian mendalam terhadap pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara serta implementasi Kurikulum Merdeka perlu dilakukan untuk melihat dampaknya terhadap pembelajaran dan pengembangan peserta didik. Dengan menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara sebagai dasar kurikulum merdeka, harapannya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan peserta didik menjadi pribadi yang mandiri, kritis, dan berkepribadian yang kuat, yang siap menghadapi tuntutan masa depan.
Praktik Pembelajaran yang Memerdekakan Peserta Didik: (Studi Kasus di SDN Margorejo I/403 Surabaya) Cendera Airani Cendani
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran yang memerdekakan peserta didik di SDN Margorejo I/403 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah guru kelas SDN Margorejo I/403 Surabaya. Data penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara dan lembar pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan praktik pembelajaran yang memerdekakan peserta didik di SDN Margorejo I/403 Surabaya yang berfokus pada: (1) implementasi praktik pembelajaran yang memerdekakan, (2) pendidikan karakter, (3) lingkungan sekolah yang mendukung, 4) hambatan yang dihadapi dan solusi sekolah dalam mengatasi hambatan tersebut.
Transformasi Pendidikan melalui Kurikulum Merdeka Belajar untuk Menghadapi Tantangan Abad Ke – 21 Venda Putri Ekasari
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dapat diartikan sebagai pengalaman belajar sepanjang hayat. Ki Hadjar Dewantara melalui pemikirannya menyatakan pendidikan merupakan.tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai kesejahteraan.sebagai manusia yang bermasyarakat dan bernegara. Proses pendidikan tentu tidak dapat dilepaskan dari pengajaran. Tujuan pendidikan dalam.undang-undang nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan pendidikan Indonesia antara lain mengembangkan potensi siswa menjadi manusia yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri. Kamiludin dan Suryaman (2017:59) menyatakan bahwa kurikulum adalah kumpulam dari suatu.program pendidikan yang disusun untuk mencapai tujuan pendidikan, sehingga memerlukan komponen yang.saling berkaitan serta mendukung satu sama lain. Pendidikan di Indonesia tengah mengalami pembaharuan kurikulum yakni menjadi kurikulum merdeka. Implementasi kurikulum merdeka ini untuk.melakukan transformasi pendidikan menuju merdeka belajar. Peserta didik dan guru diberi kebebasan dalam mendesain kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendidikan berperan penting untuk menghadapi tantangan abad 21. Akankah penerapan kurikulum merdeka dapat menjadi tombak untuk menghadapi tantangan abad 21? Berdasarkan pemaparan konteks pendidikan merdeka belajar dan tantangan abad ke 21..Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis transformasi pendidikan melalui kurikulum merdeka untuk menghadapi tantangan abad ke 21. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Adapun fokus pembahasan pada penelitian ini adalah transformasi pendidikan melalui kurikulum merdeka untuk menghadapi tantangan abad ke 21.
Penerapan Kegiatan Profil Pelajar Pancasila pada Kelas IV di SDN Karah 1/411 Surabaya Muhammad Shokhid
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi mendiskripsikan proses, hambatan, dan solusi penerapan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dan kebhinekaan di SDN Karah I/411 Surabaya. Metode yang dilakukan dalam penulisan artikel ini dengan menggunakan kajian pustaka. Hasil analisis menunjukkan penerapan profil pelajar Pancasila (P5) di SDN Karah I/411 Surabaya sudah berjalan sejak diterapkannya kurikulum Merdeka Belajar. Diantara penerapan disekolah yaitu (1) Bertaqwa kepada Tuhan YME dengan memulai pembelajaran melalui mengaji Mentari, yaitu membaca terbimbing terpusat pada kantor dan digilir oleh seluruh peserta didik SDN Karah I Surabaya, (2) Berkhebinekaan dengan menerima segala golongan tanpa membedakan dan melantukan kebiasaan menyanyikan lagu nasional ketika memulai pembelajaran dan menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu daerah terpilih, (3) Mandiri daam mendisiplinkan diri dengan berangkat tepat waktu, menata diri dalam kesiapan upacara dan beribadah serta berseragam lengkap dikesehariannya, (4) Bergotong royong dalam menerapkan sekolah adiwiyata yaitu pemberdayaan bunga telang secara bertahap dari kelas 1 dan 4, (5) Bernalar kritis dengan belajar sesuai panduan belajar HOTS atau critical thingking, melalui belajar berdiskusi, presentasi, dan aksi nyata, (6) Kreatif dalam menerapkan produk kewirausahaan yaitu pengolahan bunga telang dan memasarkan di Pasar lingkungan desa Karah. Sedangkan dalam menerapkan kebhinekaan di SDN Karah banyak kurang diterapkan secara maximal akan tetapi dengan adanya program yang diadakan sekolah seluruhnya mengajarkan anak untuk mengenal budaya local dan menghargai teman sebaya distiap kegiatan proyek P5.
Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Penguatan Pendidikan Karakter Ananda Lavida Rahmadia
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu pendidikan karakter sedang mendapatkan perhatian yang semakin meningkat di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu tokoh yang memiliki pemikiran yang relevan dalam konteks penguatan pendidikan karakter adalah Ki Hajar Dewantara. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pendiri pendidikan nasional Indonesia, memiliki visi yang luas tentang pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk individu yang berkualitas. Pemikiran Ki Hajar Dewantara berfokus pada pembentukan karakter yang berakar pada budaya lokal dan nilai-nilai universal. Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter yang kuat sebagai landasan dalam pendidikan termasuk dalam mencapai kesuksesan setiap individu dalam kehidupan. Pandangan Ki Hajar Dewantara terhadap pendidikan adalah sebagai suatu proses yang melibatkan seluruh aspek individu, baik secara intelektual, emosional, maupun sosial. Dalam rangka mencapai pendidikan karakter yang efektif, penting untuk memperhatikan pengembangan keseluruhan individu, termasuk aspek moral, etika, sikap, dan keterampilan sosial. Ki Hajar Dewantara menekankan perlunya menggali potensi anak secara menyeluruh dan membantu mereka menjadi pribadi yang berdaya guna dalam masyarakat. Artikel ini juga membahas tentang penerapan pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam upaya penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Dalam konteks ini, penting untuk memahami relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam memperkuat pendidikan karakter, diharapkan bahwa artikel ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk menerapkan pemikiran ini dalam upaya menciptakan generasi yang berkarakter  dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
Peningkatan Keaktifan Siswa Kelas II SD melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) Rokhmatul Ummah; Muhammad Thamrin Hidayat; Rochmatul Ira
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjadikan keaktifan belajar siswa meningkat pada tema 7 kelas II SDN Kedensari 1 dengan menggunakan Model Course Review Horay. Subjek penelitiannya yaitu 20 siswa. Penelitian dilakukan mulai tanggal 07 Maret 2023. Pengumpulan data yang telah diterapkan dalam penelitian ini melalui teknik wawancara, observasi, dan juga kuisioner dengan instrumen panduan wawancara, observasi, dan angket. Teknik analisis data telah diterapkan melalui teknik analisis deskriptif, kualitatitf, dan kuantitatif. Dalam penelitian yang dilakukan ini didapatkan hasil berupa peningkatan kekatifan siswa setelah guru mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay saat pembelajaran. Pada siklus I memperoleh hasil keaktifan siswa yang sudah meningkat sebesar 70% dan ketika siklus II keaktifan siswa naik sehingga menjadi 90%.
Uniknya Indonesiaku Salah Satu Modal Dasar dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia Siti Nur Imamatul Khusna
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas merupakan jati diri atau ciri khas yang melekat pada diri setiap manusia untuk membedakannya satu dengan yang lain. Bagi masyarakat Indonesia, nilai khas yang menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia adalah keragaman atau kebhinekaan. Pendidikan dalam konteks masyarakat Indonesia memiliki keragaman identitas yang berperan penting dalam menyusun rencana pembelajaran yang bertumpu pada profil pelajar pancasila guna memelihara kerukunan, menjaga kesatuan dan meningkatkan mutu keIndonesiaan.
Penanaman Nilai Pancasila sebagai Identitas Manusia Indonesia di SDN Siwalankerto II Surabaya Hidayatul Nurfadlilah
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai dalam Pancasila harus ditanamkan oleh masyarakat Indonesia kepada generasi penerus bangsa sejak dini. Hal itu dapat membantu terwujudnya identitas manusia Indonesia yang terkenal dengan jiwa toleransi yang tinggi dibandingkan negara yang lain. Pendidikan menjadi salah satu media yang strategis dalam penanaman nilai yang ada dalam Pancasila pada generasi penerus bangsa. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah mengamati penanaman nilai Pancasila yang ada di SDN Siwalankerto II Surabaya sebagai bentuk penguatan identitas manusia Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan bahwa SDN Siwalankerto II Surabaya memiliki berbagai macam keberagaman, seperti latar belakang orang tua, budaya, suku, agama, tingkat kecerdasan, bakat minat dan sebagainya. Aktivitas di SDN Siwalankerto II Surabaya juga menggunakan konsep Profil Pelajar Pancasila yang saat ini diterapkan pada kurikulum Merdeka. SDN Siwalankerto II Surabaya sudah menanamkan nilai yang sesuai dengan konsep Profil Pelajar Pancasila dan memuat penanaman pada nilai Pancasila.
Pembebasan Pendidikan yang Membelenggu pada Pendidikan Abad 21 Rara Atmaranti
PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding National Conference for Ummah (NCU)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hayat karena pendidikan itu sendiri dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja tanpa ada batasan apapun.Pendidikan itu sendiri dijadikan sebagai kunci utama dalam membangun pondasi sebuah bangsa. Pendidikan dapat digunakan sebagai tempat seseorang untuk dapat mengerti, memahami, lebih dewasa, serta mampu berpikir secara kritis untuk menghadapi segala persoalan dalam kehidupannya. Namun dalam praktiknya masih ada pendidikan yang membelenggu, dimana peserta didik hanya dijadikan objek dan dianggap tidak memiliki pengetahuan serta tanpa adanya kebebasan dalam belajar. Pendidikan yang membelenggu juga dicirikan dengan kurangnya kesadaran guru dalam menghargai kebebasan peserta didik, menanamkan kesadaran yang salah sehingga mengakibatkan peserta didik hanya mengikuti alur kehidupan begitu saja. Pada pendidikan abad 21 menawarkan solusi pembebasan dari pendidikan yang membelenggu salah satunya dengan pendidikan membebaskan yang kini dirancang dalam program merdeka belajar. Pendidikan pembebasan ini memiliki peranan yang hampir sama dengan merdeka belajar yang dikemas secara bebas dan merdeka untuk menyesuaikan diri di tengah era globalisasi yang ditandai dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.