cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
PEMANFAATAN ANEKDOT DALAM MEMBUAT KOMIK STRIP BERTEMA SOSIAL BAGI PESERTA DIDIK SMK BIDANG ANIMASI : KAJIAN SASTRA INTERDISIPLINER Imrotin Imrotin; Saefuddin Famsah; Ari Ambarwati
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Anekdot dalam komik strip bertema sosial strategis dipajankan pada peserta didik sekolah menengah. Anekdot diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sedangkan komik strip merupakan salah satu kompetensi dalam teori kejuruan bidang Animasi. Penelitian ini mengeksplorasi kolaborasi anekdot dalam komik strip melalui pembelajaran sastra interdisipliner yang mendekatkan sastra padadunia kerja peserta didik. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menyusun purwarupa komik strip yang bersumber dari anekdot sebagai perpaduan bidang sastra dan teori kejuruan animasi. Tahapan penelitian terdiri dari define dan design. Tahap define merupakan pengumpulan informasi awal yang dilakukan dengan teknik kuesioner pada peserta didik serta wawancara dengan guru bahasa Indonesia dan Teori Kejuruan. Pada tahap design peneliti mengikuti langkah pembuatan komik strip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik bidang Animasi terbantu menyusun komik strip kritik sosial dengan menggunakan anekdot. Langkah-langkah dalam penyusunan komik strip bertema kritik sosial menggunakan anekdot terdiri dari (1) menentukan ide, (2) memilih karakter, (3) membuat premis/sinopsis, (4) membuat alur cerita, dan (5) menentukan plot twist. Tahap selanjutnya ialah proses digitalisasi sehingga komik strip dapat digunakan baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa anekdot membantu peserta didik SMK bidang Animasi dalam membuat komik strip bertema sosial. Penelitian lanjutan terkait efektivitas penggunaan anekdot dalam membuat komik strip bertema sosial pada peserta didik SMK bidang animasi perlu dilakukanKata kunci: Anekdot, Komik strip, SMK animasi, Sastra interdisipliner.
Pencapaian Berbahasa Ekspresif melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik di TK Muslimat NU 03 Kota Malang Lutfiyah Lutfiyah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masa Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah masa pendidikan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena masa tersebut yang disebut dengan masa atau usia golden age atau masakeemasan. Masa usia 4-6 tahun ini juga disebut dengan masa berkelompok. Mengembangkan cara anak berkomunikasi dalam bahasa yang dipergunakan baik di sekolah maupun di lingkungannya merupakan hal yang penting bagi semua anak. Penelitian ini akan menerapkan media gambar yang disesuaikan dengan tema dalam pembelajaran bercakap-cakap, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bercakap-cakap dan berbicara. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah. (1) Bagaimanakah perencanaan kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik dalam pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di TK Muslimat NU 03 Kota Malang.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, adapun jenis yang digunakan adalah penelitian kelas, karena penelitian ini menggambarkan secara sistematika dan akurat atas fakta dan karakteristik mengenai kegiatan bercakap-cakap dengan gambar tematik, dan hasil data dari observasi dan wawancara penelitian yang diperlukan untuk mengungkap masalah dalam bentuk deskriksi. Adapun penelitian ini difokuskan kajian tentang pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik pada anak yang masih kesulitan dalam mengungkapkan kata yang terjadi dari 21 anak di kelompok A1 TK Muslimat NU 03 Kota Malang. Dalam proses pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan dengan cara peneliti sebagai pengamat tanpa melakukan tindakan apapun yang mempengaruhi kondisi lapangan, adapun wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan terikat oleh daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.Hasil penelitian mengenai “Pencapaian Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik” melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Muslimat NU 03 Kota Malang, ditemukan (1). Perencanaan meliputi: anak dapat mengungkapkan pendapat dengan kalimat sederhana dalam berkomunikasi, dan mengungkapkan perasaan atau ide dengan pilihan kata yang sesuai. (2). Pelaksanaan pembelajaran bercakap-cakap dengan media gambar tematik melalui 4 langkah, yaitu: langkah pertama, guru mengkondisikan kesiapan posisi anak disertai dengan menyanyi dan bertepuk-tepuk variasi, langkah kedua, guru membuka kegiatan dengan memperlihatkan gambar polisi di depan anak, langkah ketiga, guru melakukan tanya jawab pada anak-anak bila belum merespon percakapan, dengan menggunakan pertanyaan apa, siapa, dimana, dan mengapa. Guna untuk mengetahui kemampuan anak menjawab pertanyaan sederhana, sesuai dengan indikator pencapaian perkembangan bahasa anak, langkah keempat, guru memberikan penguatan terhadap respon yang diberikan anak pada saatmemberikan informasi, menjawab pertanyaan tentang gambar yang ditunjukkan. (3). Penilaian otentik atau penilaian yang sebenarnya sesuai dengan hasil proses belajar mengajar. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan, agar guru dapat meningkatkan perhatiannya pada masing- masing anak dalam kemampuan berbahasa ekspresif, dapat dilakukan setiap hari dalam semua kegiatan dengan memotivasi anak untuk dapat mengungkapkan perasaan maupun berupa pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, kenapa. Kata kunci : Kemampuan Berbahasa Ekspresif, Usia 4-5 tahun, Media Gambar Tematik
Pengembangan Bahan Ajar Elektronik Menulis Teks Puisi dengan Strategi Pembelajaran Kreatif-Produktif untuk Siswa Kelas X SMK Winda Primasanti
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan bahan ajar menulis teks puisi bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan siswa terhadap bahan ajar, (2) pengembangan bahan ajar, (3) kelayakan bahan ajar, dan (4) efektivitas penggunaan bahan ajar. Peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan 4D yang terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Namun, tahap penyebaran tidak dilakukan dalam penelitian ini. Setelah melakukan pendefinisian dan perancangan, peneliti melakukan pengembangan bahan ajar dengan melakukan uji validasi kepada beberapa ahli, yaitu ahli materi bahasa Indonesia, ahli desain pengembangan, dan ahli praktisi. Untuk mengetahui efektivitas penggunaan bahan ajar, percobaan dilakukan kepada 20 siswa sebagai subjek penelitian.Berdasarkan hasil pengembangan, peneliti menyimpulkan empat hal. Pertama, siswa kelas X SMK membutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2019 yang memenuhi standar dari berbagai aspek. Kedua, bahan ajar elektronik menulis teks puisi yang telah dikembangkan telah teruji kelayakannya melalui kegiatan uji coba produk yang melibatkan para ahli, praktisi, dan siswa sebagai pengguna bahan ajar. Ketiga, hasil uji kelayakan bahan ajar yang dinilai oleh para ahli sangat layak untuk dikembangkan. Keempat, hasil uji efektivitas berhasil meningkatkan hasil belajar siswa di empat kompetensi dasar.Berdasarkan hasil uji efektivitas menunjukan nilai peningkatan dari pretes ke postes sebesar 21,750 pada kompetensi dasar 3.16. Nilai pretes dan postes untuk kompetensi dasar 4.16 menunjukkaan selisih nilai 16,650. Selisih nilai pada kompetensi dasar 3.17 yaitu sebesar 16,700. Selisih nilai pretes dan postes untuk kompetensi dasar 4.17 yaitu sebesar 21,850. Peningkatan hasil belajar siswa dalam memahami dan menulis puisi di empat kompetensi dasar menunjukkan bahwa bahan ajar ini telah terbukti efektivitasnya. Kata kunci: bahan ajar elektronik, menulis teks puisi, strategi pembelajaran kreatif-produktif.
Representasi Nasionalisme pada Film “Susi Susanti - Love All” dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes Ayu Perdana Ayu Perdana
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif menggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes. Unit analisisnya adalah kata (dialog), gambar (simbol), dan suara. Penelitian ini menemukan bahwa: 1) makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan nasionalisme pada film Susi Susanti – Love All bisa dilihat baik melalui gambar/simbol, adegan, dan atau dialog. Dan 2) disajikan baik secara verbal maupun non verbal. Pada berbagai dialog mencerminkan doktrin unggulnya bangsa sendiri dan kemauan berkorban untuk bangsa dan negara. Representasi secara verbal ditunjukkan antara lain pada dialog untuk meraih kemenangan bagi Indonesia hingga pengakuan sebagai orang Indonesia meskipun belum mendapatkan kejelasan status kewarganegaraan. Kata kunci: Representasi, Nasionalisme, Film, Semiotika
ESTETIKA ETIKA DALAM KUMPULAN CERPEN KONVENSI KARYA A. MUSTOFA BISRI Muhammad Hasan Abdillah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah yang menjadi fokus penelitian tentang estetika dan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, yaitu: (1) cara memperoleh deskripsi objektif tentang bentuk estetika dalam kumpulan cerpen Konvensi, (2) cara memperoleh deskripsi objektif tentang nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, dan (3) cara memperoleh deskripsi objektif tentang hubungan estetika dan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi.Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk mengkaji bentuk estetika dan nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk estetika dalam kumpulan cerpen Konvensi, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai etika dalam kumpulan cerpen Konvensi, dan (3) mendeskripsikan dan menjelaskan hubungan estetika dengan etika dalam kumpulan cerpen Konvensi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Instrumen utama dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan menggunakan alat bantu berupa kartu data. Sumber data yang digunakan yaitu kumpulan cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri sebagai sumber data primer, dan buku-buku terkait dengan judul penelitian sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis teks yang berupa paparan bahasa. Penelitian ini dalam analisis data menggunkaan teknik analisis, uraian, kupasan, dan teknik nonstatistik. Selanjutnya dalam pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan ketekunan pengamatan dan pengecekan sejawat.Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan bahwa: 1) Bentuk estetika yang terdapat dalam cerpen Konvensi berupa bentuk gaya bahasa berdasarkan struktu kalimat, meliputi ke lima jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat. Tapi yang paling dominan dalam penelitian ini adalah estetika gaya bahasa klimaks dan antiklimaks. Masing-masing lima temuan data. 2) Bentuk etika yang terdapat dalam kumpulan cerpen Konvensi yakni berupa bentuk etika hubungan manusia dengan Tuhannya, etika hubungan manusia dengan diri sendiri, etika hubungan manusia dengan manusia yang lain. Dan yang paling dominan adalah etika hubungan manusia dengan orang lain sebanyak sembilan temuan data. 3) Berdasarkan temuan data dan hasil pembahasan, menyatakan bahwa hubungan estetika dengan etika di dalam kumpulan cerpen Konvensi memang menjadi satu-kesatuan yang saling melengkapi. Temuan data estetika pasti mengandung etika, begitu juga dengan temuan data etika pasti mengandung unsur estetikanya. Kata kunci: estetika-etika, klimaks, antiklimaks
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKNIK SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KELAS VII MTS AL-ITTIHAD PONCOKUSUMO MALANG Samsul Khoirul Muklis
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bahan ajar adalah buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia yang diterbitkan pemerintah. Kendala di sekolah/madrasah swasta ialah jumlah buku yang tersedia dengan jumlah peserta didik tidak sepadan. Untuk mengatasi hal tersebut guru berinovasi untuk membuat lembar kerja. Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan kumpulan tugas dan materi pembelajaran yang berperan penting dalam proses belajar mengajar. Uraian singkat terkait materi dan soal atau tugas yang harus dikerjakan peserta didik untuk diselesaikan. Berbeda dengan lembar kerja ini yang didalamnya memuat model pembelajaran survey, question, read, recite, review (SQ3R) untuk membaca dan memahami isi sebuah teks serta model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk keterampilan menulisnya. Kedua model tersebut dirasa mampu memberikan pemahaman lebih terhadap keterampilan membaca dan menulis peserta didik khususnya pada jenjang menengah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kebutuhan, pengembangan produk, kelayakan pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis teknik survey, question, read, recite, review (SQ3R) dan cooperative integrated reading and composition (CIRC)  kelas VII MTs Al-Ittihad Poncokusumo Malang.Metode penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan Plomp. Model Plomp dipandang lebih fleksibel dan luwes dibanding model pengembangan lain, dikarenakan pada proses pengembanganya bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan penelitiannya.Dalam penelitian dan pengembangan ini, telah dihasilkan lembar kerja peserta didik. Analisis kebutuhan sebelum melakukan pengembangan diperoleh dengan penyebaran angket kebutuhan guru dan angket kebutuhan peserta didik. Hasil analisis kebutuhan guru menujukan bahwa guru sangat setuju dengan pengembangan LKPD ini dengan persentase 52% dan 74% setuju. Sementara untuk analisis kebutuan peserta didik mecapai 34% sangat setuju dan 42% setuju.Setelah data terkumpul selanjutnya kegitan desain rpp, desain produk dan desain instrumen. Selanjutnya proses pengembangan dilakukan desain produk dan pembuatan produk berdasarkan data yang diperolah dari analisis kebutuhan. Proses pengembangan produk dimulai dari 1) mendesain cover, 2) mumbuat judul bab yang dilengkapi dengan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran, 3) membuat konten perlu diingat untuk menekankan materi penting yang perlu difahami, 4) adanya peta konsep untuk menyampaikan isi bab secara ringkas, 5) sub bab sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, 6) belajar sambil melakukan merupakan konten untuk praktik setelah belajar bersama, 7) soal latihan berupa pilihan ganda sebagai tahap akhir di masing masing bab. Kata kunci: lembar kerja peserta didik (LKPD), survey, question, read, recite,review (SQ3R) dan cooperative integrated reading and composition (CIRC)
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-BOOK TEKS PUISI UNTUK KELAS X MA DARUSSALAM Ulya Nurul Laili
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Materi teks puisi merupakan salah satu hal penting bagi siswa untuk menuangkan ide, kreatifitas, dan imajinasi terhadap sesuatu berupa karya sastra. Teks puisi juga merupakan materi yang terdapat dalam mata pelajarann bahasa Indonesia kelas X. Oleh karena itu, sebagai generasi millennial patutlah untuk tetap melestarikan puisi sebagai kekayaan dalam dunia kesusastraan Indonesia dengan terus mempelajari dan mengembangkannya.Dalam sebuah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan sebuah fakta bahwa banyak siswa memiliki minat baca yang rendah, terlebih lagi tingkat kemampuan mereka dalam memahami teks puisi yang juga masih belum optimal. Pembelajaran dikatakan berhasil jika pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran sesuai. Bahan ajar merupakan suatu alat, media informasi, dan teks yang diperlukan oleh guru dalam perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Guru wajib memilih bahan ajar yang tepat dalam proses pembelajaran, karena hal itu akan sangat menunjang tingkat keberhasilan penyampaian materi dan tercapainya tujuan pembelajaran. Kesesuaian tuntutan kurikulum perlu diselaraskan dengan kebutuhan peserta didik, lingkungan sosial, dan karakteristik peserta didik di suatu sekolah atau madrasah. Berdasarkan kurikulum terbaru, adanya partisipasi dan peran aktif siswa dalam mengeksplorasi dan mengkaji suatu materi sangat diperlukan.Tujuan pengembangan ini, untuk mendeskripsikan (1) Mendeskripsikan proses e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam. (2) Mendeskripsikan hasil e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam dan (3) Mendeskripsikan kelayakan e-book teks puisi untuk siswa kelas X Ma Darussalam.Penelitian ini menggunakan desain penelitian “Research and Development (R&D)” dengan menggunakan model pengembangan, model pengembangan ini bertujuan memudahkan peneliti saat menyusun kerangka kerja untuk pengembangan teori dan penelitiannya. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian pengembangana ini berupa data kulitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian pengembangan ini melibatkan ahli isi, praktisi, dan siswa kelas X MA Darussalam sebagai pengguna e-book yang dikembangkan.Hasil uji coba produk ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama penilaian ahli isi dan bahasa memberikan penilaian skor pada produk e-book dengan total keseluruhan 85% yang artinya e-book tergolong layak untuk diimplementasikan, kedua ahli media memberikan penilaian pada produk e-book memberikan skor persentase dengan total keseluruhan 81% yang artinya tergolong layak diimplementasikan, ketiga ahli perencanaan media pada produk memberikan skor pada e-book 72% yang artinya tergolong layak dan mampu diimpelemntasikan, yang keempat ahli praktisi memberikan pada produk e-book penilaian persentase dengan total keseluruhan 95% yang artinya tergolong sangat layak dan mampu diimplementasikan, dan berdasarkan hasil analisis uji coba siswa keseluruhan pada tiap aspek sebesar 88%, pada e-book yang artinya sangat layak dan mampu diimplementasikan.Berdasarkan uraian hasil uji coba validitas produk di atas, dapat ditarik kesimpulan akhir bahwa teks puisi di MA Darussalam telah memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran teks puisi. Sebagai salah satu langkah pemanfaatan dari produk hasil pengembangan, guru disarankan menggunakan e-book ini sebagai salah satu sumber belajar teks puisi. Kata kunci: Pengembangan, E-Book, Teks puisi
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI OLEH JAMIL AZZAINI DI ACARA MILAGROS Agustina Rahmaniatullah
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam memberikan motivasi, penggunaan strategi kesantunan berbahasa sangatlah penting, karena dalam memberikan motivasi diharapkan penutur bisa membangun komunikasi yang baik dengan pendengar agar motivasi yang diberikan oleh penutur bisa diterima dengan baik oleh pendengar. Strategi kesantunan berbahasa bisa dilakukan dengan dua cara yaitu strategi berbahasa positif dan juga strategi berbahasa negatif. Masalah dalam penelitian ini ialah “Bagaimana strategi kesantunan positif dan kesantunan negatif yang dilakukan oleh Jamil Azzaini di acara Milagros”.            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa positif dan kesantunan berbahasa negatif yang dilakukan oleh Jamil Azzaini dalam acara Milagros sesuai dengan strategi kesantunannya Brown dan Levinson. Kegunaan dalam penelitian ini ialah: 1. Bagi guru atau dosen, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam rangka mengembangkan materi pembelajaran bahasa Indonesia pada ranah pragmatik. 2. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjadi reverensi dan menambah pengetahuan tentang strategi kesantunan berbahasa dalam memberikan motivasi oleh Jamil Azzaini di acara Milagros. 3. Bagi pembaca, penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan tentang strategi kesantunan berbahasa dalam memberikan motivasi oleh Jamil Azzaini di acara Milagros. Sementara yang menjadi sumber data penelitian ini adalah Jamil Azzaini saat memberikan motivasi dan objek penelitian ini adalah strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi. Data-data yang diambil merupakan data tuturan yang diambil pada saat memberikan motivasi pada pendengar.            Berdasarkan hasil analisis data, strategi yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi di acara Milagros adalah strategi kesantunan positif berupa: strategi membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati pada pendengar, strategi  mengintensifkan perhatian pendengar dengan pendramatisiran pesristiwa atau fakta, strategi menggunakanpenanda identitas kelompok : bentuk sapaan, dialek, jargon, atau slang, strategi mencari kesepakatan dengan topik umum atau mengulangi sebagian/seluruh pidato, strategi menggunakan lelucon, strategi mengungkapkan pemahaman keinginan pendengar, strategi menunjukkan optimisme, strategi melibatkan pembicara dan lawan bicara dalam kegiatan, strategi memberikan pertanyaan atau menanyakan alasan, dan strategi pemberian hadiah kepada pendengar, simpati, pengertian, kerjasama.  Dari sepuluh strategi yang digunakan oleh Jamil Azzaini dalam memberikan motivasi, Jamil Azzaini lebih sering menggunakan strategi memberi pertanyaan atau meminta alasan. Strategi negatif juga di temukan berupa strategi pertanyaan, pagar dan strategi meminta maaf.
ANALISIS SOSIOLOGIS PERSEPSI PADA BAIT LAGU #2019 GANTI PRESIDEN” KARYA JOHNY ALANG ( Kajian Resepsi Sastra ) Edi Kusnariyanto; Nur Fajar Arief; Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Analisis sosiologis dapat digunakan untuk melihat seberapa besar respon terhadap suatu sastra. Menurut Umar Janus dalam Resepsi Sastra teori resepsi sastra berkaitan dengan pendekatan pragmatik dimana peranan pembaca mendapatkan peranan utama dalam proses membaca. Dimana pembaca menjadi sentral dalam utama suatu karya sastra.Tujuan umum penelitian ini adalah analisis sosiologis persepsi pada Bait Lagu #2019 Ganti Presiden” Karya Johny Alang ( Kajian Resepsi Sastra ).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungan konteks keberadaannya. Landasan berpikir metode kualitatif adalah paradigma potivisme Max Weber, Imanuel Kant, dan Sugiyono (2009:15) menyatakan metode kualitatif di gunakan untuk meneliti objek yang alamiah. Di mana peneliti merupakan instrumen utama, sumber data di ambil dengan cara purposive dan snowball, menggunakan teknik trianggulasi (gabungan), dalam menganalisis data lebih menekannkan data yang bersifat deduktif atau induktif daripada yang bersifat generallis. Jenis penelitian ini adalah analisis teks, analisa hasil dari persepsi yang di timbulkan puisi #2019 Ganti Presiden. karena objek yang diteliti terdapat dalam jawaban dan tanggapan yang di berikan dan persepsi yang ada pada masyarakat.Resepsi sastra memberikan maksud bahwa “pembaca” merupakan komponen utama dalam karya sastra di mana pembaca bersifat katif dalam menilai atau memberikan respon terhadap karya sastra yang telah di bacanya. Ada beberapa hal yang di harapkan dari hasil membaca tersebut yaitu berupa tanggapan yang bersifat aktif dan tanggapan yang bersifat pasif, adapun tanggapan yang bersifat pasif yaitu harapan dimana pembaca dapat melihat karya sastra itu dengan pemahaman dan dapat melihat hakekat estetik yang terdapat di dalamnya. Sedangkan secara actif , yaitu sebebagimana pembaca dapat “Merealisasikannya” makadari hal tersebut dapat di berikan makna bahwa resepsi sastra memiliki jangkauan yang luas dan segalah kemungkinan-kemungkinan bagi penggunanya.Sebagai syarat terjadinya persepsi, pembaca harus mendapatkan slimulus/rangsangan melalui penginderaannya. Dalam prosesnya pembaca rangsangan penginderaan berlangsung kapan sajaPersepsi merupakan suartu proses dimana setiap manusia mendapatkan rangsangan/stimulus dari luar individu tersebut melalui pengindraan. Pengindraan tersebut dapat terjadi setiap saat sesuai dengan seberapa intens proses itu terjadi. Persepsi dapat di katakana sebgai pengorganisasian dari peristiwa dan cara menginteprestasikan stimulus yang terdapat di indra manusia karena hal tersebut merupakan respon dan tersambung dari semua sisi dalam individu (walgito,2004 :88) (1)Perhatian dan selektif (attention and selection ), (2) Organisasi (organization), (3) Interpretasi (interpretation),(4) Pencarian Kembali (Retrieval)Dalam penelitian terdapat beberapa hal yang di peroleh seperti, (1)terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi sejalan antara puisi #2019 Ganti Presiden dengan pendapat yang di sampaikan oleh pembaca. (2) Terdapat hubungan dua arah (dialektik) antara sastra dengan masyarakat. Hubungan dialektik harus terjadi dengan masyarakat dimana isi dalam puisi  dalam puisi ini #2019 Ganti Presiden mencoba untuk masuk kerana masyarakat. (3) Dalam penelitian juga terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi yang tidak sejalan, penilaian individu terjadi setelah adanya pengertian yang di dasari oleh pemahaman. Setiap individu memiliki norma dan kreteria sendiri sebelum membandingkan pengertian yang di dapatnya dan perbandingan tersebut di lakukan secara subjektif (4) Puisi #2019 Ganti Presiden merupakan puisi baru yang menggunkan genre Satire. Dan penempatan momentum yang tepat pada penciptaannya dimana puisi satire tersebut di buat dalam tahun pesta demokrasi Kata kunci: Sosiologis, Persepsi, Bait lagu, #2019 Ganti Presiden, Kajian Resepsi Sastra. 
PENGEMBANGAN BUKU PENDAMPING ALIH WAHANA SKENARIO FILM PADA PEMBELAJARAN TEKS DRAMA Wahyu Defi Belivasari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstak: Perkembangan dalam dunia pendidikan dan juga pembelajaran saat ini kian pesat seiring dengan perkembangan budaya juga teknologi. Mengembangkan bahan ajar pada Kurikulum 2013 merupakan satu dari sekian kompetensi yang harus dimiliki guru. Oleh karena itu sebagai penunjang buku pendamping juga diperlukan selain buku utama. Penelitian berjudul “Pengembangan Buku Pendamping Alih Wahana Skenario Film Pada Pembelajaran Teks Drama” ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan guru dan siswa terhadap buku pendamping Bahasa Indonesia menulis teks drama untuk siswa SMP/MTs kelas VIII, (2) proses pengembangan buku pendamping Bahasa Indonesia menulis teks drama untuk siswa SMP/MTs kelas VIII, dan (3) kelayakan produk buku pendamping Bahasa Indonesia menulis teks drama untuk siswa SMP/MTs kelas VIII.Model pengembangan ini menggunakan rancangan ADDIE yang terdiri dari 4 tahap yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain uji coba menggunakan 25 siswa, kemudian subjek uji coba produk menggunakan 15 siswa beserta guru Bahasa Indonesia terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk data verbal juga nonverbal berupa komentar dan saran dan kuantitatif untuk data numerik berupa hasil uji validasi. Validasi di lapangan yang didapatkan dari angket respon guru dan respon siswa menunjukan hasil sangat setuju dengan adanya buku pendamping ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku pendamping yang dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan pada pembelajaran.

Page 10 of 11 | Total Record : 109